Koko Nata

Menulis, Buku, Kehidupan

Kamis, 29 Agustus 2019

7 Kriteria yang Dipertimbangkan Pria Saat Memilih Calon Istri, Nomor 2 Bisa Bikin Galau


Kata cerai mungkin tidak pernah terbayangkan dalam benak kita saat menikah. Namun faktanya, tren angka perceraian yang terus meningkat. Hal itu membuat sebagian orang hati-hati memilih jodoh.

Dikutip dari Republika.co.id  (21/1/2018), Dirjen Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung mencatat rata-rata angka perceraian naik 3% per tahunnya. Misalnya angka perceraian pada 2014 tercatat 344.237, naik menjadi 365.633 perceraian di 2016.

Tidak heran jika pria menetapkan kriteria tertentu saat memilih calon istri. Dikutip dari standardmedia.co.ke publikasi (3/7/2018), inilah 7 kriteria yang umumnya dipakai pria di seluruh dunia saat memilih calon istri.

1. Usia lebih muda
Pria memilih wanita yang lebih muda 5 – 10 tahun. Jika  pria berusia 30 tahun, calon istri berada di kisaran usia 20 – 25 tahun. Jika pria menginginkanpunya banyak anak, usia muda akan menjadi prioritas utama sebab usia aman melahirkan haruslah sebelum 40 tahun. Usia yang lebih muda juga membuat si pria bangga menggandeng istrinya ke mana-mana

2. Bukan wanita karier
Wanita karier cenderung memiliki banyak pertimbangan untuk segera memiliki anak setelah menikah. Bahkan sebagiannya ragu-ragu untuk memiliki anak. Wanita yang bekerja namun resign, cenderung lebih mudah dipilih oleh pria ingin segera punya anak. Citra ibu rumah tangga yang baik hingga saat ini masih wanita yang berada di rumah saja.

3. Gadis lugu yang berbudi luhur
Gadis pesta yang tidak bisa menunggu akhir pekan untuk dugem, perokok, bahkan memiliki pengalaman hidup bebas tentu bukan pilihan yang baik. Pria lebih memilih gadis luguyang berbudi luhur. Hal ini bukan berarti gadis yang akan dipilih berasal dari desa. Sebab desa dan kota saat ini keadaannya tidak jauh berbeda.

4. Menghormati pria 
Satu lagi alasan pria menikahi wanita yang lebih muda, karena si wanita cenderung menghormatinya. Pria senang menjadi orang yang dicintai sekaligus dihormati. Wanita yang lebih mudah bisa lebih menghormati pria yang lebih tua darinya.

5. Wanita yang sejuk dipandang dan menghangatkan
Pria berusaha menemukan seorang wanita menyejukkan mata sekaligus membuat hangat setiap kali dipandang. Ketika dunia tampak runtuh, seulas senyumannya saja dapat mencerahkan hari sang pria dan membuatnya bersemangat lagi. Untuk kriteria ini, pengalaman pria dengan ibu, guru dan wanita-wanita yang mengesankannya di masa lalu akan sangat menentukan.
6. Tidak ada kata cerai dalam rencana jangka panjangnya
Jika baru menjadi calon istri, wanita sudah mengucapkan perceraian sebagai cara untuk mengatasi konflik pernikahan itu bikin ilfil. Dia mungkin langsung dicoret dari bursa calon istri. Sebagian pria menganggap rencana hari ini adalah kenyataan di masa depan

7. Punya latar belakang keluarga yang jelas
Pria akan memastikan wanita yahg akan dinikahinya memiliki sesuatu yang disebut keluarga. Mungkin saja calon istrinya yatim-piatu, atau hanya memiliki satu orang tua, namun ia tetap memiliki keluarga yang jelas. Hal itu penting, agar anak-anak kelak mudah memahami konsep keluarga.

Tujuh kriteria di atas mungkin tidak semuanya dicari pria pada diri wanita. Namun sebagian besarnya harus ada. Jangan galau jika wanita tidak memiliki semua kriteria tersebut. Kadang-kadang pria punya alasan yang tak masuk akal saat memlih calon istrinya. 

Senin, 26 Agustus 2019

Balita Ngomong Jorok untuk Mendapatkan Hal Ini, Solusinya Ternyata Mudah



Anak-anak usia 3 – 5 tahun mengucapkan kata-kata jorok. Misalnya alat kelamin, kotoran manusia, dan lainnya. Mereka mengulanginya bahkan sambil tersenyum dan tertawa-tawa. Orang tua tentu malu jika ucapan jorok itu dilakukannya di tempat umum.

Psikolog di forum ibudanbalita.com (dilihat 1/7/2018) mengungkapkan bahwa kebiasaan anak mengucapkan kata-kata jorok bisa jadi karena ingin mendapatkan perhatian. Bagi anak, perhatian bukan hanya pelukan dan kasih sayang atau lainnya yang positif. Kemarahan, teguran, hukuman juga merupakan perhatian meskipun negatif.

Misalnya saat anak yang mengucapkan kata-kata jorok, ibu mengalihkan pandangan dari gawainya. Ibu mendekati anak, melotot, dan menegur anak. Perbuatan ibu tersebut, meskipun negatif sudah merupakan perhatian. Anak belajar, kalau mau bikin ibu berhenti lihat hp, ngomong jorok aja. Anak mendapat perhatian sehingga cenderung mengulangi ngomong jorok.

Bagaimana solusinya?

Orang tua harus kompak berhenti memberi perhatian pada anak yang ngomong jorok. Apabila di rumah ada paman, nenek, asisten rumah tangga, mereka juga harus kompak. Jangan memberi perhatian pada anak yang ngomong jorok. Palingkan muka atau pura-pura tidak mendengar ujaran jorok anak saja.

Anak mungkin saja semakin menjadi-jadi. Meneriakkan kata-kata yang jorok itu misalnya. Namun biarkan saja, jangan memberikan perhatian sedikitpun. Ketika anak selesai, kemudian mengucapkan kata lain yang netral atau baik, langsung berikan perhatian positif. Tersenyum, membelai, ajak ngobrol misalnya. Anak akan mendapat pemahaman bahwa kata jorok akan diabaikan, kata-kata baik mendapat perhatian.

Saat santai anak bisa diingatkan untuk berkata-kata baik. Mudah-mudahan kebiasaan ngomong jorok akan berangsur-angsur hilang. Anak terbiasa berkata baik dan santun hingga dewasa.  

Senin, 12 Agustus 2019

Lama Tidak Terdengar, Begini Nasib Penerbit Syaamil Saat Ini



Pecinta buku fiksi islami mungkin cukup akrab dengan nama Penerbit Syaamil. Ketika Mas Gagah Pergi, Pingkan, Pesantren Impian merupakan sebagian buku fiksi islami Syaamil yang sangat populer pada awal tahun 2000. Namun cobalah cari buku terbitan Syaamil saat ini di toko buku. Kemungkinan besar bukan buku yang akan kamu temukan, melainkan Al Quran, Syaamil Quran.

Buku-buku Syaamil

Sekitar tahun 1999, saya mengenal Penerbit Syaamil melalui beragam buku kumpulan cerpen dan novel islami yang dipasarkannya. Buku-buku Syaamil sering dijual pada bazar acara-acara kampus Universitas Sriwijaya (Unsri), juga di beranda-beranda musala fakultas saat jam istirahat. Hal itu menarik perhatian saya, karena di Toko Buku Gramedia Palembang, buku terbitan Syaamil masih belum tersedia.

Harga buku Syaamil masih belasan ribu saat itu, namun masih mahal untuk ukuran kantong mahasiswa seperti saya. Catat saja, di awal era reformasi itu, Rp1.000 sudah bisa makan dengan nasi-sayur-tempe-tahu. Jadi uang belasan ribu itu bisa untuk makan anak kos selama seminggu.

Saya rela menebalkan muka, numpang baca di teras musala fakultas teknik kala ada bazar atau lapak buku mahasiswa. Malu sebenarnya. Namun hasrat baca saya lebih besar daripada rasa malu. Apalagi jika empunya lapak sesama mahasisiwa teknik. Rasa malu itu bisa dienyahkan jauh-jauh.
Logo FLP (versi lama) yang tersemat di belakang buku terbitan Syaamil
Buku-buku Syaamil turut mengantarkan saya menjadi anggota Forum Lingkar Pena pada tahun 2000. Saya penasaran dengan organisasi penulis yang logonya kerap tercetak pada bagian belakang buku Syaamil. Tahun 2001 saya sudah tercatat sebagai anggota FLP Sumatera Selatan. Juni 2002 cerpen saya masuk ke dalam buku kumpulan cerpen FLP Sumatera Selatan, Kucing Tiga Warna yang diterbitkan oleh Syaamil. Syaamil bisa dikatakan turut mengantar saya masuk ke dunia perbukuan.

Melupakan Syaamil

Kunjungan pertama saya ke kantor Penerbit Syaamil sekitar pertengahan 2004. Surprise, sebab lokasi kantor Syaamil di Jalan Cikutra 99, dekat SMA 10 Bandung. Saya sempat bersekolah di SMA 10 Bandung selama 1 tahun, sebelum kembali bermukim di Palembang. Seolah CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali), menemukan kantor Syaamil di jalan yang sering saya lewati saat sekolah dulu.

Setahun kemudian saya bermukim di Depok yang lokasinya cuma selemparan batu dengan Kota Jakarta. Saya mulai mengenal banyak penerbit selain Syaamil. Buku-buku Syaamil sedikit terlupakan.

Beberapa penerbit juga mulai dikenal dengan fiksi islaminya. Misalnya penerbit Republika yang mendadak top karena menerbitkan novel Ayat-ayat Cinta. Sayangnya, novel karya Kang Abik itu saya rasakan sebagai puncak keemasan buku fiksi islami. Setelah itu, fiksi islami mulai mengalami kejenuhan. Banyak buku fiksi islami beredar namun menawarkan kisah yang kurang lebih sama. Buku-buku Syaamil pun sepertinya begitu.

Kabar tidak sedap kemudian saya dengar tentang Penerbit Syaamil. Penerbit buku islami itu bangkrut. Beberapa teman sesama penggiat FLP memberikan kesaksian tentang kebangkrutan Syaamil. Saya turut prihatin, seperti mendapat kabar seorang sahabat yang mengalami musibah yang sangat hebat.  

Bertahun-tahun kemudian fakta kebangkrutan Penerbit Syaamil itu saya temukan di buku Kepemimpinan Jalan Langit (KMO, 2018). Pendiri Syaamil, Riza Zacharias menceritakan kisah pahit jatuhnya Syaamil dalam buku setebal 274 halaman. Pada tahun 2007 itu, Syaamil direkomendasikan untuk menjual semua asetnya, mulai dari pabrik, mesin, seluruh barang, dan PHK seluruh karyawan. Ada sekitar 89 orang karyawan yang harus segera dirumahkan. Malang niat nasibmu Syaamil.
    

Syaamil menjadi Sygma

Tanpa banyak orang tahu, setelah dinyatakan bangkrut Syaamil bermetamorfosis. Perbaikan dilakukan pada setiap sisi bisnis. Pada aspek keuangan misalnya, tidak boleh ada lagi praktik riba dengan bank dan lembaga keuangan lainnya. Para pemilik bersepakat mengetuk pintu langit dengan fokus pada syiar Al Quran. Nama Syaamil tetap dipertahankan menjadi brand Al Quran sedangkan nama perusahaan berubah menjadi Sygma Grup.

Disebut grup, karena berbeda dengan PT Syaamil Cipta Media, Sygma terdiri dari beberapa perusahaan. PT Sygma Examedia Arkaleema yang fokus pada bisnis penerbitan (selanjutnya hanya memasarkan Al Quran dan buku saja), PT Sygma Exagrafika yang menangani percetakan. PT Sygma Daya Insani yang melakukan penjualan buku-buku premium secara langsung (direct selling), serta PT Sygma Media Inovasi yang membuat produk atau konten untuk seluruh perusahaan Sygma Grup.

Tahun 2010 - 2012, terjadi pertumbuhan yang luar biasa pada Sygma Grup. Al Quran Hijaz Terjemah per Kata menjadi produk yang fenomenal, menghebohkan pasar penerbitan Al Quran di Indonesia bahkan Malaysia. Satu kali cetak saja Al Quran Hijaz per Kata dapat mencapai 600.000 eksemplar. Produk lainnya yang menjadi trend adalah Al Quran Miracle The Refference. Al Quran dengan fitur beragam itu dapat dibunyikan dengan electronic pen juga. Harga bundling dengan e-pen lebih dari Rp1juta namun laris manis.
Peragaan membunyikan produk My First Al Quran (Maifa)
Satu varian Al Quran yang juga fenomanal adalah Syaamil Quran Tikrar. Sebelum peluncuran Syaamil Quran Tikrar di panggung utama Bandung Islamic Book Fair 2015, sudah banyak Al Quran hafalan yang beredar. Namun Syaamil Quran Tikrar hadir dengan metode berbeda. Tagline-nya pun menarik: hafal tanpa menghafal. Orang yang ingin menghafal Al Quran cukup mengulang-ulang bacaan saja. Hal ini menjadikan proses menghafal Al Quran terasa mudah. Strategi pemasaran dan marketing comunication yang mudah dicerna masyarakat, dibarengi pelatihan Tikrar di berbagai wilayah Indonesia menjadikan Syaamil Quran Tikrar populer. Syaamil Quran Tikrar menjadi trendsetter pada kategori mushaf hafalan sampai hari ini.
Syaamil Quran Tikrar, siapa saja dapat menghafal Al Qur'an tanpa menghafal
Sejak 2013, Syaamil Quran menjadi sponsor penyelenggaraan ajang Hafiz Indonesia di RCTI tiap bulan Ramadhan. Qori Indonesia 2019, Peluncuran komunitas ODOJ, Jabar Mengaji Bersama ODOJ, merupakan ajang terkait Al Quran lainnya yang didukung oleh Syaamil. Di Radio MQ FM Bandung pun Syaamil terlibat dalam program Yang Muda Yang Menginspirasi dan Pagi Mengaji.

Membumikan Al Quran

Pada 2019, Sygma Grup mengembangkan diri menjadi Syaamil Grup dengan visi menjadi perusahaan yang terdepan dalam membumikan Al Quran dan menghidupkan sirah.  Syaamil Grup terdiri dari 12 perusahaan yang saling mendukung usahanya satu sama lain. Misalnya saja Tourizy Tour & Travel yang berada di bawah naungan PT. Lintas Semesta Insani. Tourizy menyelenggarakan paket perjalanan wisata untuk Sygma Learning Consultant, orang-orang yang mesyiarkan dan memasarkan buku-buku Sygma Daya Insani secara direct selling.  

Berbagai program dijalankan dalam rangka menerapkan visi membumikan Al Quran. Program Rumah Syaamil Quran, Wakaf 1 juta Al Quran, program Semua Bisa Ngaji dengan tagline ‘Kampung Bebas Buta Huruf Al Quran dan Wisata Quran adalah sebagian di antaranya. Program Wisata Quran sudah berjalan sejak 2013, diresmikan oleh Ridwan kamil saat masih menjadi Walikota Bandung.

Syaamil pun berusaha memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar yang paling dekat. Senin, 12 Agustus 2019, Syaamil Group bekerja sama dan bersinergi dengan pemerintah kecamatan Kiaracondong dan warganya dalam program Kampung Wisata Quran. Kerja sama itu terdorong oleh kesamaan visi dan program unggulan kecamatan Kiaracondong yaitu NGAHIJI, GEULIS, WISATA, SEJAHTERA, JUARA, dan AGAMIS.
Peluncuran Kampung Wisata Al Quran
Pemerintah kecamatan mulai menata dan membenahi area sekitar perkantoran Syaamil Grup. Satu dari sekian pembenahan dan penataan itu di area jembatan layang Kiaracondong, jalan masuk menuju perkantoran Syaamil Grup. Misalnya penataan pedagang kaki lima agar lebih rapi dan sedap dipandang mata.
Wakil Walikota Bandung, H. Yana Mulyana menandatangani peresmian Kampung Wisata Al Qur'an
Camat Kiaracondong satu visi dengan Syaamil Grup
Peresmian Kampung Wisata Quran dilakukan oleh Wakil Walikota bandung H. Yana Mulyana, S.E., dan Camat Kiaracondong Dra. Rina Dewi Yanti M.Si serta Riza Zacharias selaku Presiden Direktur Syaamil Group. Riza Zacharias pun memandu para tamunya berkeliling percetakan, melihat langsung bagaimana Al Quran dicetak dari awal sampai siap distribusi.  
Satu rangkaian Wisata Qur'an, factory visit
Syaamil Group kini dibandingkan dengan Syaamil Cipta Media yang menerbitkan buku dahulu memang jauh berbeda. Banyak pihak, termasuk saya menyayangkan Syaamil zaman now yang jarang menerbitkan buku-buku fiksi lagi. Namun bukan tidak mungkin buku-buku fiksi hadir kembali dari tangan-tangan kreatif Syaamil Grup. Saya merasa fiksi Islam masih sangat dibutuhkan, khususnya oleh anak-anak generasi Alpa. Saya akan mencoba mewujudkannya karena saya sudah menjadi bagian pengembangan konten di Syaamil Grup sejak lima tahun yang lalu.  


Ditulis berdasarkan data dari Apud Saefudin, Marketing & Communication GM Syaamil Grup.

Senin, 05 Agustus 2019

Anak Ngompol Lagi Setelah Lama Tidak Mengompol, Sebabnya Tidak Terduga


Anak ngompol lagi pada pekan pertama masuk sekolah? Hal ini terjadi pada si kecil. Saya sempat kesal karena terlalu fokus pada akibat ngompol, bukan pemicunya.

Mengompol Setelah Lama Absen

“Kok sudah SD masih ngompol, sih?” Saya sempat melontarkan kalimat itu pada si kecil.

Si kecil dengan nada suara pelan, minta maaf. Dia nggak sadar kalau ngompol. Dia tahu mengompol itu memalukan. Apalagi kalau sampai teman-teman sekolahnya tahu.

Meskipun kasut si kecil menggunakan seprai antiair, tetap saja pakaiannya basah terkena ompol. Termasuk bantal dan guling. Seprai antiair pun mulai berkurang daya antiairnya. Empat tahun sudah usia pemakaiannya. Ompol tetap merembes ke permukaan kasur.

Mencuci pakaian, seprai dan sarung bantal bekas ompol cukup melelahkan. Cucian bekas ompol harus dipisah. Disikat pelan-pelan. Diberi pewangi esktra. Dibilas dengan air mengalir agar ompolnya benar-benar hilang. 

Padahal sudah lama sekali si kecil tidak mengompol. Maka dari itu saya kesal dan jengkel. Melihat ompolnya, teringat proses mencuci bekas cairan pesing yang tidak mudah. Butuh waktu 15 – 30 menit karena semuanya dikerjakan secara manual.

Penyebab Ngompol

“Dia kan baru masuk sekolah, adaptasi.” Istri saya kemudian mengingatkan.
Masa adaptasi di sekolah yang baru mungkin membuat si kecil stres sehingga mengompol. Duh, betul. Saya lupa. Betul-betul tidak ingat.  

Di kelas perkuliahan Psikologi Abnormal di UI dulu seorang dosen pernah bertutur. Anak yang sudah tidak atau jarang mengompol, bisa ngompol lagi sebagai respon terhadap perubahan atau stres yang tengah dialaminya. Misalnya hari-hari pertama di sekolah baru, perubahan dalam keluarga semacam perpisahan, kematian atau perceraian orang tua. Ketegangan akibat segala macam kekerasan fisik dan nonfisik pun dapat membuat anak stres, kemudian mengompol.

Saya jadi teringat dengan kasus keponakan yang jadi sering ngompol pasca perceraian orang tuanya. Usianya 7 atau 8 tahun saat itu. Pastilah dia tidak nyaman dengan perceraian orang tuanya. Tidak bisa ngomong atau mengungkapkan emosi yang dialaminya sehingga stres lalu mengompol.

Rasanya memang tidak elok memarahi atau menghukum anak karena mengompol akibat stres. Kering sepanjang malam memang keinginan orang tua. Anak yang sudah beranjak dari usia balita pun kemungkinan menginginkan kering sepanjang malam. Mereka sudah merasa malu saat mengompol.

Cara Menghentikan Ngompol

Dikutip dari web Ayahbunda (dlihat 24/7/2019), Dr. Edward R. Christophersen, Ph.D, profesor pediatri dari University of Missouri di Kansas City School of Medicine dan University of Kansas Medical Center, Amerika Serikat, memberikan tips agar anak tidak mengompol lagi.
1. Tidak banyak minum menjelang tidur
2. Buang air kecil sebelum tidur.
3. Gunakan celana yang mudah dibuka, bangunkan si kecil pada waktu ia sering ngompol agar pipis di kamar mandi saja.
4. Memberikan reward atau hadiah apabila anak tidak mengompol. Misalnya pujian atau lainnya.

Apabila anak sedang stres, 4 hal itu bisa jadi tidak akan berpengaruh. Anak tetap saja mengompol. Itulah yang terjadi pada si kecil, anak saya.

Pada kondisi anak stres tersebut, Christophersen menyarankan agar orang tua tetap sabar. Segera ganti dan bersihkan badan anak yang terkena ompol. Hal itu guna mencegah iritasi pada kulitnya.

Stres yang dialami anak pun secara bertahap harus dikurangi. Pada kasus si kecil, saya coba dengan mendorongnya untuk bercerita, mengeluarkan uneg-uneg, dan segala emosi negatifnya di masa penyesuaian diri di sekolah. Alhamdulillah, hari-hari berikutnya, dia tidak ngompol lagi. Bahkan berusaha bangun untuk pipis di kamar mandi.

Terkadang orang tua terlalu fokus pada akibat tanpa berusaha mencari tahu dan memahami penyebabnya. Padahal saat kecil dulu, orang tuanya dulu barangkali juga masih sering ngompol saat awal masuk sekolah dan banyak peristiwa lainnya yang memicu stres pada dirinya.

Senin, 08 Juli 2019

7 Sajian Makanan Cantik dengan Sedikit Usaha Bermodal Cinta

Kita (baca saya ^_^) seringkali ingin membawa pulang makanan atau minuman istimewa dan maksimal tapi dengan dana minimal. Sayangnya, makanan dan minuman yang terlihat bagus di iklan-iklan harganya cukup bikin dompet terkuras. 

Solusinya bikin sendiri, kan ya?

Kendala lainnya juga, kita tidak cukup kreatif untuk membuat sajian spesial sendiri. Padahal internet menyediakan sumber inspirasi yang begitu banyaknya. Namun mencari kata kuncinya itu, makan waktu juga.

Saya coba bagikan temuan saya di Boredpanda.com, cara pengolahan makanan yang sederhana namun hasilnya cukup istimewa. Modal utamanya cukup cetakan bentuk hati atau love saja. Setidaknya ada 7 makanan yang bisa kita buat dengan cetakan bentuk hati itu.

Berikut pemarannya. Boleh coba di rumah untuk keluarga atau siapa saja.

1. Apel dengan kulit bersimbol cinta.
Simbolnya bukan dilukis, lho. Caranya, ambil apel hijau dan merah, buat bentuk hati dengan cetakan kue. Setelah itu, kupaslah bentuk hati secara utuh. Tukar posisi bentuk hati ke apel hijau dan merah. Hasilnya cukup, menarik kan?

2. Stroberi bentuk hati.
Potong buah stroberi menjadi bentuk hati. Tepatkan dalam cetakan es batu. Bekukan. Setelah beku, es batu stroberi dapat digunakan dalam berbagai minuman.      

3. Cinta dalam semangka
Buat yang bosan dengan potongan semangka biasa, cara ini boleh dicoba. Gunakan saja cetakan kue dari logam untuk mendapatkan semangka berbentuk hati. Semangka bentuk hati dihidangkan, sisa-sisa potongan langsung dimakan. 

4. Cinta dalam kentang
Kentang dipotong dengan ketebalan sedang. Bentuk hati dengan cetakan kue yang sama untuk mencetak semangka, lalu panggang. Sajikan dengan saus tomat dan cabai. Sausnya mau ditumis dulu agar melekat pada kentang juga boleh.  

5. Cinta dalam telur
Tips yang tidak asing lagi ini, namun barangkali ada yang belum tahu. Cuma butuh karet gelang dan tusuk sate saja untuk membuat telur rebus bentuk hati. Ikuti saja langkahnya seperti yang tersaji pada gambar.

6. Cinta dalam sepotong roti
Buat bentuk hati pada roti. Oleskan margarin, panggang dengan wajan. Tempatkan telur dalam bentuk hati. Tunggulah sampai roti berwarna kecokelatan. Taraaaaa... jadilah bentuk hati dalam sepotong roti.

7. Cinta dalam sosis
Sosis merupakan makanan siap saji yang biasanya tersedia pada kulkas keluarga zaman now. Apabila ingin penyajian sosis yang berbeda, coba potong sosis menjadi dua, kemudian buat bentuk hati. Sajikan dengan roti atau lainnya.

Terkadang hanya butuh sentuhan sederhana untuk menyajikan makanan menarik dan cantik. Silakan mencobanya di rumah. Untuk dikirimkan pada keluarga tercinta juga bisa. Selamat mencoba. 


Rabu, 19 Juni 2019

Pakaian Hijau dan Orang Sunda Jadi Incaran Nyi Roro Kidul di Pangandaran, Benarkah?


Senang rasanya, saat pertama kali berwisata ke Pangandaran. Pertengahan tahun 1995, dalam rangka perpisahan SMP. Sebagai pendatang yang baru dua tahun menetap di Bandung, menjelajahi Jawa Barat merupakan kegiatan mengasyikkan.

Saya dan orang tua tidak tahu banyak tentang Pangandaran. Di masa itu, belum ada internet kayak zaman now. Andalan informasi cenderung dari televisi, radio, dan koran. Jadi mudah saja orang tua memberikan izin berangkat ke Pangandaran. Apalagi wisatanya pergi-pulang tanpa menginap. Cuma orang tua mengingatkan jangan pakai baju hijau.

Mitos Seram Pangandaran

Teman-teman sekelas juga berpesan, “jangan pake baju hijau!” Alasannya warna hijau itu kesukaan Nyi Roro Kidul. Bisa diambil sama penguasa Laut Selatan itu. Saya percaya nggak percaya, ya menurut saja.

Selain itu katanya, orang asli Sunda harus hati-hati, Nyi Roro Kidul punya dendam terhadap raja Padjajaran. Konon sebelum bersemayam di laut selatan, Nyi Roro Kidul adalah istri raja Padjajaran. Namun intrik kerajaan membuatnya dibuang ke laut selatan.

Saya agak khawatir juga, sebab masih ada darah Sunda juga di tubuh saya, dari garis keturunan ayah. Nenek berasal dari Bogor. Bogor masih wilyah Sunda juga, kan? Namun teman-teman saya yang mayoritas orang Sunda tenang-tenang saja. Termasuk para guru. Jadi tidak ada alasan untuk mengkhawatirkan mitos itu.  

Berangkat pagi dari Bandung, kami tiba di Pangandaran siang menjelang sore. Tidak banyak pilihan wisata selain bermain di pantai dan berperahu menikmati keindahan taman bawah laut. Keindahan terbenamnya matahari pun sempat kami nikmati. Belasan tahun kemudian saya baru tahu, Pangandaran memiliki cukup banyak pantai dan tempat wisata. Kunjungan wisata saat itu baru secuil dari sekian banyak objek wisata di Pangandaran.

Tidak ada kejadian aneh atau luar biasa selama berwisata. Saya dan teman-teman cukup menikmati perjalanan. Guru-guru merasa berhasil membimbing murid-muridnya. Tengah malam, kami sudah sampai di Bandung lagi. Satu album foto jadi pengingat masa-masa itu. Tahun kedua SMA, saya kembali meneruskan bersekolah di Palembang, juga perguruan tinggi. Tidak terpikir kapan bisa kembali ke Bandung atau Pangandaran.

Larangan Pakaian Hijau Itu Benar

Lebih dari dua puluh tahun kemudian saya baru berkesempatan kembali mengunjungi Pangandaran. Kali kedua bersama istri dan yang ketiga kalinya mengikuti rombongan tur jelajah wisata Jawa Barat. Objek wisata itu tetap saja ramai meskipun beragam mitos berhembus. Namun di era digital kita dapat memeriksa kebenarannya.

Pakaian hijau memang sebaiknya tidak dipakai saat berwisata ke pantai. Kantor Berita Antara melansir penjelasan dari Widodo Pranowo, peneliti madya Bidang Oseanografi Terapan Pusat Riset Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan seperti yang dipublikasikan Pikiran Rakyat (13/6/2019). Warna hijau menyatu dengan warna air laut, sehingga orang yang mengenakannya sulit ditemukan. Warna cerah semisal jingga atau merah muda merupakan warna terbaik untuk wisata ke pantai.

Selain itu, alam Pangandaran masih alami. Berbagai pepohonan dan tanaman hijau tumbuh subur di berbagai objek wisata Pangandaran. Misalnya Cagar Alam Pananjung yang memiliki koleksi Raflesia Padma. Orang berpakaian hijau di antara alam yang hijau tentu akan tersamar sehingga sulit dicari, kan? Masuk akal apabila kita sebaiknya tidak memakai pakaian hijau saat berada di Pangandaran.   

Sosok Sebenarnya Nyi Roro Kidul

Sejak kecil saya dekat dengan dunia klenik. Kerabat kakek menjalankan praktik pengobatan tradisional dengan memanggil arwah yang bisa mendiagnosa penyakit. Arwah tersebut dipanggil Kya'i. Resep obat darinya ditulis dengan huruf Arab. Saat SMA saya baru menyadari, praktik pengobatan tersebut bekerja sama dengan jin. Saya ogah diajak ke sana lagi, dan orang tua pun mulai sadar, berobat di sana itu bisa terjerumus ke dalam praktik syirik. 

Nyi Roro Kidul pun tak lain perwujudan jin. Mengutip pendapat Ustadz Ammi Nur Baits di Konsultasisyariah publikasi (7/1/ 2013). Nyi Roro Kidul merupakan wujud jin yang mungkin pernah dilihat seseorang, kemudian digambar dan dinamakan Nyi Roro Kidul. Sosoknya berupa wanita cantik berpakaian hijau hanya jelmaan jin saja. Bisa jadi yang menjelma seperti ratu kidul  tidak hanya satu jin tapi banyak jin.
Nyi Roro Kidul dalam imajinasi pelukis Sumber Bombastis

Selain jelmaan jin, mungkin juga orang yang melaporkan hanya berhalusinasi. Orang-orang dan media membesar-besarkan ceritanya. Membumbui dengan kisah ini itu sehingga membuat orang penasaran. Kisah klenik selalu menarik perhatian dan bikin penasaran, kan?

Tidak usah pusingkan kisah Nyi Roro Kidul. Namun jangan pula sampai sombong, menantang atau semacamnya. Berlindung saja pada Allah saat hendak berwisata ke Pangandaran. Itulah yang saya lakukan saat kembali ke Pangandaran dan takjub, Pangandaran sudah menjelma jadi kota kecil yang ramai.

Goes to Pangandaran

Berbagai penginapan murah di Pangandaran dapat menjadi pilihan. Sebab aneka objek wisata Pangandaran tidak mungkin didatangi tanpa menginap. Bayangkan saja, pantai Pangandaran saja ada pantai barat dan timur. Belum Pantai Karang Nini, Pantai Batu Hiu, Pantai Batu Karas, dan lainnya.

Saya sering melakukan survey secara on-line dahulu guna menetapkan di mana saya akan menginap. Saya memang bukan tipe orang yang go show, apa yang terjadi di lokasi terjadilah! Saya suka melakukan persiapan. Hotel di Pangandaran mudah dicermati melalui situs Pegipegi.com. Berbagai hotel ada di sana. Di bawah ini merupakan satu hotel yang pernah saya gunakan bersama teman-teman saat tur tahun 2016.
Penginapan di Pangandaran dengan fasilitas kolam renang

Penginapan di Pangandaran yg cukup menyenangkan

Penginapan di Pangandaran dengan kamar untuk 4 orang

Hotel Pegipegi bisa dipilih berdasarkan kebutuhan kita. Pilihan dapat disaring berdasakan tipe hotel, area atau letak hotel, dan fitur hotel. Ranking berdasarkan rekomendasi dari Pegipegi, harga terendah atau tertinggi dan penilaian pengunjung bisa menjadi pertimbangan kita juga. Nggak bakal sengsara seperti saya dan istri yang dulu harus datang ke penginapan satu persatu.

Sekarang pergi ke Pangandaran semakin mudah karena tersedia kereta api jurusan Pangandaran. Perjalanan yang nyaman bisa dilakukan mulai dari Stasiun Gambir, Jakarta. Enaknya lagi, tiket kerata juga bisa dipesan melalui Pegipegi. Dalam waktu dekat, sepertinya saya akan berangkat ke Pangandaran lagi menjajal kereta Pandaran yang belum lama beroperasi. Tidak pakai baju hijau tentu saja.

Foto:Dokumen pribadi


Rabu, 24 April 2019

Kesalahan Belanja Barang Diskon dan Promosi yang Bikin Kesal Galau


diskon ramadan
Siapa yang tidak suka belanja barang diskon?

Bukan hanya emak-emak, bapak-bapak atau siapa saja tentu suka belanja barang diskon dan promosi, tanpa pandang kelas sosial ekonomimya. Entah di toko online maupun offline. Apalagi jika barang tersebut sudah lama diidamkan. Begitu melihat promosi atau diskon, langsung beli!  

Namun saya pernah beberapa kali mengalami kesalahan tafsir harga diskon dan promosi. Ketika membayar di kasir atau melihat nota, kok harga barangnya beda? Harga normal! Perhitungan harga di luar perkiraan. Salahnya apa?

Berdasarkan pengalaman saya, ada beberapa kesalahan yang sering kita lakukan saat belanja barang diskon dan promosi. Berikut pemaparannya.  

1. Tidak membaca syarat dan ketentuan yang berlaku

Promosi diskon biasanya disertai dengan syarat dan ketentuan. Pada barang-barang di toko offline, syarat dan ketentuan tersemat di bagian bawah poster. Ukurannya hurufnya kecil namun cukup terbaca. Terkadang saya dan juga sebagian besar orang melewatkan hal ini.

Di toko online, syarat dan ketentuan bisa tersemat pada poster digital atau diletakkan pada halaman khusus jika syarat dan ketentuan cukup panjang.Kadang-kadang saya nggak perhatian juga. 

Baiknya baca syarat dan ketentuan tersebut. Bisa jadi diskon 50% tetapi untuk pembelian kedua. Diskon 70% namun harus disertai pembelian minimal. Diskon 80% hanya berlaku melalui pembelian di aplikasi ponsel, bukan pembelian langsung. Kita perlu menelaah dulu syarat dan ketentuan promosi diskon sehingga tidak kecewa saat barang sudah dibayar. 

2. Fokus pada angka diskon yang ditonjolkan

Poster diskon biasanya menonjolkan angka diskonnya saja, dibuat dengan huruf berukuran besar dan warna mencolok. Hal itu ditujukan untuk menarik perhatian kita. Keterangan lengkap atau syarat dan ketentuan diskon ada di bawah angka yang ditonjolkan itu.

Misalnya saja Diskon 80% untuk pembelian dengan kartu kredit x. Pembayaran secara tunai atau dengan kartu debit dan kredit di luar syarat maka harga tetap normal. Bisa menjebak kita menghampiri barang namun batal beli, kan?

Karena beberapa kali sempat terjebak diskon beginian, saya berusaha nggak fokus di angka diskon saja. Syarat dan ketentuan dicermati juga. Untuk memastikan lagi, saya juga sering bertanya kepada pramuniaga atau admin toko online shoping.

3. Abai dengan masa berlaku promosi

Masa promosi diskon terbatas. Biasanya sekitar seminggu atau pada akhir pekan saja. Sayangnya, tanda promosi di sebagian toko terkadang masih tersemat pada label harga barang. Padahal masa berlaku diskon sudah selesai. Hal ini pernah terjadi beberapa kali pada saya. Sekarang saya memastikan dulu masa berlaku diskon sebelum membeli. Supaya nggak terpaksa membeli karena terlanjur berada di kasir toko.

4. Salah ambil barang promosi

Promosi barang beli 1 gratis 1 atau sejenisnya yang memiliki banyak varian harus dicermati. Misalnya promosi teh kemasan botol yang memiliki varian rasa melati, lemon, dan apel. Apakah promosi berlaku untuk semua varian rasa atau satu rasa saja? Apakah teh gratisnya untuk varian yang sama atau boleh berbeda. Ada kasir yang mengingatkan tentang ketentuan promosi tersebut, namun ada pula yang tidak. Telitilah sebelum membeli.  

5. Keliru menghitung diskon

Diskon barang biasanya ditunjukkan dengan persentase harga. Namun diskon ganda bisa menjebak. Misalnya diskon 50% + 20%. Dulu saya sempat menyangka diskon ganda itu sama dengan diskon 70%. Padahal perhitungannya seperti ini. Misalkan harga barang Rp 100.000. Diskon pertama 50% berarti harga barang menjadi Rp 50.000 Kemudian dari harga diskon Rp50.000 itu diskon lagi 20% sehingga harga barang menjadi Rp 40.000. Sejatinya diskon 50% + 20% itu sama dengan diskon 60%.    

Usai berbelanja, saya sering meneliti lagi nota yang diberikan kasir. Apakah harga diskon dan promosi sesuai harapan? Apabila belanja online di market place,  ada tinjauan harga dan jumlah terlebih dahulu sebelum pembayaran. Kudu begitu biar nggak menyesal dan galau di kemudian hari, jangan langsung bayar.

Diskon dan promosi memang menguntungkan selama kita cermat dan teliti. Strategi marketing itu beragam. Pembeli harus smart, bukan sekadar membeli karena latah ikut-ikutan tren, apalagi membeli karena emosi semata. Setuju, kakak? 

Sumber gambar progressive.bg, Shopee.co.id, aji-math.blogspot.com

Minggu, 21 April 2019

Mencintai Tidak Harus Memiliki Power Bank, Pakai ReCharge Saja



Sebagian orang mudah jatuh cinta pada berbagai benda. Melihat fotonya saja di media sosial, sudah jatuh cinta dan ingin memiliki. Padahal dia tipe orang yang mampu memiliki dengan cara membeli namun tidak bisa merawat. Akibatnya barang-barang yang sempat dia cintai, merana begitu saja. 

Saya bukan tipe orang yang mudah jatuh cinta terhadap benda-benda. Apabila ingin memiliki sesuatu, saya bela-belain riset dulu dengan cara membaca berbagai rujukan. Hal itu jugalah yang saya lakukan saat ingin memiliki power bank kapasitas 10.000 mAh dari brand yang juga mengeluarkan berbagai varian ponsel pintar.

Setelah mantap, saya beli power bank itu. Ternyata usianya pendek. Kurang dari 6 bulan, power bank sudah tidak bisa digunakan untuk isi baterai lagi. Entah kenapa. Padahal seingat saya tidak pernah jatuh atau mengalami gangguan yang berarti. Saya berniat mengurus perbaikan dan garansinnya. Namun saya tidak kunjung melakukannya. Power bank itu kini merana di satu laci lemari.

Ada sih, keinginan beli power bank lagi. Hanya saja kalau ingat beratnya yang hampir 300 gram dan ukuran cukup besar, kok jadi malas, ya. Maka dari itu saya bawa kabel isi ulang baterai saja saat bepergian. Apabila kepepet banget butuh isi ulang baterai, tinggal cari colokan listrik saja.

Ada ReCharge di Bandung

Apa sih ReCharge? ReCharge adalah aplikasi sewa powerbank pertama di Indonesia. Teknologi ini pertama kali di luncurkan pada 23 October 2018 di Jakarta. Sampai saat ini sudah ada di 200 lokasi dan lebih dari 350 ReCharge Station di Jabodetabek dan Bandung.

Pertama kali mengetahui namanya di televisi KRL Commuter Line Jakarta Kota-Bogor Maret 2019 lalu. Wujud ReCharge cantik, serupa ATM namun berlayar besar dan lebih ramping. Ada laci-laci kecil di bagian bawahnya. Namun di siaran TV gerbong KRL itu, ReCharge hanya tersedia di Jadebotabek saja.

Sebulan kemudian saat singgah di Bandung Indah Plaza (BIP), tak disangka ReCharge sudah hadir di mal tersebut. Tepatnya di dekat pintu masuk utama, tepat di samping meja informasi BIP. Menurut respsionis BIP, ReCharge juga ada di lantai 1 dan lantai 3. Segera saja saya memeriksa keberadaannya.



Di lantai 1, ReCharge berdiri di samping tiang bangunan. Posisinya tepat di tengah-tengah lantai 1. ReCharge di lantai 3 posisinya ada di area masuk food court dan XXI BIP. Semua mesin ReCharge di BIP tipe besar dengan kapasitas 30 power bank 5000mAh. Semua power bank ReCharge berteknologi fast charging yang dilengkapi kabel lightning (Apple) dan micro USB & USB C (Android). Kabelnya pendek dan elastis, berada di posisi yang mudah dicolokkan ke ponsel. Praktis banget!  

    

Cara Menggunakan Recharge

Untuk menggunakan ReCharge kita harus mengunduh aplikasinya di Google Playstore dan Appstore atau dari link ini http://bit.ly/ReChargebandung
Setelah mengunduh aplikasi daftarkan diri seperti berikut ini
1. Masukkan nomor hp yang akan digunakan
2. Masukkan refferal code KOKO7669
3. Verifikasi kode yang dikirimkan melalui sms

Apabila pendaftaran berhasil, aplikasi ReCharge langsung bisa digunakan setelah top up minimal Rp 20.000. Pembayaran dapat dilakukan melalui GoPay, OVO, TCASH, BCA Virtual Account, dan transfer bank, serta perusahaan yang memiliki loyalty poin misalnya saja Telkomsel poin.


Untuk meminjam power bank pada mesin ReCharge caranya juga sangat mudah seperti berikut ini

1. Buka aplikasi ReCharge
2. Sentuh Icon SEWA di layar mesin ReCharge
3. Scan QR Code yang muncul.
4. Power bank akan muncul di slot yang tersedia
5. Status SEWA di aplikasi ReCharge mulai aktif.


Untuk biaya sewa di Bandung Rp10.000 per 24 jam yang diambil dari saldo pada saat power bank dikembalikan. Apabila digunakan kurang dari 6 jam biayanya Rp5.000 saja. Murah dan praktis, kan ya. Power bank tipis dan keren lagi. Tidak membebani.

Selain di BIP, ReCharge Station juga bisa ditemukan di Istana Plaza, Yellow Truck Coffee Patuha dan Martadinata, Musat, Satu Pintu Coffee, Nangkring Food Syndicate, Ayam Sawce, Senses Coffee, serta menyusul di TSM. Gampangnya sentuh icon Cari ReCharge untuk mengetahui lokasi ReCharge Station.    

   
Kehadiran ReCharge ini sungguh membantu saya, bisa mencintai power bank yang lucu-lucu tanpa harus memilikinya. Tidak perlu repot mengisi daya power bank lagi. Saat power bank dikembalikan di slot yang terbuka, power bank terisi dayanya secara otomatis. Oh iya untuk Power Bank ReCharge cuma bisa diisi ulang dayanya di ReCharge Station. Keren! Semoga makin banyak ReCharge Station, sehingga siapa saja bisa menggunakan power bank tanpa harus memilikinya.