Menulis, Buku, Kehidupan

Jumat, 08 Mei 2020

Kecerdasan Inilah yang Menentukan Kesuksesan Hidup


Beberapa kali, saya sempat mengukiti tes IQ. Saya memperoleh skor yang cukup tinggi. Skor tersebut menunjukkan IQ saya di atas rata-rata.

Apakah saya senang?

Dulu, iya. Sekarang tidak!

Kecerdasan intelektual tidak menjamin kesuksesan hidup. Perlu satu kecerdasan lagi agar hidup kita bahagia. Bukan hanya bahagia di dunia, namun juga bahagia di akhirat. Kecerdasan itu bernama kecerdasan spiritual.

Mengutip definisi kecerdasan spiritual Danah Zohar dan Ian Marshall dalam SQ: Memanfaatkan Kecerdasan Spiritual Dalam Berpikir Integralistik dan Holistik untuk Memaknai Kehidupan (Mizan, 1999) , kecerdasan spiritual adalah kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan persoalan makna dan nilai, yaitu kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya, kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain.

Kecerdasan spiritual merupakan landasan untuk mengfungsikan kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosi. Bahkan kecerdasan spiritual merupakan kecerdasan tertinggi kita. Kecerdasan ganda yang diungkapkan oleh Howard Gardner sejatinya merupakan varian dari kecerdasan siritual, kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosi.

Indikator Kecerdasan Spiritual    

Misbahul Huda dalam video Inspirasi Spirit Ramadhan 4, The Spirit Of Ihsan mengungkapkan orang yang tingkat kecerdasan spiritualitasnya tinggi adalah orang-orang yang selalu siap mati kapan saja. Apabila takut mati, bisa dipastikan kemaksiatan yang dilakukannya masih mantul, mantap betul.

Cara untuk meningkatkan kecerdasan spiritual adalah dengan selalu berusaha memberikan yang terbaik. Bukan karena seseorang atau siapa saja. Melakukan kebiakan semampunya hanya karena Allah saja. Di mana saja, kapan saja, dilihat atau tanpa keberadaan seseorang, di masa lapang atau sempit.

Soal berusaha memberikan yang terbaik ini pernah dipesankan oleh ayahanda Misbahul Huda. Sang ayah berpesan, “Nak kalau besok di manapun kamu berada, apapun profesimu, sing entengan tetulungan, ojo pritungan. Kalaupun orang yang yang kamu bantu, entah tetangga atau teman kerja nggak ngerti nggak ngerti balas budi, nggak usah risau. Allah nggak tidur. Allah akan menggerakkan tangan orang lain untuk membantumu. Kalau bukan kamu, anak cucumu yang akan ditolong.”
Misbahul Huda berusaha menerapkan apa yang dinasihatkan ayahnya tersebut. Hasilnya sungguh luar biasa. Hidupnya dimudahkan. Enam anaknay berhasil. Karirnya cukup cemerlang. Misbahul Huda mengawali karirnya tahun 1987 sebagai teknisi elektrik dengan gaji Rp152.000. Empat tahun lalu beliau pensiun dari 4 jabatan direktur utama dan sejumlah komisaris. Penyebabnya bukan hanya cerdas intelektual, namun karena cerdas spiritual berupa keentengan membantu teman.

“Saat menjadi teknisi elektris saya bantu mekanik, nggak lama naik jadi kepala bagian teknik. Di kabag teknik saya bantu bagian produksi, nggak lama naik menejer produksi. Kemudian saya coba bantu bagian keuangan, nggak lama naik jadi direktur operasional. Ketika penerbitan kami, terbitan kami cetak jarak jauh seluruh Indonesia, saya bantu relokasi masjid-masjidnya, nggak lama naik direktur utama. Demikian seterusnya. Membantu orang, dimudahkan karir oleh Allah Swt,” tutur Misbahul Huda.

Berbagai kemudahan yang diperoleh Misbahul Huda kemudian baru disadarinya sebagai janji Allah, bukan janji bapaknya. Seperti yang tercantum pada firman-Nya.

... Maka barangsiapa memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan (adanya pahala) yang terbaik (surga),maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kemudahan (kebahagiaan)... (QS Al Lail: 5-7)

Misbahul Huda telah membuktikan, keberhasilan yang diraihnya bukan sekadar karena kecerdasan intelektual, namun juga buah dari kecerdasan spiritual. Wujudnya banyak berbagi kebaikan, memberikan manfaat besar pada orang lain.

Kisah ini menjadi inspirasi, saya, kita untuk menirunya, kan? Mudah berbagi kepada orang lain. Bukan hanya materi. Bisa berupa ilmu, keterampilan. Apa saja sesuai kemampuan kita. Semoga hal itu menjadikan kita sukses di dunia, juga di akhirat.      

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar