Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

Mengingat Kembali Jawaban Pertanyaan Mengapa Ingin Memiliki Anak

Ada satu pertanyaan sederhana, namun tidak semua pasangan menikah dapat menjawabnya. Pertanyaan itu adalah, “mengapa ingin memiliki anak?” Bagi pasangan yang bertahun-tahun menikah namun belum juga dikaruniai anak, pertanyaan itu akan dijawab dengan lancar. Mereka sudah melewati ribuan hari tanpa tangis bayi, tiada canda tawa dengan anak-anak. Mereka menemukan banyak sekali alasan sehingga ingin sekali memiliki anak. Untuk pasangan yang sangat mudah dititipi anak oleh-Nya, pertanyaan mengapa ingin memiliki anak, bisa jadi terbersit pun tidak. Anak seolah hadir begitu saja. Baru saja menikah, beberapa bulan kemudian istri hamil. Setahun kemudian pasangan suami istri telah menjadi orang tua. Beberapa tahun kemudian, anak kedua, ketiga dan seterusnya lahir. Jawaban-jawaban berikut ini mungkin menjadi jawaban sekian orang tua saat mendapat pertanyaan tersebut: Saya ingin menciptakan kembali masa kecil yang indah Ngg…Semacam investasi untuk hari nanti Sebab saya percaya, kita akan m

Memahami Plot dengan Film Pendek A Shadow of Blue

Panayangan film merupakan salah satu cara penyampaian materi menulis kreatif untuk dewasa maupun anak-anak. Film memberikan gambaran utuh unsur intriksik dalam cerita fiksi. Namun perlu dipilih film yang tepat agar mencapai tujuan pelatihan menulis kreatif.


Kisah A Shadow of Blue

Seorang gadis kecil duduk di bangku taman sendirian. Taman itu teduh. Sinar matahari menyusup di sela-sela dahan dan dedaunan. Seekor kupu-kupu terbang mendekati gadis itu. Si gadis kecil tidak dapat menyentuh kupu-kupu, kepakan sayapnya begitu lincah.

Keinginan menyentuh kupu-kupu akhirnya terpuaskan ketika si gadis kecil membuat origami kupu-kupu, dari kertas origami berwarna biru. Angin berhembus kencang menerbangkan kupu-kupu biru, tersangkut di dahan pohon. Gadis kecil menggapai, tetapi tangannya tak sampai. Sinar matahari menyorot tubuhnya. Bayangan si gadis kecil keluar dari tubuhnya, mengejar si kupu-kupu biru.

Itulah cuplikan kisah film pendek "A Shadow of Blue". Film pendek tersebut merupakan film animasi gabungan antara CGI (Computer Graphic Image) dan aksi nyata berupa bayangan besutan Carlos Lascano. "A Shadow of Blue" dirilis pada 29 Juni 2012 di Festival du Film Merveilleux, Prancis.


Tujuan Penayangan A Shadow of Blue

Saya menayangkan film pendek "A Shadow of Blue" ini di kelas-kelas School Visit Menulis Cerpen yang saya tangani. Saya ditunjuk sebagai salah satu mentor School Visit Menulis di Bandung oleh Mbak Intan Savitri. Mbak Intan adalah white director tulisen.com yang menggagas School Visit Menulis bersama Faber Castell. Sampai hari ini, sudah ada 8 SMP dan SMA di Bandung yang saya datangi dan menonton "A Shadow of Blue".

Peserta SVM di SMKN 9 Bandung sedang menyimak A Shadow of Blue pada September 2015 lalu

Saya berharap penayangan film pendek "A Shadow of Blue" dapat memberikan pemahaman kepada peserta tentang plot cerita. Plot adalah rangkaian peristiwa yang membentuk sebuah cerita dengan kesan tertentu Plot terdiri dari pengantar, penampilan masalah, klimaks, antiklimak, dan resolusi. Melalui "A Shadow of Blue" saya mengajak peserta menentukan plot film pendek itu.

Setelah film usai tayang, saya bertanya kepada peserta:
          Apa pengantar kisah "A Shadow of Blue" ?
          Masalah apa yang ditampilkan dalam "A Shadow of Blue" ?
          Klimas "A Shadow of Blue" di mana?
          Antiklimaks "A Shadow of Blue" seperti apa?
          Resolusi "A Shadow of Blue" bagaimana?

Saya menyodorkan mic kepada peserta yang saya pilih secara acak untuk menjawabnya.

Jawaban dari peserta yang kurang tepat tidak saya timpali dengan kata SALAH, namun saya koreksi dengan pendahuluan kata ya atau bagus dan sejenisnya, baru kemudian mengoreksi. “Bagus, lebih tepatnya pengantar kisah "A Shadow of Blue" adalah gadis yang duduk di taman, kemudian bayangan keluar dan bergerak lincah.

Unsur Lain dalam "A Shadow of Blue"

Selain plot, "A Shadow of Blue" juga bisa digunakan untuk menjelaskan unsur intrinsik: latar atau setting, tokoh, dan penokohan. Menjelaskan unsur-unsur intriksik itu dengan contoh film ini dapat membuat peserta pelatihan menulis kreatif lebih paham; definisi dilekatkan dengan contoh nyata.

Ciri-ciri cerpen juga terkandung dalam film pendek itu:
1.    Fokus pada satu kejadian
2.    Mempunyai satu plot
3.    Setting yang tunggal
4.    Jumlah tokoh yang terbatas

Momen yang paling saya sukai saat penayangan film ini adalah ekspresi wajah siswa-siswi saat mengetahui akhir cerita "A Shadow of Blue" Penyebab bayangan si gadis keluar dari tubuhnya jadi terasa sangat masuk akan dan sangat mengena. Surprise itu juga yang saya rasakan, sehingga memutuskan film "A Shadow of Blue" untuk menjadi bagian materi School Visit Menulis Cerpen yang saya tangani.   



Komentar

  1. Jadi pengen nih lihat filmnya..
    Kalau bagus, bisa juga nih dijadikan tayangan pas ngisi pelatihan kepenulisan saya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tinggal klik aja video youtube di atas, Bang Syaiha

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Kemendikbud 2016

LOMBA PENYUSUNAN CERITA RAKYAT Direktorat Pembinaan Anak Usia Dini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan 4 lomba untuk konten (isi) laman Anggun Pendidikan Anak Usia Dini yaitu http://www.anggunpaud.kemdikbud.go.id atau  http://www.paud.kemdikbud.go.id . Salah satu lomba tersebut adalah Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Tema Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Kali ini Lomba Konten Anggun PAUD adalah “Penumbuhan Budi Pekerti Pada Anak Usia Dini” Ketentuan Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Cerita rakyat fokus pada pengembangan Nilai Agama dan Moral dan Bahasa. Sasaran pengguna cerita rakyat adalah Guru PAUD, Pengelola PAUD. Cerita rakyat dapat berbentuk; (1)   Fable (cerita binatang) (2)   Legenda (asal-usul terjadinya suatu tempat) (3)   Sage (unsur sebuah sejarah) (4)   Epos (kepahlawanan) (5)   Cerita jenaka. Cerita disampaikan dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Panjang naskah berada pada kisaran 400 – 600 kata

Ketika Tali Pusar Dibakar, Inilah yang Terjadi pada Jin yang Bersemayam di Dalamnya

Berbagai reaksi dapat terjadi atas aksi pembakaran tali pusar yang direkomendasikan Muhammad Taufik. Sebagaimana yang saya beritakan sebelumnya,  praktisi Seni Menerapi Anak Berkebutuhan Khusus dengan Al Qur'an di Fatih Learning & Consultancy itu merekomendasikan tali pusar yang sudah lama disimpan agar dibakar. Tanpa sadar, tali pusar telah menjadi jimat dan tempat tinggal tinggal jin. Mengapa Tali Pusar yang Sudah Lama Dibakar? Proses pembakaran merupakan cara cepat untuk menghancurkan tali pusar yang sudah terlanjur disimpan. Jika tali pusar anak langsung ditanam begitu ia lahir, bertahun-tahun kemudian pusar  sudah tidak ada lagi atau hancur. Jika tali pusar sempat disimpan lalu hilang, taubat merupakan jalan untuk melepaskan pengaruh tali pusar yang tanpa sadar menjadi jimat itu. Taufik menyarankan agar dibacakan ayat kursi sebelum dibakar. “Sebenarnya nggak harus ayat kursi yang dibaca. Bisa ayat lainnya atau cukup bismillah lalu tiup. Tujuannya agar jin yang

Contoh Surat Keterangan Siswa dengan NISN

Lomba menulis untuk siswa SD, SMP atau SMA seringkali mensyaratkan surat keterangan dari kepala sekolah, lengkap dengan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN). Surat ini untuk menguatkan status siswa di satu sekolah sekaligus sebagai upaya menyadarkan pihak sekolah bahwa ada siswanya yang ingin mengikuti suatu lomba.  Surat Keterangan Siswa Siswa cukup menyampaikan permintaan surat keterangan siswa kepada guru, wali kelas, atau wakil kepala sekolah urusan kesiswaan. Surat keterangan siswa dibuat oleh bagian administrasi sekolah, ditandatangani kepala sekolah dan dibubuhi cap. Berikut ini merupakan contoh surat keterangan siswa yang belum ditandatangani kepala sekolah dan dibubuhi cap.    Contoh surat keterangan siswa yang belum dibubuhi cap sekolah dan tanda tangan kepala sekolah Nomor Induk Siswa Nasional Nomor Induk Siswa Nasional merupakan nomor identitas unik yang diberikan secara acak kepada setiap siswa di Indonesia oleh Pusat Data Statistik Pendidikan (PDSP),