Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

Mengingat Kembali Jawaban Pertanyaan Mengapa Ingin Memiliki Anak

Ada satu pertanyaan sederhana, namun tidak semua pasangan menikah dapat menjawabnya. Pertanyaan itu adalah, “mengapa ingin memiliki anak?” Bagi pasangan yang bertahun-tahun menikah namun belum juga dikaruniai anak, pertanyaan itu akan dijawab dengan lancar. Mereka sudah melewati ribuan hari tanpa tangis bayi, tiada canda tawa dengan anak-anak. Mereka menemukan banyak sekali alasan sehingga ingin sekali memiliki anak. Untuk pasangan yang sangat mudah dititipi anak oleh-Nya, pertanyaan mengapa ingin memiliki anak, bisa jadi terbersit pun tidak. Anak seolah hadir begitu saja. Baru saja menikah, beberapa bulan kemudian istri hamil. Setahun kemudian pasangan suami istri telah menjadi orang tua. Beberapa tahun kemudian, anak kedua, ketiga dan seterusnya lahir. Jawaban-jawaban berikut ini mungkin menjadi jawaban sekian orang tua saat mendapat pertanyaan tersebut: Saya ingin menciptakan kembali masa kecil yang indah Ngg…Semacam investasi untuk hari nanti Sebab saya percaya, kita akan m

Ide Kegiatan Liburan Berdasarkan Kecerdasan Majemuk Anak

Sebagian orang tua akrab dengan teori kecerdasan majemuk (multiple intelligence) Howard Gardner. Teori tersebut dapat digunakan untuk merancang kegiatan liburan. Baik liburan di rumah maupun di luar rumah. 

Ada delapan jenis kecerdasan berbeda menurut Howard Gardner. Menurut psikolog berkebangsaan Amerika itu, kecerdasan tersebut memandu cara kita belajar dan memproses informasi.

Bagaimana jika belum mengetahui kecerdasan majemuk anak?

Cobalah isi kuesioner Connel ini

Cara lainnya dengan memeriksa gambaran kecedarsan di bawah. Libatkan anak juga untuk melakukan cek-ricek, apakah gambaran kecerdasan memang sesuai dengan mereka.

Kecerdasan Verbal-Linguistik (Word Smart)

Gambaran anak linguistik verbal

Anak menyukai kata-kata dan menggunakannya sebagai cara utama berpikir dan memecahkan masalah. Mereka adalah penulis atau pembicara yang baik, bahkan mungkin keduanya. Mereka menggunakan kata-kata untuk membujuk, membantah, menghibur, dan atau mengajar.

Kegiatan dan Ide Proyek Liburan

  • Menyelesaikan teka-teki silang dengan kosakata.
  • Membuat kamus pribadi.
  • Membuat buku, koran, atau majalah sendiri.
  • Membuat iklan untuk koran, majalah, atau poster.
  • Bermain game seperti Scrabble, Scrabble Junior, atau Boggle.
  • Menulis cerita pendek, cerita bersambung, atau novel.  
  • Menulis artikel fitur (feature).
  • Menjadi wartawan dengan mewawancarai orang terdekat, kemudian menuliskan atau melaporkannya secara langsung seperti reporter televisi.
  • Menulis surat kepada sahabat, teman, atau keluarga.
  • Menulis untuk kepala RT/RW sampai gubernur terkait masalah lokal.
  • Menggunakan sumber daya digital seperti perpustakaan elektronik, aplikasi cetak di komputer, permainan kata, dan pengolah kata.
  • Membuat puisi untuk buku puisi sendiri.
  • Mendengarkan pendongeng dan mendongeng ulang dengan kata-kata sendiri.
  • Mempelajari cara bicara pembawa acara atau presenter, mc, kemudian meniru dan memeragakannya.
  • Menceritakan kembali sebuah cerita yang sudah dibaca.
  • Membuat forum depat dengan teman sebaya atau saudara.
  • Membuat podcast kisah keluarga yang berkesan atau tema lainnya.

Kecerdasan Logis-Matematika (Math Smart)

Gambaran anak logis-matematika

Anak logis-matematika senang bekerja dengan angka. Mereka dapat dengan mudah menafsirkan data dan menganalisis pola abstrak. Mereka memiliki kemampuan berpikir yang berkembang dengan baik dan pandai dalam catur serta pemrograman komputer. Mereka berpikir dalam kerangka sebab dan akibat.

Kegiatan dan Ide Proyek Liburan

  • Bermain game matematika seperti mancala, domino, catur, checker, dan Monopoli.
  • Mencari pola di rumah, sekolah, luar ruangan.
  • Melakukan eksperimen untuk mendemonstrasikan konsep sains.
  • Menggunakan perangkat lunak matematika dan sains seperti Math Blaster, yang memperkuat keterampilan matematika, atau King's Rule, permainan logika.
  • Menggunakan paket alat sains untuk program sains.
  • Mendesain kode alfabet dan numerik.
  • Membuat analogi.
  • Melakukan perencanaan keuangan untuk bisnis imajiner.
  • Membuat pesan rahasia dengan simbol atau gambar.

Kecerdasan Spasial (Picture Smart)

Gambaran anak spasial

Anak dengan kecerdasan spasial berpikir dan mengolah informasi dalam bentuk foto dan gambar. Mereka memiliki keterampilan reseptif visual yang sangat baik dan keterampilan motorik halus yang bagus. Anak dengan kecerdasan majemuk ini menggunakan mata dan tangan mereka untuk membuat proyek artistik atau rancangan kreatif. Mereka dapat membangun dengan Lego, membaca peta, dan menyusun 1.000 teka-teki jigsaw puzzle.

Kegiatan dan Ide Proyek Liburan

  • Mengambil foto dengan tema tertentu. Misal tema taman bermain.
  • Menggunakan tanah liat atau bermain adonan (play dough) untuk membuat objek tertentu.
  • Menggambar, melukis, atau mewarnai gambar.
  • Menggunakan model bergambar seperti diagram alir, peta visual, diagram Venn, dan garis waktu (time line) untuk menghubungkan satu materi dengan materi lainnya.
  • Membuat catatan menggunakan pemetaan konsep, pemetaan pikiran (mind mapping), dan pengelompokan.
  • Menggunakan boneka untuk memerankan dan memperkuat konsep yang sudah dipelajari
  • Menggunakan peta untuk mempelajari lokasi geografis.
  • Mengilustrasikan puisi atau cerita dengan menggambar manual atau menggunakan software komputer.
  • Menggunakan perangkat lunak atau aplikasi mengolah gambar atau foto.
  • Mengemas sejumlah barang agar tersusun efektif di dalam tas atau koper.

Kecerdasan Musikal (Music Smart)

Gambaran anak cerdas musikal

Anak-anak dengan kecerdasan musikal berpikir, merasakan, dan memproses informasi melalui suara. Mereka memiliki kemampuan superior untuk mempersepsikan, menggubah, dan atau menampilkan musik. Orang-orang dengan kecerdasan majemuk musik seolah mendengar not musik di kepala mereka.

Kegiatan dan Ide Proyek Liburan

  • Menulis lagu dan musik mereka sendiri tentang topik tertentu.
  • Membuat lirik dari lagu yang sudah dikenal kemudian menampilkannya.
  • Membuat musikalisasi puisi dari puisi karya sendiri atau orang lain.
  • Mendengarkan musik dari periode sejarah yang berbeda.
  • Membuat rekaman puisi dengan musik latar yang cocok (misalnya musik lembut untuk puisi tentang kucing kucing, musik keras untuk puisi yang menggambarkan kemarahan dan lainnya.)
  • Menggunakan ritme dan tepuk tangan untuk menghafal fakta dan informasi.
  • Mendengarkan CD atau video yang mengajarkan konsep seperti alfabet, jenis kata, dan negara bagian dan huruf besar (mis. Schoolhouse Rock!)

Kecerdasan Kinestetik-Tubuh (Body Smart)

Gambaran anak cerdas interpersonal

Anak yang kuat dalam kecerdasan interpersonal memiliki kemampuan alami untuk berinteraksi, berhubungan, dan bergaul dengan orang lain secara efektif. Mereka adalah pemimpin yang baik. Mereka menggunakan wawasan mereka tentang orang lain untuk bernegosiasi, membujuk, dan mendapatkan informasi. Mereka suka berinteraksi dengan orang lain dan biasanya punya banyak teman.

Kegiatan dan Ide Proyek Liburan

  • Membuat kelompok untuk merancang dan menyelesaikan proyek.
  • Bekerja berpasangan untuk mempelajari fakta matematika.
  • Mewawancarai orang-orang yang memiliki keahlian tertentu misalnya koki  untuk memahami proses memasak yang baik dan lezat.
  • Mengajar siswa yang lebih muda atau teman sekelas.
  • Menggunakan boneka untuk menampilkan pertunjukan boneka.
  • Bermain peran kisah sejarah.
  • Bermain pemilu.
  • Mengunjungi sanak keluarga dan meminta mereka bercerita tentang kisah yang menarik.
  • Menjadi relawan pada kegiatan sosial atau amal.
  • Membuat pidato tentang diri sendiri atau anggota keluarga.
  • Menelaah aturan dalam rumah dan atau membuat aturan dalam keluarga.
  • Bepergian atau berkeliling tempat tertentu, tunjukkan peran berbagai orang dan apa yang mereka lakukan. Misalnya di pasar tradisional.

Kecerdasan Interpersonal (People Smart)

Gambaran anak cerdas interpersonal

Anak yang kuat dalam kecerdasan interpersonal memiliki kemampuan alami untuk berinteraksi, berhubungan, dan bergaul dengan orang lain secara efektif. Mereka adalah pemimpin yang baik. Mereka menggunakan wawasan mereka tentang orang lain untuk bernegosiasi, membujuk, dan mendapatkan informasi. Mereka suka berinteraksi dengan orang lain dan biasanya punya banyak teman.

Kegiatan dan Ide Proyek Liburan

  • Membuat kelompok untuk merancang dan menyelesaikan proyek.
  • Bekerja berpasangan untuk mempelajari fakta matematika.
  • Mewawancarai orang-orang yang memiliki keahlian tertentu misalnya koki  untuk memahami proses memasak yang baik dan lezat.
  • Mengajar siswa yang lebih muda atau teman sekelas.
  • Menggunakan boneka untuk menampilkan pertunjukan boneka.
  • Bermain peran kisah sejarah.
  • Bermain pemilu.
  • Mengunjungi sanak keluarga dan meminta mereka bercerita tentang kisah yang menarik.
  • Menjadi relawan pada kegiatan sosial atau amal.
  • Membuat pidato tentang diri sendiri atau anggota keluarga.
  • Menelaah aturan dalam rumah dan atau membuat aturan dalam keluarga.
  • Bepergian atau berkeliling tempat tertentu, tunjukkan peran berbagai orang dan apa yang mereka lakukan. Misalnya di pasar tradisional.

Kecerdasan Intrapersonal (Self Smart)

Gambaran anak cerdas interpersonal

Anak-anak dengan kecerdasan intrapersonal yang kuat memiliki kesadaran yang mendalam tentang perasaan, ide, dan tujuan mereka. Anak dengan kecerdasan majemuk ini biasanya membutuhkan waktu sendiri untuk mengolah dan berkreasi.

Kegiatan dan Ide Proyek Liburan

  • Membuat jurnal harian.
  • Menulis refleksi diri misalnya evaluasi diri selama setahun.
  • Menulis dengan sudut pandang tokoh sejarah, seperti tentara perang kemerdekaan.
  • Menulis ulang kisah fiksi, cerpen, novel dengan sudut pandang pribadi ‘aku’
  • Menulis otobiografi atau riwayat hidup seseorang misalnya anggota keluarga sendiri atau orang terkenal.
  • Menulis tujuan masa depan dan merencanakan cara untuk mencapainya.
  • Bermain seandainya saya menjadi orang lain dari latar belakang budaya atau kehidupan berbeda, minta anak menceritakan atau menuliskannya.

Kecerdasan Naturalistik (Kecerdasan Alam)

Gambaran anak cerdas naturalis

Kecerdasan naturalistik mengacu pada minat alami seseorang terhadap lingkungan. Orang-orang dengan kecerdasan majemuk senang berada di alam dan ingin melindunginya dari polusi. Anak dengan kecerdasan naturalistik yang kuat mengenali dan mengkategorikan tumbuhan, hewan, dan batuan dengan mudah.

Kegiatan dan Ide Proyek Liburan

  • Berjalan-jalan di hutan kota, taman atau alam terbuka lainnya, kemudian menyebutkan, mengingat dan menulis nama tanaman, hewan atau lainnya yang ditemukan.
  • Mengumpulkan daun, ranting, bunga, atau bebatuan dan mengelompokkannya berdasarkan kategori tertentu. Misalnya warna.
  • Membersihkan halaman rumah.
  • Menanam sayuran, bunga atau lainnya di halaman rumah.
  • Mengunjungi kebun binatang’ kemudian menuliskan nama-nama hewan yang ada di sana.
  • Menonton video tentang alam, binatang, kemudian menceritakan kembali secara lisan atau tulisan.
  • Mulai merawat hewan tertentu atau membantu orang lain merawat hewan miliknya.
  • Meneliti habitat hewan.
  • Mengamati lingkungan sekitar
  • Mengorganisir atau berpartisipasi dalam kegiatan pembersihan taman perumahan, taman bermain, atau kawasan lainnya.

Penerapan Kecerdasan Majemuk saat Liburan

Seorang anak biasanya memiliki beberapa kecerdasan majemuk. Namun biasanya ada satu atau beberapa yang sangat menonjol. Sebaiknya orang tua berdiskusi dulu dengan anak. Tentukan kegiatan apa yang paling diminati anak.

Idealnya orang tua terlibat aktif dalam kegiatan dan proyek liburan ini. Apabila tidak bisa terlibat karena masih sibuk bekerja, paling tidak orang tua aktif berdiskusi dengan anak. Bagaimana perkembangan kegiatan dan proyek mereka.

Proyek liburan mungkin saja berlanjut meskipun anak sudah bersekolah kembali. Berubah menjadi proyek rutin bulanan atau periode waktu tertentu, yang penting anak senang dan menikmatinya.  

Komentar

  1. malah jd inget wkt nguli di sekolah alam. tiap hari bahas multiple intelligence, pas kujadiin password wifi dan kusebutin ke kawan2, gak satu pun bs nembus wifi sekolah gara2 salah ketik dua kata itu, wkwk

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengingat Kembali Jawaban Pertanyaan Mengapa Ingin Memiliki Anak

Ada satu pertanyaan sederhana, namun tidak semua pasangan menikah dapat menjawabnya. Pertanyaan itu adalah, “mengapa ingin memiliki anak?” Bagi pasangan yang bertahun-tahun menikah namun belum juga dikaruniai anak, pertanyaan itu akan dijawab dengan lancar. Mereka sudah melewati ribuan hari tanpa tangis bayi, tiada canda tawa dengan anak-anak. Mereka menemukan banyak sekali alasan sehingga ingin sekali memiliki anak. Untuk pasangan yang sangat mudah dititipi anak oleh-Nya, pertanyaan mengapa ingin memiliki anak, bisa jadi terbersit pun tidak. Anak seolah hadir begitu saja. Baru saja menikah, beberapa bulan kemudian istri hamil. Setahun kemudian pasangan suami istri telah menjadi orang tua. Beberapa tahun kemudian, anak kedua, ketiga dan seterusnya lahir. Jawaban-jawaban berikut ini mungkin menjadi jawaban sekian orang tua saat mendapat pertanyaan tersebut: Saya ingin menciptakan kembali masa kecil yang indah Ngg…Semacam investasi untuk hari nanti Sebab saya percaya, kita akan m

Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Kemendikbud 2016

LOMBA PENYUSUNAN CERITA RAKYAT Direktorat Pembinaan Anak Usia Dini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan 4 lomba untuk konten (isi) laman Anggun Pendidikan Anak Usia Dini yaitu http://www.anggunpaud.kemdikbud.go.id atau  http://www.paud.kemdikbud.go.id . Salah satu lomba tersebut adalah Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Tema Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Kali ini Lomba Konten Anggun PAUD adalah “Penumbuhan Budi Pekerti Pada Anak Usia Dini” Ketentuan Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Cerita rakyat fokus pada pengembangan Nilai Agama dan Moral dan Bahasa. Sasaran pengguna cerita rakyat adalah Guru PAUD, Pengelola PAUD. Cerita rakyat dapat berbentuk; (1)   Fable (cerita binatang) (2)   Legenda (asal-usul terjadinya suatu tempat) (3)   Sage (unsur sebuah sejarah) (4)   Epos (kepahlawanan) (5)   Cerita jenaka. Cerita disampaikan dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Panjang naskah berada pada kisaran 400 – 600 kata

Contoh Surat Keterangan Siswa dengan NISN

Lomba menulis untuk siswa SD, SMP atau SMA seringkali mensyaratkan surat keterangan dari kepala sekolah, lengkap dengan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN). Surat ini untuk menguatkan status siswa di satu sekolah sekaligus sebagai upaya menyadarkan pihak sekolah bahwa ada siswanya yang ingin mengikuti suatu lomba.  Surat Keterangan Siswa Siswa cukup menyampaikan permintaan surat keterangan siswa kepada guru, wali kelas, atau wakil kepala sekolah urusan kesiswaan. Surat keterangan siswa dibuat oleh bagian administrasi sekolah, ditandatangani kepala sekolah dan dibubuhi cap. Berikut ini merupakan contoh surat keterangan siswa yang belum ditandatangani kepala sekolah dan dibubuhi cap.    Contoh surat keterangan siswa yang belum dibubuhi cap sekolah dan tanda tangan kepala sekolah Nomor Induk Siswa Nasional Nomor Induk Siswa Nasional merupakan nomor identitas unik yang diberikan secara acak kepada setiap siswa di Indonesia oleh Pusat Data Statistik Pendidikan (PDSP),