Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

Mengingat Kembali Jawaban Pertanyaan Mengapa Ingin Memiliki Anak

Ada satu pertanyaan sederhana, namun tidak semua pasangan menikah dapat menjawabnya. Pertanyaan itu adalah, “mengapa ingin memiliki anak?” Bagi pasangan yang bertahun-tahun menikah namun belum juga dikaruniai anak, pertanyaan itu akan dijawab dengan lancar. Mereka sudah melewati ribuan hari tanpa tangis bayi, tiada canda tawa dengan anak-anak. Mereka menemukan banyak sekali alasan sehingga ingin sekali memiliki anak. Untuk pasangan yang sangat mudah dititipi anak oleh-Nya, pertanyaan mengapa ingin memiliki anak, bisa jadi terbersit pun tidak. Anak seolah hadir begitu saja. Baru saja menikah, beberapa bulan kemudian istri hamil. Setahun kemudian pasangan suami istri telah menjadi orang tua. Beberapa tahun kemudian, anak kedua, ketiga dan seterusnya lahir. Jawaban-jawaban berikut ini mungkin menjadi jawaban sekian orang tua saat mendapat pertanyaan tersebut: Saya ingin menciptakan kembali masa kecil yang indah Ngg…Semacam investasi untuk hari nanti Sebab saya percaya, kita akan m...

7 Cara Penulis Bisa Memanfaatkan AI di ASUS ExpertBook Ultr

Penggunaan AI untuk menulis masih jadi perdebatan di berbagai komunitas. Satu penyebabnya adalah definisi “menulis pakai AI” yang berbeda di kepala banyak orang (yang berdebat itu). Emang gimana seharusnya pakai Ai untuk nulis?


Saya pribadi sering menyimak perdebatan tanpa pangkal ujung antar para penulis soal nulis pakai AI. Sebagian penulis menilai, pakai AI itu haram. Kekhawatirannya masuk akal. Pakai AI berarti menghilangkan kreativitas personal dan rasa manusianya.


Sebagian penulis lagi menganggap pakai AI untuk membantu proses menulis sah-sah saja. Misalnya untuk riset mencari data. Daripada menggunakan mesin pencari, cari data menggunakan AI jauh lebih efektif dan efisien. Meski tidak bisa menutup mata, ada juga penulis yang minta dibuatkan tulisan dengan prompt tertentu.


Saya berada di pihak yang mendukung penggunaan AI secara terbatas. Apalagi beberapa laptop sudah dilengkapi dengan AI juga. Misalnya pada beberapa seri ASUS ExpertBook Ultra. Kita dapat menggunakan AI dalam berbagai tahap proses menulis. Saya berkesempatan menjajal ASUS ExpertBook Ultra bareng Blogger Bandung dan tim ASUS, Rabu, 19 Agustus 2026 lalu. Berikut uraian lengkapnya.


1. AI Bantu Buka Jalan


Seseorang bisa saja membuat perintah seperti ini di kolom web atau aplikasi AI:

“Buatkan artikel tentang Laptop ASUS terbaru.”

atau

“Tulis esai tentang masalah anak-anak kekinian yang marak 3 tahun terakhir.”


Dia melakukan salin dan tempel di aplikasi Word, kemudian bilang tulisan itu karyanya. Inilah contoh yang salah. jangan minta buatkan. Lakukan riset dulu aja. Misal minta AI sajikan daftar laptop ASUS terbaru plus speknya, kemudian minta analisis laptop yang sesuai untuk kelompok tertentu. Misalnya untuk mahasiswa yang tengah menyelesaikan skripsi. Dari hasil riset itu, penulis membuat kerangka dan menulis sendiri.


AI membantu membuka jalan. Penulis yang menjalani atawa menulis.


ASUS ExpertBook Ultra, satu sub-seri laptop bisnis unggulan terbaru ASUS punya kumpulan AI bernama ASUS MyExpert. Satu di antaranya adalah AI Chat. Nah, AI Chat ini bisa jadi asisten untuk bantu persiapan nulis. Misalnya merangkum dan menguraikan informasi. Berfaedah banget, kan?


2. Bantu Memahami Banyak Bahan Tulisan

Kita sebagai penulis itu sejatinya punya banyak bahan menulis. Berbagai dokumen PDF, catatan wawancara, artikel, hasil penelitian dan lainnya yang malah menumpuk, bikin mood menulis hilang karena bingung bagaimana cara mengolahnya.


Ada AI yang bernama Knowledge Hub di ASUS MyExpert. Knowledge Hub membantu kita mengatasi masalah itu. Berbagai dokumen, entah itu laporan penelitian, esai, atau artikel dan gambar bisa dicari dan dianalisis. Kita bisa menggunakannya untuk melakukan tanya-jawab, bikin ringkasan, menerjemahkan, membandingkan informasi, sampai bikin catatan singkat.


Contoh perintahnya dengan kalimat berikut:


“Apa tiga poin penting dari dokumen ini?”

“Dua laporan penelitian ini bedanya apa?”


AI membantu kita (yang kepepet deadline) memahami bahan segambreng.


3. Teman untuk Kasih Saran-Kritik


Punya teman yang selalu siap pas kita butuh itu berkah banget. Kapanpun dibutuhkan, dia mau baca dan kasih komentar atas tulisan kita misalnya. Tapi apa iya ada teman yang begitu? Si teman juga punya kehidupan sendiri, kan?


Menulis sendiri kemudian minta pendapat AI Chat di ASUS MyExpert itu kayak punya editor pribadi nan setia, meskipun tidak sepenuhnya sama dengan editor manusia. Paling tidak tulisan kita itu kayak rumah baru jadi. Tinggal usaha untuk dapat pendapat orang lain sebelum naskahnya dikirim


Cukup pakai perintah atau prompt :


“Bagian manakah yang masih bertele-tele?”

“Pembuka tulisan ini nge-hook, nggak? Bikin pembaca bertahan baca sampai halaman terakhir?”

“Tunjukkan bagian mana yang argumennya masih lemah?”


Ingat, kita menggunakan AI sebagai editor hanya untuk minta pendapatnya saja berdasarkan informasi dari internet. Bukan menyerahkan proses kepenulisan kepada si AI. Dan itu syah saja kan? Pada kesempatan lain, boleh juga kita minta pendapat dan kritik editor manusia juga.


4. Menyusun Kerangka


Setiap tulisan pada dasarnya memiliki struktur dasar : pembuka, isi, penutup. Fiksi maupun nonfiksi pasti strukturnya begitu. Kita sudah punya ide, tapi belum menemukan struktur yang pas. Apabila kita tipikal orang yang perfecto, saya yakin meskipun idenya bagus, tulisan tidak akan kunjung selesai.


ASUS MyExpert menyediakan AI Advanced Tools. Satu tujuan dari perancangan AI yang berbasis cloud ini adalah guna meningkatkan kualitas tulisan. Misalnya dengan menyusunkan struktur tulisan berdasarkan bahan-bahan yang sudah kita kumpulkan. AI bantu mencari beberapa alternatif struktur tulisan.

Tahapan kerjanya bukan AI membuatkan tulisan lalu kita saling-tempel. Kita menuliskan gagasan, lalu AI bantu membuatkan beberapa pilihan struktur dari gagasan itu. Kita pilih struktur yang dirasa paling cocok, baru kemudian menuliskannya.


5. Membuat Ringkasan


Sebagian orang senang mencatat. Ustadz ceramah dicatat. Ikutan seminar, ucapan para pembicara dicatat. Rapat secara daring, diketik. Pokoknya serba dicatat. Sayangnya catatan itu malah bikin bingung karena semuanya terasa penting. Sudah dibaca berulang, tetap saja bingung menentukan mana yang penting mana yang kurang diperlukan dalam .


ASUS MyExpert punya AI ExpertMeet. AI ini bisa merekam dan merangkum rapat, menerjemahkan secara langsung, bahkan menyusunnya jadi semacam to do list gitu.


Tanpa harus menghilangkan kebiasaan mencatat sebagian orang, AI ExpertMeet ini bisa jadi semacam sumber kedua bahan baku menulis selain catatan buatan sendiri. Pokoknya gas nulis, tanpa bingung-bingung lagi setelahnya.


6. Cari Arsip


Kita sering menimbun banyak bahan, tapi lupa menyimpannya di mana saat akan menggunakannya. Apakah di laptop atau komputer, ataukah did penyimpanan awan yang terhubung dengan surel dan lainnya. Hari gini sudah umum sekali, sebagian kita menyimpan arsip secara daring atau pun luring.


Cuma pas mau dipakai, bingung. Akhirnya waktu kita habis cuma buat cari arsip.


ASUS MyExpert punya File Search, yang terhubung ke penyimpanan lokal di laptop atau komputer dan penyimpanan awan. File Search menyatukan tempat penyimpanan sehingga kita cukup melakukan pencarian dengan satu perintah saja.


7. Otaknya Tetap ada Padamu


AI memang bisa melakukan banyak hal, seolah berpikir. AI bisa mencari, meringkas, membandingkan, olah data, kritik, menyunting, mengatur. Seringkali kita takjub dengan hasil kerja AI. Lalu kita menggunakan AI, eh lama-lama ketagihan karena terasa gampang.


Padahal kitalah yang pegang kendali. Kita yang memilih, cek ricek, berpikir, merasakan, memutuskan dan menulis. Otaknya tetap ada pada… (coba ketuk kepalamu)


Tim riset dan pengembangan ASUS merancang ASUS ExpertBook Ultra dengan kemampuan AI yang terintegrasi bukan untuk menggantikan proses di otakmu, cara berpikir kita. Persoalannya bukan boleh tidak menggunakan AI melainkan satu pertanyaan, kita pakai AI untuk bantu apa. membantu bukan menggantikan.



Jadi, boleh tidak pakai AI kembali pada keputusanmu sendiri. Tapi menolak pakai laptop atau komputer yang sudah dilengkapi AI, bahkan AI-nya tetap bisa dipakai saat tidak terhubung ke jaringan internet itu rugi. Spesifikasi ASUS ExpertBook Ultra sangat mumpuni, tinggal kita saja memilih varian yang paling cocok untuk kegiatan kita sehari-hari. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Kemendikbud 2016

LOMBA PENYUSUNAN CERITA RAKYAT Direktorat Pembinaan Anak Usia Dini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan 4 lomba untuk konten (isi) laman Anggun Pendidikan Anak Usia Dini yaitu http://www.anggunpaud.kemdikbud.go.id atau  http://www.paud.kemdikbud.go.id . Salah satu lomba tersebut adalah Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Tema Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Kali ini Lomba Konten Anggun PAUD adalah “Penumbuhan Budi Pekerti Pada Anak Usia Dini” Ketentuan Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Cerita rakyat fokus pada pengembangan Nilai Agama dan Moral dan Bahasa. Sasaran pengguna cerita rakyat adalah Guru PAUD, Pengelola PAUD. Cerita rakyat dapat berbentuk; (1)   Fable (cerita binatang) (2)   Legenda (asal-usul terjadinya suatu tempat) (3)   Sage (unsur sebuah sejarah) (4)   Epos (kepahlawanan) (5)   Cerita jenaka. Cerita disampaikan dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Panjang naskah berad...

Contoh Surat Keterangan Siswa dengan NISN

Lomba menulis untuk siswa SD, SMP atau SMA seringkali mensyaratkan surat keterangan dari kepala sekolah, lengkap dengan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN). Surat ini untuk menguatkan status siswa di satu sekolah sekaligus sebagai upaya menyadarkan pihak sekolah bahwa ada siswanya yang ingin mengikuti suatu lomba.  Surat Keterangan Siswa Siswa cukup menyampaikan permintaan surat keterangan siswa kepada guru, wali kelas, atau wakil kepala sekolah urusan kesiswaan. Surat keterangan siswa dibuat oleh bagian administrasi sekolah, ditandatangani kepala sekolah dan dibubuhi cap. Berikut ini merupakan contoh surat keterangan siswa yang belum ditandatangani kepala sekolah dan dibubuhi cap.    Contoh surat keterangan siswa yang belum dibubuhi cap sekolah dan tanda tangan kepala sekolah Nomor Induk Siswa Nasional Nomor Induk Siswa Nasional merupakan nomor identitas unik yang diberikan secara acak kepada setiap siswa di Indonesia oleh Pusat Data Statistik Pend...

Mengingat Kembali Jawaban Pertanyaan Mengapa Ingin Memiliki Anak

Ada satu pertanyaan sederhana, namun tidak semua pasangan menikah dapat menjawabnya. Pertanyaan itu adalah, “mengapa ingin memiliki anak?” Bagi pasangan yang bertahun-tahun menikah namun belum juga dikaruniai anak, pertanyaan itu akan dijawab dengan lancar. Mereka sudah melewati ribuan hari tanpa tangis bayi, tiada canda tawa dengan anak-anak. Mereka menemukan banyak sekali alasan sehingga ingin sekali memiliki anak. Untuk pasangan yang sangat mudah dititipi anak oleh-Nya, pertanyaan mengapa ingin memiliki anak, bisa jadi terbersit pun tidak. Anak seolah hadir begitu saja. Baru saja menikah, beberapa bulan kemudian istri hamil. Setahun kemudian pasangan suami istri telah menjadi orang tua. Beberapa tahun kemudian, anak kedua, ketiga dan seterusnya lahir. Jawaban-jawaban berikut ini mungkin menjadi jawaban sekian orang tua saat mendapat pertanyaan tersebut: Saya ingin menciptakan kembali masa kecil yang indah Ngg…Semacam investasi untuk hari nanti Sebab saya percaya, kita akan m...