Menulis, Buku, Kehidupan

Kamis, 07 Mei 2020

Inilah yang Seharusnya Dilakukan Karyawan, Pebisnis dan Pengusaha di Masa Pandemi

Ahmad seorang karyawan swasta. Saat berangkat ke kantor, dia mengucap basmalah. Senantiasa berdoa kepada Allah. Ahmad memohon campur tangan Allah dalam setiap pekerjaannya, minta penjagaan atas keluarga yang ditinggalkan di rumah. Hal itu mudah saja dilakukan Ahmad, karena di kantornya ada pengingat doa bersama.

Saat bekerja, Ahmad selalu menyempatkan diri shalat dhuha dan membaca Al Qur’an. Shalat dzuhur dan Asar pun dikerjakan tepat waktu secara berjamaah. Ahmad berusaha menunaikan tugas-tugasnya sesuai peraturan yang berlaku serta tidak menyimpang dari syariat Islam.

Pada akhir bulan Ahmad gajian. Dia tidak lupa menyisihkan sebagian gajinya untuk zakat, infak, dan sedekah. Ahmad sadar dalam gajinya ada hak orang lain yang harus dipenuhinya. Dia pun berusaha membelanjakan penghasilannya sesuai kehendak Allah.  

Kegiatan ngantor Ahmad bisa dikatakan bernilai ibadah. Sungguh luar biasa berkah apabila di satu perusahaan semua karyawan melakukan proses awal dan akhir bekerja seperti yang dilakukan Ahmad, kan? Realitanya mungkin belum banyak karyawan seperti Ahmad itu.

Karyawan, pengusaha, dan pekerja lainnya memulai aktivitas dengan niat kejar target, omset, bonus, dan capaian materialistis saja. Shalat dan baca Al Qur’an sering ditunda. Pekerjaan lebih utama. Bahkan shalat sering di akhir waktu karena rapat, menjalin relasi bisnis dan urusan pekerjaan lainnya. Saat menerima gaji, uang di rekening bank terasa numpang lewat saja. Berbagai tagihan dan belanja konsumtif menguras penghasilan sebulan bekerja. Sedikit berkah dari gaji yang telah diterima.

Boleh jadi, keburukan dalam bekerja juga dilakukan secara berjamaah dalam perusahaan. Eksploitasi dan eksplorasi berlebihan. Dampak buruk terhadap sumber daya alam diabaikan demi laba, laba, dan laba... Keberkahan tentu sulit menjangkau perusahaan hingga ke rumah tangga para karyawannya.

Pandemi virus corona menghancurkan sejumlah bisnis yang mapan. Misalnya saja bisnis perjalanan. Siapa yang mau jalan-jalan di era pandemi seperti ini? Namun di saat itulah para pengusaha dan pebisnis yang terpuruk sebenarnya diingatkan Allah untuk bersabar sebagaimana firman-Nya
Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. QS Al-Baqarah: 153)
Saatnya para pengusaha dan pebisnis melakukan reorentasi visi dan misi. Mengikuti tatanan illahi daalam menjemput rezeki. Putar balik dari jalur kemaksiatan ke jalan lurus taat kepada-Nya. Hentikan keserakahan dalam melakukan eksplorasi dan eksplotasi. Jangan ulangi pemakaian energi berlebihan. Apabila energi dihabiskan sekarang, anak-cucu nanti bagaimana?

Selain tetap berusaha dengan cara-cara yang baik pendekatan terhadap Allah melalui shalat, zikir, sedekah, doa, dan ibadah lainnya terus ditingkatkan. Tiada daya dan upaya kecuali atas pertolongan Allah Swt. Apabila pengusaha dan pebisnis terpuruk, mungkin itulah cara Allah Swt untuk menaikkan derajatnya, manakala dia berhasil melewati ujian ini. Hanya mereka yang lulus ujian mendapat tempat yang baik, kan?

Bagi karyawan seperti Ahmad, di masa pandemi ini merupakan ujian bagi dirinya, apakah tetap melakukan rutinitas seperti biasa kala work from home, bekerja dari rumah. Selama ini dia berada pada lingkungan kerja yang sangat mendukung. Saat bekerja di rumah, dapatkan dia menciptakan situasi dan kondisi yang mendukung ibadahnya? Termasuk manakala gajinya dipotong, dapatkah dia berhemat dan tetap menunaikan zakat, infak, dan sedekah?
  
Untuk para karyawan yang di-PHK, kesabarannya benar-benar diuji. Apakah dia bisa menangkap peluang lain. Bisa jadi peluang baru itu membuka pintu rezeki yang lebih baik. Bukannya sekadar atau meratapi pekerjaannya yang hilang dan menyalahkan orang lain.

Bersama Allah kita hadapi masalah. Berita gembira hanya akan diberikan kepada orang-orang yang sabar. Orang-orang yang selalu bersama Allah. Semoga kita termasuk orang-orang yang sabar tersebut.  

Berdasarkan nasihat Misbahul Huda untuk Syaamil Group
Foto: Freepik.com 

Comments
2 Comments

2 komentar:

  1. Tulisan ini sejuk. Terima kasih sudah mengingatkan Bang. Kadang sy banyak lupa melibatkan Allah dalam setiap perkara.

    BalasHapus
  2. Selalu ada hikmah dari semua hal yang terjadi, bahkan pandemi ini. Soal pebisnis itu, kayaknya mereka banyak yang masih ragu dengan konsep bisnis syariah, seakan menjalankan prinsip syariah mengurangi pendapatkan atau rezeki mereka

    BalasHapus