Langsung ke konten utama

Postingan

Entri yang Diunggulkan

Mengingat Kembali Jawaban Pertanyaan Mengapa Ingin Memiliki Anak

Ada satu pertanyaan sederhana, namun tidak semua pasangan menikah dapat menjawabnya. Pertanyaan itu adalah, “mengapa ingin memiliki anak?” Bagi pasangan yang bertahun-tahun menikah namun belum juga dikaruniai anak, pertanyaan itu akan dijawab dengan lancar. Mereka sudah melewati ribuan hari tanpa tangis bayi, tiada canda tawa dengan anak-anak. Mereka menemukan banyak sekali alasan sehingga ingin sekali memiliki anak. Untuk pasangan yang sangat mudah dititipi anak oleh-Nya, pertanyaan mengapa ingin memiliki anak, bisa jadi terbersit pun tidak. Anak seolah hadir begitu saja. Baru saja menikah, beberapa bulan kemudian istri hamil. Setahun kemudian pasangan suami istri telah menjadi orang tua. Beberapa tahun kemudian, anak kedua, ketiga dan seterusnya lahir. Jawaban-jawaban berikut ini mungkin menjadi jawaban sekian orang tua saat mendapat pertanyaan tersebut: Saya ingin menciptakan kembali masa kecil yang indah Ngg…Semacam investasi untuk hari nanti Sebab saya percaya, kita akan m...

Lomba Cerpen Sastra Hijau Forum Lingkar Pena FLP 2020

Pada 22 Februari 2020, Forum Lingkar Pena (FLP) akan merayakan milad ke-23. Untuk menyambut miladnya itu, FLP mengadakan lomba menulis cerpen. Temanya cukup menarik: LINGKUNGAN Persyaratan lomba: 1. Peserta lomba adalah anggota FLP yang memiliki NRA. (Bagi yang belum memiliki NRA, dapat segera diurus ke pengurus cabang atau wilayah terdekat). Contoh kartu anggota, di bawah nama adalah NRA 2. Cerpen bertema lingkungan.   3. Karya asli, bukan terjemahan, dan belum pernah diterbitkan ataupun memenangkan sayembara menulis lainnya (dibuktikan dengan surat pernyataan keaslian karya). 😏 Nggak tahu cara bikin surat keaslian karya? Baca di link berikut ini Contoh surat keaslian karya beserta template yang bisa diunduh 4. Naskah ditik rapi sesuai PUEBI, huruf Times New Roman 12, spasi 1,5, margin 3-3-3-3 dan dengan panjang naskah 5-9 halaman A4. 5. Pada bagian akhir naskah dicantumkan biodata lengkap, NRA, termasuk  nama ranting/cabang/wilayah  ...

Inilah 8 Alasan Seorang Suami Tetap Suka Menonton Film Porno

Banyak hal yang berubah setelah menikah. Namun apa jadinya jika seorang pria masih mempertahankan kebiasaan buruknya padahal sudah beristri. Kebiasaan terkait hubungan suami istri lagi. Berikut kisahnya, saya kutip dari guystuffcounseling.com publikasi (27/9/2017) Monica sangat marah pada Ed karena kebiasaan buruknya. Dia menemuai Jed Diamond, Ph.D., seorang psikoterapis di Willits, California, Amerika Serikat, untuk menceritakan masalahnya. "Aku hanya tidak mengerti. Aku suka berhubungan intim. Aku ada kapan pun Ed tertarik. Kenapa dia harus mencari pornografi? Kurasa sesekali tidak menyakitkan, tapi dia sepertinya lebih suka nonton yang begituan di komputer." Monica merasa kebiasaan itu menghancurkan pernikahan mereka. Mengapa suaminya lebih suka nonton daripada melakukan bersama dirinya? Sebagai seorang terapis, Jed telah berbicara dengan banyak pria dan wanita yang memiliki masalah pornografi dalam kehidupan mereka. Jed mengemukakan 8 alasan pria memi...

Isu Eljitibi dan Adegan Dewasa dalam Film Frozen 2

Film Frozen 2 di Indonesia tayang dua hari lebih awal daripada di Amerika. Sebelum tayang, rumor eljitibi marak beredar. Ada tokoh wanita yang juga punya kekuatan seperti Elsa. Dia akan jadi pasangan Elsa. Belum juga nonton, kita sudah membatin “Waduh, bahaya tuh!” Cerita Frozen 2 Anna dan Elsa kecil bersama Ratu Iduna, Sang Ibu (Sumber: Disney) Film Frozen 2 dibuka dengan adegan masa kecil Elsa dan Anna. Mereka bermain orang-orangan salju di kamar. Sang ayah, Raja Agnarr dan Ratu Iduna mengingatkan keduanya agar segera tidur. Sebelum tidur, Raja Agnarr menuturkan kisah hutan ajaib. Hutan ajaib dihuni oleh suku Northuldra. Saat kecil Raja Agnar pernah berkunjung ke hutan itu. Sayangnya terjadi insiden antara suku tersebut dan Raja Runeard (kakek Elsa dan Anna). Insiden itu membuat empat roh pelindung menyelubungi hutan ajaib dengan kabut pekat. Tidak ada orang yang bisa masuk ke hutan itu lagi. Kisah film Frozen 2 berlanjut ke masa setelah Elsa menjadi ratu Arendelle...

Ini Salahnya Beli Buku Bajakan, Sekarang Bisa Jadi Urusanmu Kan?

Beberapa tahu terakhir saya sering membeli buku-buku secara daring. Lebih praktis dan hemat waktu. Cukup cari judulnya di marketplace atau toko buku daring ( on-line ) semacam mizanstore.com, pesan dan bayar. Soal harga, saya sering menemukan buku baru dengan harga yang bikin ngiler! Buku Murah Daring Harga buku bikin ngiler itu dijual dengan harga seperempat dari hari harga pasaran. Saya menemukannya di beberapa toko daring  marketplace warna orange.  Misalnya saja ada toko yang menawarkan aneka novel 1 harga. Rp 20.000 untuk satu judul buku. Model jualannya seperti toko serba satu harga. Pembeli cukup menuliskan judul novel yang diinginkan pada kolom pesan untuk penjual.  Novel yang dijual murah itu termasuk novel-novel yang sedang hype.   Senior, Inestable , dan Athlas merupakan tiga dari sekian banyak judul . Padahal harga resmi buku-buku dari grup Mizan itu Rp65.000 – Rp75.000. Saya coba telusuri daftar judul buku lain yang ditawarkan. Luar ...

7 Kriteria yang Dipertimbangkan Pria Saat Memilih Calon Istri, Nomor 2 Bisa Bikin Galau

Sebagian orang heran dengan pria mapan tampan yang belum juga menikah di usia tiga puluhan bahkan usia kepala empat. Fenomena ini sering kita temukan di kota-kota besar, namun ada juga di kota kecil, kabupaten bahkan desa.  Cari dan tunggu apa lagi, ya?  Sebagai sesama pria, saya juga tidak tahu jawaban pastinya. Apakah kenyamanan dan kesempurnaan cinta yang dicari? Bisa jadi si pria menetapkan kriteria tertentu saat memilih calon istri. Saya coba kutip dari standardmedia.co.ke, ada 7 kriteria yang umumnya dipakai pria di seluruh dunia saat memilih calon istri. 1. Usia lebih muda sering heran Pria memilih wanita yang lebih muda 5 – 10 tahun. Jika  pria berusia 30 tahun, calon istri berada di kisaran usia 20 – 25 tahun. Jika pria menginginkanpunya banyak anak, usia muda akan menjadi prioritas utama sebab usia aman melahirkan haruslah sebelum 40 tahun. Usia yang lebih muda juga membuat si pria bangga menggandeng istrinya ke mana-mana 2. Bukan wanita karier Wanita karier cen...

Balita Ngomong Jorok untuk Mendapatkan Hal Ini, Solusinya Ternyata Mudah

Anak-anak usia 3 – 5 tahun mengucapkan kata-kata jorok. Misalnya alat kelamin, kotoran manusia, dan lainnya. Mereka mengulanginya bahkan sambil tersenyum dan tertawa-tawa. Orang tua tentu malu jika ucapan jorok itu dilakukannya di tempat umum. Psikolog di forum ibudanbalita.com (dilihat 1/7/2018) mengungkapkan bahwa kebiasaan anak mengucapkan kata-kata jorok bisa jadi karena ingin mendapatkan perhatian. Bagi anak, perhatian bukan hanya pelukan dan kasih sayang atau lainnya yang positif. Kemarahan, teguran, hukuman juga merupakan perhatian meskipun negatif. Misalnya saat anak yang mengucapkan kata-kata jorok, ibu mengalihkan pandangan dari gawainya. Ibu mendekati anak, melotot, dan menegur anak. Perbuatan ibu tersebut, meskipun negatif sudah merupakan perhatian. Anak belajar, kalau mau bikin ibu berhenti lihat hp, ngomong jorok aja. Anak mendapat perhatian sehingga cenderung mengulangi ngomong jorok. Bagaimana solusinya? Orang tua harus kompak berhenti memberi perhati...

Lama Tidak Terdengar, Begini Nasib Penerbit Syaamil Saat Ini

Pecinta buku fiksi islami mungkin cukup akrab dengan nama Penerbit Syaamil. Ketika Mas Gagah Pergi, Pingkan, Pesantren Impian merupakan sebagian buku fiksi islami Syaamil yang sangat populer pada awal tahun 2000. Namun cobalah cari buku terbitan Syaamil saat ini di toko buku. Kemungkinan besar bukan buku yang akan kamu temukan, melainkan Al Quran, Syaamil Quran. Buku-buku Syaamil Sekitar tahun 1999, saya mengenal Penerbit Syaamil melalui beragam buku kumpulan cerpen dan novel islami yang dipasarkannya. Buku-buku Syaamil sering dijual pada bazar acara-acara kampus Universitas Sriwijaya (Unsri), juga di beranda-beranda musala fakultas saat jam istirahat. Hal itu menarik perhatian saya, karena di Toko Buku Gramedia Palembang, buku terbitan Syaamil masih belum tersedia. Harga buku Syaamil masih belasan ribu saat itu, namun masih mahal untuk ukuran kantong mahasiswa seperti saya. Catat saja, di awal era reformasi itu, Rp1.000 sudah bisa makan dengan nasi-sayur-tempe-tahu. J...