Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

Mengingat Kembali Jawaban Pertanyaan Mengapa Ingin Memiliki Anak

Ada satu pertanyaan sederhana, namun tidak semua pasangan menikah dapat menjawabnya. Pertanyaan itu adalah, “mengapa ingin memiliki anak?” Bagi pasangan yang bertahun-tahun menikah namun belum juga dikaruniai anak, pertanyaan itu akan dijawab dengan lancar. Mereka sudah melewati ribuan hari tanpa tangis bayi, tiada canda tawa dengan anak-anak. Mereka menemukan banyak sekali alasan sehingga ingin sekali memiliki anak. Untuk pasangan yang sangat mudah dititipi anak oleh-Nya, pertanyaan mengapa ingin memiliki anak, bisa jadi terbersit pun tidak. Anak seolah hadir begitu saja. Baru saja menikah, beberapa bulan kemudian istri hamil. Setahun kemudian pasangan suami istri telah menjadi orang tua. Beberapa tahun kemudian, anak kedua, ketiga dan seterusnya lahir. Jawaban-jawaban berikut ini mungkin menjadi jawaban sekian orang tua saat mendapat pertanyaan tersebut: Saya ingin menciptakan kembali masa kecil yang indah Ngg…Semacam investasi untuk hari nanti Sebab saya percaya, kita akan m

Kolaborasi Fortune dan IDN Media Hadirkan Informasi Bisnis Global Terpercaya

 

Fortune IDN Media

Kita sering membaca berita peringkat perusahaan terbaik dunia setiap tahun berdasarkan kategori tertentu. Fortune merupakan satu dari sedikit media bisnis terpercaya yang membuat peringkat tersebut. Pada awalnya Fortune merupakan majalah dwimingguan bisnis global. Kini Fortune telah menjadi brand media bisnis terkemuka multiplatform.

Menariknya, Fortune hadir di Indonesia pada kuartal ketiga tahun 2021 melalui IDN Media. Fortune hadir dalam ekosistem bisnis IDN Media yang kita kenal menyasar Millenial dan Gen Z dan memiliki 70 juta Monthly Active Users (MAU). Fortune akan menyajikan konten bisnis yang dapat menjadi rujukan bagi siapa saja, khususnya para pelaku bisnis di tanah air.

Selain membawa #PositiveImpact bagi Millennial & Gen Z yang berkecimpung dalam dunia bisnis, keungan, ekonomi, finansial, investas dan perbankan serta riset pasar, apa alasan IDN Media menghadirkan Fortune di ekosistem bisnisnya, ya? Penjelasan CEO IDN Media, Winston Utomo berikut dapat menjawab pertanyaan tersebut.

1. Menyajikan informasi yang berkualitas juga terpercaya.

Internet merupakan belantara informasi. Namun tidak semua informasi yang tersaji akurat dan terpercaya. Millennial dan Gen Z berhak mendapatkan informasi akuran dan terpercaya melalui Fortune. “Meski Fortune menargetkan pebisnis profesional sebagai audiens utamanya, hal ini sama sekali tak mengurangi fokus IDN Media pada Millennial & Gen Z,” ujar Winston.

Hadirnya Fortune akan memperkaya ekosistem bisnis di IDN Media, sehingga jenis informasi yang tersedia bukan hanya beragam, tetapi juga dapat dipercaya sehingga menjadi rujukan penting. “Kehadiran Fortune ini pada dasarnya juga kami tujukan untuk Millennial & Gen Z yang memiliki ketertarikan seputar bisnis, finansial, ekonomi, perbankan, investasi, market research, dan keuangan, ya. Dengan terus memperhatikan akurasi dan kredibilitas informasi, kami ingin perkaya wawasan dan pengetahuan mereka,” terang Winston. Fortune Indonesia


2. Literasi finansial untuk Millennial dan Gen Z

 Millennial dan Gen Z memang bisa memperoleh wawasan dan pengetahuan pada lembaga pendidikan formal saja. Hanya saja perubahan yang begitu cepat dalam dunia bisnis juga perlu diperoleh setiap saat. Fortune dapat menyajikannya sebagai bentuk literasi finasial kepada Millenial dan Gen Z.

Winston mengatakan, “Literasi terhadap aspek finansial menjadi salah satu hal paling penting yang sebetulnya wajib Millennial & Gen Z pahami. Untuk itu, Fortune ingin menjadi sumber informasi yang lengkap, akurat, dan terpercaya, serta membantu membuka perspektif baru terkait fokus mereka pada aspek finansial.”

 3. Mendukung tren wirausaha dan kolaboratif di kalangan Millennial dan Gen Z.

 Ada tren wirausaha di kalangan Millennial dan Gen Z. Menariknya dalam mendirikan usaha, anak muda berkolaborasi dengan pihak lain yang memiliki visi dan misi sama. IDN Media melihat fenomena itu dan ingin mendukungnya. W

“Millennial & Gen Z adalah pengambil risiko. Mereka memiliki jiwa wirausaha yang besar. Dengan karakter kolaboratif yang mereka miliki, mereka akan menggunakan kinerja tim sebagai landasan dalam membangun sebuah bisnis,” ujar Winston.

“Collaboration allows teachers to capture each other's fund of collective intelligence”, pepatah cukup bisa menggambarakan latar belakang maraknya wirausahawan dari kalangan Millennial dan Gen Z.

“Mereka memiliki prinsip perusahaan yang kooperatif guna menciptakan kemitraan yang efektif. Kolaborasi dapat diwujudkan hanya dengan komunikasi yang baik dan sehat. Oleh karenanya, mereka juga cenderung membangun lingkungan yang inklusif, di mana setiap orang dihargai,” ucap Winston.

COO IDN Media, William Utomo (kiri) dan CEO IDN Media, Winston Utomo (kanan) Dok IDN Media

Saya pribadi menjadi tidak sabar menantikan hasil kolaborasi Fortune dan IDN Media tersebut. Terlebih saya bekerja sebagai tim research and development produk kreatif yang membutuhkan informasi terpercaya. Semoga kolaborasi dua media tersebut dapat membawa manfaat besar bagi kita, khususnya pelaku bisnis di Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengingat Kembali Jawaban Pertanyaan Mengapa Ingin Memiliki Anak

Ada satu pertanyaan sederhana, namun tidak semua pasangan menikah dapat menjawabnya. Pertanyaan itu adalah, “mengapa ingin memiliki anak?” Bagi pasangan yang bertahun-tahun menikah namun belum juga dikaruniai anak, pertanyaan itu akan dijawab dengan lancar. Mereka sudah melewati ribuan hari tanpa tangis bayi, tiada canda tawa dengan anak-anak. Mereka menemukan banyak sekali alasan sehingga ingin sekali memiliki anak. Untuk pasangan yang sangat mudah dititipi anak oleh-Nya, pertanyaan mengapa ingin memiliki anak, bisa jadi terbersit pun tidak. Anak seolah hadir begitu saja. Baru saja menikah, beberapa bulan kemudian istri hamil. Setahun kemudian pasangan suami istri telah menjadi orang tua. Beberapa tahun kemudian, anak kedua, ketiga dan seterusnya lahir. Jawaban-jawaban berikut ini mungkin menjadi jawaban sekian orang tua saat mendapat pertanyaan tersebut: Saya ingin menciptakan kembali masa kecil yang indah Ngg…Semacam investasi untuk hari nanti Sebab saya percaya, kita akan m

Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Kemendikbud 2016

LOMBA PENYUSUNAN CERITA RAKYAT Direktorat Pembinaan Anak Usia Dini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan 4 lomba untuk konten (isi) laman Anggun Pendidikan Anak Usia Dini yaitu http://www.anggunpaud.kemdikbud.go.id atau  http://www.paud.kemdikbud.go.id . Salah satu lomba tersebut adalah Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Tema Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Kali ini Lomba Konten Anggun PAUD adalah “Penumbuhan Budi Pekerti Pada Anak Usia Dini” Ketentuan Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Cerita rakyat fokus pada pengembangan Nilai Agama dan Moral dan Bahasa. Sasaran pengguna cerita rakyat adalah Guru PAUD, Pengelola PAUD. Cerita rakyat dapat berbentuk; (1)   Fable (cerita binatang) (2)   Legenda (asal-usul terjadinya suatu tempat) (3)   Sage (unsur sebuah sejarah) (4)   Epos (kepahlawanan) (5)   Cerita jenaka. Cerita disampaikan dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Panjang naskah berada pada kisaran 400 – 600 kata

Contoh Surat Keterangan Siswa dengan NISN

Lomba menulis untuk siswa SD, SMP atau SMA seringkali mensyaratkan surat keterangan dari kepala sekolah, lengkap dengan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN). Surat ini untuk menguatkan status siswa di satu sekolah sekaligus sebagai upaya menyadarkan pihak sekolah bahwa ada siswanya yang ingin mengikuti suatu lomba.  Surat Keterangan Siswa Siswa cukup menyampaikan permintaan surat keterangan siswa kepada guru, wali kelas, atau wakil kepala sekolah urusan kesiswaan. Surat keterangan siswa dibuat oleh bagian administrasi sekolah, ditandatangani kepala sekolah dan dibubuhi cap. Berikut ini merupakan contoh surat keterangan siswa yang belum ditandatangani kepala sekolah dan dibubuhi cap.    Contoh surat keterangan siswa yang belum dibubuhi cap sekolah dan tanda tangan kepala sekolah Nomor Induk Siswa Nasional Nomor Induk Siswa Nasional merupakan nomor identitas unik yang diberikan secara acak kepada setiap siswa di Indonesia oleh Pusat Data Statistik Pendidikan (PDSP),