Kamis, 25 Agustus 2016

Cerpen-cerpen Pemenang Sanyembara Cerpen Femina 2015

Pemenang Sanyembara Cerpen Femina 2015 menawarkan cerita-cerita dengan latar yang cukup kuat, alur cerita dramatis dan deskriptif. Saya harus sepakat dengan pilihan dewan juri Sanyembara Cerpen Femina 2015 yang dipimpin oleh Leila S. Chudlori. Berikut kupasan singkat ketiga cerpen pemenang Sanyembara Cerpen Femina 2015 itu.

Tiga Cerpen Pemenang Sanyembara Cerpen Femina 2016

Cerpen Pemenang I Sanyembara Cerpen Femina 2015

 
Celana Kargo. Itulah judul cerpen karya Indri Hapsari (38) yang mampu menarik perhatian dewan juri. Kisahnya tentang Nayna, gadis Bangladesh yang bekerja sebagai buruh garmen di Rana Plaza. Ia jatuh cinta kepada rekan kerja, sesama buruh pabrik yang terlihat celana kargo dan kakinya saja saat bekerja. Hubungan emosional mereka sebagai buruh yang tiada pernah bertatap muka, digambarkan cukup detil dan menggugah. Itulah satu dari sekian keunggulan cerpen Celana Kargo.

Indri Hapsari adalah dosen pada Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Industri, Universitas Surabaya. Ia mengasuh mata kuliah Tata Letak Pabrik. Tragedi Rana Plaza di Dhaka pada 2014 pernah menjadi studi kasus untuk mata kuliah tersebut.  Menurut penuturan Indri Hapsari kepada panitia, ia juga melakukan riset kehidupan wanita di Bangladesh untuk memperkuat ceritanya.

Cerpen Celana Kargo dapat dibaca di sini 

Cerpen Pemenang II Sanyembara Cerpen Femina 2015


Membaca cerpen Rumah dari Masa Kecil karya Desi Noviyanti membuat saya trenyuh. Betapa satu kebohongan dapat berpengaruh sedemikian hebat terhadap jalan hidup seorang anak. Desi Noviyanti berhasil membuat saya tercenung setelah membaca cerpen karyanya. Mungkin hal itu dialami juga oleh para juri sehingga menjatuhkan pilihan kepada Rumah dari Masa Kecil sebagai Cerpen Pemenang II Sanyembara Cerpen Femina 2015.

Desi juga berhasil menautkan arsitektur rumah joglo dan budaya keluarga Jawa ke dalam cerita. Hal itu juga menjadi poin lebihnya. Rumah nenek menjadi semacam tempat berlindung yang nyaman kala kehangatan dari orang tua tidak bisa diperoleh. Hanya saja, alur cerpen ini cukup cepat bergerak dari masa kecil tokoh ke masa dewasanya. Mungkin supaya fokus cerita pada luka batin tokoh saja, sehingga penulis senagaja membatasi dan melakukan lompatan waktu di alurnya.   

Baca cerpen Rumah dari Masa Kecil selengkapnya di sini 


Cerpen Pemenang III Sanyembara Cerpen Femina 2015


Kisah yang berlatar upacara adat masyarakat Toraja hadir dari imajinasi Sulfiza Ariska dalam cerpen Rambu Solo’ Namun poin keunggulan cerpen Rambu Solo’ sebenarnya bukan hanya pada latar budaya, tetapi juga konflik cerita yang universal tentang hubungan ibu dan anak, khususnya ibu tiri dan anak perempuannya. Hal inilah yang istimewa, karena persepsi ibu tiri jahat terbantahkan baca cerpen Sulfiza. Ia juga memberikan penutup yang mengejutkan pada akhir cerita. Wajarlah jika Rambu Solo’ menjadi Cerpen Pemenang III Sanyembara Cerpen Femina 2015.

Menurut panitia, Sulfiza mempelajari budaya Toraja sekitar 2 tahun untuk menghadirkan kisah Rambu Solo’ Hasilnya, kisah berlatar upacara kematian yang cukup mengharukan. Sepertinya siapa saja yang ingin menempati peringkat juara di Sanyembara cerpen Femina, harus memiliki modal pengetahuan latar budaya.

Cerpen Rambu Solo' selengkapnya di sini 

Cerpen-cerpen bernuansa budaya lokal maupun mancanegara yang kental selalu muncul sebagai pemenang. Mudah-mudahan ulasan singkat ini membantu kamu yang ingin mengikuti Sanyembara Cerpen Femina tahun ini

Sanyembara Cerpen & Cerber Femina 2015

Sanyembara Cerpen dan Cerber Femina 2016

Minggu, 07 Agustus 2016

Lomba Cerpen dan Cerber femina 2016/ 2017


Lomba Cerpen dan Cerber Majalah Femina kembali digelar. Siapa saja ditantang untuk menuangkan gagasannya dalam cerita fiksi bertema bebas namun cocok untuk pembaca Majalah Femina. Majalah Femina menyasar wanita muda perkotaan usia 25-35 tahun. Jadi tokoh dan kisah harus dekat dengan sasaran pembaca tersebut.


Syarat Umum Lomba Cerpen dan Cerber femina 2016/ 2017:

1. Peserta adalah WNI atau Warga Negara Indonesia.
2. Naskah harus ditulis menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar serta EYD. 
3. Naskah bukan terjemahan, asli karya peserta. 
4. Tema bebas, namun cocok untuk para pembaca majalah femina.
5. Naskah belum pernah dimuat  oleh media cetak, elektronik maupun online, dan tidak sedang diikutsertakan dalam lomba lain yang sejenis. 
6. Peserta hanya boleh mengirim 2 naskah terbaiknya. 
7. Hak publikasi online ada pada PT Gaya Favorit Press. 
8. Redaksi berhak mengganti judul serta menyunting karya jika dianggap perlu. 
9. Naskah yang tidak menang, namun memenuhi syarat, akan dimuat di femina dan penulis berhak atas honor sesuai standar femina. 
10. Keputusan juri mengikat, tidak dapat diganggu gugat, dan tidak ada surat-menyurat. 
11. Lomba tertutup bagi karyawan Femina Group. 
12. Kirim ke redaksi femina, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. B32-33, Kuningan, Jakarta Selatan, 12910
    

Syarat Khusus Lomba Cerpen Femina:

1. Diketik komputer pada kertas HVS kuarto dengan jarak 2a spasi. Font Arial ukuran 12.
2. Panjang naskah 6-8 halaman, dikirim dua rangkap disertai 1 (satu) CD berisi naskah.
3. Naskah dilampiri formulir asli dan fotokopi KTP.
4. Pada amplop kiri atas ditulis: Sayembara Mengarang Cerpen Femina 2016.
5. Naskah ditunggu selambat-lambatnya 1 Oktober 2016.
6. Pemenang akan diumumkan di majalah femina yang terbit pada bulan November 2016.

Syarat Khusus Lomba Cerber Femina:

1. Diketik komputer pada kertas HVS kuarto dengan jarak dua spasi. Font Arial ukuran 12.
2. Panjang naskah 40-50 halaman.
3. Dijilid rapi, dikirim sebanyak dua rangkap disertai 1 (satu) CD berisi naskah.
4. Naskah dilampiri formulir asli dan fotokopi KTP, serta sinopsis cerita.
5. Pada amplop kiri atas ditulis: Sayembara Mengarang Cerber Femina 2016/2017.
6. Naskah ditunggu selambat-lambatnya 30 November 2016.
7. Pemenang akan diumumkan di majalah femina yang terbit pada bulan April 2017.

Hadiah Lomba Cerpen Femina*

Pemenang 1 : Rp4.000.000
Pemenang 2: Rp3.000.000
Pemenang 3: Rp2.000.000

Hadiah Lomba Cerber Femina*

Pemenang 1 : Rp7.000.000
Beasiswa Workshop Menulis Skenario dari Plot Point
Profil di Majalah Femina

Pemenang 2: Rp6.000.000
Beasiswa Workshop Menulis Skenario dari Plot Point

Pemenang 3: Rp5.000.000
Beasiswa Workshop Menulis Skenario dari Plot Point


Anda juga bisa mengunduh formulirnya di sini: Formulir Sayembara Fiksi FEMINA 2016/2017
Caranya:
1/ Simpan file image dari formulir di web.
2/ Print file tersebut dan sertakan dalam karya Anda. 

*Pajak hadiah ditanggung oleh pemenang
*Akomodasi dan transportasi untuk mengikuti kelas Workshop menulis skenario film ditanggung oleh pemenang.

Sumber: femina.co.id


Ulasan cerpen pemenang tahun lalu ada di sini 



Sabtu, 30 Juli 2016

Lomba Penyusunan Buku Cerita Anak Format E-book


Lomba Penyusunan Buku Cerita Anak Format E-Book diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan PAUD, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Buku cerita anak format e-book itu akan digunakan sebagai konten di Laman Anggun PAUD agar bisa digunakan oleh masyarakat luas khususnya para pendidik dan pemerhati PAUD.

Tema Lomba Penyusunan Buku Cerita Anak Format E-book

Tema Lomba Konten Anggun PAUD “ Penumbuhan Budi Pekerti Pada Anak Usia Dini”


Ketentuan Lomba Penyusunan Buku Cerita Anak dalam format e-book

1.    Fokus pada pengembangan sosial emosional dan bahasa
2.    Minimal 10 halaman dengan pewarnaan penuh
3.    Ukuran huruf, kosa kata,dan jumlah kalimat per halaman disesuaikan dengan usia sasaran (4-6 tahun)
4.    Penokohan dapat manusia atau lainnya (binatang atau tokoh imajiner)
5.    Ukuran per halaman A4.

Hadiah Lomba Penyusunan Buku Cerita Anak dalam format e-book

a. 1 orang pemenang pertama dengan hadiah Rp. 17.500.000,-
b. 1 orang pemenang kedua dengan hadiah   Rp. 12.500.000,-
c. 1 orang pemenang ke tiga dengan hadiah   Rp. 10.000.000,-
d. 15 hadiah hiburan dengan hadiah @ Rp. 5.000.000,-

Persyaratan Lomba Penyusunan Buku Cerita Anak dalam format e-book

1.    Peserta
Peserta terbuka untuk umum, kecuali peserta Direktorat Pembinaan PAUD..
2.    Naskah/ produk:
  • Orisinalitas mutlak.
  • Tidak mengandung unsur kekerasan, pornografi, suku, agama, ras, antar golongan, pelecehan fisik, simbol dan radikalisme.
  • Penerima manfaat adalah anak usia 4-6 tahun dengan bimbingan orang tua dan guru.
  • Peserta dapat mengirimkan lebih dari satu naskah dalam jenis (kategori) yang sama atau berbeda
  • Semua karya yang masuk akan menjadi hak milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan u.p. Direktorat Pembinaan Anak Usia Dini.
3.    Pendaftaran dan Pengiriman
Pendaftaran  dan pengiriman hasil karya dimulai tanggal 15 Juni 2016, dan dikirimkan ke alamat :
Direktorat Pembinaan PAUD,
Kompleks Kemdikbud, Gedung E Lt. 7
Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta
Kode Pos 10270
Batas waktu pengiriman paling lambat tanggal 31 Agustus 2016 cap pos.
Semua kontributor dalam penyusunan dan pengembangan produk dicantumkan secara lengkap.
4.    Penilaian
Penilaian dilakukan oleh Tim Juri yang berkompeten di bidangnya.
didasarkan pada unsur:
  • Orisinalitas karya
  • Kesesuaian dengan tema dan fokus aspek perkembangan
  • Kesesuaian karya dengan sasaran (pendidik atau anak didik usia 4-6 tahun)
  • Kejelasan pesan yang disampaikan
  • Kesantunan bahasa
  • Keutuhan cerita/karya
  • Keserasian karya: syair dan notasi, teks dengan ilustrasi, dst.

    5.   
Pengumuman Pemenang
Pemenang diumumkan melalui web http://www.anggunpaud.kemdikbud.go.id  atau  http://www.paud.kemdikbud.go.id tanggal 13 – 15 September 2016.
6.    Penyerahan Hadiah:
Hadiah lomba akan diserahkan bersamaan dengan Hari Anak Universal bulan September 2016.
7.    Pemanfaatan E-book
Naskah yang masuk ke Panitia dan dinyatakan menang menjadi hak Panitia dan akan di upload ke laman http://www.anggunpaud.kemdikbud.go.id  atau  http://www.paud.kemdikbud.go.id
Naskah yang tidak menang tetap menjadi hak penyusun kecuali apabila diserahkan ke Dit. Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini.


Lomba Penyusunan Permainan Mendidik (Edu Game)


Untuk memperkaya konten muatan laman Anggun PAUD sehingga mampu dan layak dijadikan rujukan guru PAUD, Direktorat Pembinaan PAUD, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengadakan Lomba Penyusunan Konten Anggun PAUD. Salah satunya adalah Lomba Penyususnan Permainan Mendidik (Edu Game).

Selain itu, adalah Lomba Penyususnan Permainan Mendidik (Edu Game) juga untuk sosialisasi Laman Anggun PAUD kepada netizen serta mengajak masyarakat turut serta terlibat dalam pengisisan konten laman Anggun PAUD sesuai minat dengan memperhatikan kebutuhan pendidik dan anak didik PAUD.

Tema Lomba Penyusunan Permainan Mendidik (Edu Game)

Tema Lomba Konten Anggun PAUD “ Penumbuhan Budi Pekerti Pada Anak Usia Dini”

Jenis dan Ketentuan Lomba Penyusunan Permainan Mendidik (Edu Game)

Konten Anggun PAUD yang dilombakan untuk konsumsi peserta didik PAUD usia 4-6 tahun.

Ketentuan Lomba Penyusunan Permainan Mendidik (Edu Game)

1.    Fokus pada pengembangan aspek Kognitif (pengenalan konsep dasar matematika dan keaksaraan awal) dan Seni (rupa, dan musik).
2.    Aplikasi permainan dibuat dengan format HTML5
3.    Menitik beratkan pada kemampuan secara teknis untuk membuat aplikasi game melalui penyusunan karakter, background, strategi permainan, sehingga game tersebut mampu berinteraksi dengan user-nya.
4.    Dilengkapi dengan dokumentasi/ instruksi cara menggunakan aplikasi game tersebut.
5.    Permainan harus dapat dimainkan setidaknya di dua browser: Firefox dan Chrome. Dan harus dapat berjalan dengan baik, jika terjadi error otomatis menjadi gugur.
6.    Game dipublikasikan dan digunakan oleh sasaran anak usia 4-6 tahun.

Hadiah Lomba Penyusunan Permainan Mendidik (Edu Game)

  • 1 orang pemenang pertama dengan hadiah Rp. 25.000.000,-
  • 1 orang pemenang kedua dengan hadiah   Rp. 20.000.000,-
  • 1 orang pemenang ke tiga dengan hadiah   15.000.000,-
  • 10 hadiah hiburan dengan hadiah @ Rp. 7.500.000

 Persyaratan Lomba Penyusunan Permainan Mendidik (Edu Game)

1.    Peserta
Peserta terbuka untuk umum, kecuali peserta Direktorat Pembinaan PAUD..
2.    Naskah/ produk:
  • Orisinalitas mutlak.
  • Tidak mengandung unsur kekerasan, pornografi, suku, agama, ras, antar golongan, pelecehan fisik, simbol dan radikalisme.
  • Penerima manfaat adalah anak usia 4-6 tahun dengan bimbingan orang tua dan guru.
  • Peserta dapat mengirimkan lebih dari satu naskah dalam jenis (kategori) yang sama atau berbeda
  • Semua karya yang masuk akan menjadi hak milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan u.p. Direktorat Pembinaan Anak Usia Dini.
3.    Pendaftaran dan Pengiriman

Pendaftaran  dan pengiriman hasil karya dimulai tanggal 15 Juni 2016, dan
dikirimkan ke alamat :
Direktorat Pembinaan PAUD,
Kompleks Kemdikbud, Gedung E Lt. 7
Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta
Kode Pos 10270
Batas waktu pengiriman paling lambat tanggal 31 Agustus 2016 cap pos.
Semua kontributor dalam penyusunan dan pengembangan produk dicantumkan secara lengkap.

Penilaian Lomba Penyusunan Permainan Mendidik (Edu Game)

Penilaian dilakukan oleh Tim Juri yang berkompeten di bidangnya didasarkan pada unsur:
  • Orisinalitas karya
  • Kesesuaian dengan tema dan fokus aspek perkembangan
  • Kesesuaian karya dengan sasaran (pendidik atau anak didik usia 4-6 tahun)
  • Kejelasan pesan yang disampaikan
  • Kesantunan bahasa
  • Keutuhan karya
  • Keserasian karya.

 Pengumuman Pemenang Lomba Penyusunan Permainan Mendidik (Edu Game)

Pemenang diumumkan melalui web http://www.anggunpaud.kemdikbud.go.id  atau  http://www.paud.kemdikbud.go.id tanggal 13 – 15 September 2016.

 Penyerahan Hadiah Lomba Penyusunan Permainan Mendidik (Edu Game)

Hadiah lomba akan diserahkan bersamaan dengan Hari Anak Universal bulan September 2016.

Pemanfaatan Edu Game

Naskah yang masuk ke Panitia dan dinyatakan menang menjadi hak Panitia dan akan di upload ke lamanhttp://www.anggunpaud.kemdikbud.go.id  atau  http://www.paud.kemdikbud.go.id
Naskah yang tidak menang tetap menjadi hak penyusun kecuali apabila diserahkan ke Dit. Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini.



Lomba oleh Direktorat Pembinaan Anak Usia Dini, Kemendikbud lainnya





Selasa, 26 Juli 2016

9 Penyebab Awkarin Karin Novilda Disukai Remaja



Karin Novilda menjadi pembicaraan di media sosial beberapa hari ini. Berbagai portal berita, blog dan media sosial mengulas masa lalu dan drama kehidupan Karin Novilda saat ini. Beberapa ulasan menyertakan foto Karin Novilda yang  kurang pantas untuk dilihat, terutama oleh anak-anak. 

Apa yang membuat Karin Novilda terkenal dan disukai, khususnya oleh ramaja? Berikut ini beberapa penyebab popularitas Karin Novilda yang saya coba rangkum dari perbicangan netizen di berbagai forum.

1. Peraih nilai UN tertinggi di Tanjung Pinang 
Pada awal Juni 2013, Karin Novilda menjadi pemberitaan di Kepualauan Riau karena meraih nilai Ujian Nasional (UN) tertinggi di Tanjungpinang. Nilai UN Karin 37,9 dengan nilai rata-rata 9,5. Untuk tingkat provinsi Kepulauan Riau, Karin masuk 3 besar.. Padahal Karin sebelumnya hanya meraih nilai tertinggi di sekolah pada peringkat empat atau lima saja.




Salah satu penyebab keberhasilan Karin menjauhi smartphone, game, dan media sosial saat UN. Hal itu terungkap setelah Karin dan orang tuanya membeberkan pada Tanjungpinang Pos. Saat itu, Karin Novilda yang masih berstatus pelajar SMP di Tanjungpinang. Pencapaian Karin tersebut merupakan awal popularitas Karin, sebab tidak mudah memperoleh UN dengan nilai tinggi. Ia menjadi superior di saat begitu banyak siswa-siswi menatap sedih nilai UN-nya. 

2. Orang tua terpandang 
Profesi dokter merupakan satu dari sekian profesi terhormat dalam masyarakat kita. Untuk menjadi dokter, terlebih dokter spesialis tertentu membutuhkan kegigihan dan biaya pendidikan cukup tinggi. Fakultas yang mendidik calon-calon dokter pun mensyaratkan nilai di atas rata-rata. Mahasiswa dan mahasiswi kedokteran umumnya adalah mereka yang meraih nilai tertinggi di sekolahnya dan kaum berada. Fakultas kedokteran menjadi fakultas yang bersinar di  universitas negeri maupaun universitas swasta. 

Kedudukan seorang dokter di masyarakat pun cukup istimewa. Para dokter di kota-kota besar termasuk kelas ekonomi menengah dan atas. Harta dan tahta mereka seolah melimpah. Bahkan sebagian orang menganggap mereka pahlawan. Kedua orang tua Karin Novilda adalah dokter. Ibunya dokter gigi, sedangkan ayahnya dokter spesialis. Kedudukan orang tua Karin yang terpandang itu menjadi satu hal yang menarik perhatian dan membuat Karin menjadi sorotan. 



3. Penampilan Berubah Drastis 
Saat menjadi siswi SMP peraih nilai UN tertinggi, Karin memakai kacamata dan berjilbab. Wajahnya polos tanpa polesan kosmetik. Kini penampilan Karin serupa artis-artis Korea Selatan. Kosmetik membuat wajah dan penampilannya tidak kalah dengan artis ternama. 

Penampilan Karin yang berubah drastis itu mungkin diinginkan sebagian remaja, namun mereka tidak berani melakukannya. Karin seolah mewujudkan harapan mereka; berani tampil dengan dandanan bak artis ternama. Penampilan Karin yang dianggap manis sekarang ini, merupakan satu faktor kenapa ia kerap dibicarakan.   




4. Modis dan fashionable 
Pada akun Instagram Karin Novilda, kita akan menemukan Karin dalam balutan pakaian modis dan fashionable dengan berbagai pose. Foto-foto itu sebenarnya iklan. Karin mengenakan pakaian-pakaian dalam foto itu dalam rangka promosi. Tubuh yang proporsional membuat Karin enak dilihat dengan pakaian-pakaian itu. 

Salah satu masalah remaja adalah kurang percaya diri dengan penampilannya. Karin yang modis dan fashionable menjadi role model. Sebagain remaja berharap memiliki penampilan seperti Karin. Wajar saja jika akun Instagramnya diikuti oleh setengah juta orang yang diduga kebanyakan siswa-siswi sekolah menengah. Hal itu terlihat dari komentar Instagram-ya yang menyapa Karin dengan panggilan kakak. 




5. Kehidupan remaja kota yang seolah bebas 
Lulus SMP, Karin Novilda melanjutkan pendidikan di Jakarta. Kini Karin telah menjadi mahasiswi. Akun-akun sosial media Karin diselipi keseharian Karin. Terdapat beberapa foto Karin sedang berpose sambil menghisap atau memegang rokok dengan asap mengepul. Pesta dugem dan berbagai kegiatan bersama teman-teman sebayanya. 

Karin menampilkan kehidupan remaja yang seolah bebas tanpa pengawasan orang tua. Ia terlihat bisa melakukan apa saja yang diinginkan oleh anak muda seusianya. Kebebasan ini diharapkan oleh sebagian remaja. Karin bagai menunjukkan bagaimana seharusnya remaja kota hidup dan bergaul tanpa aturan ketat dari keluarga.    

6. Drama percintaan ala sinetron 
Karin juga membagikan konten-konten mesra. Kisah percintaanya, baik suka maupun duka. Karin menunjukan perjuangan untuk menjadi pasangan yang baik. Proses perjuangan demi cintanya itu menjadi konten yang cukup diuskai oleh followernya.  

Sebagian remaja mengikuti kisah cinta Karin, hanyut, dan akhirnya ingin mengikuti perkembangan hubungan Karin dengan pacar-pacarnya yang juga enak dilihat. Tawa bahagia dan air mata kerap mewarna perjalanan cinta Karin dan sang pacar. Drama percintaan yang biasa kita temui di sinetron bagai hadir langsung ke hadapan followernya dan mereka juga bisa turut serta, memberi saran, nasihat, juga semangat untuk Karin. 




7. Playing Victim, Sosok yang Teraniaya
Karin pun playing victim, menampilkan diri sebagai korban. Pihak yang teraniaya dan pantas dikasihani. Pada satu video di Youtube tertanggal 18 Juli 2016, Karin menyiapkan semacam pesta ulang tahun untuk Gaga, cowok yang 3 tahun lebih muda daripada Karin. Padahal Karin sudah diputuskan Gaga. Sponsor pesta itu disebutkan dalam subtittle video.   

Setelah pesta, Karin curhat sambil berderai air mata. Karin menempatkan diri sebagai orang yang rela dan ikhlas Gaga memutuskan hubungan pacaran mereka dan menjalin percintaan dengan sahabat Karin sendiri. Derai air mata dan curhat Karin ini berlangsung sekitar lima belas menit. Sebagian remaja dan orang yang menyaksikan video itu, mungkin jatuh iba, kasihan. Dan konten berbentuk video inilah yang membuat Karin Novilda terkenal.  


  

8. Penghasilan jutaan sebagai endorser
Beberapa blogger salah satunya inineracauan.wordpress.com mengungkap penghasilan Karin sebagai selebgram, bintang iklan di Instagram mencapai 30 juta per bulan. Pihak lain menyebut penghasilan Karin 16 juta per 2 hari. Karin disebutkan telah mandiri secara finansial sejak usia 16 tahun, sudah punya rumah sendiri dan hidup dengan fasilitas nyaman. 

Berpenghasilan jutaan pada usia belasan tahun menjadi impian sebagian remaja. Maka dari itu, bukan tidak mungkin pengikut media sosial Karin akan meniru jejak popularitasnya itu. Penghasilan Karin yang tinggi itu juga menimbulkan rasa iri sehingga ramaila percakapan tentang Karin Novilda. 





9. Keingintahuan Netizen Agar Kekinian
Beberapa orang merasa kudet, tertinggal jika tidak mengikuti topik yang sedang hangat di media sosial. Sosok Awkarin berhasil memancing rasa penasaran dan keingintahuan netizen. Akun-akun media sosialnya dilacak. Berita dan ulasan tentang Awkarin dicari, khususnya oleh para remaja. 

Beberapa media massa, misalnya stasiun radio yang menyasar anak muda mengundang Awkarin untuk memenuhi rasa keingintahuan sebagian orang itu. Bukan tidak mungkin, tidak lama lagi stasiun televisi pun mengundang Awkarin. Popularitas Awkarin akan semakin tinggi. 

Bagaimana sikap kita? Melarang remaja untuk menikmati konten-konten media sosial Awkarin rasanya kurang bijak. Dialog dan diskusi mungkin lebih tepat. Apa yang membuat mereka tertarik? Mungkin para remaja hanya ikut tren saja.

Umumnya topik yang hangat di media sosial seperti meteor. Mencuat cepat lalu hilang seketika. Mungkin nasib Awkarin juga akan seperti kemunculan meteor itu. Kita doakan saja semoga Awkarin segera menemukan cinta sejatinya dan berhenti melakukan hal-hal yang kurang patut dilakukan sebagai perempuan, khususnya muslimah. Nasib dan akhir seseorang tiada yang tahu, kan. Jadi berdoa dan serahkan pada kuasa-Nya saja.