Koko Nata

Menulis, Buku, Kehidupan

Senin, 25 November 2019

Inilah 8 Alasan Seorang Suami Tetap Suka Menonton Film Porno


suami nonton porno
Banyak hal yang berubah setelah menikah. Namun apa jadinya jika seorang pria masih mempertahankan kebiasaan buruknya padahal sudah beristri. Kebiasaan terkait hubungan suami istri lagi. Berikut kisahnya, saya kutip dari guystuffcounseling.com publikasi (27/9/2017)

Monica sangat marah pada Ed karena kebiasaan buruknya. Dia menemuai Jed Diamond, Ph.D., seorang psikoterapis di Willits, California, Amerika Serikat, untuk menceritakan masalahnya.

"Aku hanya tidak mengerti. Aku suka berhubungan intim. Aku ada kapan pun Ed tertarik. Kenapa dia harus mencari pornografi? Kurasa sesekali tidak menyakitkan, tapi dia sepertinya lebih suka nonton yang begituan di komputer."

Monica merasa kebiasaan itu menghancurkan pernikahan mereka. Mengapa suaminya lebih suka nonton daripada melakukan bersama dirinya?

Sebagai seorang terapis, Jed telah berbicara dengan banyak pria dan wanita yang memiliki masalah pornografi dalam kehidupan mereka. Jed mengemukakan 8 alasan pria memiliki kebiasaan menonton film porno, terutama melalui internet walaupun sang pria sudah menikah.

1. Pria menikmatinya sebagai satu kesenangan seksual, layaknya tontonan hiburan pada umumnya.

2. Pria menyukai variasi hubungan intim yang ditampilkan. Film-film tersebut seolah memiliki varian tanpa batas yang bisa dipilih penikmatnya.

3. Dalam kehidupan nyata, praktik hubungan intim tertentu dianggap tidak wajar, tidak disukai, bahkan dibenci oleh pasangannya. Di film tersebut, aktor-aktrisnya melakukan apa pun yang diinginkan penontonnya. Bintang film porno seolah menikmatinya, tidak pernah lelah, dan  selalu siap untuk berbuat lebih.

4. Banyak tekanan dan ketidakpastian di dunia nyata. Pada dunia film itu, segalanya bagai dapat diprediksi dan dikendalikan. 

download film porno
Kecanduang pornografi merupakan satu gangguan jiwa (Gambar Getty)
5. Meskipun istri bersedia dan tertarik melakukan hal-hal pada film, ada saat-saat ketika sang pria ingin meniru adegan film, namun istri sudah lelah atau tengah memiliki masalah sehingga enggan melakukannya. Film porno di internet siap ditonton kapan saja.

6. Sebagai bahan untuk berfantasi liar saat melakukan hubungan intim yang biasa saja dengan sang istri.

7. Di dunia nyata, semua orang begitu sibuk dengan pekerjaan, rumah, dan keluarga, dan lainnya sehingga sang pria merasa sendiri dan kesepian. Dia menghibur diri dengan film tersebut.

8. Di dunia nyata yang semakin cepat dan instan. Pria juga ingin mendapatkan layanan cepat. Penyedia konten film di internet seolah dapat memenuhi kebutuhan sang pria yang ingin cepat-cepat itu.

Delapan alasan di atas hanya sebagian kecil alasan. Tiap orang bisa memiliki alasan yang berbeda. Bahkan alasan-alasan itu seringkali tidak disadarinya.

Terlepas dari alasannya, menurut Jed memahami efek negatif dari menonton film porno jauh lebih penting daripada mengetahui alasannya. Jangan abaikan pasangan kita yang gemar menonton film porno. Segera atasi atau sesal akan datang kemudian.

Kamis, 21 November 2019

Isu Eljitibi dan Adegan Dewasa dalam Film Frozen 2

Film Frozen II
Film Frozen 2 di Indonesia tayang dua hari lebih awal daripada di Amerika. Sebelum tayang, rumor eljitibi marak beredar. Ada tokoh wanita yang juga punya kekuatan seperti Elsa. Dia akan jadi pasangan Elsa. Belum juga nonton, kita sudah membatin “Waduh, bahaya tuh!”

Cerita Frozen 2

Anna dan Elsa Ratu Iduna
Anna dan Elsa kecil bersama Ratu Iduna, Sang Ibu (Sumber: Disney)
Film Frozen 2 dibuka dengan adegan masa kecil Elsa dan Anna. Mereka bermain orang-orangan salju di kamar. Sang ayah, Raja Agnarr dan Ratu Iduna mengingatkan keduanya agar segera tidur. Sebelum tidur, Raja Agnarr menuturkan kisah hutan ajaib.

Hutan ajaib dihuni oleh suku Northuldra. Saat kecil Raja Agnar pernah berkunjung ke hutan itu. Sayangnya terjadi insiden antara suku tersebut dan Raja Runeard (kakek Elsa dan Anna). Insiden itu membuat empat roh pelindung menyelubungi hutan ajaib dengan kabut pekat. Tidak ada orang yang bisa masuk ke hutan itu lagi.

Kisah film Frozen 2 berlanjut ke masa setelah Elsa menjadi ratu Arendelle. Elsa sering terganggu dengan suara panggilan. Hanya dia yang bisa mendengarnya. Satu malam, Elsa mengikuti suara itu sampai hembusan angin menerpanya. Kristal-kristal es dengan simbol air, api, angin, dan tanah bertebaran di udara. Simbol itu merupakan empat roh penjaga hutan ajaib.

Petunjuk menuju hutan ajaib (Sumber: Disney)
Air dan api hilang dari Arendelle. Angin berhembus kencang, tanah bergoyang. Warga Arendelle mengungsi. Setelah mendapat wejangan dari Grand Pabbie, tetua troll, Elsa berangkat menuju hutan ajaib. Anna bersikeras ikut. Olaf, Kristoff dan Sven juga turut serta. Petualangan dimulai.

Ternyata hutan ajaib berpenghuni. Suku Northuldra masih tinggal di sana. Tak disangka Letnan Mattias dan beberapa pengawal kerajaan Arendelle yang dulu terlibat insiden juga terjebak di hutan itu. Satu demi satu tabir terbuka. Alasan kepergian ayah dan ibu Elsa terungkap, juga kelicikan Raja Runeard, sang kakek, di masa lalu.

Pesan Elgibiti

Pasangan Lesbi Elsa
Tokoh yang katanya pasangan Elsa (Sumber: Disney)
Saya pernah membaca di media sosial. Entah akun siapa, saya lupa. Katanya film Frozen 2 akan menampilkan tokoh wanita lain yang juga memiliki kekuatan. Warganet menduga kekuatannya angin. Sebab pada teaser trailer terdapat adegan seorang gadis dengan gulungan angin.

Ternyata gulungan angin adalah wujud dari kekuatan Gale, roh angin. Selain Gale, ada Nokk yang menguasai air, Bruni roh angin bewujud bunglon dan raksasa tanah. Selain roh yang menguasai 4 elemen itu, ada roh kelima yang kelak menjadi penyatu keempat elemen yang berbeda.  

Sosok gadis dengan angin bergulung hanya muncul selintas lalu dalam beberapa adegan. Dia tidak lain adalah sosok remaja dari Ratu Iduna, ibu Elsa dan Anna. Ternyata di hutan ajaib itulah orang tua kedua gadis itu bertemu sampai akhirnya menikah.

Elsa Frozen 2
Elsa dengan kekuatan esnya cenderung superior, tidak perlu bantuan pangeran tampan berkuda putih (Sumber: Disney)
Elsa masih dikisahkan sendiri tanpa pasangan, tapi tidak galau dan merana. Sementara Anna, masih menjalin hubungan percintaan dengan Kristoff. Sepanjang film kita akan disuguhi berbagai usaha Kristoff melamar Anna.

Saya belum menemukan pesan eljitibi dalam film Frozen 2. Bisa jadi rumor eljitibi sengaja dihembuskan para publisis untuk membuat orang penasaran sehingga ingin menonton. Bukankah orang cenderung melanggar peringatan atau kepo dengan sesuatu yang dilarang, kan?

Frozen 2 untuk Anak

Badan sensor film Indonesia memberikan rating SU (Semua Umur) untuk film Frozen 2. Bandingkan dengan Malaysia yang memberikan rating P13, artinya penonton di bawah usia 13 tahun dengan bimbingan orang tua. Common sense media, organisasi nirlaba Amerika yang sering mengulas tayangan untuk anak memberikan rating 6+ dengan bimbingan orang tua.

Kok bisa beda? Entahlah. Masih ada persepsi di sebagian orang, film animasi itu pasti cocok untuk anak. Padahal animasi hanya bentuk, konten bisa dewasa. Tidak cocok untuk anak-anak.

Frozen 2 menyahikan animasi yang memukau dengan latar seolah nyata. Misalnya lautan Utara yang disebrangi Elsa. Di film Frozen 2 ini kita akan mendapat sajian kekuatan es dan angin yang bersatu sehingga menampilkan patung es figur tertentu. Satu di antaranya figur orang tua Elsa saat kapalnya karam.

Namun cerita film Frozen 2 lebih rumit dibandingkan prekuelnya. Selain itu, film berdurasi 103 menit itu juga terdapat adegan dewasa! Setidaknya ada 5 adegan ciuman antara Anna dan Kristoff. Pada 2 adegan, Anna duluan yang mencium Kristoff. Seingat saya, pada Frozen yang rilis 2013 lalu, Anna dan Kristoff hanya berciuman di akhir film. Di luar itu, Anna juga ingin mencium Pangeran Hans untuk menghilangkan kutukan frozen heart.

Berbagai pertanyaan di benak saya pun belum terjawab sampai akhir film. Misalnya, suara panggilan itu sebenarnya apa? Kenapa di Utara itu tersimpan berbagai kenangan Elsa. Penyelesaian berbagai masalah rasanya terlalu mudah, gitu aja! Anak-anak mungkin tidak terlalu peduli dengan hal ini karena sudah cukup terhibur dengan 11 lagu tema Frozen 2. Sayangnya, di telinga saya, belum ada lagu yang cukup nendang seperti Let It Go.

Sebelum film dimulai ada beberapa iklan produk anak yang menggunakan tokoh Frozen 2 dalam kemasannya. Misalnya produk sampo dan sabun. Di beberapa toko dekat bioskop tempat saya nonton juga ada lomba foto kostum Frozen. Anak yang terkesan dengan Anna dan Elsa cenderung akan memilih produk yang bergambar Elsa dan Anna pada kemasannya, kan?
Koleksi Frozen
Kolektor benda-benda terkait Frozen Sumber (adelaidenow.com.au)
Silakan putuskan, apakah perlu mengajak anak menonton film Frozen 2 di bioskop atau nonton film versi unduhan di dari internet saja. Memang terkesan lebih murah nonton film versi unduhan. Namun dengan film Frozen di perangkat elektronik, anak dapat menonton berulang-ulang. Belasan kali, puluhan, bahkan ratusan sehingga dia mungkin ingin menjadi Elsa, Anna, atau Olaf. Perilaku lanjutannya, menjadi pemakai produk dan jasa dengan gambar tokoh Frozen 2, bahkan menjadi die hard fans Frozen.    

Minggu, 27 Oktober 2019

Ini Salahnya Beli Buku Bajakan, Sekarang Bisa Jadi Urusanmu Kan?

Beberapa tahu terakhir saya sering membeli buku-buku secara daring. Lebih praktis dan hemat waktu. Cukup cari judulnya di marketplace atau toko buku daring (on-line) semacam mizanstore.com, pesan dan bayar. Soal harga, saya sering menemukan buku baru dengan harga yang bikin ngiler!

Buku Murah Daring

Harga buku bikin ngiler itu dijual dengan harga seperempat dari hari harga pasaran. Saya menemukannya di beberapa toko daring marketplace warna orange. Misalnya saja ada toko yang menawarkan aneka novel 1 harga. Rp 20.000 untuk satu judul buku. Model jualannya seperti toko serba satu harga. Pembeli cukup menuliskan judul novel yang diinginkan pada kolom pesan untuk penjual. 

Novel yang dijual murah itu termasuk novel-novel yang sedang hype. Senior, Inestable, dan Athlas merupakan tiga dari sekian banyak judul. Padahal harga resmi buku-buku dari grup Mizan itu Rp65.000 – Rp75.000.

Saya coba telusuri daftar judul buku lain yang ditawarkan. Luar biasa. Selain buku-buku karya Eko Ivano Winata dan Pidi Baiq, ada juga daftar buku Boy Chandra, Fiersa Besari, Risa Saraswati, Tere Liye, Wulanfadi dan banyak lagi. Semuanya diobral Rp20.000.

Sebagian besar pembeli menyatakan puas, meskipun ada keluhan soal sampulnya yang buram, bagian punggung buku mengkerut, cetakan yang meninggalkan noda di tangan, dan kualitas kertas buram selain book paper. Sudah bisa dipastikan buku yang dijual oleh toko itu bajakan!

Buku bajakan sudah dijual daring pula rupanya. Tokonya bernaung pada marketplace yang sering iklan di mana-mana lagi. Laris manis lagi. Bayangkan saja, rekam jejak penjualan buku dua puluh ribu itu sudah terjual 9.400. Artinya penjual sudah meraup keuntungan kotor Rp188.000.000 (seratus delapan puluh delapan juta rupiah). Penerbit dan penulis tidak mendapat bagian materi sama sekali dari keuntungan itu.

Penetapan harga buku berdasarkan perhitungan beberapa komponen (Sumber twitter.com/bentangpustaka)
Buku bajakan hanya memperhitungkan biaya cetak saja. Biaya cetak itu terangkum dalam biaya produksi seperti yang terlihat pada gambar di atas. Banyak komponen diabaikan. Wajar apabila buku bajakan murah. Keuntungan hanya untuk cetak dan si pembajak saja. 

Faktor Pendorong

Saya pernah tertipu membeli buku kuliah bajakan. Saat membeli tidak diperiksa lagi. Bukunya memang sudah langka. Tentang Psikologi Bermain. Untuk buku fiksi, saya belum pernah sengaja membeli atau salah beli buku bajakan. 

Kenapa, ya, ada orang yang sengaja membeli buku bajakan? Dia benar-benar tidak tahu atau pura-pura tidak tahu?

Satu penelitian dapat menjelaskan faktor-faktor dibalik pembelian buku-buku bajakan. Alzera Geny Netriana melakukan penelitian dalam rangka menyelesaikan program studi sarjana di Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta pada tahun 2017. Penelitiannya terangkum dalam skripsi berjudul Pengambilan Keputusan dalam Menggunakan Barang Bermerek Original atau Replika.

Penelitian dengan metode survey itu menggunakan responden 203 mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Mereka dipilih dengan cara accidental sampling. Pengumpulan data diperoleh menggunakan kuesioner terbuka. Hasilnya, sebanyak 8% responden menggunakan produk tiruan, 52% menggunakan produk asli dan tiruan.

Latar belakang pengambilan keputusan responden menggunakan produk bermerek asli terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi kenyamanan (17%), kepercayaan diri (9%), rasa suka (8%), menghargai produk asli (2%), keterpaksaan (1%), dan kebutuhan (0,5%). Faktor eksternal terdiri dari kualitas (59%), pemberian orang lain (1%), keterbatasan produk (1%) dan produk mudah ditemukan (0,5%).
Faktor internal pemilihan produk asli atau original 
Faktor eksternal pemilihan produk asli atau original

Tiga faktor internal pertama terkait emosi dan perasaan. Hal ini sudah jadi rahasia umum bagi produsen dan pemasar. Seseorang memilih satu produk karena rasa nyaman, pemakaian barang dapat meningkatkan kepercayaan diri, dan ada rasa suka produk. Seseorang tentu tidak malu menenteng buku asli atau barang apapun yang mereknya bukan KW. Selain itu kualitas barang asli juga terjamin. Bahkan beberapa produsen berani memberikan garansi jika barang cepat rusak.

Sementara itu, faktor internal yang mendorong seseorang menggunakan barang tiruan menurut penelitian tersebut karena kebutuhan yang mendesak (10%), koleksi (7%), rasa suka (5%) dan kenyamanan (2%). Faktor eksternalnya meliputi harga murah (59%), kemiripan produk dengan yang asli (8%), produk mudah diakses (7%), pemberian orang lain (2%) dan produk mudah rusak (1%).
Faktor internal penggunaan produk tiruan atau replika
Faktor eksternal penggunaan produk tiruan atau replika

Menariknya berdasarkan penelitian tersebut, 74% responden atau 150 mahasiswa dan mahasiswi sebenarnya tahu mana produk asli dan tiruan. Sisanya sebanyak 26% responden atau 53 mahasiswa dan mahasiswi memang tidak mengetahui bahwa produk yang dipakainya asli atau tiruan. Responden yang tahu tetap memilih barang tiruan karena harganya yang lebih murah.

Barang asli dan tiruan dalam penelitian terbatas pada fashion yaitu, pakaian, tas, jam tangan, dan sepatu. Bukan buku. Perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah hasil penelitian terhadap buku asli dan buku bajakan mendapat hasil yang sama.

Dugaan saya, hasilnya tidak akan jauh berbeda. Sebagai pecinta buku, harga yang murah menjadi godaan tersendiri bagi saya untuk memenuhi kebutuhan terhadap bacaan kekinian. Namun kualitas buku yang jelek, rasa empati terhadap penulis dan penulis selalu mencegah saya untuk mengoleksi buku bajakan. Bahasa langitnya, membeli buku bajakan itu dosa, habis perkara.   


Bahaya Jangka Panjang

Sesekali beli buku bajakan nggak papa kali. Buku barunya mahal banget, Jiwa missqueen-ku berontak! Punya pikiran seperti itu?

Dan Ariely dalam buku The (Honest) Truth About Dishonesty memaparkan bahwa membeli barang branded palsu atau barang KW (yang bisa kita samakan dengan buku bajakan) merupakan bentuk ketidakjujuran. Perilaku ini terkesan sepele namun mempunyai dampak buruk secara psikologis.

Pembuktiannya melalui satu eksperimen. Ada tiga kelompok yang mendapat perlakuan berbeda. Kelompok satu diberi tahu, mereka mendapatkan produk asli. Kelompok kedua diberi tahu bahwa mereka mendapatkan produk tiruan. Kelompok ketiga sama sekali tidak diberi tahu tentang produknya. Faktanya semua kelompok itu mendapat produk asli. Ketiga kelompok melakukan evaluasi terhadap produk kemudian mengerjakan tes matematika. Tes matematika dirancang agar peserta tergoda curang namun tanpa mereka sadari peneliti sebenarnya tahu.

Hasilnya cukup mengejutkan. Sekitar 30% dari kelompok “produk asli” berbuat curang. Anggota kelompok “produk palsu” yang membuat kecurangan 74%. Anggota kelompok yang tidak diberi tahu apa-apa melakukan kecurangan sekitar 42% persen.

Ada indikasi, penggunaan produk tiruan, KW, bajakan membuat seseorang lebih mudah berbuat curang, tidak jujur. Penggunaan produk asli memang tidak melepaskan seseorang dari perbuatan curang, namun persentasenya lebih sedikit. Peringatan bagi kita bahwa orang yang senang menggunakan produk tiruan secara sadar patut diwaspadai.

Eksperimen lainnya dengan pembagian kelompok sejenis juga menemukan hasil yang tidak kalah mengejutkan. Kelompok yang diberi tahu menggunakan produk palsu lebih meragukan kejujuran orang lain. Dia berbuat tidak jujur namun di sisi lain dia juga curiga orang lain tidak jujur juga. Sungguh sikap yang cukup membahayakan.

Peredaran barang palsu, termasuk buku bajakan ternyata bukan hanya merugikan penerbit dan penulis. Masyarakat secara umum dirugikan. Semakin banyak orang yang menggunakan produk tiruan, makin banyak orang yang berbuat tidak jujur sekaligus meragukan kejujuran orang lain. Sudah rugi secara ekonomi, moral dan sosial dirugikan pula.

Sudah saatnya bilang tidak pada barang tiruan semacam buku bajakan itu, kan?

Tindakan Nyata Kita

Untuk sekadar memuaskan hasrat baca, buku resmi versi digital dari penulis terkenal dapat dibaca melalui aplikasi Perpusnas; iPusnas secara gratis. Novel terbitan Mizan seperti Dilan, Milea, juga novel-novel terjemahan semacam karya Jostein Gaarder juga tersedia di sana. Hanya saja peminjamannya terbatas dua buku per hari dan lama pinjaman dua hari.

Apabila ingin mendapatkan buku asli dengan harga murah, Mizan termasuk penerbit yag rajin menggelar bazar. Baik pada pameran buku bersama semacam Indonesian Book Fair atau acara Out of The Books (OoTB). Khusus Out of The Books penyelenggaraannya sudah sampai ke daerah seperti Gresik dan Cirebon.

Selain itu, Mizan sering melelang dan menawarkan buku asli murah lewat Mizanstore.com, Instagram.com/mizanstore dan media sosial Mizan Grup lainnya. Buku yang dijual murah memang dalam rangka promosi, bukan buku cacat atau reject. Ongkos kirimnya sering dibebaskan pula. Selain buku Mizan, terdapat buku penerbit lain juga di Mizanstore.com


Masih berat beli sendiri, cobalah seperti yang saya lakukan: ikut program arisan. Beberapa komunitas pembaca dan penulis ada yang menggelar arisan buku. Ajak teman sesama pecinta buku untuk patungan beli buku juga bisa. Buku jadi milik bersama atau bergiliran dapat jatah hak milik.

Mizan juga sebenarnya penerbit yang murah hati. Bagi blogger, vlogger, influencer yang memiliki banyak jejaring pembaca buku dapat dikirimi buku secara gratis. Tawarkan saja jasa ulasan pada Mizan. Saya pernah beberapa kali mendapat buku secara gratis dengan timbal balik ulasan di blog dan media sosial. Banyak jalan untuk memiliki buku asli daripada membeli buku bajakan.    


Khusus untuk peredaran buku bajakan di dunia nyata, Tirto.id pada publikasi (10/10/2019) sudah melakukan konfirmasi pada dua marketplace, Bukalapak dan Shopee. Penjualan buku bajakan melanggar kebijakan penjualan. Toko yang menjual dapat dihapus akunnya. Pengelola marketplace juga mengaku melakukan pemantauan terhadap barang-barang yang dijual.

Saya juga sudah melaporkan beberapa toko yang menjual barang bajakan kepada pengelola marketplace. Beneran hilang item buku bajakannya. Namun penjual yang berbeda terus muncul. Sehingga kadangkala merasa malas juga lapor melapor saja. Maka, saya doakan juga semoga penjualnya sadar. 
Pelaporan oleh penulis yang bukunya dibajak kepada polisi memang masih sepi. Sepertinya saya perlu mengusulkan pada komunitas penulis yang saya ikuti untuk melakukan sosialisasi cara melaporkan pembajak buku ke polisi. Penulis yang mengunakan hak melapor belum ada, mungkin karena delik aduan belum tersosialisasi dengan baik kepada penulis.

Negara seharusnya serius mengani pembajakan buku ini. Bukan hanya pajak
dari royalti penulis saja yang dipungut sebanyak 15% sesuai Pasal 23 UU 36/2008 tentang Pajak Penghasilan. Padahal royalti penulis Cuma 10-20% dari penjualan bukunya yang tidak menentu. Ini yang seringkali bikin hati saya sebagai penulis teriris-iris. Royalti nggak seberapa, potong pajak pula. 

Ah... negara ini sepertinya masih sibuk berbenah dengan pengelola barunya. Saya, kita saja dulu yang beraksi. Semoga langkah kecil kita ini membawa dampak cukup besar bagi dunia perbukuan di Indonesia. Pembajakan buku jadi urusan kita bersama.



Rujukan

Amali, Zakki. (2019). Buku Bajakan di Shopee & Bukalapak: Asosiasi Penulis Ancam Boikot. 10 Oktober 2019. Diunduh dari https://tirto.id/ejvR pada 27 Oktober 2019

Anonim. (2017). Apa Salahnya Membeli Barang Palsu? 17 Juli 2017. Diunduh dari https://www.uc.ac.id/library/apa-salahnya-membeli-barang-palsu/ pada 25 Oktober 2019.

Netriana, Geny, A., (2017). Tesis: Pengambilan Keputusan dalam Menggunakan Produk Produk Bermerek Original atau Replika, Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Yunita S., Milda. (2015). Hubungan Antara Self Esteem Dengan Lifestyling Dalam Konteks Penggunaan Barang KW Pada Kalangan Dewasa Awal. 28 September 2015. Diunduh dari https://psychology.binus.ac.id/2015/09/28/hubungan-antara-self-esteem-dengan-lifestyling-dalam-konteks-penggunaan-barang-kw-pada-kalangan-dewasa-awal/ pada 27 Oktober 2019.

Sumber gambar
dodsoph.wordpress.com, Mizanstore.com Twitter.com/bentangpustaka. Instagram.com/mizanstore

Kamis, 29 Agustus 2019

7 Kriteria yang Dipertimbangkan Pria Saat Memilih Calon Istri, Nomor 2 Bisa Bikin Galau


Kata cerai mungkin tidak pernah terbayangkan dalam benak kita saat menikah. Namun faktanya, tren angka perceraian yang terus meningkat. Hal itu membuat sebagian orang hati-hati memilih jodoh.

Dikutip dari Republika.co.id  (21/1/2018), Dirjen Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung mencatat rata-rata angka perceraian naik 3% per tahunnya. Misalnya angka perceraian pada 2014 tercatat 344.237, naik menjadi 365.633 perceraian di 2016.

Tidak heran jika pria menetapkan kriteria tertentu saat memilih calon istri. Dikutip dari standardmedia.co.ke publikasi (3/7/2018), inilah 7 kriteria yang umumnya dipakai pria di seluruh dunia saat memilih calon istri.

1. Usia lebih muda
Pria memilih wanita yang lebih muda 5 – 10 tahun. Jika  pria berusia 30 tahun, calon istri berada di kisaran usia 20 – 25 tahun. Jika pria menginginkanpunya banyak anak, usia muda akan menjadi prioritas utama sebab usia aman melahirkan haruslah sebelum 40 tahun. Usia yang lebih muda juga membuat si pria bangga menggandeng istrinya ke mana-mana

2. Bukan wanita karier
Wanita karier cenderung memiliki banyak pertimbangan untuk segera memiliki anak setelah menikah. Bahkan sebagiannya ragu-ragu untuk memiliki anak. Wanita yang bekerja namun resign, cenderung lebih mudah dipilih oleh pria ingin segera punya anak. Citra ibu rumah tangga yang baik hingga saat ini masih wanita yang berada di rumah saja.

3. Gadis lugu yang berbudi luhur
Gadis pesta yang tidak bisa menunggu akhir pekan untuk dugem, perokok, bahkan memiliki pengalaman hidup bebas tentu bukan pilihan yang baik. Pria lebih memilih gadis luguyang berbudi luhur. Hal ini bukan berarti gadis yang akan dipilih berasal dari desa. Sebab desa dan kota saat ini keadaannya tidak jauh berbeda.

4. Menghormati pria 
Satu lagi alasan pria menikahi wanita yang lebih muda, karena si wanita cenderung menghormatinya. Pria senang menjadi orang yang dicintai sekaligus dihormati. Wanita yang lebih mudah bisa lebih menghormati pria yang lebih tua darinya.

5. Wanita yang sejuk dipandang dan menghangatkan
Pria berusaha menemukan seorang wanita menyejukkan mata sekaligus membuat hangat setiap kali dipandang. Ketika dunia tampak runtuh, seulas senyumannya saja dapat mencerahkan hari sang pria dan membuatnya bersemangat lagi. Untuk kriteria ini, pengalaman pria dengan ibu, guru dan wanita-wanita yang mengesankannya di masa lalu akan sangat menentukan.
6. Tidak ada kata cerai dalam rencana jangka panjangnya
Jika baru menjadi calon istri, wanita sudah mengucapkan perceraian sebagai cara untuk mengatasi konflik pernikahan itu bikin ilfil. Dia mungkin langsung dicoret dari bursa calon istri. Sebagian pria menganggap rencana hari ini adalah kenyataan di masa depan

7. Punya latar belakang keluarga yang jelas
Pria akan memastikan wanita yahg akan dinikahinya memiliki sesuatu yang disebut keluarga. Mungkin saja calon istrinya yatim-piatu, atau hanya memiliki satu orang tua, namun ia tetap memiliki keluarga yang jelas. Hal itu penting, agar anak-anak kelak mudah memahami konsep keluarga.

Tujuh kriteria di atas mungkin tidak semuanya dicari pria pada diri wanita. Namun sebagian besarnya harus ada. Jangan galau jika wanita tidak memiliki semua kriteria tersebut. Kadang-kadang pria punya alasan yang tak masuk akal saat memlih calon istrinya. 

Senin, 26 Agustus 2019

Balita Ngomong Jorok untuk Mendapatkan Hal Ini, Solusinya Ternyata Mudah



Anak-anak usia 3 – 5 tahun mengucapkan kata-kata jorok. Misalnya alat kelamin, kotoran manusia, dan lainnya. Mereka mengulanginya bahkan sambil tersenyum dan tertawa-tawa. Orang tua tentu malu jika ucapan jorok itu dilakukannya di tempat umum.

Psikolog di forum ibudanbalita.com (dilihat 1/7/2018) mengungkapkan bahwa kebiasaan anak mengucapkan kata-kata jorok bisa jadi karena ingin mendapatkan perhatian. Bagi anak, perhatian bukan hanya pelukan dan kasih sayang atau lainnya yang positif. Kemarahan, teguran, hukuman juga merupakan perhatian meskipun negatif.

Misalnya saat anak yang mengucapkan kata-kata jorok, ibu mengalihkan pandangan dari gawainya. Ibu mendekati anak, melotot, dan menegur anak. Perbuatan ibu tersebut, meskipun negatif sudah merupakan perhatian. Anak belajar, kalau mau bikin ibu berhenti lihat hp, ngomong jorok aja. Anak mendapat perhatian sehingga cenderung mengulangi ngomong jorok.

Bagaimana solusinya?

Orang tua harus kompak berhenti memberi perhatian pada anak yang ngomong jorok. Apabila di rumah ada paman, nenek, asisten rumah tangga, mereka juga harus kompak. Jangan memberi perhatian pada anak yang ngomong jorok. Palingkan muka atau pura-pura tidak mendengar ujaran jorok anak saja.

Anak mungkin saja semakin menjadi-jadi. Meneriakkan kata-kata yang jorok itu misalnya. Namun biarkan saja, jangan memberikan perhatian sedikitpun. Ketika anak selesai, kemudian mengucapkan kata lain yang netral atau baik, langsung berikan perhatian positif. Tersenyum, membelai, ajak ngobrol misalnya. Anak akan mendapat pemahaman bahwa kata jorok akan diabaikan, kata-kata baik mendapat perhatian.

Saat santai anak bisa diingatkan untuk berkata-kata baik. Mudah-mudahan kebiasaan ngomong jorok akan berangsur-angsur hilang. Anak terbiasa berkata baik dan santun hingga dewasa.  

Senin, 12 Agustus 2019

Lama Tidak Terdengar, Begini Nasib Penerbit Syaamil Saat Ini



Pecinta buku fiksi islami mungkin cukup akrab dengan nama Penerbit Syaamil. Ketika Mas Gagah Pergi, Pingkan, Pesantren Impian merupakan sebagian buku fiksi islami Syaamil yang sangat populer pada awal tahun 2000. Namun cobalah cari buku terbitan Syaamil saat ini di toko buku. Kemungkinan besar bukan buku yang akan kamu temukan, melainkan Al Quran, Syaamil Quran.

Buku-buku Syaamil

Sekitar tahun 1999, saya mengenal Penerbit Syaamil melalui beragam buku kumpulan cerpen dan novel islami yang dipasarkannya. Buku-buku Syaamil sering dijual pada bazar acara-acara kampus Universitas Sriwijaya (Unsri), juga di beranda-beranda musala fakultas saat jam istirahat. Hal itu menarik perhatian saya, karena di Toko Buku Gramedia Palembang, buku terbitan Syaamil masih belum tersedia.

Harga buku Syaamil masih belasan ribu saat itu, namun masih mahal untuk ukuran kantong mahasiswa seperti saya. Catat saja, di awal era reformasi itu, Rp1.000 sudah bisa makan dengan nasi-sayur-tempe-tahu. Jadi uang belasan ribu itu bisa untuk makan anak kos selama seminggu.

Saya rela menebalkan muka, numpang baca di teras musala fakultas teknik kala ada bazar atau lapak buku mahasiswa. Malu sebenarnya. Namun hasrat baca saya lebih besar daripada rasa malu. Apalagi jika empunya lapak sesama mahasisiwa teknik. Rasa malu itu bisa dienyahkan jauh-jauh.
Logo FLP (versi lama) yang tersemat di belakang buku terbitan Syaamil
Buku-buku Syaamil turut mengantarkan saya menjadi anggota Forum Lingkar Pena pada tahun 2000. Saya penasaran dengan organisasi penulis yang logonya kerap tercetak pada bagian belakang buku Syaamil. Tahun 2001 saya sudah tercatat sebagai anggota FLP Sumatera Selatan. Juni 2002 cerpen saya masuk ke dalam buku kumpulan cerpen FLP Sumatera Selatan, Kucing Tiga Warna yang diterbitkan oleh Syaamil. Syaamil bisa dikatakan turut mengantar saya masuk ke dunia perbukuan.

Melupakan Syaamil

Kunjungan pertama saya ke kantor Penerbit Syaamil sekitar pertengahan 2004. Surprise, sebab lokasi kantor Syaamil di Jalan Cikutra 99, dekat SMA 10 Bandung. Saya sempat bersekolah di SMA 10 Bandung selama 1 tahun, sebelum kembali bermukim di Palembang. Seolah CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali), menemukan kantor Syaamil di jalan yang sering saya lewati saat sekolah dulu.

Setahun kemudian saya bermukim di Depok yang lokasinya cuma selemparan batu dengan Kota Jakarta. Saya mulai mengenal banyak penerbit selain Syaamil. Buku-buku Syaamil sedikit terlupakan.

Beberapa penerbit juga mulai dikenal dengan fiksi islaminya. Misalnya penerbit Republika yang mendadak top karena menerbitkan novel Ayat-ayat Cinta. Sayangnya, novel karya Kang Abik itu saya rasakan sebagai puncak keemasan buku fiksi islami. Setelah itu, fiksi islami mulai mengalami kejenuhan. Banyak buku fiksi islami beredar namun menawarkan kisah yang kurang lebih sama. Buku-buku Syaamil pun sepertinya begitu.

Kabar tidak sedap kemudian saya dengar tentang Penerbit Syaamil. Penerbit buku islami itu bangkrut. Beberapa teman sesama penggiat FLP memberikan kesaksian tentang kebangkrutan Syaamil. Saya turut prihatin, seperti mendapat kabar seorang sahabat yang mengalami musibah yang sangat hebat.  

Bertahun-tahun kemudian fakta kebangkrutan Penerbit Syaamil itu saya temukan di buku Kepemimpinan Jalan Langit (KMO, 2018). Pendiri Syaamil, Riza Zacharias menceritakan kisah pahit jatuhnya Syaamil dalam buku setebal 274 halaman. Pada tahun 2007 itu, Syaamil direkomendasikan untuk menjual semua asetnya, mulai dari pabrik, mesin, seluruh barang, dan PHK seluruh karyawan. Ada sekitar 89 orang karyawan yang harus segera dirumahkan. Malang niat nasibmu Syaamil.
    

Syaamil menjadi Sygma

Tanpa banyak orang tahu, setelah dinyatakan bangkrut Syaamil bermetamorfosis. Perbaikan dilakukan pada setiap sisi bisnis. Pada aspek keuangan misalnya, tidak boleh ada lagi praktik riba dengan bank dan lembaga keuangan lainnya. Para pemilik bersepakat mengetuk pintu langit dengan fokus pada syiar Al Quran. Nama Syaamil tetap dipertahankan menjadi brand Al Quran sedangkan nama perusahaan berubah menjadi Sygma Grup.

Disebut grup, karena berbeda dengan PT Syaamil Cipta Media, Sygma terdiri dari beberapa perusahaan. PT Sygma Examedia Arkaleema yang fokus pada bisnis penerbitan (selanjutnya hanya memasarkan Al Quran dan buku saja), PT Sygma Exagrafika yang menangani percetakan. PT Sygma Daya Insani yang melakukan penjualan buku-buku premium secara langsung (direct selling), serta PT Sygma Media Inovasi yang membuat produk atau konten untuk seluruh perusahaan Sygma Grup.

Tahun 2010 - 2012, terjadi pertumbuhan yang luar biasa pada Sygma Grup. Al Quran Hijaz Terjemah per Kata menjadi produk yang fenomenal, menghebohkan pasar penerbitan Al Quran di Indonesia bahkan Malaysia. Satu kali cetak saja Al Quran Hijaz per Kata dapat mencapai 600.000 eksemplar. Produk lainnya yang menjadi trend adalah Al Quran Miracle The Refference. Al Quran dengan fitur beragam itu dapat dibunyikan dengan electronic pen juga. Harga bundling dengan e-pen lebih dari Rp1juta namun laris manis.
Peragaan membunyikan produk My First Al Quran (Maifa)
Satu varian Al Quran yang juga fenomanal adalah Syaamil Quran Tikrar. Sebelum peluncuran Syaamil Quran Tikrar di panggung utama Bandung Islamic Book Fair 2015, sudah banyak Al Quran hafalan yang beredar. Namun Syaamil Quran Tikrar hadir dengan metode berbeda. Tagline-nya pun menarik: hafal tanpa menghafal. Orang yang ingin menghafal Al Quran cukup mengulang-ulang bacaan saja. Hal ini menjadikan proses menghafal Al Quran terasa mudah. Strategi pemasaran dan marketing comunication yang mudah dicerna masyarakat, dibarengi pelatihan Tikrar di berbagai wilayah Indonesia menjadikan Syaamil Quran Tikrar populer. Syaamil Quran Tikrar menjadi trendsetter pada kategori mushaf hafalan sampai hari ini.
Syaamil Quran Tikrar, siapa saja dapat menghafal Al Qur'an tanpa menghafal
Sejak 2013, Syaamil Quran menjadi sponsor penyelenggaraan ajang Hafiz Indonesia di RCTI tiap bulan Ramadhan. Qori Indonesia 2019, Peluncuran komunitas ODOJ, Jabar Mengaji Bersama ODOJ, merupakan ajang terkait Al Quran lainnya yang didukung oleh Syaamil. Di Radio MQ FM Bandung pun Syaamil terlibat dalam program Yang Muda Yang Menginspirasi dan Pagi Mengaji.

Membumikan Al Quran

Pada 2019, Sygma Grup mengembangkan diri menjadi Syaamil Grup dengan visi menjadi perusahaan yang terdepan dalam membumikan Al Quran dan menghidupkan sirah.  Syaamil Grup terdiri dari 12 perusahaan yang saling mendukung usahanya satu sama lain. Misalnya saja Tourizy Tour & Travel yang berada di bawah naungan PT. Lintas Semesta Insani. Tourizy menyelenggarakan paket perjalanan wisata untuk Sygma Learning Consultant, orang-orang yang mesyiarkan dan memasarkan buku-buku Sygma Daya Insani secara direct selling.  

Berbagai program dijalankan dalam rangka menerapkan visi membumikan Al Quran. Program Rumah Syaamil Quran, Wakaf 1 juta Al Quran, program Semua Bisa Ngaji dengan tagline ‘Kampung Bebas Buta Huruf Al Quran dan Wisata Quran adalah sebagian di antaranya. Program Wisata Quran sudah berjalan sejak 2013, diresmikan oleh Ridwan kamil saat masih menjadi Walikota Bandung.

Syaamil pun berusaha memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar yang paling dekat. Senin, 12 Agustus 2019, Syaamil Group bekerja sama dan bersinergi dengan pemerintah kecamatan Kiaracondong dan warganya dalam program Kampung Wisata Quran. Kerja sama itu terdorong oleh kesamaan visi dan program unggulan kecamatan Kiaracondong yaitu NGAHIJI, GEULIS, WISATA, SEJAHTERA, JUARA, dan AGAMIS.
Peluncuran Kampung Wisata Al Quran
Pemerintah kecamatan mulai menata dan membenahi area sekitar perkantoran Syaamil Grup. Satu dari sekian pembenahan dan penataan itu di area jembatan layang Kiaracondong, jalan masuk menuju perkantoran Syaamil Grup. Misalnya penataan pedagang kaki lima agar lebih rapi dan sedap dipandang mata.
Wakil Walikota Bandung, H. Yana Mulyana menandatangani peresmian Kampung Wisata Al Qur'an
Camat Kiaracondong satu visi dengan Syaamil Grup
Peresmian Kampung Wisata Quran dilakukan oleh Wakil Walikota bandung H. Yana Mulyana, S.E., dan Camat Kiaracondong Dra. Rina Dewi Yanti M.Si serta Riza Zacharias selaku Presiden Direktur Syaamil Group. Riza Zacharias pun memandu para tamunya berkeliling percetakan, melihat langsung bagaimana Al Quran dicetak dari awal sampai siap distribusi.  
Satu rangkaian Wisata Qur'an, factory visit
Syaamil Group kini dibandingkan dengan Syaamil Cipta Media yang menerbitkan buku dahulu memang jauh berbeda. Banyak pihak, termasuk saya menyayangkan Syaamil zaman now yang jarang menerbitkan buku-buku fiksi lagi. Namun bukan tidak mungkin buku-buku fiksi hadir kembali dari tangan-tangan kreatif Syaamil Grup. Saya merasa fiksi Islam masih sangat dibutuhkan, khususnya oleh anak-anak generasi Alpa. Saya akan mencoba mewujudkannya karena saya sudah menjadi bagian pengembangan konten di Syaamil Grup sejak lima tahun yang lalu.  


Ditulis berdasarkan data dari Apud Saefudin, Marketing & Communication GM Syaamil Grup.