Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

Mengingat Kembali Jawaban Pertanyaan Mengapa Ingin Memiliki Anak

Ada satu pertanyaan sederhana, namun tidak semua pasangan menikah dapat menjawabnya. Pertanyaan itu adalah, “mengapa ingin memiliki anak?” Bagi pasangan yang bertahun-tahun menikah namun belum juga dikaruniai anak, pertanyaan itu akan dijawab dengan lancar. Mereka sudah melewati ribuan hari tanpa tangis bayi, tiada canda tawa dengan anak-anak. Mereka menemukan banyak sekali alasan sehingga ingin sekali memiliki anak. Untuk pasangan yang sangat mudah dititipi anak oleh-Nya, pertanyaan mengapa ingin memiliki anak, bisa jadi terbersit pun tidak. Anak seolah hadir begitu saja. Baru saja menikah, beberapa bulan kemudian istri hamil. Setahun kemudian pasangan suami istri telah menjadi orang tua. Beberapa tahun kemudian, anak kedua, ketiga dan seterusnya lahir. Jawaban-jawaban berikut ini mungkin menjadi jawaban sekian orang tua saat mendapat pertanyaan tersebut: Saya ingin menciptakan kembali masa kecil yang indah Ngg…Semacam investasi untuk hari nanti Sebab saya percaya, kita akan m

Ingin Menjadi Pahlawan Kekinian, Program Pahlawan IDN Media Bisa Jadi Rujukan

Hari pahlawan


Setiap tannggal 10 November kita diingatkan lagi soal pahlawan, orang yang berjasa bagi kehidupan orang lain. Ada sebab dan akibat. Apa yang dilakukan seseorang menyebabkan hidup orang lain menjadi lebih baik. Maka dari itulah mereka disebut pahlawan.

Zaman old, saat perang kemerdekaan, pahlawan adalah orang-orang yang berjuang melawan penjajah atau semacamnya. Mereka rela mengorbankan nyawa atau berdarah-darah demi kehidupan orang lain. Karena itu mereka layak disebut pahlawan.


Kini pahlawan tidak harus mempertaruhkan nyawanya lagi. Semua orang bisa menjadi pahlawan tanpa harus menumpahkan darah. Program pahlawan oleh IDN Media dapat menjadi rujukannya. Pada 10 November 2021, IDN Media mengumumkan 5 orang yang berhak menyandang gelar pahlawan. Dengan mengusung tagline Satu Negeri Beragam Inspirasi, orang-orang diberi gelar pahlawan oleh IDN media telah berhasil menginisiasi gerakan positif di berbagai bidang. Mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, ekonomi, teknologi, industri kreatif, juga komunitas.

Para sosok pahlawan versi IDN Media itu adalah:

1. Audrey Maximillian Herli perwakilan dari Riliv

Riliv merupakan aplikasi untuk siapa saja yang emmiliki masalah psikologi dan ingin menyelesaikannya. Tahu sendirilah, di negeri kita ini orang-orang yang memiliki masalah kejiwaan punya stigma tertentu. Dengan menggunakan aplikasi Riliv, tiada hambatan lagi untuk mencari bantuan psikologi dari orang yang benar-benar ahli.

2. Joshua Christopher Chandraperwakilan perwakilan dari Plana (Plastic for Nature)

Plana menyebut diri sebagai perusahaan sosial yang berusaha menanggulangi masalah sampah. Plana mengubah sampah plastik menjadi bahan bangunan yang dapat bertahan sampai puluhan tahun. Jadi solusi permasalahan sampah plastik dari Plana jangka panjang, bukan sekadar daur ulang.

3. Yasser Muhammad Syaiful perwakilan dari Mataharikecil Indonesia

Mataharikecil Indonesia merupakan sebuah yayasan di bidang sosial dan pendidikan. Yayasan yang digagas Yasser Muhammad Syaiful. Mataharikecil menyekolahkan anak-anak yang putus sekolah karena membantu orang tua mencari nafkah. Karena masalah utamanya perekonomian keluarga, Mataharikecil juga memberikan pendampingan kepada orang tua siswa asuhnya sehingga dapat meningkatkan penghasilannya.

4. Agalia Sakanti Ardyasa perwakilan dari BecomeMore Indonesia

BecomeMore Indonesia juga bergerak di bidang pendidikan. Hanya saja, komunitas bagi siswa/i SMP dan SMA se-Indonesia ini fokus membantu siswa-siswi untuk mengembangkan diri (self-development). Wadahnya dapat berupa konferensi, pelatihan, kurusus dan lainnya. Misalnya saja awal tahun lalu, BecomeMore menyelenggarakan konferensi secara daring melalui aplikasi Zoom dan Hopin.

5. Alvian Wardhana perwakilan dari Literasi Anak Banua

Seperti namanya, komunitas Literasi Anak Banua fokus pada kegiatan literasi namun di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) Indonesia. Misalnya saja masyarakat suku anak dalam yang belum mendapat pendidikan layak. Salah satu kegiatannya adalah memberikan bimbingan belajar gratis sejak tahun 2018 kepada anak-anak desa di Kalimantan yang termasuk daerah 3T.

Pahlawan IDN Media

Beberapa aspek berikut menjadi kriteria penilaian, sehingga kelimanya berhak menjadi pahlawan versi IDN Media yaitu:

- Ide yang unik dan original.

- Tujuan kegiatan yang mulia.

- Hasil dan sebaran kegiatan yang berdampak besar bagi sektor terkait.

- Jangka panjang keberlanjutan kegiatan.

Para juri yang memustuskan kemenangan 5 orang tersebut adalah

1. Winston Utomo (CEO IDN Media)

2. Zefanya Deby (Head of Communications IDN Media)

3. Uni Lubis (Editor-in-Chief IDN Times)

4. Najelaa Shihab (Pendidik & Pendiri Semua Murid Semua Guru).

5. William Hendradjaja (Chief of Business Skilvul & Managing Partner of SIAP).

Kelima pahlawan versi IDN Media berhak atas sejumlah uang tunai serta dukungan dalam bentuk publikasi kegiatan mereka dari IDN Media selama 1 tahun. Siapa saja dapat memantau keberlanjutan kegiatan mereka melalui kanal-kanal informasi IDN Media. Selamat dan semoga menjadi inspirasi bagi siapa saja yang ingin bermanfaat bagi sekitarnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengingat Kembali Jawaban Pertanyaan Mengapa Ingin Memiliki Anak

Ada satu pertanyaan sederhana, namun tidak semua pasangan menikah dapat menjawabnya. Pertanyaan itu adalah, “mengapa ingin memiliki anak?” Bagi pasangan yang bertahun-tahun menikah namun belum juga dikaruniai anak, pertanyaan itu akan dijawab dengan lancar. Mereka sudah melewati ribuan hari tanpa tangis bayi, tiada canda tawa dengan anak-anak. Mereka menemukan banyak sekali alasan sehingga ingin sekali memiliki anak. Untuk pasangan yang sangat mudah dititipi anak oleh-Nya, pertanyaan mengapa ingin memiliki anak, bisa jadi terbersit pun tidak. Anak seolah hadir begitu saja. Baru saja menikah, beberapa bulan kemudian istri hamil. Setahun kemudian pasangan suami istri telah menjadi orang tua. Beberapa tahun kemudian, anak kedua, ketiga dan seterusnya lahir. Jawaban-jawaban berikut ini mungkin menjadi jawaban sekian orang tua saat mendapat pertanyaan tersebut: Saya ingin menciptakan kembali masa kecil yang indah Ngg…Semacam investasi untuk hari nanti Sebab saya percaya, kita akan m

Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Kemendikbud 2016

LOMBA PENYUSUNAN CERITA RAKYAT Direktorat Pembinaan Anak Usia Dini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan 4 lomba untuk konten (isi) laman Anggun Pendidikan Anak Usia Dini yaitu http://www.anggunpaud.kemdikbud.go.id atau  http://www.paud.kemdikbud.go.id . Salah satu lomba tersebut adalah Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Tema Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Kali ini Lomba Konten Anggun PAUD adalah “Penumbuhan Budi Pekerti Pada Anak Usia Dini” Ketentuan Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Cerita rakyat fokus pada pengembangan Nilai Agama dan Moral dan Bahasa. Sasaran pengguna cerita rakyat adalah Guru PAUD, Pengelola PAUD. Cerita rakyat dapat berbentuk; (1)   Fable (cerita binatang) (2)   Legenda (asal-usul terjadinya suatu tempat) (3)   Sage (unsur sebuah sejarah) (4)   Epos (kepahlawanan) (5)   Cerita jenaka. Cerita disampaikan dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Panjang naskah berada pada kisaran 400 – 600 kata

Contoh Surat Keterangan Siswa dengan NISN

Lomba menulis untuk siswa SD, SMP atau SMA seringkali mensyaratkan surat keterangan dari kepala sekolah, lengkap dengan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN). Surat ini untuk menguatkan status siswa di satu sekolah sekaligus sebagai upaya menyadarkan pihak sekolah bahwa ada siswanya yang ingin mengikuti suatu lomba.  Surat Keterangan Siswa Siswa cukup menyampaikan permintaan surat keterangan siswa kepada guru, wali kelas, atau wakil kepala sekolah urusan kesiswaan. Surat keterangan siswa dibuat oleh bagian administrasi sekolah, ditandatangani kepala sekolah dan dibubuhi cap. Berikut ini merupakan contoh surat keterangan siswa yang belum ditandatangani kepala sekolah dan dibubuhi cap.    Contoh surat keterangan siswa yang belum dibubuhi cap sekolah dan tanda tangan kepala sekolah Nomor Induk Siswa Nasional Nomor Induk Siswa Nasional merupakan nomor identitas unik yang diberikan secara acak kepada setiap siswa di Indonesia oleh Pusat Data Statistik Pendidikan (PDSP),