Koko Nata

Menulis, Buku, Kehidupan

Senin, 08 Juli 2019

7 Sajian Makanan Cantik dengan Sedikit Usaha Bermodal Cinta

Kita (baca saya ^_^) seringkali ingin membawa pulang makanan atau minuman istimewa dan maksimal tapi dengan dana minimal. Sayangnya, makanan dan minuman yang terlihat bagus di iklan-iklan harganya cukup bikin dompet terkuras. 

Solusinya bikin sendiri, kan ya?

Kendala lainnya juga, kita tidak cukup kreatif untuk membuat sajian spesial sendiri. Padahal internet menyediakan sumber inspirasi yang begitu banyaknya. Namun mencari kata kuncinya itu, makan waktu juga.

Saya coba bagikan temuan saya di Boredpanda.com, cara pengolahan makanan yang sederhana namun hasilnya cukup istimewa. Modal utamanya cukup cetakan bentuk hati atau love saja. Setidaknya ada 7 makanan yang bisa kita buat dengan cetakan bentuk hati itu.

Berikut pemarannya. Boleh coba di rumah untuk keluarga atau siapa saja.

1. Apel dengan kulit bersimbol cinta.
Simbolnya bukan dilukis, lho. Caranya, ambil apel hijau dan merah, buat bentuk hati dengan cetakan kue. Setelah itu, kupaslah bentuk hati secara utuh. Tukar posisi bentuk hati ke apel hijau dan merah. Hasilnya cukup, menarik kan?

2. Stroberi bentuk hati.
Potong buah stroberi menjadi bentuk hati. Tepatkan dalam cetakan es batu. Bekukan. Setelah beku, es batu stroberi dapat digunakan dalam berbagai minuman.      

3. Cinta dalam semangka
Buat yang bosan dengan potongan semangka biasa, cara ini boleh dicoba. Gunakan saja cetakan kue dari logam untuk mendapatkan semangka berbentuk hati. Semangka bentuk hati dihidangkan, sisa-sisa potongan langsung dimakan. 

4. Cinta dalam kentang
Kentang dipotong dengan ketebalan sedang. Bentuk hati dengan cetakan kue yang sama untuk mencetak semangka, lalu panggang. Sajikan dengan saus tomat dan cabai. Sausnya mau ditumis dulu agar melekat pada kentang juga boleh.  

5. Cinta dalam telur
Tips yang tidak asing lagi ini, namun barangkali ada yang belum tahu. Cuma butuh karet gelang dan tusuk sate saja untuk membuat telur rebus bentuk hati. Ikuti saja langkahnya seperti yang tersaji pada gambar.

6. Cinta dalam sepotong roti
Buat bentuk hati pada roti. Oleskan margarin, panggang dengan wajan. Tempatkan telur dalam bentuk hati. Tunggulah sampai roti berwarna kecokelatan. Taraaaaa... jadilah bentuk hati dalam sepotong roti.

7. Cinta dalam sosis
Sosis merupakan makanan siap saji yang biasanya tersedia pada kulkas keluarga zaman now. Apabila ingin penyajian sosis yang berbeda, coba potong sosis menjadi dua, kemudian buat bentuk hati. Sajikan dengan roti atau lainnya.

Terkadang hanya butuh sentuhan sederhana untuk menyajikan makanan menarik dan cantik. Silakan mencobanya di rumah. Untuk dikirimkan pada keluarga tercinta juga bisa. Selamat mencoba. 


Rabu, 19 Juni 2019

Pakaian Hijau dan Orang Sunda Jadi Incaran Nyi Roro Kidul di Pangandaran, Benarkah?


Senang rasanya, saat pertama kali berwisata ke Pangandaran. Pertengahan tahun 1995, dalam rangka perpisahan SMP. Sebagai pendatang yang baru dua tahun menetap di Bandung, menjelajahi Jawa Barat merupakan kegiatan mengasyikkan.

Saya dan orang tua tidak tahu banyak tentang Pangandaran. Di masa itu, belum ada internet kayak zaman now. Andalan informasi cenderung dari televisi, radio, dan koran. Jadi mudah saja orang tua memberikan izin berangkat ke Pangandaran. Apalagi wisatanya pergi-pulang tanpa menginap. Cuma orang tua mengingatkan jangan pakai baju hijau.

Mitos Seram Pangandaran

Teman-teman sekelas juga berpesan, “jangan pake baju hijau!” Alasannya warna hijau itu kesukaan Nyi Roro Kidul. Bisa diambil sama penguasa Laut Selatan itu. Saya percaya nggak percaya, ya menurut saja.

Selain itu katanya, orang asli Sunda harus hati-hati, Nyi Roro Kidul punya dendam terhadap raja Padjajaran. Konon sebelum bersemayam di laut selatan, Nyi Roro Kidul adalah istri raja Padjajaran. Namun intrik kerajaan membuatnya dibuang ke laut selatan.

Saya agak khawatir juga, sebab masih ada darah Sunda juga di tubuh saya, dari garis keturunan ayah. Nenek berasal dari Bogor. Bogor masih wilyah Sunda juga, kan? Namun teman-teman saya yang mayoritas orang Sunda tenang-tenang saja. Termasuk para guru. Jadi tidak ada alasan untuk mengkhawatirkan mitos itu.  

Berangkat pagi dari Bandung, kami tiba di Pangandaran siang menjelang sore. Tidak banyak pilihan wisata selain bermain di pantai dan berperahu menikmati keindahan taman bawah laut. Keindahan terbenamnya matahari pun sempat kami nikmati. Belasan tahun kemudian saya baru tahu, Pangandaran memiliki cukup banyak pantai dan tempat wisata. Kunjungan wisata saat itu baru secuil dari sekian banyak objek wisata di Pangandaran.

Tidak ada kejadian aneh atau luar biasa selama berwisata. Saya dan teman-teman cukup menikmati perjalanan. Guru-guru merasa berhasil membimbing murid-muridnya. Tengah malam, kami sudah sampai di Bandung lagi. Satu album foto jadi pengingat masa-masa itu. Tahun kedua SMA, saya kembali meneruskan bersekolah di Palembang, juga perguruan tinggi. Tidak terpikir kapan bisa kembali ke Bandung atau Pangandaran.

Larangan Pakaian Hijau Itu Benar

Lebih dari dua puluh tahun kemudian saya baru berkesempatan kembali mengunjungi Pangandaran. Kali kedua bersama istri dan yang ketiga kalinya mengikuti rombongan tur jelajah wisata Jawa Barat. Objek wisata itu tetap saja ramai meskipun beragam mitos berhembus. Namun di era digital kita dapat memeriksa kebenarannya.

Pakaian hijau memang sebaiknya tidak dipakai saat berwisata ke pantai. Kantor Berita Antara melansir penjelasan dari Widodo Pranowo, peneliti madya Bidang Oseanografi Terapan Pusat Riset Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan seperti yang dipublikasikan Pikiran Rakyat (13/6/2019). Warna hijau menyatu dengan warna air laut, sehingga orang yang mengenakannya sulit ditemukan. Warna cerah semisal jingga atau merah muda merupakan warna terbaik untuk wisata ke pantai.

Selain itu, alam Pangandaran masih alami. Berbagai pepohonan dan tanaman hijau tumbuh subur di berbagai objek wisata Pangandaran. Misalnya Cagar Alam Pananjung yang memiliki koleksi Raflesia Padma. Orang berpakaian hijau di antara alam yang hijau tentu akan tersamar sehingga sulit dicari, kan? Masuk akal apabila kita sebaiknya tidak memakai pakaian hijau saat berada di Pangandaran.   

Sosok Sebenarnya Nyi Roro Kidul

Sejak kecil saya dekat dengan dunia klenik. Kerabat kakek menjalankan praktik pengobatan tradisional dengan memanggil arwah yang bisa mendiagnosa penyakit. Arwah tersebut dipanggil Kya'i. Resep obat darinya ditulis dengan huruf Arab. Saat SMA saya baru menyadari, praktik pengobatan tersebut bekerja sama dengan jin. Saya ogah diajak ke sana lagi, dan orang tua pun mulai sadar, berobat di sana itu bisa terjerumus ke dalam praktik syirik. 

Nyi Roro Kidul pun tak lain perwujudan jin. Mengutip pendapat Ustadz Ammi Nur Baits di Konsultasisyariah publikasi (7/1/ 2013). Nyi Roro Kidul merupakan wujud jin yang mungkin pernah dilihat seseorang, kemudian digambar dan dinamakan Nyi Roro Kidul. Sosoknya berupa wanita cantik berpakaian hijau hanya jelmaan jin saja. Bisa jadi yang menjelma seperti ratu kidul  tidak hanya satu jin tapi banyak jin.
Nyi Roro Kidul dalam imajinasi pelukis Sumber Bombastis

Selain jelmaan jin, mungkin juga orang yang melaporkan hanya berhalusinasi. Orang-orang dan media membesar-besarkan ceritanya. Membumbui dengan kisah ini itu sehingga membuat orang penasaran. Kisah klenik selalu menarik perhatian dan bikin penasaran, kan?

Tidak usah pusingkan kisah Nyi Roro Kidul. Namun jangan pula sampai sombong, menantang atau semacamnya. Berlindung saja pada Allah saat hendak berwisata ke Pangandaran. Itulah yang saya lakukan saat kembali ke Pangandaran dan takjub, Pangandaran sudah menjelma jadi kota kecil yang ramai.

Goes to Pangandaran

Berbagai penginapan murah di Pangandaran dapat menjadi pilihan. Sebab aneka objek wisata Pangandaran tidak mungkin didatangi tanpa menginap. Bayangkan saja, pantai Pangandaran saja ada pantai barat dan timur. Belum Pantai Karang Nini, Pantai Batu Hiu, Pantai Batu Karas, dan lainnya.

Saya sering melakukan survey secara on-line dahulu guna menetapkan di mana saya akan menginap. Saya memang bukan tipe orang yang go show, apa yang terjadi di lokasi terjadilah! Saya suka melakukan persiapan. Hotel di Pangandaran mudah dicermati melalui situs Pegipegi.com. Berbagai hotel ada di sana. Di bawah ini merupakan satu hotel yang pernah saya gunakan bersama teman-teman saat tur tahun 2016.
Penginapan di Pangandaran dengan fasilitas kolam renang

Penginapan di Pangandaran yg cukup menyenangkan

Penginapan di Pangandaran dengan kamar untuk 4 orang

Hotel Pegipegi bisa dipilih berdasarkan kebutuhan kita. Pilihan dapat disaring berdasakan tipe hotel, area atau letak hotel, dan fitur hotel. Ranking berdasarkan rekomendasi dari Pegipegi, harga terendah atau tertinggi dan penilaian pengunjung bisa menjadi pertimbangan kita juga. Nggak bakal sengsara seperti saya dan istri yang dulu harus datang ke penginapan satu persatu.

Sekarang pergi ke Pangandaran semakin mudah karena tersedia kereta api jurusan Pangandaran. Perjalanan yang nyaman bisa dilakukan mulai dari Stasiun Gambir, Jakarta. Enaknya lagi, tiket kerata juga bisa dipesan melalui Pegipegi. Dalam waktu dekat, sepertinya saya akan berangkat ke Pangandaran lagi menjajal kereta Pandaran yang belum lama beroperasi. Tidak pakai baju hijau tentu saja.

Foto:Dokumen pribadi


Rabu, 24 April 2019

Kesalahan Belanja Barang Diskon dan Promosi yang Bikin Kesal Galau


diskon ramadan
Siapa yang tidak suka belanja barang diskon?

Bukan hanya emak-emak, bapak-bapak atau siapa saja tentu suka belanja barang diskon dan promosi, tanpa pandang kelas sosial ekonomimya. Entah di toko online maupun offline. Apalagi jika barang tersebut sudah lama diidamkan. Begitu melihat promosi atau diskon, langsung beli!  

Namun saya pernah beberapa kali mengalami kesalahan tafsir harga diskon dan promosi. Ketika membayar di kasir atau melihat nota, kok harga barangnya beda? Harga normal! Perhitungan harga di luar perkiraan. Salahnya apa?

Berdasarkan pengalaman saya, ada beberapa kesalahan yang sering kita lakukan saat belanja barang diskon dan promosi. Berikut pemaparannya.  

1. Tidak membaca syarat dan ketentuan yang berlaku

Promosi diskon biasanya disertai dengan syarat dan ketentuan. Pada barang-barang di toko offline, syarat dan ketentuan tersemat di bagian bawah poster. Ukurannya hurufnya kecil namun cukup terbaca. Terkadang saya dan juga sebagian besar orang melewatkan hal ini.

Di toko online, syarat dan ketentuan bisa tersemat pada poster digital atau diletakkan pada halaman khusus jika syarat dan ketentuan cukup panjang.Kadang-kadang saya nggak perhatian juga. 

Baiknya baca syarat dan ketentuan tersebut. Bisa jadi diskon 50% tetapi untuk pembelian kedua. Diskon 70% namun harus disertai pembelian minimal. Diskon 80% hanya berlaku melalui pembelian di aplikasi ponsel, bukan pembelian langsung. Kita perlu menelaah dulu syarat dan ketentuan promosi diskon sehingga tidak kecewa saat barang sudah dibayar. 

2. Fokus pada angka diskon yang ditonjolkan

Poster diskon biasanya menonjolkan angka diskonnya saja, dibuat dengan huruf berukuran besar dan warna mencolok. Hal itu ditujukan untuk menarik perhatian kita. Keterangan lengkap atau syarat dan ketentuan diskon ada di bawah angka yang ditonjolkan itu.

Misalnya saja Diskon 80% untuk pembelian dengan kartu kredit x. Pembayaran secara tunai atau dengan kartu debit dan kredit di luar syarat maka harga tetap normal. Bisa menjebak kita menghampiri barang namun batal beli, kan?

Karena beberapa kali sempat terjebak diskon beginian, saya berusaha nggak fokus di angka diskon saja. Syarat dan ketentuan dicermati juga. Untuk memastikan lagi, saya juga sering bertanya kepada pramuniaga atau admin toko online shoping.

3. Abai dengan masa berlaku promosi

Masa promosi diskon terbatas. Biasanya sekitar seminggu atau pada akhir pekan saja. Sayangnya, tanda promosi di sebagian toko terkadang masih tersemat pada label harga barang. Padahal masa berlaku diskon sudah selesai. Hal ini pernah terjadi beberapa kali pada saya. Sekarang saya memastikan dulu masa berlaku diskon sebelum membeli. Supaya nggak terpaksa membeli karena terlanjur berada di kasir toko.

4. Salah ambil barang promosi

Promosi barang beli 1 gratis 1 atau sejenisnya yang memiliki banyak varian harus dicermati. Misalnya promosi teh kemasan botol yang memiliki varian rasa melati, lemon, dan apel. Apakah promosi berlaku untuk semua varian rasa atau satu rasa saja? Apakah teh gratisnya untuk varian yang sama atau boleh berbeda. Ada kasir yang mengingatkan tentang ketentuan promosi tersebut, namun ada pula yang tidak. Telitilah sebelum membeli.  

5. Keliru menghitung diskon

Diskon barang biasanya ditunjukkan dengan persentase harga. Namun diskon ganda bisa menjebak. Misalnya diskon 50% + 20%. Dulu saya sempat menyangka diskon ganda itu sama dengan diskon 70%. Padahal perhitungannya seperti ini. Misalkan harga barang Rp 100.000. Diskon pertama 50% berarti harga barang menjadi Rp 50.000 Kemudian dari harga diskon Rp50.000 itu diskon lagi 20% sehingga harga barang menjadi Rp 40.000. Sejatinya diskon 50% + 20% itu sama dengan diskon 60%.    

Usai berbelanja, saya sering meneliti lagi nota yang diberikan kasir. Apakah harga diskon dan promosi sesuai harapan? Apabila belanja online di market place,  ada tinjauan harga dan jumlah terlebih dahulu sebelum pembayaran. Kudu begitu biar nggak menyesal dan galau di kemudian hari, jangan langsung bayar.

Diskon dan promosi memang menguntungkan selama kita cermat dan teliti. Strategi marketing itu beragam. Pembeli harus smart, bukan sekadar membeli karena latah ikut-ikutan tren, apalagi membeli karena emosi semata. Setuju, kakak? 

Sumber gambar progressive.bg, Shopee.co.id, aji-math.blogspot.com

Minggu, 21 April 2019

Mencintai Tidak Harus Memiliki Power Bank, Pakai ReCharge Saja



Sebagian orang mudah jatuh cinta pada berbagai benda. Melihat fotonya saja di media sosial, sudah jatuh cinta dan ingin memiliki. Padahal dia tipe orang yang mampu memiliki dengan cara membeli namun tidak bisa merawat. Akibatnya barang-barang yang sempat dia cintai, merana begitu saja. 

Saya bukan tipe orang yang mudah jatuh cinta terhadap benda-benda. Apabila ingin memiliki sesuatu, saya bela-belain riset dulu dengan cara membaca berbagai rujukan. Hal itu jugalah yang saya lakukan saat ingin memiliki power bank kapasitas 10.000 mAh dari brand yang juga mengeluarkan berbagai varian ponsel pintar.

Setelah mantap, saya beli power bank itu. Ternyata usianya pendek. Kurang dari 6 bulan, power bank sudah tidak bisa digunakan untuk isi baterai lagi. Entah kenapa. Padahal seingat saya tidak pernah jatuh atau mengalami gangguan yang berarti. Saya berniat mengurus perbaikan dan garansinnya. Namun saya tidak kunjung melakukannya. Power bank itu kini merana di satu laci lemari.

Ada sih, keinginan beli power bank lagi. Hanya saja kalau ingat beratnya yang hampir 300 gram dan ukuran cukup besar, kok jadi malas, ya. Maka dari itu saya bawa kabel isi ulang baterai saja saat bepergian. Apabila kepepet banget butuh isi ulang baterai, tinggal cari colokan listrik saja.

Ada ReCharge di Bandung

Apa sih ReCharge? ReCharge adalah aplikasi sewa powerbank pertama di Indonesia. Teknologi ini pertama kali di luncurkan pada 23 October 2018 di Jakarta. Sampai saat ini sudah ada di 200 lokasi dan lebih dari 350 ReCharge Station di Jabodetabek dan Bandung.

Pertama kali mengetahui namanya di televisi KRL Commuter Line Jakarta Kota-Bogor Maret 2019 lalu. Wujud ReCharge cantik, serupa ATM namun berlayar besar dan lebih ramping. Ada laci-laci kecil di bagian bawahnya. Namun di siaran TV gerbong KRL itu, ReCharge hanya tersedia di Jadebotabek saja.

Sebulan kemudian saat singgah di Bandung Indah Plaza (BIP), tak disangka ReCharge sudah hadir di mal tersebut. Tepatnya di dekat pintu masuk utama, tepat di samping meja informasi BIP. Menurut respsionis BIP, ReCharge juga ada di lantai 1 dan lantai 3. Segera saja saya memeriksa keberadaannya.



Di lantai 1, ReCharge berdiri di samping tiang bangunan. Posisinya tepat di tengah-tengah lantai 1. ReCharge di lantai 3 posisinya ada di area masuk food court dan XXI BIP. Semua mesin ReCharge di BIP tipe besar dengan kapasitas 30 power bank 5000mAh. Semua power bank ReCharge berteknologi fast charging yang dilengkapi kabel lightning (Apple) dan micro USB & USB C (Android). Kabelnya pendek dan elastis, berada di posisi yang mudah dicolokkan ke ponsel. Praktis banget!  

    

Cara Menggunakan Recharge

Untuk menggunakan ReCharge kita harus mengunduh aplikasinya di Google Playstore dan Appstore atau dari link ini http://bit.ly/ReChargebandung
Setelah mengunduh aplikasi daftarkan diri seperti berikut ini
1. Masukkan nomor hp yang akan digunakan
2. Masukkan refferal code KOKO7669
3. Verifikasi kode yang dikirimkan melalui sms

Apabila pendaftaran berhasil, aplikasi ReCharge langsung bisa digunakan setelah top up minimal Rp 20.000. Pembayaran dapat dilakukan melalui GoPay, OVO, TCASH, BCA Virtual Account, dan transfer bank, serta perusahaan yang memiliki loyalty poin misalnya saja Telkomsel poin.


Untuk meminjam power bank pada mesin ReCharge caranya juga sangat mudah seperti berikut ini

1. Buka aplikasi ReCharge
2. Sentuh Icon SEWA di layar mesin ReCharge
3. Scan QR Code yang muncul.
4. Power bank akan muncul di slot yang tersedia
5. Status SEWA di aplikasi ReCharge mulai aktif.


Untuk biaya sewa di Bandung Rp10.000 per 24 jam yang diambil dari saldo pada saat power bank dikembalikan. Apabila digunakan kurang dari 6 jam biayanya Rp5.000 saja. Murah dan praktis, kan ya. Power bank tipis dan keren lagi. Tidak membebani.

Selain di BIP, ReCharge Station juga bisa ditemukan di Istana Plaza, Yellow Truck Coffee Patuha dan Martadinata, Musat, Satu Pintu Coffee, Nangkring Food Syndicate, Ayam Sawce, Senses Coffee, serta menyusul di TSM. Gampangnya sentuh icon Cari ReCharge untuk mengetahui lokasi ReCharge Station.    

   
Kehadiran ReCharge ini sungguh membantu saya, bisa mencintai power bank yang lucu-lucu tanpa harus memilikinya. Tidak perlu repot mengisi daya power bank lagi. Saat power bank dikembalikan di slot yang terbuka, power bank terisi dayanya secara otomatis. Oh iya untuk Power Bank ReCharge cuma bisa diisi ulang dayanya di ReCharge Station. Keren! Semoga makin banyak ReCharge Station, sehingga siapa saja bisa menggunakan power bank tanpa harus memilikinya.

Jumat, 22 Februari 2019

8 Kekecewaan Ketika Berjumpa Peri dan Kurcaci di Fairy Garden Lembang Bandung

Sosok peri dan kurcaci sering kita temukan di dalam buku cerita dongeng. Peri makhluk mungil bersayap, kurcaci bertubuh cebol dan lucu. 

TheLodge group berusaha mewujudkan imajinasi tentang peri dan kurcaci itu di kawasan Maribaya, Lembang, Bandung Barat. Fairy Garden nama tempatnya.

Saya dan keluarga coba ke Fairy Garden karena penasaran. Kabarnya sudah dibuka sejak akhir tahun 2018. Sayangnya ada 8 kekecewaan yang saya rasakan saat pergi ke sana. Berikut kekecewaan yang harus saya ceritakan meskipun terasa berat.

1. Kecewa dengan acara ban sepeda motor kempes.

Saya, istri dan anak yang berusia 6 tahun mengendarai sepeda motor dari Ciwastra. Kami bekendara menuju lokasi Fairy Garden dengan bermodalkan petunjuk peta Google Map. Jalur yang kami tempuh melalui Dago, Punclut, sampai akhirnya sampai di Lembang. Bagi yang tahu jalan, pasti bisa membayangkan bagaimana kami naik turun bukit, kan?

Saat masih di Ciwastra, ban sepeda motor kempes lagi. Butuh satu jam untuk mengganti ban dalam sepeda motor, karena si tukang tambal ban kehabisan persediaan ban dalam. Jadi harus mengambil ban dalam di kios rekannya dulu.  


Di Lembang, kami melihat beberapa angkot wara-wiri menuju Maribaya. Menumpang angkot bisa juga rupanya. Cuma harus dipikirkan bagaimana pulangnya. Nego dengan supir angkot dulu.

2. Kecewa tidak membawa banyak anak-anak.

Lokasi Fairy Garden tepat berada di depan The Lodge Maribaya. Dua tempat rekreasi ini ceritanya masih satu grup. Fairy Garden berada di sebelah kiri, sedangkan The Lodge di sebelah kanan.
Kastil tampak depan
Begitu tiba, langsung terlihat kastil megah yang mirip dengan kastil di cerita dongeng. Si kecil sangat antusian melihatnya. Duh, kalau mengajak keponakan-keponakan yang masih balita, TK, dan SD ke sini, tentu mereka senang sekali. Sayangnya kami datang bertiga saja. Mungkin lain waktu bisa ajak keluarga besar ke Fairy Garden.   

3. Kecewa tidak suka difoto

Ada sekitar 15 wahana dan spot untuk berfoto di Fairy Garden. Mulai dari depan kastil sampai ke woodland. Kastil sebenarnya kantor manajemen Fairy Garden serta restoran. Nah di dalam kastil ini juga ada penyewaan sayap peri. Ada fotografer juga yang siap dengan kameranya apabila kita ingin difoto. File fotonya bisa langsung diminta untuk di-print sendiri atau dibagikan ke media sosial. Foto hasil bidikan fotografer profesional tentu lebih bagus daripada selfie sendiri dengan berbagai keterbatasan. Sayangnya saya nggak suka difoto, jadi saya fotoin anak dan istri saja.  
Peta Fairy Garden

4. Kecewa tidak membawa banyak uang

Kami berkunjung ke Fairy Garden pada Sabtu (16/2/2019). Waktu itu, sedang ada kegiatan Flower Shows dan Farmers Market. Kegiatan itu bertujuan untuk memberdayakan petani yang tinggal di Cibodas, sekitar Fairy Garden  sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap tumbuhan pada anak-anak yang berkunjung.
Fresh Market
Saya amati, sayurannya bersih, dikemas dengan plastik wrap seperti di supermarket. Khusus buah dan sayur dipromosikan pada area woodland dan plaza. Bunga-bunga cantik bisa dibeli pada area Florania. Sayangnya Flower Show & Farmers cuma berlangsung 14-17 Februari 2019 saja. Saya sedang tidak bawa banyak uang di hari itu.  

5. Kecewa tidak mampir ke The Lodge Maribaya

Tiket Fairy Garden cukup terjangkau yaitu Rp 35,000 per orang. Apabila kita ingin lanjut ke The Lodge Maribaya juga, ada tiket terusan Rp 50.000. Jadi hemat Rp20.000. Tapi di Fairy Garden saja si kecil maunya berlama-lama. Ditambah istri yang harus dinas malam nanti. Pukul 14.00 kami harus sudah pulang karena perjalanan pulang bisa 1 – 2 jam. Sayang… sayang sekali….
The Lodge Maribaya

6. Kecewa tidak mencoba semua wahana

Fairy Garden menawarkan 4 tema dunia peri kepada pengunjung, khususnya anak-anak. Keempatnya adalah flower fairy, art fairy, book fairy, serta woodland fairy. Di art fairy ada  Art Factory, tempat anak-anak menggambar ditemani peri bernama Kai. Di Lolas’s Library ada peri bijak, Opa Wil dan sang asisten bernama Clio, si peri tanpa sayap. Ada pertunjukan wayang sejarah Fairy Garden di tenda Lolas’s Library. 
Merangkai bunga bersama Lilian
Opa Wil dan Clio
Menggambar bersama Kai

Woodland menawarkan arena permainan, menunggang kuda, memberi makan kelinci, foto bersama burung hantu, dan menambang emas.

Tiket untuk menggambar di Art Factory, merangkai bunga-bunga di Florania, serta menonton di Lola's Library, masing-masing harganya Rp. 15.000. Namun ada tiket terusan juga untuk tiga tempat itu seharga Rp. 30.000. Sayangnya saya cuma sempat mampir di Lola's Library saja. 
Woodland
Berkuda di Fairy Garden


7. Kecewa karena sudah dewasa
Di Woodland, ada dua kuda poni bernama Ginger dan Orea serta kelinci-kelinci yang bisa diberi makan. Kuda untuk ditunggangi juga ada, tapi bukan Ginger dan Oreo. Tiket untuk memberi makanan kepada kelinci Rp. 15.000. Sementara itu, tiket menungang kuda Rp 25.000.

Area Woodland juga cocok sekali untuk anak-anak agar banyak bergerak. Ada perosotan dari kayu, dan trampolin untuk loncat-loncatan. Untuk bermain di trampolin dikenakan tiket Rp10.000. Begitu juga dengan Bouncy Castle dan komedi putar carousel.
Bouncy Castle

Ada tenda untuk bercocok tanam, menambang emas dan menempa emas menjadi kalung di Woodland. Anak-anak dapat melihat proses penempaan logam menjadi berbagai benda tajam, misalnya pisau dan banyak lagi.


Sayangnya saya sudah dewasa untuk bersuka ria di arena bermain Woodland.  Jadi saya mengawasi si kecil saja yang berlari ke sana ke mari serta naik kuda.

8. Kecewa dengan pertunjukan yang singkat

Pada pukul 11.00 ada pertunjukan kabaret oleh peri-peri, kurcaci  dan magic guardian. Kisahnya tentang kisah-kasih peri dan manusia. Peri-peri dan kurcaci kemudian mengajak semua pengunjung menari bersama. Lalu boleh berfoto bersama peri dan kurcaci.

Sayangnya pertunjukannya sekitar 20 menit saja. Pengennya sih satu jam lebih gitu. Capek kali, ya mereka. Apalagi para peri itu harus beraksi dua kali dalam sehari. Aksi mereka selanjutnya sekitar pukul 14.00 WIB.   
Deretan peri
Biarpun kecewa, tetapi saya tetap senang bisa mengunjungi Fairy Garden. Area seluas 2 hektar itu cukup mewujudkan impain kita tentang dunia peri. Mirip dengan peri dan kurcaci yang kita lihat di buku-buku dongeng. Tapi tokoh peri merupakan karya Anya Madiadipoera dan Sylvia Sutedja serta tim dari Nu Art sculpture space. Bukan asal ngambil dari buku dongeng.

Kabar baiknya, berbagai pengembangan terus dilakukan untuk memuaskan pengunjung. Jadi bolehlah berkunjung beberapa kali dalam setahun, ya.


Sumber foto
Instagram Fairy Garden dan dokumentasi pribadi

Senin, 26 November 2018

Tips Menghemat Baterai Saat Traveling yang Sudah Terbukti


Ada kalanya seseorang melakukan traveling atau perjalanan dengan membawa ponsel pintar tanpa power bank. Pergi sejak pagi, kesempatan untuk mengisi ulang baterai baru ada pada malam hari. Berikut ini beberapa tips untuk menhemat baterai saat traveling berdasarkan pengalaman saya mengikuti Jelajah 4G ke beberapa kota kabupaten Jawa Barat, tahun lalu.

1. Matikan Aplikasi yang Tidak Diperlukan  

Pengguna ponsel pintar seringkali mengaktifkan berbagai aplikasi seperti media sosial dan permainan. Saat layar ponsel berada pada mode siaga, belum tentu aplikasi itu tertutup sempurna atau nonaktif. Aplikasi yang masih aktif, apalagi terhubung dengan jaringan akan menguras sumber daya baterai.

Matikan saja aplikasi yang tidak digunakan dengan menggunakan aplikasi penghemat baterai. Cara lain yaitu masuk ke pengaturan aplikasi, nonaktifkan aplikasi yang tidak digunakan secara manual. Jika perlu hapus saja aplikasi yang jarang dipakai. Selain dapat menghemat daya, ruang penyimpanan ponsel menjadi lega. 

2. Hentikan Dahulu Pemakaian Internet   

Penggunaan internet saat perjalanan cukup menguras daya baterai ponsel pintar. Baterai dengan kapasitas 2500 mAh hanya dapat mendukung penggunaan internet tanpa henti di ponsel pintar selama 5-6 jam saja. Kisaran kapasitas baterai 2000 mAh – 2500 mAh tersemat di sebagian besar ponsel pintar yang beredar di Indonesia. 

Selain itu, sinyal internet di sepanjang perjalanan mungkin tidak stabil. Pencarian sinyal terus menerus oleh ponsel pintar menguras energi baterai. Jika tidak penting, tunda dulu saja pemakaian internet. Jika perlu kontak dengan teman atau keluarga saat di perjalanan, sms atau bicara langsung dapat menjadi alternatif daripada menggunakan aplikasi ngobrol yang memerlukan data internet.


3. Perhatikan Sinyal Jaringan yang Tersedia
  
Ponsel pintar umumnya menggunakan beberapa jaringan telepon sekaligus yaitu GSM, HSPA dan LTE. Menurut lifewire.com yang dilansir pada (17/10/16), setiap jaringan tersebut memiliki kecepatan unduh dan unggah data yang berbeda-beda. Jaringan GSM memberikan dukungan panggilan suara dan pesan singkat dengan kecepatan 9.6kbit /s. HSPA memberikan kecepatan data 1,8 Mbps sampai 14,4 Mbps. Sementara itu jaringan LTE atau yang dikenal dengan 4G mendukung tayangan video secara langsung dengan kecepatan unduh sampai 299.6Mbps.

Saat di perjalanan, perhatikan jaringan mana yang paling stabil. Caranya dengan melihat tanda huruf di dekat garis sinyal di ponsel, apakah muncul 2G, 3G atau 4G. Jika yang muncul adalah huruf gprs dan edge di jaringan 2G, maka jaringan itulah yang stabil. Menurut Alexander Rusli, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo seperti yang dikutip dari Okezone (6/3/17) jaringan 2G lebih stabil untuk layanan suara dan sms. Maka dari itu, jika hanya membutuhkan layanan suara dan sms, lebih baik pilih jaringan 2G saja pada menu pengaturan mobile network di ponsel pintar.

4. Tidak Langsung Unggah Foto dan Up date Status

Kecenderungan sebagian orang saat berwisata adalah langsung mengunggah foto dan up date status di tempat wisata yang ia datangi. Perlukah melakukan hal itu?
Jika ingin menghemat baterai. Hindari dulu unggah foto dan up date status. Ambil foto pemandangan dan selfie sekadarnya tanpa mengaktifkan data internet. Setelah itu, simpan ponsel pintar, nikmatilah suasana, pemandangan, dan interaksi bersama orang-orang seperjalanan. Optimalkan waktu wisata untuk menyegarkan (refreshing) diri.
Jika sudah berada di tempat yang memberikan jaringan data yang stabil, barulah unggah foto-foto ke media sosial. Sebenarnya tidak masalah juga foto-foto wisata baru diunggah setelah berada di rumah. Selain jaringan data internet lebih baik, keterangan foto yang dapat dituliskan lebih banyak karena kita benar-benar menikmati wisata, bukan sekadar datang untuk jeprat-jepter ambil foto saja.
Jika 4 hal tersebut dilakukan, baterai berkapasitas 2.500 mAh dapat bertahan sampai malam hari. Bahkan jika ponsel hanya digunakan untuk sms dan bicara langsung saja, daya baterai dapat bertahan ratusan jam. Jadi pilihan ada di tangan kita, ingin menikmati perjalanan atau sibuk dengan ponsel di perjalanan. 

Sumber foto freepik