Menulis, Buku, Kehidupan

Minggu, 20 Desember 2015

Sutradara Tampan Gabungkan Bayangan dan Mata Asli dalam Animasi A Shadow of Blue

A Shadow of Blue merupakan fim pendek garapan Carlos Lascano, seorang sutradara, penulis, juga ilustrator yang terlahir di Argentina pada 8 Juni 1973. Salah satu kekhasan film animasi garapan Carlos Lascano yang terdapat dalam A Shadow of Blue adalah gabungan antara animasi dan objek nyata. Ia menggunakan mata dan bayangan orang asli dan untuk film animasinya itu.

Ide A Shadow of Blue

Ide film pendek  A Shadow of Blue muncul saat Carlos Lascano melihat foto yang sangat menggugah nuraninya. Foto itu memuat dua orang gadis berseragam sekolah tengah berjalan melewati reruntuhan bangunan satu kota yang hancur akibat perang. Mereka tidak terlihat takut, malah terlihat sambil bermain-main di antara reruntuhan. Carlos menduga pastilah ada imajinasi dan fantasi tertentu di kepala mereka, sehingga mampu berjalan melalui puing-puing bangunan kota.

Carlos mulai memikirkan bagaimana cara menyampaikan kekuatan mimpi dan fantasi dua gadis berseragam itu. Ia senang menyampaikan cerita secara metafora. Ia ingin setiap orang memaknai ceritanya dengan cara yang paling cocok untuk diri mereka sendiri. Ia suka dengan cerita yang multitafsir. Masalahnya jika ia membuat cerita dengan tokoh gadis kecil berada di tengah puing-puing, tank, dan asap, serta suasana perang lainnya, banyak orang akan memiliki penafsiran yang sama.


Carlos akhirnya mendapatkan ide: menggunakan bayangan sebagai tokoh utama ceritanya. Setiap orang dapat menafsirkan bayangan sebagai apa saja. Termasuk lingkungan di mana bayangan itu berada. Bagi Carlos sendiri, ia dapat menebarkan berbagai simbol baik pada gerak dan tingkah laku si bayangan, juga benda-benda di sekitar si bayangan.

Pembuatan A Shadow of Blue

Carlos menggunakan aktris sungguhan sebagai bayangan. Hal itu dilakukannya agar film animasinya hadir senyata mungkin. Selain itu, emosi-emosi bayangan harus terlihat dari gerak-geriknya, karena bayangan tidak memiliki ekpresi wajah beremosi. Maka, setiap gerak aktris yang menjadi bayangan direncanakan sematang mungkin.



Tokoh gadis kecil diperankan oleh marionette, semacam boneka yang terbuat dari porselen, kardus, kayu, kawat, dan kain. Tingginya 25 cm. Beberapa bagian tubuhnya ditandai pola untuk diolah dengan teknologi 3D, terutama bagian mata. Gerak tubuh si gadis kecil yang terbatas, harus dibantu dengan binar dan lirikan mata yang penuh makna. Mata gadis kecil harus bisa menyampaikan emosinya. Mata inilah yang dipadukan dengan mata asli sehingga hasilnya seperti yang kita lihat pada film A Shadow of Blue.




Bagian akhir dari A Shadow of Blue yang harus diselesaikan adalah ilustrasi musik dan efek suara. Terlebih A Shadow of Blue tidak menggunakan percakapan. Ilsutrasi musik digarap oleh Alex Conrado sedangkan efek suara oleh Paul Wardlaw dan Mark Vogelsang dari OIART.

Awalnya Tidak Paham dengan A Shadow of Blue

Saya sebagai pecinta film animasi, awalnya tidak paham dengan alur cerita “A Shadow of Blue” Kenapa banyangan si gadis kecil keluar dari tubuhnya? Ketika sampai pada akhir cerita, barulah saya paham, apa yang ingin disampaikan Carlos Lascano. Hal itulah yang menyebabkan saya menggunakan film ini untuk menjelaskan tentang plot cerita pada pelatihan menulis kreatif


Jika kamu sudah menonton film “A Shadow of Blue” ini, saya yakin kita akan sepakat bahwa Carlos Lascano berhasil menghadirkan film animasi yang realistis dengan pesan yang cukup dalam. Betul, kan?

Film A Shadow of Blue” bisa dilihat di sini
    

sumber tulisan dan gambar: http://www.carloslascano.com/
,
Comments
2 Comments

2 komentar: