Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

Mengingat Kembali Jawaban Pertanyaan Mengapa Ingin Memiliki Anak

Ada satu pertanyaan sederhana, namun tidak semua pasangan menikah dapat menjawabnya. Pertanyaan itu adalah, “mengapa ingin memiliki anak?” Bagi pasangan yang bertahun-tahun menikah namun belum juga dikaruniai anak, pertanyaan itu akan dijawab dengan lancar. Mereka sudah melewati ribuan hari tanpa tangis bayi, tiada canda tawa dengan anak-anak. Mereka menemukan banyak sekali alasan sehingga ingin sekali memiliki anak. Untuk pasangan yang sangat mudah dititipi anak oleh-Nya, pertanyaan mengapa ingin memiliki anak, bisa jadi terbersit pun tidak. Anak seolah hadir begitu saja. Baru saja menikah, beberapa bulan kemudian istri hamil. Setahun kemudian pasangan suami istri telah menjadi orang tua. Beberapa tahun kemudian, anak kedua, ketiga dan seterusnya lahir. Jawaban-jawaban berikut ini mungkin menjadi jawaban sekian orang tua saat mendapat pertanyaan tersebut: Saya ingin menciptakan kembali masa kecil yang indah Ngg…Semacam investasi untuk hari nanti Sebab saya percaya, kita akan m

Lomba Foto, Video, dan Tulisan “Pesona Indonesia Gerhana Matahari Total”


Pada 9 Maret 2016 akan terjadi Gerhana Matahari Total di beberapa provinsi di Indonesia. Peristiwa alam yang langka tersebut dapat memicu minat wisatawan asing dan lokal mengunjungi provinsi yang dilewati Gerhana Matahari Total itu. Kementerian Pariwisata menjadikan Gerhana Matahari Total sebagai momen untuk meningkatkan kunjungan wisata Indonesia dengan brand Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia.

Dua belas provinsi yang akan dilewati Gerhana Matahari Total adalah:
1. Sumatera Barat
2. Bengkulu
3. Jambi
4. Sumatera Selatan
5. Bangka Belitung
6. Kalimantan Barat
7. Kalimantan Tengah
8. Kalimantan Selatan
9. Kalimantan Timur
10. Sulawesi Barat
11. Sulawesi Tengah
12. Maluku Utara

Kementerian Pariwisata mengajak masyarakat luas untuk mengeksplorasi pesona alam, budaya, dan kuliner provinsi-provinsi yang dilewati Gerhana Matahari Total. Tujuannya agar wisatawan semakin tertarik mengunjungi provinsi tersebut selain menikmati Gerhana Matahari Total. Ajakan Kemeterian Pariwisata itu terwujud dalam Lomba Video, Foto dan Tulisan “Pesona Indonesia Gerhana Matahari Total”

Syarat dan Ketentuan Lomba Foto, Video, dan Tulisan “Pesona Indonesia Gerhana Matahari Total”

1. Terbuka untuk umum dan hanya berlaku untuk Warga Negara Indonesia.
2. Tidak ada biaya pendaftaran untuk mengikuti lomba.
3. Karya foto, video dan tulisan adalah mengenai 12 destinasi yang dilalui gerhana matahari. Materi tentang Gerhana Matahari Total akan menjadi nilai tambah.
4. Karya foto, video dan tulisan yang dikirimkan merupakan karya asli dan dibuat antara 2015-2016 yang dibuktikan Data EXIF.
5. Karya foto, video dan tulisan belum pernah menjadi pemenang dalam lomba mana pun dan belum pernah ditayangkan di media komersil.
6. Objek atau isi di dalam karya foto, video dan tulisan sepenuhnya tanggung jawab peserta. Panitia tidak melayani segala bentuk tuntutan dari pihak mana pun sehubungan foto, video dan tulisan yang dilombakan.
7. Panitia berhak menggunakan karya foto, video dan tulisan pemenang untuk keperluan publikasi maupun promosi pariwisata oleh Kemenpar.
8. Panitia berhak mendiskualifikasi peserta yang memasukkan karya yang tidak memenuhi aturan lomba, dianggap mengandung unsur SARA, atau melanggar norma susila. Keputusan dewan juri adalah mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.
9. Periode pengiriman karya foto, video dan tulisan: 1 Maret - 30 April 2016. Setiap file dilengkapi judul karya, keterangan lokasi/objek, dan deskripsi singkat tentang obyek dan biografi peserta. Pengiriman file dapat langsung mengunjungi microsite yang disediakan panitia. (Saat ini microsite yang dimaksud belum ada. Mungkin tersedia setelah 1 Maret 2016)
10. Panitia dan staff Kemenpar tidak diizinkan mengikuti kegiatan ini.
11. Keputusan Juri tidak dapat diganggu gugat.

Syarat Khusus Lomba Foto “Pesona Indonesia Gerhana Matahari Total” Kateori lomba: Jurnalis dan Nonjurnalis

1. Setiap peserta boleh mengirimkan karya maksimal 3 foto, tanpa watermark.
2. Foto yang dilombakan dapat dikirim dalam format JPEG dengan resolusi 1500 pixel minimal.
3. Edit foto hanya diizinkan untuk memperbaiki warna, kontras, dan melakukan sedikit cropping.
4. Penilaian foto ditentukan berdasarkan destinasi wisata, angle, komposisi, momen, originalitas.

Syarat Khusus Lomba Video “Pesona Indonesia Gerhana Matahari Total” Kateori lomba: Umum

1. Setiap peserta hanya mengirimkan 1 karya video berdurasi minimal 1 menit dan maksimal 3 menit tanpa watermark, dengan judul dan nama peserta.
2. Video dapat ditambahkan ilustrasi dan musik, di mana ilustrasi dan musik tersebut merupakan tanggung jawab kreator dan tidak melanggar hak cipta, serta boleh digabung antara aerial dan ground shot.
3. Kualitas video yang dilombakan minimal high definition (HD) 720p, dengan format MPEG4.
4. Penilaian Video ditentukan berdasarkan destinasi wisata, alur cerita, angle, kesesuaian audio visual, momen, kreativitas, keaslian.

Syarat Khusus Lomba Menulis “Pesona Indonesia Gerhana Matahari Total” Kateori lomba: Umum

1. Setiap peserta hanya boleh mengirimkan 1 karya tulisan minimal 1.000 kata dan maksimal 1.500 kata, dengan diberi judul dan biodata peserta.
2. Tulisan yang dilombakan dikirim dalam format PDF
3. Karya menggunakan bahasa Indonesia baku yang baik dan benar dengan ejaan sesuai EYD.
4. Tema tulisan adalah 12 destinasi GMT yang dikemas dalam Pesona Indonesia.
5. Tulisan harus disertai foto karya sendiri minimal 1 dan disesuaikan dengan destinasi yang ditulis.
6. Penilaian tulisan ditentukan berdasarkan alur cerita, kreativitas dan keaslian.

Juri Lomba Foto, Video, dan Tulisan “Pesona Indonesia Gerhana Matahari Total”



Juri Lomba Foto
1. Barry Kusuma (Fotografer Perjalanan)
2. Bambang Wijarnako (Kementerian Pariwisata)
3. Agus Ryan (Panorama Media)
Penilaian juga dilakukan oleh para pengguna akun Instagram. 
Foto yang dicari adalah yang mengedepankan keunikan dan keindahan destinasi wisata, angle, komposisi, momen, dan keaslian.

Juri Lomba Video
1. Febian Nurrahman (Videografer)
2. Bambang Wijarnako (Kementerian Pariwisata)
3. Agus Ryan (Panorama Media)
Penilaian video ditentukan berdasarkan keunikan dan keindahan destinasi wisata, alur cerita, angle, kesesuaian audio visual, momen, kreativitas, dan keaslian.

Juri Lomba Tulisan
1. Trinity (Blogger Perjalanan)
2. Bambang Wijarnako (Kementerian Pariwisata)
3. Fransiska Anggraini (Panorama Media)
Penilaian tulisan berdasarkan alur cerita, angle, kreativitas, dan keaslian.

Hadiah Lomba Foto, Video, dan Tulisan “Pesona Indonesia Gerhana Matahari Total”





Juara 1:

Uang tunai Rp 15.000.000
Travel bag
Voucher menginap
Suvenir dari majalah Get Lost
Piagam dari Kemenparekraf

Juara 2:
Uang tunai Rp. 10.000.000
Voucher menginap
Suvenir dari majalah Get Lost
Piagam dari Kemenparekraf

Juara 3:
Uang tunai Rp 5.000.000
Gimmick dari majalah Get Lost
Piagam dari Kemenparekraf

Juara Harapan 1 & 2
Voucher menginap
Gimmick dari majalah Get Lost
Piagam dari Kemenparekraf


Sumber: http://www.indonesia.travel/pesonagmt/

Komentar

  1. Mas point 4 maksudnya data exif tuh apa ya? Trus tema khusus lomba nulis kan 12 destinasi, nah harus 12 tuh yang di tulis?

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Kemendikbud 2016

LOMBA PENYUSUNAN CERITA RAKYAT Direktorat Pembinaan Anak Usia Dini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan 4 lomba untuk konten (isi) laman Anggun Pendidikan Anak Usia Dini yaitu http://www.anggunpaud.kemdikbud.go.id atau  http://www.paud.kemdikbud.go.id . Salah satu lomba tersebut adalah Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Tema Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Kali ini Lomba Konten Anggun PAUD adalah “Penumbuhan Budi Pekerti Pada Anak Usia Dini” Ketentuan Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Cerita rakyat fokus pada pengembangan Nilai Agama dan Moral dan Bahasa. Sasaran pengguna cerita rakyat adalah Guru PAUD, Pengelola PAUD. Cerita rakyat dapat berbentuk; (1)   Fable (cerita binatang) (2)   Legenda (asal-usul terjadinya suatu tempat) (3)   Sage (unsur sebuah sejarah) (4)   Epos (kepahlawanan) (5)   Cerita jenaka. Cerita disampaikan dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Panjang naskah berada pada kisaran 400 – 600 kata

Mengingat Kembali Jawaban Pertanyaan Mengapa Ingin Memiliki Anak

Ada satu pertanyaan sederhana, namun tidak semua pasangan menikah dapat menjawabnya. Pertanyaan itu adalah, “mengapa ingin memiliki anak?” Bagi pasangan yang bertahun-tahun menikah namun belum juga dikaruniai anak, pertanyaan itu akan dijawab dengan lancar. Mereka sudah melewati ribuan hari tanpa tangis bayi, tiada canda tawa dengan anak-anak. Mereka menemukan banyak sekali alasan sehingga ingin sekali memiliki anak. Untuk pasangan yang sangat mudah dititipi anak oleh-Nya, pertanyaan mengapa ingin memiliki anak, bisa jadi terbersit pun tidak. Anak seolah hadir begitu saja. Baru saja menikah, beberapa bulan kemudian istri hamil. Setahun kemudian pasangan suami istri telah menjadi orang tua. Beberapa tahun kemudian, anak kedua, ketiga dan seterusnya lahir. Jawaban-jawaban berikut ini mungkin menjadi jawaban sekian orang tua saat mendapat pertanyaan tersebut: Saya ingin menciptakan kembali masa kecil yang indah Ngg…Semacam investasi untuk hari nanti Sebab saya percaya, kita akan m

Contoh Surat Keterangan Siswa dengan NISN

Lomba menulis untuk siswa SD, SMP atau SMA seringkali mensyaratkan surat keterangan dari kepala sekolah, lengkap dengan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN). Surat ini untuk menguatkan status siswa di satu sekolah sekaligus sebagai upaya menyadarkan pihak sekolah bahwa ada siswanya yang ingin mengikuti suatu lomba.  Surat Keterangan Siswa Siswa cukup menyampaikan permintaan surat keterangan siswa kepada guru, wali kelas, atau wakil kepala sekolah urusan kesiswaan. Surat keterangan siswa dibuat oleh bagian administrasi sekolah, ditandatangani kepala sekolah dan dibubuhi cap. Berikut ini merupakan contoh surat keterangan siswa yang belum ditandatangani kepala sekolah dan dibubuhi cap.    Contoh surat keterangan siswa yang belum dibubuhi cap sekolah dan tanda tangan kepala sekolah Nomor Induk Siswa Nasional Nomor Induk Siswa Nasional merupakan nomor identitas unik yang diberikan secara acak kepada setiap siswa di Indonesia oleh Pusat Data Statistik Pendidikan (PDSP),