Ada satu pertanyaan sederhana, namun tidak semua pasangan menikah dapat menjawabnya. Pertanyaan itu adalah, “mengapa ingin memiliki anak?” Bagi pasangan yang bertahun-tahun menikah namun belum juga dikaruniai anak, pertanyaan itu akan dijawab dengan lancar. Mereka sudah melewati ribuan hari tanpa tangis bayi, tiada canda tawa dengan anak-anak. Mereka menemukan banyak sekali alasan sehingga ingin sekali memiliki anak. Untuk pasangan yang sangat mudah dititipi anak oleh-Nya, pertanyaan mengapa ingin memiliki anak, bisa jadi terbersit pun tidak. Anak seolah hadir begitu saja. Baru saja menikah, beberapa bulan kemudian istri hamil. Setahun kemudian pasangan suami istri telah menjadi orang tua. Beberapa tahun kemudian, anak kedua, ketiga dan seterusnya lahir. Jawaban-jawaban berikut ini mungkin menjadi jawaban sekian orang tua saat mendapat pertanyaan tersebut: Saya ingin menciptakan kembali masa kecil yang indah Ngg…Semacam investasi untuk hari nanti Sebab saya percaya, kita akan m...
The Connell Multiple Intelligence Questionnaire for Children terjemahan ini bukan tes intelegensi untuk mengukur kecerdasan semacam tes IQ ( Intelligence Quotient ) yang membandingkan umur kecerdasan ( mental age ) dengan umur kalender ( chronological age ). Kuesioner ini hanya mensurvei kesukaan dan kebiasaan yang sering, biasa dan selalu dilakukan dalam kehidupan sehari-harinya. Namun survei dapat dijadikan pedoman untuk menentukan kecenderungan kecerdasan majemuk anak. Diana Connell mengembangkan kuesioner ini untuk mengetahui gaya belajar anak. Orang tua dapat menggunakan kuesioner ini untuk mengetahui kecerdasan majemuk yang dimiliki anak. Anak dapat mengisi sendiri atau dibantu oleh orang tua. Versi asli yang dapat dikerjakan langsung di komputer atau ponsel pintar ada di sini . Kuesioner di bawah ini untuk dikerjakan secara manual sehingga membutuhkan alat tulis. The Connell Multiple Intelligence Questionnaire for Children KEC...