Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

Mengingat Kembali Jawaban Pertanyaan Mengapa Ingin Memiliki Anak

Ada satu pertanyaan sederhana, namun tidak semua pasangan menikah dapat menjawabnya. Pertanyaan itu adalah, “mengapa ingin memiliki anak?” Bagi pasangan yang bertahun-tahun menikah namun belum juga dikaruniai anak, pertanyaan itu akan dijawab dengan lancar. Mereka sudah melewati ribuan hari tanpa tangis bayi, tiada canda tawa dengan anak-anak. Mereka menemukan banyak sekali alasan sehingga ingin sekali memiliki anak. Untuk pasangan yang sangat mudah dititipi anak oleh-Nya, pertanyaan mengapa ingin memiliki anak, bisa jadi terbersit pun tidak. Anak seolah hadir begitu saja. Baru saja menikah, beberapa bulan kemudian istri hamil. Setahun kemudian pasangan suami istri telah menjadi orang tua. Beberapa tahun kemudian, anak kedua, ketiga dan seterusnya lahir. Jawaban-jawaban berikut ini mungkin menjadi jawaban sekian orang tua saat mendapat pertanyaan tersebut: Saya ingin menciptakan kembali masa kecil yang indah Ngg…Semacam investasi untuk hari nanti Sebab saya percaya, kita akan m

Strategi Pemasaran di Bulan Ramadan dari IDN Creative


Umat Islam selalu menanti kehadiran bulan Ramadan. Berbagai keistimewaan Ramadan merupakan alasannya. Pada bulan Ramadan, waktu-waktu terkabulnya doa lebih banyak. Amal perbuatan seseorang pun berlipat ganda nilainya. Pintu kebaikan dibuka lebar-lebar. Selain itu, terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan yaitu lailatul qadar. 

Tidak mengherankan pada bulan Ramadan, orang jadi lebih rajin bersedekah dan berbagi. Selain karena nilai pahalanya lebih besar dibandingkan bulan biasa, perusahaan memberikan bonus Tunjangan Hari Raya (THR). Menjelang hari raya Idul Fitri, THR dibagikan sehingga menjadi pendorong konsumsi atau belanja, terutama oleh kalangan generasi millenial dan generasi Z.  

Perilaku belanja dan konsumsi yang tinggi pada momen Ramadan oleh generasi millennial dan generasi Z menjadi perhatian berbagai brand. Dua generasi ini berada pada usia produktif. Mereka punya uang. IDN Creative sebagai agensi digital multi-platform, memiliki strategi pemasaran Ramadan yang menarik. Berikut pendekatan yang dilakukan IDN Creative pada generasi millenial dan Z.

1. Speak their language, ketahui minat mereka dan hubungkan dengan brand

Ramadan di masa pandemi memaksa generasi millenial dan z beradaptasi. Mereka tetap aktif beribadah dan berkegiatan namun di rumah atau dari rumah saja. Brand sepatutnya memahami perubahan perilaku tersebut dengan cara menyampaikan brand message sesuai dengan perilaku adaptif mereka.

IDN Creative memberi perhatian khusus pada topik-topik yang diminati selama Ramadan. Satu caranya, menghubungkan brand message dengan topik-topik kekinian yang menjadi perhatian generasi millenial dan Z. Berdasarkan penelitian IDN Creative, generasi millenial dan Z Indonesia menyukai konten-konten hiburan ringan terkait Ramadan. Contohnya saja artikel “5 Alasan Jangan Nonton Drama ‘World of Marriage’ Pas Puasa” Kontennya tentang hiburan namun ada hubungannya dengan ibadah puasa, sehingga dapat menjadi pilihan membaca guna mengisi waktu ngabuburit.

Kantor IDN Creative
Kantor IDN Creative

2. Go hyper-local, go hyper-relevant

Contoh kasus Ramadan tahun lalu saat pandemi memaksa orang berada di rumah saja. Keadaan ini menyebabkan orang menyiapkan santapan berbuka puasa sendiri. Pencarian menu santapan berbuka puasa mengalami peningkatan secara signifikan. IDN Creative menggunakan data tersebut dengan menyajikan konten yang relevan untuk menghasilkan output yang optimal. 

IDN Creative membantu campaign Indomilk. IDN Creative menggunakan Yummy, unit bisnis IDN Media yang fokus menyajikan konten kuliner. IDN Creative menstimulasi generasi millenial dan Z untuk menggunakan produk Indomilk dalam pembuatan santapan berbuka puasa. IDN Creative mendorong munculnya ide-ide inovatif, unik dan kreatif. Susu kental manis Indomilk selain diolah menjadi makanan manis, dapat juga digunakan sebagai pelengkap hidangan gurih lainnya. Pada intinya, brand hendaknya menyampaikan cerita yang tepat, kepada orang yang tepat, melalui media yang tepat, dan pada waktu yang tepat.

Brand Campaign

3. Tailor-made your stories, buat konten sesuai personal tiap orang

IDN Creative menganggap generasi millennial dan Z itu unik. Generalisasi pada banyak hal dalam membuat konten tidak akan menghasilkan output optimal. Misalnya menganggap generasi Z suka menonton video. Padahal tidak semua begitu. Modalitas belajar tiap orang berbeda. Memang ada orang yang modalitas belajarnya visual sehingga lebih suka nonton, namun ada juga tipe visual yang lebih suka membaca gambar dan teks. Selain itu ada tipe auditori dan kinestetik juga. Perlu pendekatan personal pada berbagai karakter generasi millennial dan Z yang cenderung tidak mau digeneralisasi itu. 

IDN Creative memahami hal itu sehingga menyajikan konten pada media yang sesuai. Di IDN Media, konten dengan topik yang sama tersaji dalam bentuk yang berbeda-beda. Misalnya topik menu buka puasa tersaji sesuai dengan karakter audiens di tiap publisher. Text-based content berjudul "Bosan Buka Puasa Pakai Bakwan? Coba 5 Resep Street Food Ala Korea Ini” tersaji di IDN Times, kemudian diolah kembali menggunakan sudut pandang keluarga untuk Popmama.com. Bagi mereka yang suka nonton, Yummy menyajikan  video-based content-nya. Strategi seperti itu membuat brand dapat menjangkau berbagai audiens dengan personal yang khas.




Itulah beberapa marketing strategy di bulan Ramadan dari IDN Creative. Brand atau pelaku bisnis dapat menggunakannya untuk membidik generasi millennial dan generasi Z Indonesia. Jadikan bisnis di bulan Ramadan sebagai bentuk ibadah juga sehingga selain bernilai ekonomi, juga mendapatkan pahala berlipat ganda. 

Tentang IDN Creative

IDN Creative adalah agensi digital multi-platform yang fokus pada brand storytelling, kreasi konten, dan aktivasi online.

Tentang IDN Media

IDN Media adalah perusahaan media platform untuk Millennial dan Gen Z di Indonesia, dengan lebih dari 60 juta Monthly Active Users (MAU). Visi kami adalah mendemokratisasi informasi dan membawa dampak positif bagi masyarakat.

Kontak

Zefanya Deby, Head of Communications

zefanya.deby@idntimes.com

081315658052

Saraya Adzani, Senior PR & Partnership Associate

saraya.adzani@idntimes.com

081218862176


Sumber foto: Freepik dan IDN Media

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengingat Kembali Jawaban Pertanyaan Mengapa Ingin Memiliki Anak

Ada satu pertanyaan sederhana, namun tidak semua pasangan menikah dapat menjawabnya. Pertanyaan itu adalah, “mengapa ingin memiliki anak?” Bagi pasangan yang bertahun-tahun menikah namun belum juga dikaruniai anak, pertanyaan itu akan dijawab dengan lancar. Mereka sudah melewati ribuan hari tanpa tangis bayi, tiada canda tawa dengan anak-anak. Mereka menemukan banyak sekali alasan sehingga ingin sekali memiliki anak. Untuk pasangan yang sangat mudah dititipi anak oleh-Nya, pertanyaan mengapa ingin memiliki anak, bisa jadi terbersit pun tidak. Anak seolah hadir begitu saja. Baru saja menikah, beberapa bulan kemudian istri hamil. Setahun kemudian pasangan suami istri telah menjadi orang tua. Beberapa tahun kemudian, anak kedua, ketiga dan seterusnya lahir. Jawaban-jawaban berikut ini mungkin menjadi jawaban sekian orang tua saat mendapat pertanyaan tersebut: Saya ingin menciptakan kembali masa kecil yang indah Ngg…Semacam investasi untuk hari nanti Sebab saya percaya, kita akan m

Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Kemendikbud 2016

LOMBA PENYUSUNAN CERITA RAKYAT Direktorat Pembinaan Anak Usia Dini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan 4 lomba untuk konten (isi) laman Anggun Pendidikan Anak Usia Dini yaitu http://www.anggunpaud.kemdikbud.go.id atau  http://www.paud.kemdikbud.go.id . Salah satu lomba tersebut adalah Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Tema Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Kali ini Lomba Konten Anggun PAUD adalah “Penumbuhan Budi Pekerti Pada Anak Usia Dini” Ketentuan Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Cerita rakyat fokus pada pengembangan Nilai Agama dan Moral dan Bahasa. Sasaran pengguna cerita rakyat adalah Guru PAUD, Pengelola PAUD. Cerita rakyat dapat berbentuk; (1)   Fable (cerita binatang) (2)   Legenda (asal-usul terjadinya suatu tempat) (3)   Sage (unsur sebuah sejarah) (4)   Epos (kepahlawanan) (5)   Cerita jenaka. Cerita disampaikan dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Panjang naskah berada pada kisaran 400 – 600 kata

Contoh Surat Keterangan Siswa dengan NISN

Lomba menulis untuk siswa SD, SMP atau SMA seringkali mensyaratkan surat keterangan dari kepala sekolah, lengkap dengan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN). Surat ini untuk menguatkan status siswa di satu sekolah sekaligus sebagai upaya menyadarkan pihak sekolah bahwa ada siswanya yang ingin mengikuti suatu lomba.  Surat Keterangan Siswa Siswa cukup menyampaikan permintaan surat keterangan siswa kepada guru, wali kelas, atau wakil kepala sekolah urusan kesiswaan. Surat keterangan siswa dibuat oleh bagian administrasi sekolah, ditandatangani kepala sekolah dan dibubuhi cap. Berikut ini merupakan contoh surat keterangan siswa yang belum ditandatangani kepala sekolah dan dibubuhi cap.    Contoh surat keterangan siswa yang belum dibubuhi cap sekolah dan tanda tangan kepala sekolah Nomor Induk Siswa Nasional Nomor Induk Siswa Nasional merupakan nomor identitas unik yang diberikan secara acak kepada setiap siswa di Indonesia oleh Pusat Data Statistik Pendidikan (PDSP),