Minggu, 17 Juli 2016

8 Pertanyaan Usai Menonton Film Jilbab Traveler, Love Spark in Korea.


Jilbab Traveler, Love Sprak in Korea merupakan 1 dari 5 film yang tayang saat lebaran tahun 2016. Sebagian orang dewasa mengajak anak-anak menonton film ini karena berbagai alasan. Amankah? Saya sudah nonton dan saya nilai aman dengan catatan?

Apa catatannya? Anak yang menonton sebaiknya berusia > 8 tahun atau sekitar kelas 4 SD. Sangat ideal jika anak sudah duduk di bangku SMP atau sesuai rating dari lembaga sensor film Indonesia yaitu 13+. Selain itu, baiknya ada diskusi antara orang tua atau orang dewasa usai menonton film, agar tahu persepsi dan informasi yang diserap anak dari film itu.  

Berikut delapan rekomendasi pertanyaan tentang film Jilbab Traveler, Love Spark in Korea. Pertanyaan ini bisa menjadi awal diskusi yang menarik dengan anak-anak.

1. Apa impianmu ketika dewasa nanti?
Adegan film Jilbab Traveler Love Spark in Korea dibuka dengan Rania kecil dan dua kakaknya berlari, adu cepat dengan kereta yang melaju. Ayah mereka sering bercerita, bahwa salah satu kereta menuju negeri seribu kisah. Melalui cerita-ceritanya, sang ayah memotivasi anak-anaknya. Rania paling terinspirasi untuk mencapai negeri seribu kisah itu. Setelah dewasa, ia aktif menulis dan tulisan-tulisannya menerbangkan Rania ke negeri-negeri nan jauh.



Menanyakan apa impian anak sejak kecil penting, agar orang tua atau orang dewasa lainnya dapat mendukung dan mengarahkan mereka untuk menggapai mimpinya. Lebih cepat menetapkan tujuan, lebih cepat sampai juga kan? Tidak sedikit remaja yang lulus SMA masih bingung, mau apa dan ke mana setelah meninggalkan bangku sekolah.

Kadang-kadang impian anak kecil remeh temah dan sepele sekali. Terima dan hargai saja dulu. Cari tahu saja kenapa mereka memiliki impian seperti itu. Seperti putri saya Alika. Menjelang 4 tahuan usianya, saya bertanya, “nanti Alika kalau sudah besar mau jadi apa?” Alika dengan antusias menjawab, “Mau jadi Elsa!” lagu Let It Go kemudian mengalun dari mulutnya…
 
2. Apakah penghalang langkahmu dan bagaimana mengatasinya?
Rania mengalami gegar otak saat kecil. Berbagai penyakit juga bersarang di tubuhnya sepanjang usia sekolah. Rania terpaksa melepas satus mahasiswi pada semester awal perkuliahannya karena sakit yang sering mendera kepala. Soal penyakit Rania ini, hanya sepintas lalu saja di film, tetapi sangat detil pada novelnya. Selain penyakit, kondisi perekonomian keluarga kerap menjadi masalah ayah-ibu Rania. Apakah berbagai masalah itu menjadi hambatan bagi Rania untuk menggapai mimpinya? Tidak. Rania berusaha dengan berbagai cara yang baik untuk mewujudkan mimpinya.




Setelah menanyakan impian anak, bisa juga ditanyakan, apa saja yang mungkin menjadi penghalang bagi tercapainya impian mereka? Jika masalah keterbatasan fisik dan ekonomi, kegigihan Rania bisa menjadi contoh. Sosok yang gegar otak saat kecil, mengalami kesulitan ekonomi dan tidak mempunyai gelar sarjana juga bisa meraih impiannya. Sosok di dunia nyata pun ada yaitu Asma Nadia sang penulis novel Jilbab Traveler. Rania adalah alter ego dari Asma Nadia.  

3. Indah mana? Indonesia atau Korea Selatan?
Setelah masa kecil Rania, penonton akan disuguhkan perjalanan Rania di beberapa negara. Mesir, Saudi Arabia, Afrika, Prancis dengan landmark khasnya. Selanjutnya penonton akan melihat keindahan Taman Nasional Baluran, Situbondo, dan Kawah Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur. Film Jilbab Traveler, Love Spark in Korea juga menyuguhkan pemandangan alam Seoul dan Gangwon di Korea Selatan. Lokasi syuting Winter Sonata ditandai dengan patung Choi Ji-woo dan Bae Yong Joon.




Pemandangan dua negara yang mempunyai iklim berbeda di film Jilbab Traveler, Love Spark in Korea seolah mengajak kita membandingkannya.  Mana yang lebih indah? Indonesia atau Korea Selatan? Bisa jadi anak-anak akan menjawab Korea pesona nuansa putih musim dingin di Korea yang banyak ditampilkan. Membandingkan hanya berdasarkan gambar atau film mungkin kurang adil. Namun, siapa tahu pertanyaan itu akan menjadi awal bagi anak dan kita untuk menjejakkan kaki ke lokasi-lokasi syuting itu suatu hari nanti. 

4. Bagaimana rasanya menjadi muslim di negara minoritas Islam?
Hyun Geun ternyata seorang muslim. Di awal pertemuan dengan Rania, Hyun Geun sempat mabuk karena minum soju. Pada kondisi tidak sadar sepenunnya, Hyun Geun mengucapkan kalimat yang  cukup membuat Rania tersipu. Setelah kematian ibunya, Hyun Geun berusaha menjadi muslim yang baik. Minum soju dihindarinya. Namun budaya minum soju bersama untuk merayakan sesuatu sudah membudaya di Korea. Tidak minum bersama, bisa dianggap tidak menghormati orang lain.


Berbagai tantangan menjadi muslim di Korea tidak begitu diperlihatkan di film Jilbab Traveler Love Spark in Korea. Hal yang menonjol cenderung kehati-hatian asupan makanan dan minuman halal.  Namun kita bisa membahas tantangan-tantangan menjadi muslim di negara Islam minoritas lebih lanjut. Ibadah di negara minoritas muslim tidak seleluasa di Indonesia. Apa pendapat anak-anak? Diskusi ini bisa mengajak anak bersyukur, betapa nikmatnya menjadi muslim di Indonesia.   

5. Kebahagiaan siapa yang akan lebih kamu pentingkan?
Setelah kematian ayahnya, Rania berjanji untuk tidak bepergian lagi. No traveling! Rania ingin selalu berada di sisi ibunya. Menurut Rania, hal itu akan membuat bahagia ibunya. Rania juga mengabaikan undangan Writer in Reidence di Korea Selatan. Sang ibu kemudian mengajak Rania berdialog dari hati ke hati. Apa yang membuat bahagia sang ibu ternyata saat melihat anaknya bahagia. Ibu memberikan motivasi kepada Rania untuk berangkat ke Korea, karena ia membawa nama Indonesia, khususnya muslimah. Akhirnya, Rania pergi traveling kembali.  


Soal kebahagiaan ini dapat kita diskusikan juga dengan anak-anak. Kebahagiaan siapa yang akan mereka utamakan? Diri sendiri, orang tua, lingkungan atau siapa? Apa sebabnya mereka menjatuhkan pilihan itu? Sekali lagi, apapun jawaban anak, hargai dan tak perlu mendebatnya. Cari saja alasan di balik jawaban itu. 

6. Kriteria apa yang paling penting dalam menentukan jodoh?
Ada konflik percintaan dalam film Jilbab Traveler Love Spark in Korea. Ilhan, teman lama Rania, sudah menunjukkan rasa suka dan disetujui oleh keluarga Rania. Ilhan kaya, terpelajar dan memiliki jiwa sosial tinggi. Namun Ilhan trauma dengan perjalanan udara sehingga menginginkan Rania tidak lagi traveling. Selain Ilhan, ada Hyun Geun. Pria mualaf dari Korea Selatan yang berani mengatakan rasa sukanya kepada Rania pada pertemuan pertama mereka. Rania seolah harus memilih, Ilhan atau Hyun Geun.

Di masa depan, anak-anak kita mungkin terjebak dalam situasi seperti ini. Pertanyaan soal jodoh mungkin kita anggap terlalu dini. Namun fenomena pacaran mulai dari yang malu-malu kucing sampai pacaran bebas tanpa batas ada di sekitar kita. Kasus Rania dalam  film Jilbab Traveler Love Spark in Korea bisa menjadi bahan diskusi bagi orang tua dan anak tentang jodoh. Apa yang dilakukan anak, ibu, atau atau ayah dan orang dewasa lainnya yang mengajak nonton anak jika berada di posisi Rania. Kita bisa mulai menanamkan skala prioritas dalam memilih jodoh kepada anak-anak kita.

7. Setelah dilamar, bagaimana seharusnya pergaulan dengan calon pasangan? 
Adegan-adegan Rania dengan salah satu pria dalam menyiapkan pernikahan mereka di akhir cerita ini agak mengganggu saya. Mungkin jika mendiskusikan dengan anak saya yang sudah mulai remaja, diskusi akan berlanjut pada topik pernikahan. Topik yang cepat atau lambat harus kita diskusikan dengan anak-anak kita. Masalah pernikahan sekadarnya sesuai usia anak, mungkin sudah bisa kita sampaikan.


Orang tua bisa bercerita adab pergaulan, mencari jodoh, pernikahan yang syar’i atau menceritakan bagaimana proses perkenalan dan pernikahan ibu dan ayah. Seiring bertambahnya usia anak menuju angka 20, tentu masalah lawan jenis kerap menghampirinya. Orang tua bisa pelan-pelan membekali anak tentang pergaulan dengan lawan jenis sehingga bisa menjadi pertimbangan mereka untuk mengambil keputusan saat masalah dengan lawan jenis datang.

8. Kenapa Palestina Menjadi Mimpi yang Tercuri?
“Kamu mencuri mimpiku, dan aku suka.” Kalimat itu diucapkan Rania kepada Hyun Geun yang telah pergi lebih dulu ke Palestina. Padahal Palestina merupakan salah satu destinasi impian Rania. Mengapa Palestina? Mengapa Hyun Geun sampai rela menjadi relawan di Palestina dan kembali dalam keadaan fisik yang tidak ‘utuh’ lagi?


Konflik Palestina merupakan isu yang masih jarang ada di film-film Indonesia. Jilbab Traveler Love Spark in Korea mengangkatnya meskipun selintas saja. Palestina dan konfliknya dapat menjadi bahasan diskusi dengan anak. Sejauh apa pengetahuan mereka tentang Palestina? Apa pendapat mereka tentang konflik Palestina? Bisa jadi anak-anak belum mengetahui konflik Palestina yang terjajah. Fakta itu bisa menjadi awal bagi kita untuk mengajak anak peduli pada nasib sesama muslim di mancanegara.


Pertanyaan-pertanyaan di atas tidak harus disampaikan begitu keluar dari bioskop. Orang tua dapat memilih waktu santai yang tepat. Usai santap bersama misalnya. Jadikan pertanyaan-pertanyaan itu sebagai bahan obrolan santai. Bukan bahan tes evaluasi pemahaman anak terhadap Jilbab Traveler Love Spark in Korea.  Semoga bermanfaat.  
  



Rabu, 13 Juli 2016

Lomba Lagu Anak Kemendikbud 2016

LOMBA LAGU ANAK


Lomba Lagu Anak merupakan satu dari empat lomba yang diadakan oleh Direktorat Pembinaan Anak Usia Dini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Lomba-lomba tersebut diselenggarakan untuk menjadi konten (isi) laman Anggun Pendidikan Anak Usia Dini di http://www.anggunpaud.kemdikbud.go.id atau http://www.paud.kemdikbud.go.id.

Tema Lomba Lagu Anak

Tema Lomba Konten Anggun PAUD secara keseluruhan adalah “Penumbuhan Budi Pekerti Pada Anak Usia Dini” Tema ini juga berlaku untuk Lomba Lagu Anak

Hadiah Lomba Lagu Anak

1 orang pemenang pertama mendapatkan hadiah Rp. 15.000.000,-
1 orang pemenang kedua berhak atas hadiah Rp. 12.500.000,-
1 orang pemenang ketiga memperoleh hadiah Rp. 9.500.000,-
12 pemenang hiburan diberikan hadiah @ Rp. 6.500.000

Ketentuan Lomba Lagu Anak

1.    Fokus pada pengembangan Nilai Agama dan Moral, Motorik, dan Bahasa
2.    Lagu anak harus berbahasa Indonesia, bukan bahasa lain
3.    Menyertakan partitur, dengan durasi lagu antara 1 s.d. 1,5 menit.
4.    Dinyanyikan oleh anak usia dini dengan nada c1 paling rendah dan c2 paling tinggi (1 oktaf).

Persyaratan Lomba Lagu Anak

1. Peserta terbuka untuk umum, kecuali kalangan Direktorat Pembinaan PAUD.
2. Orisinalitas mutlak.
3. Tidak mengandung unsur kekerasan, pornografi, suku, agama, ras, antar golongan, pelecehan fisik, simbol dan radikalisme.
4. Penerima manfaat lagu adalah anak PAUD usia di bawah bimbingan orang tua dan guru.
5. Peserta dapat mengirimkan lebih dari satu lagu.
6. Semua karya yang masuk akan menjadi hak milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan u.p. Direktorat Pembinaan Anak Usia Dini.

Pengiriman Lomba Lagu Anak

Pengiriman hasil karya dimulai tanggal 15 Juni 2016, dan dikirimkan ke alamat :
Direktorat Pembinaan PAUD,
Kompleks Kemdikbud, Gedung E Lt. 7
Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta
Kode Pos 10270
Batas waktu pengiriman paling lambat tanggal 31 Agustus 2016 cap pos.
Semua kontributor dalam penyusunan dan pengembangan produk dicantumkan secara lengkap.

 
Penilaian Lomba Lagu Anak

Penilaian dilakukan oleh Tim Juri yang berkompeten di bidangnya berdasarkan kriteria berikut ini :
Orisinalitas karya
Kesesuaian dengan tema dan fokus aspek perkembangan
Kesesuaian karya dengan sasaran (pendidik atau anak didik usia 4-6 tahun)
Kejelasan pesan yang disampaikan
Kesantunan bahasa
Keutuhan cerita/karya
Keserasian karya: syair dan notasi, teks dengan ilustrasi, dst.

Pengumuman Pemenang Lomba Lagu Anak

Pemenang diumumkan melalui web http://www.anggunpaud.kemdikbud.go.id  atau  http://www.paud.kemdikbud.go.id tanggal 13 – 15 September 2016.

Penyerahan Hadiah Lomba Lagu Anak

Hadiah lomba akan diserahkan bersamaan dengan Hari Anak Universal bulan September 2016.

Pemanfaatan Lagu Anak

Lagu yang masuk ke Panitia dan dinyatakan menang menjadi hak Panitia dan akan di upload ke laman http://www.anggunpaud.kemdikbud.go.id atau  http://www.paud.kemdikbud.go.id

Lagu yang tidak menang tetap menjadi hak penyusun kecuali apabila diserahkan ke Dit. Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini.



Sumber: http://www.paud.kemdikbud.go.id.

Kamis, 07 Juli 2016

Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Kemendikbud 2016

LOMBA PENYUSUNAN CERITA RAKYAT


Direktorat Pembinaan Anak Usia Dini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan 4 lomba untuk konten (isi) laman Anggun Pendidikan Anak Usia Dini yaitu http://www.anggunpaud.kemdikbud.go.id atau http://www.paud.kemdikbud.go.id. Salah satu lomba tersebut adalah Lomba Penyusunan Cerita Rakyat

Tema Lomba Penyusunan Cerita Rakyat

Kali ini Lomba Konten Anggun PAUD adalah “Penumbuhan Budi Pekerti Pada Anak Usia Dini”

Ketentuan Lomba Penyusunan Cerita Rakyat

  • Cerita rakyat fokus pada pengembangan Nilai Agama dan Moral dan Bahasa.
  • Sasaran pengguna cerita rakyat adalah Guru PAUD, Pengelola PAUD.
  • Cerita rakyat dapat berbentuk;
(1)  Fable (cerita binatang)
(2)  Legenda (asal-usul terjadinya suatu tempat)
(3)  Sage (unsur sebuah sejarah)
(4)  Epos (kepahlawanan)
(5)  Cerita jenaka.
  • Cerita disampaikan dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar.
  • Panjang naskah berada pada kisaran 400 – 600 kata.

Hadiah Lomba Penyusunan Cerita Rakyat

  • 1 orang pemenang pertama dengan hadiah Rp. 15.000.000,-
  • 1 orang pemenang kedua dengan hadiah   Rp. 10.000.000,-
  • 1 orang pemenang ketiga dengan hadiah   Rp. 7.500.000,-
  • 10 hadiah hiburan dengan hadiah @Rp. 5.000.000

Persyaratan Lomba Penyusunan Cerita Rakyat

1. Peserta terbuka untuk umum, kecuali peserta Direktorat Pembinaan PAUD..
2. Naslah Orisinalitas mutlak (maknanya, naskah harus karangan kita sendiri)
3. Tidak mengandung unsur kekerasan, pornografi, suku, agama, ras, antar golongan, pelecehan fisik, simbol dan radikalisme.
4. Penerima manfaat cerita rakyat adalah anak PAUD usia di bawah bimbingan orang tua dan guru.
5. Peserta dapat mengirimkan lebih dari satu naskah.
6. Semua karya yang masuk akan menjadi hak milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan u.p. Direktorat Pembinaan Anak Usia Dini.


Pengiriman Lomba Penyusunan Cerita Rakyat

Pengiriman hasil karya dimulai tanggal 15 Juni 2016, dan dikirimkan ke alamat :
Direktorat Pembinaan PAUD,
Kompleks Kemdikbud, Gedung E Lt. 7
Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta
Kode Pos 10270
Batas waktu pengiriman paling lambat tanggal 31 Agustus 2016 cap pos.
Semua kontributor dalam penyusunan dan pengembangan produk dicantumkan secara lengkap.

Penilaian Lomba Penyusunan Cerita Rakyat

Penilaian dilakukan oleh Tim Juri yang berkompeten di bidangnya berdasarkan kriteria berikut ini :
  • Orisinalitas karya
  • Kesesuaian dengan tema dan fokus aspek perkembangan
  • Kesesuaian karya dengan sasaran (pendidik atau anak didik usia 4-6 tahun)
  • Kejelasan pesan yang disampaikan
  • Kesantunan bahasa
  • Keutuhan cerita/karya
  • Keserasian karya: syair dan notasi, teks dengan ilustrasi, dst.

Pengumuman Pemenang Lomba Penyusunan Cerita Rakyat

Pemenang diumumkan melalui web http://www.anggunpaud.kemdikbud.go.id  atau  http://www.paud.kemdikbud.go.id tanggal 13 – 15 September 2016.

Penyerahan Hadiah Lomba Penyusunan Cerita Rakyat

Hadiah lomba akan diserahkan bersamaan dengan Hari Anak Universal bulan September 2016.

Pemanfaatan Naskah Lomba Penyusunan Cerita Rakyat

Naskah yang masuk ke Panitia dan dinyatakan menang menjadi hak Panitia dan akan di upload ke laman http://www.anggunpaud.kemdikbud.go.id atau  http://www.paud.kemdikbud.go.id

Naskah yang tidak menang tetap menjadi hak penyusun kecuali apabila diserahkan ke Dit. Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini.

Kamis, 30 Juni 2016

Kisah Hebat Nabi Muhammad dan Kisah Ajaib Lainnya, Apa Menariknya?



Kisah Hebat Nabi Muhammad saw dan Kisah Ajaib Lainnya menarik perhatian saya pada suatu Minggu, akhir Mei 2016. Beberapa teman penulis dan blogger berbagi di media sosial saat peluncuran buku tersebut. Apa yang menarik dari buku karya Astri Damayanti ini, mengingat banyak sekali buku tentang kisah nabi dan rasul?

Delapan Puluh Tujuh Kisah Pendek nan Hebat


Buku Kisah Hebat Nabi Muhammad saw dan Kisah Ajaib Lainnya terdiri dari 87 kisah. Satu kisah terbentang di 3 halaman beserta ilustrasi berwarna pada tiap halaman. Total halaman 265. Kisah pertama tentang nenek yang minta didoakan kepada Rasulullah saw agar masuk surga. Namun Rasulullah saw. mengatakan bahwa di surga tidak ada nenek-nenek sehingga sang nenek bersedih. Rupanya Rasulullah saw. bercanda. Di surga, wujud manusia kembali muda, sehingga tiada manusia tua renta di sana.

Kisah-kisah lainnya dimuat tanpa pengelompokan tertulis. Kisah 1 sampai kisah 47 menceritakan kehidupan Nabi Muhammad dan keluarganya, para sahabat dan salaf (orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik contohnya Imam Ali (hlm 35) ) serta nabi-nabi yang disebutkan di dalam Al Qur’an, serta kisah nabi Nabi Danial yang tersurat dalam Taurat dan Injil (Perjanjian Lama). Puluhan kisah bagian ini seolah tersusun acak. Pembaca yang menyukai penyusunan kisah secara sistematis, mungkin kurang nyaman dengan penyajian kisah seperti ini.

Pada halaman 137 atau kisah ke-48 barulah kisah-kisah disusun berdasarkan tokohnya. Dimulai dengan 5 kisah pada masa hidup Nabi Ibrahim, kemudian kisah Nabi Ismail, Nabi Ya’kub, Nabi Yusuf, Nabi Musa, Nabi Daud, Nabi Sulaiman dan Nabi Isa. Total kisah 25 nabi pada halaman 137-199 ada 19 kisah.

Halaman 200-211, menghadirkan kisah Nabi Muhammad saw. Ada 5 kisah yang fokus pada masa kecil Nabi Muhammad saja, mulai dari kelahiran sampai kematian sang ibunda. Kehidupan Nabi Muhammad setelah dewasa sudah hadir pada halaman-halaman sebelumnya.



Kisah 72-87 atau 16 kisah terakhir menceritakan hewan-hewan yang disebut dalam Al Qur’an. Mulai dari gagak-gagak yang mencontohkan penguburan manusia sampai laba-laba yang bersarang di gua persembunyian Abu Bakar dan Rasulullah saat perjalanan hijrah. Kisah-kisah terakhir ini mungkin bagian yang paling disukai balita seperti Alika, anak saya. Alika yang awal juli nanti genap 4 tahun selalu minta mulai minta didongengkan sebelum tidur. Saat saya memperlihatkan buku Kisah Hebat Nabi Muhammad saw dan Kisah Ajaib Lainnya, bagian yang memuat kisah-kisah binatanglah yang paling ia senangi.

Membaca Ilustrasi


Balita dan anak-anak usia prasekolah umumnya sudah mengenal huruf, namun belum bisa merangkainya menjadi kata yang mereka pahami. Ya, mereka belum bisa membaca. Meskipun begitu, mereka dapat membaca gambar dan sering membaca dengan bahasa sendiri berdasarkan gambar pada buku. Menjelang usia 4 tahun, saya sering mengamati putri saya, Alika, membaca kembali buku cerita bergambar yang sudah saya bacakan dengan kalimatnya sendiri. Buku Kisah Hebat Nabi Muhammad saw dan Kisah Ajaib Lainnya menghadirkan kisah dan ilustrasi berwarna yang memungkinkan balita membaca sendiri.

Gaya ilustrasi halaman isi berbeda-beda per 9-10 kisah. Ada yang realis, ada pula ilustrasi kartun yang lucu. Untuk jumlah kisah sebanyak 87, sepertinya ada 8 ilustrator yang mengerjakannya. Setiap kisah dengan gaya ilustrasi sama, tersusun tertib pada halaman yang berurutan. Karena semua ilustrasi digambar dengan visualisasi wide angle dan full shot serta menggunakan warna-warna cerah, pembaca mungkin kurang menyadari perbedaan gaya ilustrasi ini.



Semua nabi hanya dimunculkan dalam nama bahasa arab dengan latar sinar saja. Satu konsep ilustrasi yang aman. Meskipun tanpa penggambaran sosok manusia, ilustrasi cukup menggambarkan teks. Saya lebih suka semua nabi digambarkan begitu. Hanya saja saya agak terganggu dengan penggambaran wujud setan pada kisah Nasihat Setan Kepada Nabi Musa (hlm 25) dan kisah Nabi Ismail Kecil akan Dijadikan Korban (hlm 161) Sosoknya setan serupa dengan gambaran hantu di film-film horor. Saya memilih tidak menceritakan kisah ini sebagai pengantar tidur untuk anak saya. 



Akidah dan Akhlak dalam Kisah


Astri Damayanti sepertinya sengaja memilih kisah yang cocok untuk balita dan anak-anak sekolah dasar saja dalam penulisan buku Kisah Hebat Nabi Muhammad saw dan Kisah Ajaib Lainnya. Selain itu, jika kita telaah, sebagian besar kisah mengangkat tema akidah dan akhlak Mungkin pemilihan kisah yang tepat inilah salah satu faktor  yang membuat Astri perlu waktu cukup lama untuk menyelesaikan naskah, sebagaimana yang dikisahkan Astri saat peluncuran buku ini.

Akidah adalah keyakinan atau kepercayaan terhadap sesuatu yang dalam setiap hati seseorang yang membuat hati tenang. Menurut Imam Al-Ghozali, akidah inilah yang melahirkan iman. Akhlak merupakan budi pekerti, perangai, tingkah laku dan tabiat. Dalam bahasa Inggris, akhlak digunakan dengan kata moral atau etika. Jika diibaratkan rumah, akidah adalah pondasi, sedangkan akhlak dan ibadah adalah bangunan di atasnya. Maka dari itu Pendidikan akidah dan akhlak ini secara tegas dinyatakan dalam kurikulum yang dikeluarkan oleh Departemen Agama RI dan sangat ditekankan oleh sekolah-sekolah berbasis agama Islam seperti madrasah negeri maupun swasta. Jadi keputusan Astri mengambil tema akhlak dan akidah untuk buku ini adalah langkah yang tepat.

Kisah-kisah tentang akidah umumnya kita temukan pada kisah kehidupan Nabi Muhammad dan nabi-nabi lainnya. Membacakan atau membiarkan anak membaca sendiri kisah mengenai akidah dapat menambah keimanan mereka terhadap Allah Swt, Rasulullah dan para nabi. Kisah tentang akhlak tersebar pada kisah sahabat dan salafus saleh.  Beberapa kisah juga menghadirkan pelajaran akidah sekaligus akhlak. Misalnya kisah Lukman Hakim dan Keledai. Melalui kisah tersebut, anak secara tidak langsung mendapat pelajaran bagaimana menyikapi sahutan orang-orang atas satu perbuatan serta arahan untuk melakukan sesuatu berdasarkan ketetapan Allah Swt, bukan ucapan manusia saja.

Satu kisah bertema akidah yang pantas menjadi perhatian adalah kisah Nabi Danial pada halaman 16. Anak-anak yang sudah belajar tentang kehidupan 25 nabi mungkin akan bertanya, siapakah Nabi Danial? Astri Damayanti memberikan catatan di akhir kisah Nabi Danial. Namun jika anak belum puas, sosok Nabi Danial atau Daniel yang dapat menjadi diskusi yang menarik antara anak dan orang tua. Kisah Nabi Danial terdapat dalam Taurat dan Injil (Perjanjian Lama). Rujukan lain yang bisa dipakai orang tua adalah kitab Story of the Prophet karya Ibnu Katsir.


Bahan Bercerita dan Membaca Sendiri


Cerita yang cocok untuk diceritakan kembali kepada anak dapat dilihat dari ceritanya yang berjalan cepat, penggambaran (deskripsi) yang singkat dan lebih banyak aksi. Selain itu kata-kata yang digunakan penulis sederhana dan diambil dari kehidupan sehari-hari, kalimatnya singkat, dan jalan ceritanya sederhana. (Paramitha, 2011). Kriteria tersebut sudah dipenuhi oleh buku Kisah Hebat Nabi Muhammad saw dan Kisah Ajaib Lainnya. Maka dari itulah saya menggunakan buku ini sebagai cerita pengantar tidur anak.     


Misalnya saja kisah Ular Besar dan Nabi Musa (hlm 230). Saya membacakan kalimat demi kalimat kisah ini kepada Alika yang belum bisa membaca. Gambar ular saya perlihatkan, kemudian saya menggunakan tangan untuk menghadirkan sosok ular. Membacakan cerita yang bergambar, ditambah aksi peragaan ular dengan tangan membuat Alika dapat menikmati kisah ini secara dramatis. Bagi anak-anak yang sudah bisa membaca. Orang tua dapat membimbing anak membaca sendiri dalam hati atau membaca dengan suara keras (reading aloud).

Setelah membacakan, menceritakan atau anak membaca sendiri, kisah Orang tua dapat melakukan kegiatan yang direkomendasikan Bunanta (dalam Paramitha, 2011) usai mendongeng, yaitu melakukan tanya jawab seputar cerita, mengajak anak memperagakan cerita yang mereka ingat, membuat ilustrasi sendiri, serta menceritakan kembali cerita dengan bahasa anak sendiri. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat melatih daya imajinasi anak. Selain itu tercipta komunikasi dan kedekatan dengan anak, sehingga menimbulkan rasa percaya diri anak untuk berbagi rasa dengan orang tua.



Buku Kisah Hebat Nabi Muhammad saw dan Kisah Ajaib Lainnya juga dilengkapi dengan kata, frasa, klausa, atau kalimat dengan ukuran huruf lebih besar dan dicetak tebal pada setiap halamannya. Cetak tebal ini membantu anak menangkap intisari cerita atau semacam kata kunci untuk mengingat kembali kisah yang sudah dibacanya. Satu upaya sederhana namun besar manfaatnya untuk anak-anak; khusunya anak yang baru lancar membaca.    



Meremehkan Seorang Astri Damayanti?


Beberapa penulis menggunakan nama pena dari bahasa Arab atau nama islami jika menulis buku-buku Islam. Selain itu ada narasi biodata penulis di halaman terakhir buku guna mengukuhkan bahwa penulis dapat dipercaya dan memiliki pengetahuan yang mumpuni. Pembaca tidak akan menemukan hal ini pada buku Kisah Hebat Nabi Muhammad saw dan Kisah Ajaib Lainnya. Nama penulis adalah nama asli, biodata penulis tidak ada, meskipun menurut penuturannya saat peluncuran buku, telah ratusan naskah buku lahir dari pikirannya.

Bagi pembaca yang hanya menilai sesaat dari sampul buku atau hanya melihat-lihat sekilas saja, mungkin akan meremehkan konten buku Kisah Hebat Nabi Muhammad saw dan Kisah Ajaib Lainnya ini. Namun, saya yang telah membaca sendiri, merekomendasikan bahwa buku ini layak untuk bacaan anak, meskipun anak belum bisa membaca.

Selain itu, Astri Damayanti juga menyertakan sumber penulisan. Bukan dari kitab-kitab berbahasa Arab, namun sudah cukup untuk menjadi rujukan penulisan selain mengambil langsung dari ayat-ayat Al Qur’an. Asri selalu mencantumkan ayat Al Qur’an yang diadaptasi setelah paragrap terkhir kisah.

Maka untuk menilai secara objektif, seseorang perlu membaca dan menelaah semua kisah, bukan membaca dengan cara memindai (scanning) saja. Buku ini telah beredar di toko-toko buku. Buku Kisah Hebat Nabi Muhammad bisa dibeli di MatahariMall.com juga. Silakan membaca dan siapa saja boleh tidak sepakat dengan ulasan saya ini.        
  



Rujukan
Abdullah bin Abdil Hamid al-Atsari. 2005. Panduan Aqidah Lengkap.  Bogor: Pustaka Ibnu Katsir.
Hamdani Ihsan, A. Fuad Ihsan,. 2007. Filsafat Pendidikan Islam.(Bandung: Pustaka Setia.
Paramitha, Suci,. 2011. Mendongeng Sebagai Metode Pemulihan Trauma pada Anak-Anak di Daerah Pasca Bencana: Sebuah Analisis Life History Pustakawan Pendongeng, Depok: Universitas Indonesia.

Ilustrasi yang digunakan dalam tulisan ini dipindai dari buku Kisah Hebat Nabi Muhammad 

Kamis, 23 Juni 2016

Hotel di Cirebon dengan Resepsionis Gadis Cantik Beruban

Hotel di Cirebon dengan Resepsionis Gadis Cantik Beruban

Resepsionis Hotel di Cirebon yang Cantik

Hotel di Cirebon sudah banyak berdiri. Berbagai promosi dan keunikan menjadi serta daya tarik bagi tamu untuk menginap di sana. Satu hotel di Cirebon menghadirkan gadis berambut uban sebagai resepsionisnya.

Awal Pertemuan

Senja telah sempurna ketika mobil yang kami tumpangi menepi di Jalan Kapten  Samadikun 61, Cirebon. Lelah dan gerah mengelayuti badan. Sejak pagi, saya dan belasan teman menempuh perjalanan dari Bandung melewati Sumedang, Majalengka, kemudian masuk ke Cirebon. Perjalanan itu dalam rangka Jelajah Wisata Jawa Barat bersama beberapa komunitas di Bandung. Besok kami masih harus menuju Kuningan. Musium Linggar Jati adalah tujuan kami.


Neo dari Aston Grup Hotel di Cirebon


BACA JUGA: Jejak Legenda Ciung Wanara

Hotel Neo berdiri menjulang di hadapan kami, bersaing dengan bangunan-bangunan lain yang cukup megah. Hotel di Cirebon ternyata sudah banyak pilihannya. Berbeda dengan 5 tahun lalu saat saya dan istri melakukan perjalanan ke Cirebon untuk menghadiri pernikahan seorang teman. Hotel Neo salah satu hotel di Cirebon yang baru berdiri, bagian grup Hotel Aston. Pemesanan kamar di hotel Neo bisa dilakukan melalui www.traveloka.com


Tanpa menunggu lebih lama lagi, kami masuk ke dalam hotel. Udara sejuk seketika. Interior yang didominasi hiasan dari kayu bermandikan cahaya keemanasan. Beberapa teman mendekati sudut yang menyediakan welcome drink. Saya ikut serta. Jus jambu melewati tenggorokan yang kering tak lama kemudian. Segar…

Setelah jus jambu tandas, kerumunan di meja resepsionis menarik perhatian saya. Beberapa teman berfoto dengan gadis resepsionis. Saya memfokuskan pandangan. Ada yang unik dengan gadis resepsionis itu. Rambutnya beruban alias putih secara keseluruhan! Saya mendekati meja resepsionis dan memerhatikan lebih teliti. Betul rambutnya putih, beruban semua, namun usianya saya taksir di kisaran 20-30 tahun. Saya tersenyum kepadanya saat menerima kunci kamar. Rasa letih menghalangi saya untuk memikirkan lebih lanjut soal warna rambut si gadis resepsionis itu. 
  

Kamar Standar Hotel Neo

Saya menginap di kamar jenis standart. Kamar tidak terlalu luas, namun sangat nyaman untuk saya dan Tio. Ada dua spring bed tipe single yang menghadap ke televisi layar datar ukuran 32 inch. Di bawah televisi ada semacam meja yang memuat perlengkapan minum berlogo Neo. Di sisi kiri, jendela memberikan pemandangan kota Cirebon dari ketinggian belasan meter. Kamar kami berada  di lantai enam.   

Kamar Standar di Hotel Neo Cirebon

Saya merebahkan diri beberapa menit, baru kemudian mandi. Kamar mandi di sisi dekat pintu masuk. Cermin lebar terpasang bersama wash table. Perangkat mandi berlogo Neo tersedia di wash table. Kloset duduk dan area mandi dipisahkan oleh tirai kedap air. Lantai dan dinding kamar mandi bersih bersinar.

Shower mandi dilengkapi dengan saluran air panas dan air dingin. Sama seperti di beberapa hotel, saya kerap kurang akurat menyetel knop temperatur air. Knop disetel ke arah air panas, air yang keluar terlalu panas. Disetel ke pertengahan, air cenderung dingin. Ternyata butuh beberapa menit agar temperatur  air yang keluar benar-benar pas dengan keinginan kita.

Sarapan Ala Cirebon

Usai shalat Subuh di dekat lobi hotel, saya melintasi meja resepsionis. Apakah si gadis berambut uban masih ada di sana? Ternyata tidak ada. Meja resepsionis kosong. Saya duduk-duduk saja di kursi tamu sambil membaca koran yang tersedia, sampai jam di tangan saya menunjukkan jam 06.00 WIB. Jam sarapan sudah tiba.
Restoran hotel dirancang dengan interior gabungan etnik dan modern. Meja dan bangku gaya minimalis berpadu dengan partisi-partisi dari bambu. Makanan yang disajikan ala buffet atau prasmanan juga menghadirkan menu-menu tradisional Cirebon. Meskipun masih pagi dan restoran sepi, saya sudah tak sabar ingin mencicipi aneka menu di sana.

Saya mendekati pojok lesehan yang menyediakan Tahu Gejrot dan Sego Jamblang. Seorang gadis dengan rambut disanggul dan berkebaya hitam melayani pesanan saya. Tahu gejrot siap santap dalam beberapa menit. Seorang teman yang baru datang segera memesan sego jamblang. Menu khas Cirebon lainnya seperti nasi lengko dan bubur sop juga tersedia. Ternyata tak perlu jauh-jauh memesan menu khas Cirebon. Hotel di Cirebon seperti Neo tahu, wisatawan pasti ingin mencicipi menu Cirebon sehingga mereka menyediakannya.


Sarapan Sego Jamblang di Neo Hotel di Cirebon

Sarapan Tahu Gejrot di Neo Hotel di Cirebon

Gadis Beruban Itu Ternyata…

Perut sudah terisi. Saatnya mandi. Saya melintas meja resepsionis lagi. Gadis berambut uban itu ternyata sudah ada di sana. Sama seperti kemarin sore, rambutnya putih dan mengenakan seragam hitam. Saya perhatikan wajahnya, kok beda? Bukan gadis kemarin sore sepertinya. Dia terlihat sibuk dengan komputer di hadapannya. Saya tidak ingin mengganggu, hanya menyapa dan tersenyum sekadarnya saja.

Saya berjalan ke arah lift. Sambil menanti pintu lift terbuka, pandangan saya membentur gambar gadis di pintu lift. Rambutnya juga putih. Saya menoleh ke arah meja resepsionis. Saya menganalisis, kemudian tersenyum sendiri. Terlebih setelah saya melihat-lihat situs hotel Neo dan Traveloka dan menemukan karakter gadis berambun uban di galeri foto situs-situs itu.


Resepsionis Cantik di Hotel Neo, Hotel di Cirebon

Selama gambar gadis beruban ada di pintu lift, x-banner, dan materi publikasi lainnya, saya pasti akan selalu menemukan gadis resepsionis berambut uban menyambut saya dan tamu hotel lainnya. Dalam hati, saya mengakui kecerdikan tim manajemen untuk menghadirkan sosok gadis berambut uban. Hanya saja satu pertanyaan kemudian melintas di kepala saya: seharian berambut ubanan seperti itu, apa tidak risih dan gatal, ya? Demi profesionalitas, mungkin beberapa gadis rela saja tampil seperti itu.    
Diberdayakan oleh Blogger.

Vivalog

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Blog Friendship

statistics

Subscribe Here

About