Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

Mengingat Kembali Jawaban Pertanyaan Mengapa Ingin Memiliki Anak

Ada satu pertanyaan sederhana, namun tidak semua pasangan menikah dapat menjawabnya. Pertanyaan itu adalah, “mengapa ingin memiliki anak?” Bagi pasangan yang bertahun-tahun menikah namun belum juga dikaruniai anak, pertanyaan itu akan dijawab dengan lancar. Mereka sudah melewati ribuan hari tanpa tangis bayi, tiada canda tawa dengan anak-anak. Mereka menemukan banyak sekali alasan sehingga ingin sekali memiliki anak. Untuk pasangan yang sangat mudah dititipi anak oleh-Nya, pertanyaan mengapa ingin memiliki anak, bisa jadi terbersit pun tidak. Anak seolah hadir begitu saja. Baru saja menikah, beberapa bulan kemudian istri hamil. Setahun kemudian pasangan suami istri telah menjadi orang tua. Beberapa tahun kemudian, anak kedua, ketiga dan seterusnya lahir. Jawaban-jawaban berikut ini mungkin menjadi jawaban sekian orang tua saat mendapat pertanyaan tersebut: Saya ingin menciptakan kembali masa kecil yang indah Ngg…Semacam investasi untuk hari nanti Sebab saya percaya, kita akan m...

ASUS ExpertBook P Series, Laptop untuk Karyawan dan Pengusaha

Hari gini, memilih laptop untuk sudah kayak memilih jodoh. Susah-susah gampang, banyak susah daripada gampangnya. Nggak bisa asal pilih karena laptop itu satu modal kerja untuk sebagian orang, semisal saya yang menggeluti industri media kreatif.

Kan bisa simak ulasan yang bertebaran di internet!

Nah, itu masalahnya juga. Kita sangat mudah menemukan ulasan, testimoni atau apalah namanya yang mengungkapkan kelebihan (terkadang cuma kelebihan) dan kekurangan satu produk, termasuk laptop. Saking banyaknya, malah jadi bingung!

Untunglah ASUS mengadakan Media Gathering bareng Blogger Bandung. Saya ikut berpartisipasi mencoba sendiri laptop ASUS, khususnya ExpertBook P Series. Lini laptop bisnis dari ASUS ini dirancang sebagai partner kerja level karyawan, juga para pengusaha. ExpertBook P Series durabilitas atau daya tahannya nggak kaleng-kaleng! Laptopnya menggunakan standar militer. Sudah ada artificial intelligence lagi. ExpertBook P Series cocok sebagai laptop untuk karyawan berbagai level hingga pengusaha!

Tes Daya Tahan

Sebagian orang hati-hati sekali saat menggunakan laptop. Takut jatuh, khawatir ketumpahan air, dan berbagai kecelakaan kecil lainnya yang dapat merusak laptop. Apalagi jika harga laptop cukup mahal dan statusnya pinjaman dari kantor lagi. 

Di acara gathering ASUS ini, tim dari ASUS malah mengajak kami untuk mencelakai laptop dengan sengaja. Catat, ya, SENGAJA!. Awalnya tim ASUS dulu yang memperagakan, baru kemudian kami peserta gathering yang melakukan sendiri.

Kami mencoba untuk:

  • Memegang laptop dari sisi ekstrim, pinggiran layar misalnya.
  • Menjatuhkan laptop pada ketinggian maksimal 120 cm.
  • Menyiram keyboard dengan sebotol air kemasan.
  • Menutup laptop cukup keras, ada pensil di keyboardnya.
  • Menginjak laptop. Ya, melepas alas kaki lalu berdiri di atas laptop.
  • Mengangkat beban 8 Kg yang diikat dengan kabel dan terhubung ke port USB. 

Tiap uji coba menggunakan laptop yang berbeda-beda. Saya selalu memeriksa, apakah laptop menyala atau bekerja sebelum dicelakai. Semua laptop membuktikan kinerjanya, tetap baik-baik saja meskipun sudah dicelakai dengan sengaja. 

Ada Satu Tipe Laptop ExpertBook P Series yang Tepat untuk Karyawan Hingga Pengusaha

ExpertBook P Series hadir dengan berbagai tipe varian. Daya tahannya sama namun spesifikasinya berbeda tergantung kebutuhan. Saya coba sarikan beberapa varian dari ExpertBook P Series yang cocok untuk karyawan di beberapa level hingga pengusaha. 

1. Untuk Karyawan Baru: Laptop yang Mendorong Cepat Belajar.

Untuk karyawan baru yang pekerjaannya kebanyakan menggunakan Office semacam Word, Excel, Powerpoint saja, butuh laptop antimacet saat mengerjakan laporan penting. Karyawan baru terkadang masih canggung, sering salah, dan takut dianggap lambat. Laptop ASUS ExpertBook P1403CVA, cocok sebagai alat kerjanya.

Laptop ini yang punya daya tahan mumpuni di segala situasi. Cocok untuk mendampingi karyawan baru menghadapi tekanan dunia kerja. ExpertBook P Series tipe P1403CVA memberikan rasa aman bagi karyawan baru untuk belajar dan berkembang.

2. Untuk Profesional Muda: Butuh Laptop yang Bisa Mengimbangi Ritme Kerja

Nah, bagi karyawan yang sering multitasking berat, semisal karyawan spesialis data, laptop-nya rekomendasi laptopnya beda lagi. Untuk memuat spreadsheet besar, zoom meeting, analisis data, hingga editing ringan, butuh laptop yang responsif tetapi tetap portabel. Laptop ASUS ExpertBook P3405CVA bisa jadi pilihan.

Laptop P3405CVA menawarkan:

Laptop ASUS ExpertBook P3405CVA bukan hanya mengikuti kecepatan kerja karyawan multitasking, tetapi juga mendorong produktivitas kerjanya lebih hebat lagi. Untuk para profesional muda, P3405CVA bukan cuma alat kerja, melainkan mesin pendukung ambisi.

3. Manajer Operasional: Perlu Laptop yang Stabil dan Selalu Siap Setiap Saat

Bagi seorang manajer operasional, laptop lambat itu penghambat. Setiap detik downtime berarti gangguan kerja yang berdampak ke seluruh tim kerjanya. Laptop ASUS ExpertBook PM3406CKA, laptop ultra ringan dengan performa tinggi berkat prosesor AMD Ryzen™ AI.

Laptop ini cocok untuk sang manajer operasional karena:

  • Artificial Intelligence on-device yang bisa menjalankan meeting minutes otomatis
  • Keamanan enterprise: privacy shutter, TPM 2.0
  • Engsel 180° dan body berstandar militer
  • Wi-Fi 7 opsional untuk koneksi super stabil

Laptop ini kayak staf terbaik yang nggak banyak omong, tapi kerjanya bagus, terbaik! Sang manajer operasional butuh yang pasti-pasti aja. ExpertBook PM3 Series mampu memberikannya. Apalagi sudahTrusted by IT Experts.


4. Top-Level Management: Butuh Laptop yang Menunjukkan Profesionalisme.

Bagi seorang direktur, misal direktur regional yang sering mengunjungi berbagai cabang, cek ricek produk, butuh laptop yang lebih premium, kuat dan memang dirancang untuk seorang eksekutif level atas. Laptopnya bukan hanya soal alat kerja, tetapi juga representasi atau perwujudan dari sosoknya sebagai pengambil keputusan penting. ASUS ExpertBook P5405CVA sangat tepat bagi sang direktur. 

  • Tampilan elegan dan profesional
  • Performa tinggi untuk presentasi besar dan dokumen kompleks
  • Fitur keamanan berlapis
  • Daya tahan tinggi untuk perjalanan bisnis
  • Fitur AI Camera dan AI ExpertMeet untuk pertemuan lintas negara

Seorang direktur butuh alat kerja yang mendukung kewibawaan, sekaligus ketenangan untuk menuntaskan pekerjaannya. ExpertBook P5405CVA bukan sekadar laptop bagi direktur. Ia adalah simbol kesiapan sebagai seorang pemimpin.

5. Pengusaha UMKM: Butuh Laptop yang Tidak Cepat Rusak

Bagi pengusaha UMKM, spesifikasi laptop ytentu sumpel saja. Fitur tidak harus level tinggi, namun laptop harus tahan banting dan tidak rewel. ExpertBook P Series yang sudah saya coba sendiri daya tahannya dengan dijatuhkan, ditekan, hingga disiram, sangat cocok. Untuk harga ekonomis, ASUS tipe P1403CVA merupakan pilihan tepat. 

Alasannya simpel aja karena:

  • Kuat
  • Ringan
  • Mudah dirawat
  • Aman dari tumpahan dan benturan

Pengusaha UMKM seringkali bekerja di lingkungan berat. Bukan ruangan kantor yang nyaman dan ber-AC. Laptop kuat adalah keharusan. ExpertBook P Series menjawab kebutuhan UMKM yang paling mendasar: keandalan. Pokoknya Built for Worry-Free Business.

Apabila Harus Memilih

Dari sekian banyak varian ASUS ExpertBook, untuk kebutuhan saya, ExpertBook P3 yang paling cocok. Kombinasi kekuatan, mobilitas, dan fleksibilitasnya sangat ideal bagi pekerja kreatif yang sering berpindah tempat. Terkadang di dalam ruangan, sering pula di tempat terbuka semisal taman atau teras cafe. Prosesornya performa tinggi Intel® Core™ H-Series. RAM dapat ditingkatkan hingga 64GB. Laptop ini juga bisa menangani berbagai aplikasi kreatif seperti editing foto, desain UI/UX, pengolahan grafik, hingga pengeditan video ringan–menengah dengan lancar. Belakangan saya sering membuat konten foto dan video soalnya. Layar WQXGA 14 inci (2560×1600) memberikan bikin ruang kerja di layar terasa lebih luas. Detail visual yang tajam, membuat proses color grading, preview video, juga desain grafis bakal lebih nyaman dan akurat.

Satu hal penting bagi saya yang sering bawa laptop ke mana-mana adalah daya tahan laptop. Kabar baiknya, ExpertBook P3 dirancang dengan durability berstandar militer (MIL-STD-810H). Maka dari itu tetap tahan benturan, getaran, perubahan suhu, dan kondisi mobilitas yang tidak nggak bisa ditebak. Beratnya cuma 1,36 Kg, tapi kuat dan mudah dibawa. Konektivitas sudah lengkap: port USB-C, HDMI, dan RJ45 yang langsung nyambung ke kamera, monitor tambahan, atau perangkat lain tanpa repot bawa-bawa adaptor.

Asyiknya lagi, untuk bikin konten video, ExpertBook P3 sudah dibekali teknologi AI on-device seperti AI noise canceling untuk audio yang lebih bersih saat recording atau meeting, serta fitur AI Camera yang membuat video call dan presentasi dengan klien terlihat lebih profesional. Storage NVMe PCIe 4.0 yang cepat juga bikin file footage besar gampang dipindahkan dan diedit tanpa hambatan. Semua kombinasi fitur ini itu menjadikan ASUS ExpertBook P3 kayak jodoh dalam bekerja untuk saya. 

Pasti ada ASUS ExpertBook yang tepat juga untukmu. Kalau mau riset dulu, boleh. ASUS memiliki banyak mitra penjualan daring di berbagai lokapasar yang melakukan live  setiap hari. Boleh tanya-tanya dulu atau minta perlihatkan laptopnya. Untuk pembelian secara luring, bisa langsung ke beberapa alamat berikut ini. Segera temukan ASUS ExpertBook yang bisa berjodoh denganmu, ya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengingat Kembali Jawaban Pertanyaan Mengapa Ingin Memiliki Anak

Ada satu pertanyaan sederhana, namun tidak semua pasangan menikah dapat menjawabnya. Pertanyaan itu adalah, “mengapa ingin memiliki anak?” Bagi pasangan yang bertahun-tahun menikah namun belum juga dikaruniai anak, pertanyaan itu akan dijawab dengan lancar. Mereka sudah melewati ribuan hari tanpa tangis bayi, tiada canda tawa dengan anak-anak. Mereka menemukan banyak sekali alasan sehingga ingin sekali memiliki anak. Untuk pasangan yang sangat mudah dititipi anak oleh-Nya, pertanyaan mengapa ingin memiliki anak, bisa jadi terbersit pun tidak. Anak seolah hadir begitu saja. Baru saja menikah, beberapa bulan kemudian istri hamil. Setahun kemudian pasangan suami istri telah menjadi orang tua. Beberapa tahun kemudian, anak kedua, ketiga dan seterusnya lahir. Jawaban-jawaban berikut ini mungkin menjadi jawaban sekian orang tua saat mendapat pertanyaan tersebut: Saya ingin menciptakan kembali masa kecil yang indah Ngg…Semacam investasi untuk hari nanti Sebab saya percaya, kita akan m...

Contoh Surat Keterangan Siswa dengan NISN

Lomba menulis untuk siswa SD, SMP atau SMA seringkali mensyaratkan surat keterangan dari kepala sekolah, lengkap dengan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN). Surat ini untuk menguatkan status siswa di satu sekolah sekaligus sebagai upaya menyadarkan pihak sekolah bahwa ada siswanya yang ingin mengikuti suatu lomba.  Surat Keterangan Siswa Siswa cukup menyampaikan permintaan surat keterangan siswa kepada guru, wali kelas, atau wakil kepala sekolah urusan kesiswaan. Surat keterangan siswa dibuat oleh bagian administrasi sekolah, ditandatangani kepala sekolah dan dibubuhi cap. Berikut ini merupakan contoh surat keterangan siswa yang belum ditandatangani kepala sekolah dan dibubuhi cap.    Contoh surat keterangan siswa yang belum dibubuhi cap sekolah dan tanda tangan kepala sekolah Nomor Induk Siswa Nasional Nomor Induk Siswa Nasional merupakan nomor identitas unik yang diberikan secara acak kepada setiap siswa di Indonesia oleh Pusat Data Statistik Pend...

Pond's Triple Glow Serum, Pilihan Ekonomis yang Mewah

Sudah lewat pukul 21.00 WIB. Istriku belum juga pulang. Sejak dinas di ICU khusus COVID19, jam kerjanya sebagai perawat memang lebih panjang. Apalagi saat ini pasien COVID19 meningkat lagi. Tenaga medis di rumah sakit swasta tempat istriku dinas terbatas. Sebagian dari mereka harus isoman juga karena terpapar COVID19. Maka dari itu beban kerja perawat dan tenaga medis jadi lebih berat. Setengah jam kemudian terdengar suara sepeda motor di teras. Istriku masuk. Sudah dalam keadaan bersih. Mandi di rumah sakit, seragam dinas laundry di sana juga. Meski terlihat hanya membawa tas tangan saja, aku tahu, dia juga membawa bertumpuk-tumpuk kelelahan. Dia izin langsung rebahan. Kaki pegal-pegal katanya. Setelah memastikan si kecil tidur di kamarnya, kutemui istri yang sedang menggosok-gosok kulit di bawah matanya. Perih. Akibat tempelan plester kertas guna menutup masker agar lebih rapat. Istriku minta dicarikan plester yang lebih lunak daya rekatnya. Dia menyebut nama plester yang biasa d...