Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

Mengingat Kembali Jawaban Pertanyaan Mengapa Ingin Memiliki Anak

Ada satu pertanyaan sederhana, namun tidak semua pasangan menikah dapat menjawabnya. Pertanyaan itu adalah, “mengapa ingin memiliki anak?” Bagi pasangan yang bertahun-tahun menikah namun belum juga dikaruniai anak, pertanyaan itu akan dijawab dengan lancar. Mereka sudah melewati ribuan hari tanpa tangis bayi, tiada canda tawa dengan anak-anak. Mereka menemukan banyak sekali alasan sehingga ingin sekali memiliki anak. Untuk pasangan yang sangat mudah dititipi anak oleh-Nya, pertanyaan mengapa ingin memiliki anak, bisa jadi terbersit pun tidak. Anak seolah hadir begitu saja. Baru saja menikah, beberapa bulan kemudian istri hamil. Setahun kemudian pasangan suami istri telah menjadi orang tua. Beberapa tahun kemudian, anak kedua, ketiga dan seterusnya lahir. Jawaban-jawaban berikut ini mungkin menjadi jawaban sekian orang tua saat mendapat pertanyaan tersebut: Saya ingin menciptakan kembali masa kecil yang indah Ngg…Semacam investasi untuk hari nanti Sebab saya percaya, kita akan m

Inilah Fakta Dibalik Boikot Film Surga yang Tak Dirindukan 2

Sebelum Film Surga yang Tak Dirindukan 2 baru akan tayang resmi di bioskop tanah air, ajakan untuk tidak menonton film yang diadaptasi dari novel Asma Nadia ini sudah beredar di media sosial. Kenapa?

Berawal di Facebook
Ajakan itu disampaikan oleh akun Facebook Amsal Batubara pada Senin (6/2/2017). Amsal mengirimkan gambar Raline Shah, aktris film Surga yang Tak Dirindukan 2 foto bersama Basuki Tjahaja Purnama atau yang sering disapa Ahok. Pada keterangan foto, Amsal menulis “Jangan mau umat Islam dimanfaatin cuma untuk cari makan, sementara di belakang menghina ulama dan membela tersangka penista Al Qur’an.” Keterangan itu ditulis dengan huruf kapital semua.

Gambar itu disimpan sebagian orang, kemudian disebar melalui aplikasi obrolan ke berbagai grup sehingga menjadi viral. Di akun Amsal Batubara sendiri kiriman foto itu sudah dibagikan hampir 6.200 kali per Rabu (8/2/2017) jam 17.00 WIB. Namun komentar untuk kiriman itu hanya ada 15 komentar oleh 13 akun Facebook lain.

Raline Shah terlihat tidak begitu menanggapi kiriman itu di akun-akun media sosialnya. Begitu juga halnya dengan Manoj Punjabi, sang produser. Mereka sepertinya fokus pada promosi dan presale tiket nonton yang berhadiah DVD soundtrack film. Prekuel film tersebut yaitu Surga yang Tak Dirindukan pertama tayang pada Juli 2015 dan berhasil meraup lebih dari 1,5 juta penonton. Surga yang Tak Dirindukan 2 diharapkan mengumpulkan penonton lebih banyak lagi.

Fakta Foto
Jika kita menggunakan kata “Raline dan Ahok” di mesin pencari Google, hasil pencarian gambar akan memunculkan foto sama dengan unggahan Amsal Batubara. Foto ini mengacu kepada acara makan malam sejumlah artis bersama Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada akhir Maret 2016. Akun Instagram @ralineshah pernah memuat foto-foto itu tertanggal 29 Maret 2016.
Foto Unggahan di Instagram @Ralineshah via Websta
Ternyata bukan hanya Raline saja yang hadir pada acara itu, sejumlah artis lainnya seperti Raffi Ahmad, Nagita Slavina, Julia Perez, Tika Panggabean, Addie MS, Gisel hingga Gading Marten dan lainnya juga menghadiri jamuan makan malam itu. Foto-foto acara makan malam diunggah akun Instagram @ralineshah dengan tanda pagar #walaupunanakmedan dan beberapa tanda pagar berbeda.
Artis-artis yang hadir pada jamuan makan malam dengan Ahok selaku Gubernur DKI Jakarta

Udjo, Raline Shah, Julia Perez, Gading Martin, Darwis Triadi dan Adi MS

Tanggal unggahan foto sangat jelas: 29 Maret 2016. Artinya, foto diambil beberapa bulan sebelum kasus penistaan Al Qur’an terjadi. Pada saat itu pun atmosfer kampanye Pilkada DKI Jakarta tidak sepanas awal 2017 ini. Foto yang sama kemungkinan diambil akun Amsal Batubara, kemudian disandingkan dengan poster film Surga yang Tak Dirindukan 2.


Sejauh ini, Raline Shah dan pemain film Surga yang Tak Dirindukan lainnya belum menanggapi kiriman Amsal Batubara itu. Asma Nadia selaku penulis novel Surga yang Tak Dirindukan 2, pihak produser dan kru film pun sepertinya fokus pada promosi film yang diharapkan meraih sukses lebih besar daripada prekuelnya. Terlebih Surha yang Tak Dirindukan (2015) sudah beredar dalam bentuk DVD dan tayang di televisi  swasta. 

Sebagai jaminan keamanan konten bagi umat Islam, Asma Nadia sendiri sering bertindak sebagai publisis film-film yang diadaptasi dari karyanya. Ibu dua anak ini di berbagai kiriman media sosialnya menyampaikan, ia selalu mengawal produksi film-film dari buku-bukunya. Tujuannya agar film membawa manfaat besar untuk umat Islam, bukan sebaliknya. Apalagi belum banyak film yang mengangkat kehidupan umat Islam secara jelas, khususnya film yang ditayangkan oleh bioskop.  

BACA JUGA

Wow, Beginilah Dampak Boikot Film Surga yang Tak Dirindukan 2  

Ternyata Begini Sunnah Rasul Seks Malam Jum'at Itu

Komentar

  1. ih ada-ada aja yang nyebarin isu begitu. padahalkan aku suka banget sama film syurga yang tak dirindukan.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Kemendikbud 2016

LOMBA PENYUSUNAN CERITA RAKYAT Direktorat Pembinaan Anak Usia Dini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan 4 lomba untuk konten (isi) laman Anggun Pendidikan Anak Usia Dini yaitu http://www.anggunpaud.kemdikbud.go.id atau  http://www.paud.kemdikbud.go.id . Salah satu lomba tersebut adalah Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Tema Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Kali ini Lomba Konten Anggun PAUD adalah “Penumbuhan Budi Pekerti Pada Anak Usia Dini” Ketentuan Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Cerita rakyat fokus pada pengembangan Nilai Agama dan Moral dan Bahasa. Sasaran pengguna cerita rakyat adalah Guru PAUD, Pengelola PAUD. Cerita rakyat dapat berbentuk; (1)   Fable (cerita binatang) (2)   Legenda (asal-usul terjadinya suatu tempat) (3)   Sage (unsur sebuah sejarah) (4)   Epos (kepahlawanan) (5)   Cerita jenaka. Cerita disampaikan dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Panjang naskah berada pada kisaran 400 – 600 kata

Ketika Tali Pusar Dibakar, Inilah yang Terjadi pada Jin yang Bersemayam di Dalamnya

Berbagai reaksi dapat terjadi atas aksi pembakaran tali pusar yang direkomendasikan Muhammad Taufik. Sebagaimana yang saya beritakan sebelumnya,  praktisi Seni Menerapi Anak Berkebutuhan Khusus dengan Al Qur'an di Fatih Learning & Consultancy itu merekomendasikan tali pusar yang sudah lama disimpan agar dibakar. Tanpa sadar, tali pusar telah menjadi jimat dan tempat tinggal tinggal jin. Mengapa Tali Pusar yang Sudah Lama Dibakar? Proses pembakaran merupakan cara cepat untuk menghancurkan tali pusar yang sudah terlanjur disimpan. Jika tali pusar anak langsung ditanam begitu ia lahir, bertahun-tahun kemudian pusar  sudah tidak ada lagi atau hancur. Jika tali pusar sempat disimpan lalu hilang, taubat merupakan jalan untuk melepaskan pengaruh tali pusar yang tanpa sadar menjadi jimat itu. Taufik menyarankan agar dibacakan ayat kursi sebelum dibakar. “Sebenarnya nggak harus ayat kursi yang dibaca. Bisa ayat lainnya atau cukup bismillah lalu tiup. Tujuannya agar jin yang

Contoh Surat Keterangan Siswa dengan NISN

Lomba menulis untuk siswa SD, SMP atau SMA seringkali mensyaratkan surat keterangan dari kepala sekolah, lengkap dengan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN). Surat ini untuk menguatkan status siswa di satu sekolah sekaligus sebagai upaya menyadarkan pihak sekolah bahwa ada siswanya yang ingin mengikuti suatu lomba.  Surat Keterangan Siswa Siswa cukup menyampaikan permintaan surat keterangan siswa kepada guru, wali kelas, atau wakil kepala sekolah urusan kesiswaan. Surat keterangan siswa dibuat oleh bagian administrasi sekolah, ditandatangani kepala sekolah dan dibubuhi cap. Berikut ini merupakan contoh surat keterangan siswa yang belum ditandatangani kepala sekolah dan dibubuhi cap.    Contoh surat keterangan siswa yang belum dibubuhi cap sekolah dan tanda tangan kepala sekolah Nomor Induk Siswa Nasional Nomor Induk Siswa Nasional merupakan nomor identitas unik yang diberikan secara acak kepada setiap siswa di Indonesia oleh Pusat Data Statistik Pendidikan (PDSP),