Koko Nata

Menulis, Buku, Kehidupan

Jumat, 02 Desember 2016

Fitnah Makar Terhadap Kang Abik



Di era media sosial dengan koneksi internet di mana saja dan kapan saja, siapa pun dapat membuat berita dan menyebarkannya. Namun, jika tidak cermat dan teliti sementara berita ditulis berdasarkan sumber sekunder, berita bisa menjadi finah atau hoax (cerita bohong) belaka.  

Habiburokhman Bukan Habiburrahman

Penyematan nama Kang Abik di gambar berjudul Donatur Aksi Bela Islam ke Arah Makar itu mungkin akibat ketidaktelitian pembuat gambar. Bisa jadi, foto Kang Abik dicatut ke dalam gambar semacam bagan aliran dana, karena Kang Abik lebih dikenalnya. Di bawah nama Habiburrahman ditambahkan keterangan ACTA yang asing di telinga kita, orang-orang yang akrab dengan Kang Abik dan karya-karyanya.

Untuk mencegah tersebarnya berita tidak benar terhadap namanya itu, Kang Abik sudah melakukan klarifikasi di Twitter juga pesan Whatsapp. Menurut Kang Abik, Habiburrahman yang dimaksud pada gambar itu adalah Habiburrokhman, seorang pengacara yang aktif di ACTA. Bukan Habiburahman El-Shirazy.



Jika kita mengetikkan kata “Habiburokhman ACTA” di mesin pencari dunia maya, hasilnya berupa sejumlah tautan yang mengarahkan kita pada tulisan tentang sosok pengacara bernama Habiburokhman yang juga ketua dewan pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA). Saat ini, Habiburokhman melakukan pendampingan terhadap Ahmad Dani, Ratna Sarumpaet dan beberapa aktivis lainnya yang dibawa ke Mako Brimob pada Jum’at (2/12) pagi karena alasan hendak melakukan makar.

Habiburrokhman Sang Kritikus


Selain aktif di ACTA, Habiburokhman juga tercatat sebagai Kepala Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra. Sejak maraknya berita Pilkada Jakarta, berita yang terkait hukum sering mengutip nama Habiburokhman. Misalnya saja, Habiburokhman melempar kritik terhadap keputusan masuknya Nusron Wahid sebagai tim sukses Ahok, seperti yang dilansir Republika (14/11). Habiburokhman juga yang melaporkan Ahok terkait fitnah dan penghinaan tentang demonstran 4 November 2016 dibayar Rp500.000 per orang.

Berita yang masih hangat tentang Habiburokhman adalah saat ia berkicau “Saya berani terjun bebas dari Puncak Monas kalau KTP dukung Ahok beneran cukup untuk nyalon.” Para pendukung Ahok yang tergabung dalam Teman Ahok menagih janji itu ketika Ahok ternyata bisa mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta. Meme sindiran terhadap Habiburokhman bertebaran di media sosial. 



Kang Abik berharap orang-orang yang mengenalnya tidak lagi beranggapan bahwa Habiburokhman adalah Habiburrahman El-Shirazy. Mereka dua orang yang berbeda, meskipun namanya serupa. Kang Abik tidak tahu menahu soal gambar bagan aliran dana tersebut.


BACA JUGA
 Ulasan film Cinta Laki-Laki Biasa 










Pemuatan Foto Habiburrahman El-Shirazy di Gambar Donatur Aksi Bela Islam ke Arah Makar


Pada 2 Desember 2016, bersamaan dengan aksi Super Damai Bela Islam Jilid 3, beredar gambar berjudul Donatur Aksi Bela Islam ke Arah Makar di media sosial. Foto dan nama Habiburrahman El-Shirazy, penulis novel Ayat-ayat Cinta termuat di dalamnya. Ada kata ACTA di bawah nama Habiburahman.   

Para Aktivis yang Dimuat Fotonya


Foto Habiburrahman El-Shirazy dimuat bersama foto beberapa aktivis yang dibawa Polri ke Mako Brimob jelang aksi Super Damai Bela Islam Jilid 3 untuk pemeriksaan. Aktivis-aktivis yang diberitakan dibawa Polri dan fotonya termuat pada gambar itu adalah itu adalah Sri Bintang Pamungkas, Ratna Sarumpaet, Kivlan Zein, Adtyawarman Thaha, Rachmawati Soekarno Putri dan Ahmad Dani.

Terdapat tanda panah yang seolah menginformasikan pemberi dan penerima dana untuk Aksi Bela Islam ke Arah Makar. Foto Habiburrahman El-Shirazy berdampingan dengan foto Egi Sujana dengan keterangan Gerakan Oposisi Nasional (Gonas) dan Ahmad Dani dari Aliansi Masyarakat Jakarta Selatan. Ketiganya ditandai garis panah putus-putus yang berasal dari foto Ratna Sarumpaet dari Gerakan Solidaritas Indonesia.

Foto Ratna Sarumpaet sendiri ditandai dengan panah dari Firza Husein dari Ketua Yayasan Solidaritas Cendana. Firza Husein ditandai panah dari Tommy Soeharto. Sebagian orang yang membaca gambar tersebut dapat menafsirkan Tommy Soeharto sebagai donatur aksi Aksi Bela Islam ke Arah Makar.

Klarifikasi Habiburrahman El-Shirazy             

Sebagian sahabat Habiburrahman El-Shirazy yang mengetahui pemuatan foto penulis novel Ayat-ayat Cinta itu tidak percaya dan menyatakan gambar itu sebagai fitnah besar. Salah satunya adalah penulis Afifah Afra melalui aku Twitter-nya. “Gambar ini memasang foto kang @h_elshirazy ini fitnah besar dan 100% ngawur cc @helvy @asmanadia @FLPoke.” Tulisnya di akun @afifahafra79

Melalui akun Twitter-nya juga Habiburrahman El-Shirazy membantah “Ada yg ngawur, pasang foto sy. Padahal yg sama Ratna Sarumpaet itu Habiburrokhman pengacara. Bukan saya. Ini bisa memfitnah saya," tulisnya di akun @h_elshirazy pada jam 9:54 WIB.

Cuitan Kang Abik itu segera ditanggapi akun twitter lainnya dengan retweet dan jawaban. Salah satunya oleh akun @syukronamin: ini kesalahan; seharusnya yg terpasang itu foto @habiburokhman advokat. Bukan @h_elshirazy novelis. Beberapa akun Twitter lainnya malah menyarankan Kang Abik untuk melaporkan si pembuat gambar dengan pasal Undang_Undang ITE.

Mengenai hal ini, belum ada klarifikasi dari akun Habiburokhman. Tweet terakhir Habiburokhman saat saya membuat tulisan ini tertanggal 1 Desember 2016 yaitu, “Hok, kapan ente terjun dari Monas, jangan belaga lupa soal klaim KTP bodong” Belum diketahui juga siapa pembuat dan penyebar pertama gambar Donatur Aksi Bela Islam ke Arah Makar itu.   

BACA JUGA: Fitnah Makar karena kesamaan nama dengan Abdurokhman   



Rabu, 30 November 2016

Ganti Aki di Rumah, Hubungi Shop and Drive Saja

Sudah lama istri saya ingin memiliki mobil sendiri. Namun saya kurang begitu menanggapi. Salah satu alasannya, perawatan mobil tidak mudah. Penggantian aki saja misalnya. Namun kisah teman yang mendapat pelayanan dari Shop&Drive memberi pencerahan baru untuk perawatan mobil. 

Datang ke Bengkel Tetapi Dianjurkan ke Shop&Drive

Hari itu, Febri melakukan perawatan rutin di bengkel resmi. Karyawan bengkel menyampaikan bahwa aki mobil Febri sudah harus diganti. Si karyawan menganjurkan Febri untuk mengganti aki melalui Shop&Drive saja dengan alasan: pertama harga lebih murah, kedua garansi yang diberikan lebih panjang. Febri mengiyakan saja saran itu, namun tidak bersegera menghubungi Shop&Drive. 

Saat aki mobil Febri tidak berfunsi lagi, barulah Febri teringat rekomendasi itu. Ia menggunakan mesin pencari di internet untuk mengetahui nomor kontak Shop&Drive. Setelah berhasil membuka laman Shop&Drive, Febri menghubungi call center di nomor 15-000-15.

Petugas call center menyambut panggilan dengan suara ramah dan meminta data nama, jenis dan merek kendaraan, warna kendaraan, nomor polisi dan tahun pembuatan kendaraan. Petugas call center kemudian menawarkan jenis-jenis aki dan informasi harga aki yang tersedia di Shop&Drive. Febri pun menyampaikan jenis aki yang dibutuhkan mobilnya. Jika Febri bersedia trade in atau menukar aki lama dengan aki baru, ia akan mendapat potongan harga sebesar 8% dari harga aki baru. Febri setuju saja dengan penawaran itu. 

Petugas call center juga menanyakan alamat pengantaran aki dan metode pembayaran aki. Metode pembayaran selain tunai juga bisa menggunakan kartu debit/kredit. Petugas yang datang akan membawa mesin EDC tanpa tambahan biaya. Di akhir pembicaraan, petugas call center menjanjikan Febri akan dihubungi teknisi yang akan datang memasang aki dalam waktu kurang lebih 15 menit. 

Kurang dari 15 menit, seorang teknisi menghubungi Febri dan mengonfirmasi alamat tujuan pengiriman dan pemasangan aki. Teknisi berjanji akan segera datang. Tidak sampai satu jam kemudian teknisi datang, mengganti aki dengan cekatan, dan melakukan tes singkat setelah aki dipasang. Masalah aki selesai tanpa ribet. 


Febri membayar harga aki menggunakan kartu kredit. Ia mendapat kartu garansi yang sudah diisi dengan data-datanya. Teknisi menyerahkan invoice dan berpamitan. Tidak ada biaya pengiriman, pemasangan, atau biaya lainnya. Febri hanya membayar harga aki saja. Febri cukup erkesan dengan pelayanan Shop&Drive ini.    

Penggantian Aki Berikutnya

Febri mendapat saran pengecekan aki setiap tiga bulan sekali dari teknisi Shop&Drive yang datang itu. Beberapa bulan kemudian, saat aki harus diperiksa, Febri mendapat sms dari Shop&Drive. Febri disarankan segera datang ke Shop&Drive terdekat untuk melakukan pemeriksaan aki. Pemberitahuan lewat sms ini sangat membantu kita yang sibuk dengan berbagai kegiatan sehingga lupa mememeriksa aki mobil atau melakukan perawatan mobil secara umum. 
Menyimak pengalaman Febri itu, saya tertegun. Ternyata ada layanan perawatan aki dan mobil secara umum seperti itu, ya. Praktis sekali dan sangat membantu orang-orang seperti saya yang awam dengan mesin mobil. Saya bagikan kisah Febri ini untuk siapa saja yang mungkin tidak mau ribet mengganti aki dan melakukan perawatan mobil lainnya. Cukup hubungi Shop&Drive  terdekat saja.



Sumber gambar : Shop and Drive

Selasa, 29 November 2016

Pemilihan Pasangan dan Ujian Pernikahan dalam Film Cinta Laki-Laki Biasa



Apa yang membuat seorang perempuan menerima pinangan lelaki dari kelas sosial yang berbeda? Kenyamanan, kesempurnaan… cinta? Kisah pernikahan Nania dan Rafli dalam film Cinta Laki-laki Biasa berusaha menjawab pertanyaan itu.


Beda Bibit Bebet Bobot 

Nania Dinda Wirawan (Velove Vexia) berasal dari keluarga berada. Tinggal di rumah besar dan megah beserta para asisten yang selalu siap melayani kapan saja. Ia bungsu dari 4 bersaudara. Tiga kakak perempuannya bersuamikan orang-orang terpadang: politikus, pengusaha dan psikolog ternama. Semua kakak ipar sesuai dengan selera orang tua, terutama sang bunda (Ira Wibowo). Nania dituntut menikah dengan orang dari kelas sosial yang sama, lelaki yang memiliki bibit, bebet, dan bobot yang jelas dan setara. Sang bunda berusaha mendekatkan Nania dengan Tyo Handoko (Nino Fernandez), seorang dokter bedah, anak Titi (Donna Harun), temannya.
Nania bersama orang tua dan tiga kakaknya

Di perusahaan tempat kerja praktiknya, Nania berkenalan dengan Muhammad Rafli Imani (Deva Mahenra). Rafli adalah pengawas lapangan atau mandor yang menjadi mentor Nania. Rafli hanya berpendidikan D3, anak yatim. Ibunya, Titi Sutinah (Dewi Yull) tinggal di Pengalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sepintas, tiada yang istimewa dari seorang Rafli. Namun interaksi Rafli dan Nania setiap hari, membuat Nania tahu, ada yang berbeda dari Rafli. Begitu juga dengan penilaian Rafli terhadap Nania. Meskipun Nania anak orang berada, Nania tidak manja dan sok kaya. Meskipun belum berjilbab sebagaimana calon istri impian Rafli, Nania selalu berpenampilan sopan dan bersikap santun. Keduanya saling menyukai, meskipun tiada pernah terucapkan.

Butuh waktu dua tahun bagi Rafli untuk memantapkan hati, bahwa Nania adalah pendamping yang diharapkannya. Tanpa pernah kontak sekalipun selepas Nania praktik, Rafli mendadak muncul di lokasi proyek apartemen yang dirancang Nania. Rafli mengajak Nania ta’aruf dalam rangka menuju ke pelaminan. Nania tidak memberikan jawaban pasti, namun pada satu acara keluarga, Nania memperkenalkan Rafli sebagai calon suaminya. Keluarga besar Nania terkejut, sebab Rafli hanya lelaki biasa yang tidak lebih baik dari Tyo, calon suami rekomendasi sang bunda.     

Latar Belakang Pemilihan Pasangan 

Ada beberapa teori untuk menjelaskan pertimbangan seseorang dalam memilih pasangan hidup. Salah satu teori itu adalah teori filter yang dikemukakan oleh Pamela C. Regan. Teori ini menyatakan bahwa seseorang menggunakan kriteria tertentu dalam memilih pasangan hidupnya. Proses pemilihan pasangan berdasarkan teori filter di buku The Mating Game: A Primer on Love, Sex, and Marriage adalah menentukan pasangan berdasarkan kedekatan geografis (propinquity), daya tarik, menimbang latar belakang sosial-budaya-pendidikan-suku-ras-sosial ekonomi-agama, menyesuaikan diri bersama, dan mengembangkan hubungan yang mengarah pada pernikahan. 

Pada film Cinta Laki-laki Biasa, dari sudut pandang Nania, Rafli memiliki daya tarik fisik maupun kepribadian. Daya tarik fisik Rafli terlihat saat Nania memandangi foto Rafli di komputernya, kemudian dikomentari si mbok,”cakep…” kemudian Nania mengiyakan. Daya tarik Rafli lainnya adalah kepribadian Rafli yang disebut ‘antik’ oleh Nania. Rafli sangat peduli pada buruh bangunan yang mengalami kecelakaan namun mendapatkan biaya pengobatan yang minim, Rafli melaksanakan shalat di sela-sela truk besar, kriteria pasangan yang sederhana namun bermakna: shalihat dan menutup aurat, serta beberapa sikap yang dilihat langsung oleh Nania selama berada di bawah bimbingan Rafli.   

Rafli yang membawa sekotak petai diperkenalkan Nania ke semua angota keluarganya 

Latar belakang sosial-budaya, pendidikan, suku, ras, sosial ekonomi, seorang Rafli tidak selevel dengan Nania, menurut Ibu Nania. Rafli hanya mandor, anak yatim dengan seorang ibu yang tinggal di pedesaan. Rafli tidak lebih berharga dibandingkan menantu-menantu dari tiga putrinya. Namun Nania tidak mempermasalahkan hal itu. Ketaatan Rafli dalam beragama menjadi pertimbangan utama Nania. Maka, ia tidak keberatan melakukan apa yang menjadi harapan Rafli: shalihat dan menutup aurat. Langkah nyata yang dilakukan Nania adalah berjilbab menjelang pernikahan dengan Rafli. Hal itu ditegaskan Nania saat si mbok bertanya apakah Nania sudah mantap menutup aurat? “Bismillah, Mbok. Nania mau belajar taat sama perintah dan larangan Allah. Supaya bisa ke surga sama Kang Rafli.” Si Mbok kemudian menutupi kepala Nania dengan kain lebar.

Nania dan Rafli menyesuaikan diri bersama setelah Rafli mengajak Nania ta’aruf, kemudian mengikat diri dalam pernikahan. Nania yang dikenal keras kepala oleh keluarganya, berhasil menjadi istri Rafli meskipun sang bunda belum sepenuhnya ikhlas menerima keadaan Rafli. Hal itu terlihat saat Rafli dan Nania menikah, bunda menangis karena tidak rela, meskipun Ibu Rafli sudah mengucap terima kasih karena bunda mengizinkan Rafli menikahi Nania.     

Ujian-ujian Kehidupan Pernikahan Nania-Rafli  

Sulit menemukan resep yang pasti untuk mewujudkan pernikahan yang sukses. Namun Marano (dalam Atwater dan Duffy, 2005) mengumpulkan berbagai hasil penelitian tentang faktor-faktor yang mendukung kesuksesan pernikahan yaitu:

1. Kemampuan memecahkan masalah secara bersama-sama.
2. Bagaimana pasangan bersenang-senang bersama dan mengingat kembali pengalaman bahagia tersebut.
3. Kualitas komunikasi pasangan dalam mengatasi perbedaan dan masalah.
4. Affective affirmation atau komunikasi mengenai bagaimana pasangan saling mencintai dan sikap menerima pasangan tanpa syarat.
5. Kemampuan empati untuk memahami perasaan pasangan, keseimbangan antara waktu yang dihabiskan bersama dan sendiri, hubungan seksual yang memuaskan dan keinginan bersama untuk melakukan penyesuaian.

Berdasarkan lima faktor di atas komunikasi, manajemen konflik dan keintiman merupakan faktor penting untuk mewujudkan pernikahan yang bahagia.
Setelah 60 menit dari total durasi 107 menit film Cinta Laki-laki Biasa, kita akan melihat bagaimana kakak-kakak Nania kewalahan menghadapi dan memecahkan masalah rumah tangganya. Ranti (Dewi Rezer), kakak pertama, berusaha bunuh diri ketika suaminya (Agus Kuncoro) ditangkap KPK karena kasus suap. Ina (Fanny Fabriana), kakak kedua jarang bersama sang sumi (Uli Herdinansyah) sebab sang suami katanya sibuk mengurus bisnis padahal berselingkuh dengan perempuan lain. Wiwid (Donita), kakak ketiga, dan suaminya (Adi Nugroho) menghadapi masalah dalam mendidik anak. Padahal suami Wiwid berprofesi sebagai psikolog ternama. Wibawa mantu-mantu ideal menurut standar sang bunda runtuh satu persatu.     

Berikutnya, pernikahan Nania-Rafli yang mendapat ujian. Nania mengalami kecelakaan saat menuju rumah Ranti yang akan bunuh diri. Nania lumpuh dan hilang ingatan jenis retrograde amnesia. Nania tidak bisa mengingat masa lalu sebelum kecelakaan terjadi. Ia tidak mengenal suami, anak, keluarga dan sahabatnya. Nania justru lebih mengingat dokter yang merawatnya, Tyo Handoko. Inilah ujian berat bagi Rafli sebagai suami. 

Cobaan menguji ikatan cinta Nania dan Rafli

Kondisi fisik Nania yang lumpuh dan amnesia tidak mampu diajak  memecahkan masalah bersama. Kenangan indah bersama Rafli pun seolah musnah. Mereka sulit berkomunikasi satu sama lain. Rafli dituntut menerima dan berempati terhadap keadaan Nania yang memiliki masalah ingatan. Ia pun harus mengasuh kedua anaknya sendiri jika tidak ingin kedua anaknya terpengaruh gaya hidup dan sikap mertuanya. Di sisi lain, Tyo sangat berpeluang merebut Nania karena Tyolah yang kini merawat Nania. Inilah klimaks film Cinta Laki-laki Biasa.   

Inpirasi untuk Penonton

Saat menonton film Cinta Laki-Laki Biasa ini, saya bisa berempati pada posisi Rafli sebagai suami dan ayah, juga menantu yang kurang dipandang oleh mertua dan kakak-kakak ipar, kedukaan atas musibah sang istri dan kerepotan mengurus dua anak sendirian. Pada beberapa adegan Rafli menangis, pipi saya ikut basah! Salah satu adegan itu saat Nania sadar dan bertanya siapa Rafli. Ekspresi tokoh Rafli dan ilustrasi musik yang menyayat turut menyulut emosi sedih, saya.  

Bagi penonton lain mungkin bisa mendapat hikmah dan ilham yang berbeda dengan saya setelah menonton film Cinta Laki-laki Biasa. Untuk para orang tua yang memiliki anak seusia Rafli dan Nania dan para calon mertua mungkin bisa berpikir ulang tentang calon menantu. Bahwa ukuran bebet, bibit, bobot, tidak selalu membawa kebahagiaan dalam pernikahan anak-anak muda. Untuk para lajang yang galau menentukan pasangan hidup, keputusan Nania dan Rafli untuk menerima keadaan satu sama lain barangkali bisa memantapkan. Bagaimana dengan penonton anak-anak?

Pada saat tayang remier di Empire XXI, Bandung Indah Plaza, beberapa penonton di sekitar saya membawa bayi juga anak-anak SD usia 6-8 tahun. Beberapa ibu yang membawa bayi itu terpaksa keluar-masuk studio bioskop karena bayinya menangis. Sedangkan orang tua yang membawa anak SD dengan rasa ingin tahu yang besar, harus sibuk melayani pertanyaan anak kenapa begini, kenapa begitu. Film ini mendapat rating R13+ dari Lembaga Sensor Film. Namun jika ingin mengajak anak nonton bersama film Cinta Laki-Laki Biasa, anak-anak di atas usia 8 tahun rasanya lebih tepat. Sebelum nonton buat perjanjian anak dapat puas bertanya dan berdiskusi usai nonton, bukan pada saat menonton di bioskop. Hal ini untuk kenyamanan menonton orang tua juga penonton lainnya.

Kiri ke kanan: Guntur Soeharjanto, Koko Nata, Asma Nadia, Deva Mahenra, Yama Carlon

Secara keseluruhan, film Cinta Laki-laki Biasa Menghibur dan memberikan gambar-gambar yang cukup menyenangkan mata. Hanya saja, saya berharap, tidak satupun penonton yang mencontoh goresan nama Rafli dan Nania di pohon. Tidak ada adegan Rafli menyayat kulit pohon untuk menggoreskan namanya secara langsung. Namun nama Rafli dan Nania tergores jelas di pohon yang menjulang  di kebun teh. Lebih dari itu, semoga banyak kebaikan yang kita bawa pulang usai menonton film Cinta Laki-Laki Biasa.   

Senin, 28 November 2016

Sinopsis Lengkap Film Cinta Laki-Laki Biasa

Deva Mahendra sebagai Rafli di film Cinta Laki-Laki Biasa
BACA JUGA: Ulasan faktor penyebab Nania memilih Rafli

Film Cinta Laki-laki biasa mulai tayang di bioskop pada 1 Desember 2016. Film yang disutradarai Guntur Soeharjanto ini memasangkan Velove Vexia sebagai Nania Dinda Wirawan dan Deva Mahenra sebagai Muhammad Rafli Imani. Seperti apa kisah film produksi Starvision Plus ini?

Perkenalan Nania dan Rafli

Nania (Velove Vexia) bertemu Rafli (Deva Mahenra) saat kerja praktik lapangan di perusahaan pengembang perumahan. Rafli menjadi pembimbing mahasiswi arsitektur itu. Rafli tidak memperlakukan Nania secara khusus. Nania harus ikut bekerja kasar bersama buruh bangunan seperti mengaduk semen, memplester dinding, dan lainnya. Namun karena melakukan pekerjaan-pekerjaan kasar itulah, Nania mengenal Rafli lebih jauh, begitu juga dengan Rafli.



Nania dan Rafli saling bersimpati. Nania melihat sendiri betapa besar kepedulian Rafli terhadap buruh yang mengalami kecelakaan dan ketaatan Rafli dalam beribadah. Di tengah kesibukannya mengawasi pembangunan perumahan, Rafli masih menyempatkan diri shalat di antara truk-truk besar. Rafli juga melihat Nania sebagai perempuan yang tidak mudah mengeluh. Bahkan ia mengevaluasi rencana anggaran biaya perumahan sehingga dapat mewujudkan impian Rafli untuk menghadirkan rumah yang nyaman dan juga murah.     
Saat hadiri pernikahan Tolle Syukur (Muhadkly Acho) asisten Rafli, keduanya semakin dekat. Nania menanyakan kriteria calon istri Rafli. Salihah dan menutup aurat adalah jawaban yang diucapkan Rafli. Saat itu, Nania mengenakan gaun model Shanghai yang memperlihatkan kaki jenjangnya. Rafli pun menjelaskan konsep ta’aruf. “Lelaki berani mengajak perempuan ta’aruf adalah lelaki yang yakin bahwa perempuan itu akan cocok untuknya.” Nania semakin kagum terhadap sikap dan pemikiran Rafli.

Benih-benih cinta terhadap Rafli yang tumbuh di hati Nania terusik kehadiran Tyo Handoko (Nino Fernandez). Tyo seorang dokter bedah, memiliki bibit, bebet, bobot yang sesuai dengan kriteria keluarga besar Nania. Ibu dan tiga kakak Nania mendorong Nania agar serius menjalin hubungan percintaan dengan Tyo. Rafli pun mulai menyadari keberadaan Tyo yang sering mengantar dan menjemput Nania ke lokasi praktik. Ada perasaan rendah diri pada Rafli, karena ia hanyalah laki-laki biasa, lulusan D3.   

Rafli Menikahi Nania

Dua tahun berlalu. Karir Nania sebagai arsitek melesat. Hal itu diketahui Rafli dari majalah yang memuat profil Nania sebagai arsitek berbakat. Dorongan sang ibu untuk segera menikah dan sindiran Tolle membuat Rafli berani menemui Nania kembali dan mengajaknya ta’aruf. Tidak lama kemudian keduanya bersepakat untuk menikah, meskipun Rafli dan Nania sempat mendapat tekanan dari semua kakak kandung dan kakak ipar Nania.  

Kehidupan rumah tangga Nania dan Rafli sejatinya bahagia. Mereka tinggal di rumah sederhana nan nyaman di Gadog, Bogor yang cukup terpencil. Namun menurut pandangan Ibu Nania dan kakak-kakaknya, Nania dan Rafli hidup susah dan kekurangan. Sang ibu selalu membandingkan Rafli dengan kakak ipar Nania: seorang politikus, pengusaha, dan dosen terkenal.

Kemarahan Nania memuncak saat ibu dan kakak-kakak Nania mengunjunginya. Nania tengah hamil tua, sendirian di rumah. Sang ibu membawakan Nania seorang pembantu dan kakaknya memberikan peralatan bayi bekas pakai. Ibu dan kakak seolah sudah jauh mencampuri kehidupan rumah tangga Nania. Nanaia berang, terjadi pendarahan yang membuat Nania harus dilarikan ke rumah sakit dan melahirkan bayi dalam keadaan prematur.

Untunglah Nania dan sang bayi selamat. Sang bayi diberi nama Yasmin Cinta Muhammad. Kakak Nania yang ingin membayari semua biaya rumah sakit ditolak Rafli. Rafli membawa Nania pulang ke rumah. Mereka menjalani kehidupan rumah tangga seperti biasa. Kebahagiaan bertambah takkala lahir anak kedua yang diberi nama Yusuf.     

Nania Mengalami Amnesia  

Klimak cerita film Cinta Laki-laki Biasa dimulai saat Teguh Trimurti (Agus Kuncoro), kakak ipar Nania ditangkap KPK. Ranti, kakak pertama Rania yang merupakan istri Teguh mencoba bunuh diri. Nania dijemput untuk menenangkan Ranti. Namun di tengah jalan terjadi kecelakaan yang membuat Nania terluka parah. Selain kaki Nania lumpuh, ia juga mengalami retrograde amnesia. Nania tidak bisa mengingat semua masa lalunya. 



Rafli terpukul. Terlebih ketika ia mengetahui dokter yang merawat Nania adalah Tyo yang juga menyukai Nania dan masih melajang. Rafli tetap bersabar merawat Nania meskipun api cemburu mulai menyala, karena Tyo seolah lebih diingat Nania. Rafli frustasi, begitu juga Nania, sehingga Nania menolak fisioterapi dan tidak mendengarkan nasihat untuk pemulihan dari Tyo lagi.

Apakah Nania akan mengingat kembali masa lalunya dengan cara yang sama di sinetron-sinetron Indonesia? Apakah Rafli kembali menjadi suami Nania atau sebaliknya jatuh ke dalam pelukan Tyo? Silakan cari tahu jawabannya dengan menonton langsung di bioskop terdekat, ya…

Minggu, 27 November 2016

Rumah Makan Legoh, Cita Rasa Manado di Jantung Kota Bandung

Makan apa di Bandung? Tempat makan apa yang patut dicoba saat ke Bandung? Pertanyaan itu sepertinya kerap dilontarkan seseorang saat berwisata ke Kota Bandung. Jika seorang pecinta kuliner menanyakan hal itu kepada saya, Rumah Makan Legoh, salah satu rekomendasi dari saya

Menu Manado Plus Plus di Rumah Makan Legoh

Saya pun mengunjungi Rumah Makan Legoh atas rekomendasi Teh Ratri, pemilik dan pengelola nyicip.com. Dari nama blog-nya, kita pasti mudah  menebak apa isi blog-nya, kan? All about food and beverage! Jadilah saya ke sana, dengan sedikit kesasar. Salah satu penyebabnya, Rumah Makan Legoh di Jl Sultan Agung No 9, Bandung ini belum mempunyai plang nama.

Sehari sebelumnya, saya sudah diberitahu, Rumah Makan Legoh tepat di depan SMA Santo Aloysius Bandung. Tetapi saat berkendara dengan sepeda motor, saya lupa dengan patokan sekolah itu. Terlebih, berbagai rumah makan berjajar  di sepanjang jalan yang menghubungkan Jl Trunojoyo dan Jl Ir. H. Djuanda itu. 

Setelah bertanya kepada beberapa orang satpam, sata tiba di Rumah Makan Legoh. Saya disambut para karyawan berseragam jeans denim. Saya mencari Teh Ratri dan beberapa orang teman, kemudian mendapat lembaran menu bolak-balik dengan latar hitam, foto, nama dan harga makanan. Saya jadi bingung, harus memilih menu apa. Menunya beragam, bukan cuma masakan Manado doang!  

Suasana Rumah Makan Legoh yang santai layaknya rumah sendiri
Untunglah, ada Teh Ratri siang itu. Dia menjelaskan berbagai menu yang ada di Rumah Makan Legoh itu. Menu di sana memang beragam. Sebab orang Bandung atau wisatawan Bandung belum kenal dengan masakan Manado. Jadi perlu dikenalkan secara pelan-pelan. Menu-menu populer Indonesia lainnya hadir bersama menu khas Manado. 

Nasi Goreh Hitam Legoh Khas Manado

Pilihan saya jatuh kepada Nasi Goreng Hitam, Sapi Cuka dan Brokoli Krispi. Pesanan saya langsung dimasak oleh koki-koki Rumah Makan Legoh. Yup, di Legoh pesanan kita cooking by order, baru dimasak setelah dipesan. Jadi saat terhidang, makanan masih segar dan hangat.
       
Sebagian orang bilang, kalau kita memilih menu nasi goreng di rumah makan yang menunya bervariasi, itu tandanya kita sedang kebingungan mau makan apa. Namun saya bukan bingung. Saya memilih nasi goreng hitam karena menu ini, kata Teh Ratri, khas Manado. Warna hitamnya itu dari tinta cumi. Pertanyaannya, bakal amis nggak ya, aromanya?

Nasi goreng hitam sudah terhidang di depan saya. Wah, porsinya besar! Pas untuk pengunjung yang ingin makan dengan prinsip 4 sehat 5 kenyang. Warnanya memang kurang menarik karena dampak penggunaan tinta cumi. Namun saat saya mencicipinya, rasa nasi goreng hitam Legoh ini unik. Rasanya cumi banget! Aroma dan rasa amis tertutupi daun kemangi, daun sereh, dan daun jeruk yang membaur dengan nasi dan potongan daging cumi.

Nasi goreng hitam khas Legoh.
Warna hitam dari tinta cumi memang kurang menarik, namun dapat menjinakkan tumor!

Jika masakan dengan tinta cumi seenak nasi goreng ini, siapapun pasti suka. Apalagi beberapa hasil penelitian, salah satunya penelitian oleh Hiroki University Jepang, menyatakan tinta cumi dan sotong dapat mengaktifkan sel darah putih guna melawan tumor. Tinta cumi juga diduga mengandung vitamin-vitamin, terutama vitamin A. Cita rasa cumi juga menjadi lebih kuat karena penggunaan tintanya di dalam masakan. Maka dari itu, pecinta nasi goreng harus mencicipi nasi goreng hitam ini.   

Sapi Cuka, Brokoli Renyah dan Sambal-Sambal Khas Legoh

Menu nasi goreng hitam, saya nikmati bersama dua menu lainnya, sapi cuka dan brokoli goreng yang renyah. “Sapi cuka dibuat dari potongan daging sapi yang direndam dengan cuka dan berbagai bumbu lainnya semalaman, kemudian digoreng,” jelas Om Leon, pemilik Rumah Makan Legoh sekaligus koki di sana. Brokoli Crispy terbuat dari potongan brokoli yang dibalur tepung roti, lalu digoreng sebentar. Brokoli Crispy disajikan bersama saus mayones. Dua menu ini cukup pas menemani santap siang saya di Rumah Makan Legoh.


Sapi cuka, hidangan khas Manado lainnya

Brokoli Crispy, alternatif sajian bagi orang yang kurang suka makan sayur

Satu hal lain yang menarik dari Rumah Makan Legoh adalah penyajian aneka masakan bersama aneka sambal. Setidaknya ada 6 macam sambal di Rumah Makan Legoh yaitu: sambal terasi, sambal rica, sambal cabe ijo, sambal roa, sambal matah, dan sambal rawit. Setiap sambal ada pasangannya sendiri yang ditemukan Om Leon secara trial and error.  

Sambal roa, sambal khas Manado yang terbuat dari campuran ikan roa panggang

Sambal yang menarik perhatian saya adalah Sambal Roa. Rasa sambalnya tidak berasa cabai dan bawang seperti sambal pada umumnya, ada rasa gurih dan asin. Saat saya tanyakan kepada Om Leon, barulah saya tahu, sambal khas Manado ini terbuat dari campuran daging ikan roa panggang, tomat, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, gula dan garam. Semua bumbu dihaluskan, ditumis dan dicampur dengan suwiran ikan roa. Untuk membuat sambal roa ini, ikan roa didatangkan langsung dari Manado, sebab habitat ikan roa hanya di perairan Sulawesi, Maluku, dan sekitarnya.       

Nah, semakin penasaran kan dengan cita rasa masakan Manado di tengah kota Bandung? Silakan saja mampir ke Rumah Makan Legoh. Apalagi sekarang Rumah Makan Legoh buka mulai jam 07.00 WIB pagi dengan menu sarapan bubur manado! Jarang-jarang kan ada sajian sarapan yang kaya serat seperti bubur Manado. Langsung meluncur saja ke Jl Sultan Agung No 9, dan ingat, Rumah Makan Legoh tepat di depan SMA Santo Aloysius Bandung, ya

Rumah Makan Legoh

Alamat
Jl. Sultan Agung no. 9 Bandung 40115
Telp. 022 – 4268108
WhatsApp : +62 882 1220 5733
BBM : 55D6FA2A
email : rmlegoh@gmail.com
facebook: RMLegoh
twitter: @rmlegoh

Buka Tiap Hari Pukul 07.00 – 21.00 WIB
Menerima Pesan Antar & Catering

Minggu, 13 November 2016

Kebiasaan yang Membuat Pria Cepat Tua dan Buruk Rupa

Di usia 20-an, saya dan mungkin banyak pria cukup berbangga diri dengan tampilan kulit wajah. Pada usia ini, kulit kita pada umumnya mencapai kesempurnaan karena produksi minyak yang normal dan permukaan kulit tampak halus. Tidak heran jika model pria maupun wanita yang banyak dipakai produk fesyen dan kosmetika usianya 20-an.

Pada usia 30-an, saya mendapati kulit saya mulai kusam. Berdasarkan  beberapa buku yang saya baca, penyebab kulit mulai kusam pada usia 30-an dan 40-an karena kulit kurang efisien dalam mengelupaskan kulit mati. Garis-garis halus dan sedikit keriput terutama di sekitar mata pun mulai menjalar setelah pria berusia 30 tahun. Memasuki usia 50 tahun, garis keriput itu semakin nyata, dampak dari menurunnya jumlah kolagen, protein yang menyusun tubuh manusia. Saya, kita sadar atau tidak menyaksikan penuaan secara lambat tetapi pasti melalui cermin setiap hari. 

Kebiasaan yang Membuat Pria Cepat Tua

Harapan kita di masa tua: sehat, bahagia, dan bertakwa. Dengan gaya hidup saat ini, mungkinkah hal itu menjadi nyata? 

Menjadi tua itu pasti, namun kita ingin menua secara sehat dan normal, kan? Tua yang tetap kuat dan tidak sakit-sakitan karena penyakit degeneratif akibat gaya hidup buruk di masa muda. Masa tua yang kita harapakan tentunya tetap produktif melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat.

Sayangnya, saya mendapati beberapa fakta kebiasaan pria yang menyebabkan kita cepat tua dan buruk rupa ups… ^_^ Jasmani kita yang kurang sehat akan terlihat juga dari penampilan luar. Berikut beberapa kebiasaan pria yang harus segera ditinggalkan. Saya pun sedang mengupayakan untuk tidak melakukan sebagiannya.

1. Pria Malas Merawat Kulit

Kulit pria mengandung elastin dan kolagen lebih banyak daripada kulit wanita. Hal ini sebagai akibat adanya hormon androgen yaitu testosteron pada tubuh pria. Hal inilah yang menjadikan kulit pria 25% lebih tebal  daripada kulit wanita. Kulit pria juga menghasilkan sebum lebih banyak sehingga kulit pria lebih berminyak. Minyak ini merupakan pelindung alami kulit dan membuat kulit pria tidak cepat keriput. Namun minyak juga membuat wajah mengilap dan kusam.

Fakta kulit pria itu seharusnya membuat pria rajin merawat kulit. Namun berdasarkan paparan Belinda Gunadi, Product Manager Skin Care Garnier Indonesia, pria Indonesia malas merawat wajah. Hal itu disampaikan Belinda pada konferensi pers Garnier Men Indonesia di Senayan City, Jakarta, akhir Januari 2015 lalu. Maka, tidak heran jika saat reuni 20-an tahun setelah lulus SMA, perhatikanlah para hadirian yang usianya rata-rata setara. Mulai nyata perbedaan kulit pria yang terawat dan tidak terawat. 

2. Pria Sembarangan Mencukur Kumis dan Jenggot

Kumis dan jenggot pria, pada umumnya mulai tumbuh pada usia 13 tahun dan akan terus tumbuh sampai usia 85 tahun. Jika seorang pria meluangkan waktu lima menit untuk mencukur kumis dan jenggot setiap hari, maka ia telah menghabiskan lebih dari 6 bulan dari usianya untuk mencukur kumis dan jenggot saja. Jadi biarkan kumis dan jenggot tumbuh panjang atau klimis saja?
Penelitian di University of Southern Queensland, membuktikan bahwa rambut-rambut di wajah pria dewasa selain memberikan kesan jantan juga mengurangi paparan sinar UV (ultraviolet) ketia pria berada terkena sinar matahari secara langsung. Rambut-rambut di wajah ini juga menjaga kelembapan pada kulit wajah. Inilah yang menyebabkan pria-pria yang tinggal di iklim panas, padang pasir misalnya cenderung memiliki jambang, kumis, dan jenggot yang lebat.
Namun jambang, kumis, dan jenggot perlu dirapikan juga dan rustin dibersihkan agar tidak menjadi sarang bakteri. Kumis yang kotor menyebabkan timbulnya folliculitis atau radang akar rambut sehingga muncul bengkak-bengkak dan bisul pada kulit. Nah, jika salah mencukur rambut di wajah ini, kulit pun dapat menjadi iritasi. Apalagi jika alat cukur yang digunakan jelek dan tidak bersih. Iritasi dan berbagai masalah yang timbul saat bercukur, jika tidak diatasi dapat membuat rupa seorang pria kurang sedap dipandang. 

3. Pria Cenderung Terpapar Sinar Matahari Tanpa Pelindung Kulit

Perhatikan sekitar kita. Berapa banyak pria yang rajin menggunakan pelindung kulit saat bekerja atau beraktivitas di bawah terik matahari. Padahal paparan sinar matahari, bukan hanya membuat kulit terbakar. Dampak jangka panjangnya adalah melanoma atau kanker kulit. Paparan sinar matahari yang berlebihan juga dapat menyebabkan dehidrasi pada kuliu. 

Untuk menghindarinya, tabir surya yang juga mengandung pelembap dapat membantu memperlambat pembentukan keriput dan penuaan dini pada kulit. Namun, sekali lagi, berapa banyak pria yang sadar dengan bahaya paparan sinar matahari ini?


4. Pria cenderung berkeringat lebih dan berbau lebih tajam.

Pada usia puber, pria mulai berkeringat lebih banyak. Manusia mengeluarkan dua jenis keringat, yaitu eccrine yang bertujuan untuk menurunkan suhu tubuh, dan apocrine, keringat yang terbentuk di wilayah tubuh khusus, seperti di ketiak, selangkang, telapak tangan, dan telapak kaki. Jenis apocrine inilah yang digemari oleh bakteri, dan kerap menyebabkan timbulnya bau tak sedap yang menyengat. Pada pria, tingginya hormon testosteron memicu produksi apocrine yang lebih banyak daripada wanita.  Untuk itu, perlu kiranya seorang pria menggosok tubuh dengan lulur minimal dua kali seminggu.

Pria juga senang minum kopi, cokelat dan cola yang mengandung kafein. Konsumsi minuman berkafein dalam jumlah banyak akan merangsang kelenjar endokrin untuk menghasilkan lebih banyak testosteron.  Pada pria, tingginya hormon testosteron memicu produksi apocrine yang lebih banyak daripada wanita. Mengurangi konsumsi kopi, cola, dan cokelat bisa menurunkan produksi apocrine 

5. Pria cenderung enggan diet  dan malas mengikuti pola makan sehat

Jika berada di rumah makan, restoran atau warteg, perhatikan berapa banyak pria yang memesan menu sayuran. Sepengamatan saya masih jarang pria yang hobi makan sayur atau rutin mengonsumsi buah-buahan segar. Padahal asupan sayuran dan buah-buahan segar, baik untuk mempertahankan gizi dan memberi asupan vitamin A dan vitamin E yang bermanfaat bagi kulit.

6. Pria merokok atau menjadi perokok pasif

Pria lebih banyak merokok juga menjadi perokok pasif. Merokok dapat mengurangi jumlah oksigen ke kulit dan mempercepat pemecahan kolagen yang menyebabkan kulit menjadi lebih cepat tua, bahkan sebelum usia semestinya.

Penelitian yang dimuat jurnal British Medical Association perokok memiliki wajah 5 kali lebih tua dari umur sebenarnya. Kerutan di wajah merupakan penanda kerentanan terhadap dampak asap rokok. Rokok memiliki filter, tetapi itu tidak cukup untuk menghilangkan kandungan tar yang membuat asap rokok berbahaya.

Selain itu bahan-bahan kimia yang ditambahkan ke dalam tembakau untuk meningkatkan rasa, selain berbahaya terhadap tubuh dan menyebabkan berbagai penyakit degeneratif, juga dapat memperbanyak kerutan-kerutan di wajah penghisapnya.

7. Sebagian besar pria hobi begadang

Pria lebih suka atau memiliki hobi begadang? Itu fakta orang-orang di sekitar saya. Begadang yang saya maksud di sini bukan karena sibuk melakukan pekerjaan tertentu, namun begadang hanya untuk ngobrol sambil ngopi dan merokok. Padahal selain dapat menurunkan konsentrasi pada siang hari, penelitian di Stockholm, menemukan bahwa orang yang kurang tidur malam terlihat jauh lebih tua dari usia sesungguhnya. 

Penelitian dilakukan dengan mempelajari tampilan wajah partisipan yang tidak tidur selama 31 jam. Peneliti meminta 40 orang menentukan umur seluruh partisipan dalam foto tersebut. Usia mereka yang terjaga hingga 31 jam, ditaksir lebih tua dibandingkan usia sebenarnya. Penyebabnya adalah wajah partisipan yang terlihat bengkak, merah, berkantong mata, dan lesu. Kulit mereka yang kurang tidur itu juga cenderung gelap dan keriput. Penampilan kusam dan lebih tua juga menghadirkan citra seseorang yang lemah sehingga rentan menjadi korban tindakan kriminal.

Pria Berubahlah!
Sudah saatnya pria mengubah kebiasaan hidupnya. Terutama jika kita masih berusia 20-30 tahun. Tidak mudah memang. Kita dapat melakukannya sedikit demi sedikit secara bertahap. Perubahan drastis kebiasaan dan gaya hidup akan menimbulkan stres tersendiri. Jadi lebih baik berubah perlahan tetapi pasti  

Bagaimana caranya?

Saat ini, mudah saja mendapatkan berbagai informasi. Termasuk informasi untuk menjalani gaya hidup sehat. Berbagai web tentang kesehatan dan anti aging bertebaran di internet. Saking banyaknya, kita seringkali bingung, infomasi mana yang benar-benar dapat dipercaya. Informasi dari rujukan terpercaya atau ahli kesehatan tentu harus kita utamakan. Ajang International Seminar and Workshop in Aesthetic Medicine (SWAM) adalah sumber rujukan tepat untuk mengukuhkan kebiasaan dan gaya hidup sehat itu.

International Seminar and Workshop in Aesthetic Medicine (SWAM) 2016


International SWAM Antiaging Exhibition 2016 akan digelar pada tanggal 2-4 Desember 2016 di ICE BSD, Tangerang. Di ajang ini, ahli kesehatan di bidang Aesthetic Medicine dari dalam maupun luar negeri berkumpul. Acara yang rutin diadakan setiap tahun ini menjadi ajang Aesthetic Medicine terbesar ke-3 di dunia sekaligus menjadi barometer dunia kecantikan yang berbasis medis.

Apa saja acaranya?

Seminar dan Pelatihan Aecthetic Medicine

Para pembicara seminar

Seminar SWAM akan menghadirkan materi-materi ilmiah terkini tentang Aesthetic Medicine dibarengi dengan sesi anatomy dissection (bedah anatomi) dalam satu panggung secara berdampingan. Jadi kita dapat melihat praktik dari hasil riset para pakar Aesthetic Medicine dunia. Bukan sekadar bahasan seputar teori saja.

Para pakar dari manacanegara yang akan menjadi pembicara SWAM selain 12 pakar 
Aesthetic Medicine dari Indonesia adalah:  
1. dr.Ahmed Al-Qahtani (Leader in Anti-Aging & Skin Care) dari Amerika Serikat
2. dr.Matthieu Beustes Stefanelli, MD, MBA (Plastic Surgery Expert) dari Prancis
3. Prof.dr.Michael Klentze (Chief Scientific Medical Officer–Thanyapura Integrative Health Center) dari Jerman
4. dr.Jeong Hoon Suhk (Board certified plastic surgeon) dari Korea Selatan
5. dr.Kyungkook Hong (Chief of Dermatology, 2nd Div. of Marine Corps) dari KOrea Selatan
6. dr.Kim Kinam (Ahli bedah) dari Korea Selatan
7. dr.Lukasz Preibisz Dermatologist from Department of Dermatology, Medical University of Warsawa) dari Polandia
8. dr.Paola Rosalba Russo (ahli bedah) dari Italia
9. dr.Satvinder S. Callay (Anti-aging consultant & aesthetic doctor) dari Malaysia
10. dr.Van Huynh-Park (Ahli Kosmetika) dari Australia
11. dr.Kim Siea Lee (Consultant Plastic and Aesthetic Surgeon) dari Malaysia
12. dr.Xanya Sofra Weiss, Ph.D (International Director of Research and Training) dari Amerika Serikat
13. Prof.dr.Nicola Zerbinati (Dermatologist) dari Italia
14. Prof.dr.Shin Young-ik (Clinical consultant in Minoxyl of Hyundai Pharmaceutical company) dari Korea Selatan.

Seminar dan pelatihan workshop ini menyasar 2000 dokter umum maupun dokter spesialis bidang estetika dan anti aging. Seminar dan pelatihan berstandar internasional dan bersertifikat IDI. Dokter yang mengikuti SWAM selain menambah ilmu dan wawasannya, juga bisa menambah jejaring pertemanan dengan dokter yang menekuni bidang yang sama di luar maupun di dalam negeri. 




Selain itu terdapat i-Class Anatomy Face Course dari Faculté de Médecine Paris pada tanggal 5-6 Desember 2016 yang menghadirkan materi Anatomy Face Dissection & Technique Zone by Zone. Pelatihan ini akan mendapatkan Université Paris Descartes certificate plus IDI acreditation (SKP). Sayangnya pelatihan ini sangat terbatas pesertanya. Biaya pendaftaran untuk partisipan Non ISWAM Rp10.000.000, Partisipan ISWAM Rp 8.000.000 dan pendaftaran di tempat (jika masih ada tempat) pada 5 Desember 2016 dikenakan biaya Rp12.000.000.


Aecthetic Beauty Expo


Menariknya lagi SWAM juga menyajikan Aesthetic Beauty Expo yang menjadi ajang promosi produk dan jasa Aesthetic Medicine baik klinik maupun produk-produk unggulan anti aging. Produk dan jasa yang dipamerkan berasal dari kelas premium yang jarang ditemukan di sembarang toko atau supermarket. 

Puluhan pesohor Indonesia akan turut serta dalam acara Aesthetic Beauty Expo ini. Mereka tengah menggeluti bisnis produk dan jasa Aesthetic Beauty atau sekadar menjadi brand ambassador produk dan jasa itu. Para pesohor yang saya maksud itu adalah :
1. Farah Quinn
2. Sarwendah Ruben Onsu
3. Moza Pramita
4. Sonia Wibisono
5. Ussy Pratama
6. Nafa Urbach
7. Five Ve
8. Shandy Aulia
9. Fecilia Wang
10. Jane Shalimar
11. Sasha Alexa
12. Romy Rafael
13. Bunga Zainal
14. Anya Dwinov
15. dr. Boyke
16. Agustin Ramli
17. Melani Ricardo
18. Bertrand Antolin
19. Liza Natalia
20. Safina Ferdy Hasan
21. Ferdi Hasan

Perhatikan! Ada Romy Rafael,  Bertrand Antolin, Ferdi Hasan yang bisa kita katakan good loking di luar dr. Boyke yang terkenal sebagai seksolog. Jadi pameran di ajang SWAM ini bukan hanya untuk kaum hawa, namun menyasar kaum Adam juga. Pria-pria yang menggeluti dunia hiburan, mau tidak mau harus menjaga penampilan agar terlihat bagus di depan kamera.

Berbagai Kompetisi dan Acara Pendukung SWAM
dr Teguh Tanuwidjaja selaku Ketua Pelaksana SWAM yang saya temui secara daring mengatakan bahwa SWAM sudah agenda internasional. Bahkan beberapa negara di dunia tertarik membawa acara SWAM untuk berlangsung di negera mereka. SWAM terselenggara untuk memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus memilih layanan Aesthetic Medicine yang tepat sesuai kebutuhan.

Untuk mencapai tujuan edukasi masyarakat luas itulah, SWAM juga diperkaya dengan acara-acara hiburan kompetisi. Setidaknya ada 4 kompetisi yang sekaligus menjadi hiburan bagi para peserta SWAM dan pengunjung Aesthetic Beauty Expo 




 
Tertarik mengikuti acara ini? Silakan langsung chat dengan layanan pelanggan di www.swamexpo.com  atau menghubungi media sosial berikut

Bagi dokter
Twitter : @swamexpo
Instagram : @swamexpo
Facebook Fan Page : SWAM Expo

Bagi Masyarakat umum
Twitter : @abexpoid
Instagram : @abexpoid

Facebook Fan Page : SWAM Aesthetic Beauty Expo


Bacaan

Beale, Lucy., & Jensen, Angela. (2004). The Complete Idiot’s Guide to Better Skin. New York: Alpha Books   

Poeradisastra, Ratih. (2004). Perawatan Wajah dan Tubuh Pria. Jakarta: Gramedia   


Wesley, Zia. (2012). Zia's M.A.P. to Men's Skin Care.  Shrewsbury: ePublishing Works.   


Yuliani, Pipit., (2013). Skripsi: Hubungan Citra Diri (Self Image) dengan Perilaku Perawatan Wajah yang Dilakukan di Klinik Skin Care Kota Bandung. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia..

Ilustrasi tulisan berasal dari Menshealth.com & swamexpo.com