Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

Mengingat Kembali Jawaban Pertanyaan Mengapa Ingin Memiliki Anak

Ada satu pertanyaan sederhana, namun tidak semua pasangan menikah dapat menjawabnya. Pertanyaan itu adalah, “mengapa ingin memiliki anak?” Bagi pasangan yang bertahun-tahun menikah namun belum juga dikaruniai anak, pertanyaan itu akan dijawab dengan lancar. Mereka sudah melewati ribuan hari tanpa tangis bayi, tiada canda tawa dengan anak-anak. Mereka menemukan banyak sekali alasan sehingga ingin sekali memiliki anak. Untuk pasangan yang sangat mudah dititipi anak oleh-Nya, pertanyaan mengapa ingin memiliki anak, bisa jadi terbersit pun tidak. Anak seolah hadir begitu saja. Baru saja menikah, beberapa bulan kemudian istri hamil. Setahun kemudian pasangan suami istri telah menjadi orang tua. Beberapa tahun kemudian, anak kedua, ketiga dan seterusnya lahir. Jawaban-jawaban berikut ini mungkin menjadi jawaban sekian orang tua saat mendapat pertanyaan tersebut: Saya ingin menciptakan kembali masa kecil yang indah Ngg…Semacam investasi untuk hari nanti Sebab saya percaya, kita akan m

Lomba Menulis Novel Tema #WayBackHome

Salah satu cara untuk mendapatkan respon cepat kelayakan naskah kita adalah mengikutkannya dalam suatu lomba. Selain kepastian terbit, kita juga mendapatkan hadiah serta royalti buku yang terpisah dengan hadiah.

Jendela O' Publishing House merupakan satu penerbit baru yang beralamat di Duta Bandara Permai J2 no 26. Dadap, Kosambi, Tangerang, Banten. Untuk menjaring naskah novel yang berkualitas, Jendela O' Publishing House menyelenggarakan lomba menulis novel dengan tema #WayBackHome, sebagaimana dipublikasikan pada blognya www.jophouse.com.

Tema #WayBackHome diharapkan mengangkat kisah-kisah "Self Discovery" yang menonjolkan perkembangan tokoh dalam menemukan kembali dirinya, passion, atau arah hidup dalam balutan drama percintaan, drama keluarga dan lainnya. Jendela O' Publishing House mencontohkan novel About a Boy, Nick Hornby; Five People You Meet in Heaven, Mitch Albom; The Alchemist, Paulo Coelho; The Last Lecture, Randy Pausch; The Kite Runner, Khaled Hosseini, dan cerita sejenis lainnya sebagai naskah yang bertema #WayBackHome
Syarat dan Ketentuan:
1.    Peserta adalah warga negara Indonesia, usia tidak dibatasi.
2.    Cerita yang ditulis tidak mengandung unsur SARA, pornografi, dan kekerasan.
3.    Segmen pembaca young adult (18-25 tahun) atau dewasa.
4.    Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia sebanyak 100-150 halaman A4 spasi 1,5, Times New Roman 12. Margin 4-4 (atas - kiri), 3-3 (bawah - kanan).
5.    Naskah ditulis oleh perseorangan, belum pernah dipublikasikan, tidak sedang diikutsertakan dalam sayembara lain, dan bukan merupakan karya terjemahan atau saduran.
6.    Satu orang peserta dapat mengirimkan lebih dari satu naskah.
7.    Naskah yang tidak menang namun layak terbit, akan kami terbitkan dengan kontrak tersendiri.
8.    Naskah dikirim (dilampirkan atau attachment, bukan diletakan di badan e-mail) ke e-mail redaksi@jophouse.com dengan subjek Lomba Menulis #WayBackHome, disertai dengan data diri dan sinopsis (dalam satu file terpisah).
9.    Poin penilaian adalah kerapian naskah, kesesuaian naskah dengan tema, eksplorasi ide yang segar dan mencerahkan, serta kekuatan karakter dan plot cerita.
10. Naskah dikirim selambat-lambatnya pada tanggal 1 Oktober 2015.
11. Pengumuman pemenang akan dilakukan pada tanggal 15 November 2015 lewat website, akun media sosial, dan e-mail kepada pemenang. 
12. Keputusan Juri tidak bisa diganggu gugat.

Hadiah:
  • Pemenang pertama mendapatkan uang tunai sebesar 1.000.000 rupiah, sertifikat, dan kontrak penerbitan. 
  • Pemenang kedua mendapatkan uang tunai sebesar 750.000 rupiah, sertifikat, dan kontrak penerbitan.
  • Pemenang ketiga mendapatkan uang tunai sebesar 500.000 rupiah, sertifikat, dan kontrak penerbitan.
*) Semua hadiah tersebut belum termasuk royalti. 

Tertarik? Keterangan lebih lanjut dapat dilayangkan melalui akun media sosial JOPH sebagai berikut 

Twitter @Jophouse
Instagram @Jophouse
Fanpage Jendela O' Publishing House
E-mail jo.publishinghouse@gmail.com

Selamat menulis…

Komentar

  1. Hadiahnya kecil banget ya ... lomba cerpen aja ampe 5juta ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga royaltinya yang gede, Mas Ali ^_^

      Hapus
  2. Kalau cuma melihat hadiah, emang kurang menarik lomba ini

    BalasHapus
  3. Bingung mau komentar apa, sudah terwakili momen sebelumnya 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang penting sudah meninggalkan jejak. Terima kasih

      Hapus
  4. Aku bacanya telat sih ya, Mas Koko. Waktunya tinggal 2 bulan. Dengan kemampuan yang di bawah rata-rata, kayaknya tetap harus mencoba. ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Key ikut aja. Sehari targetkan menulis 2-3 halaman

      Hapus
  5. sering saya buka lomba menulis, tapi tanggal dan tahunny tahun lama, kalau ada yang terbaru tolong kasih ke saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, lomba ini sudah berakhir. Kalau yang rutin dan masih berlangsung itu Lomba Novel DKJ 2016. Batas akhir pengiriman 30 September 2016 (cap pos atau diantar langsung)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengingat Kembali Jawaban Pertanyaan Mengapa Ingin Memiliki Anak

Ada satu pertanyaan sederhana, namun tidak semua pasangan menikah dapat menjawabnya. Pertanyaan itu adalah, “mengapa ingin memiliki anak?” Bagi pasangan yang bertahun-tahun menikah namun belum juga dikaruniai anak, pertanyaan itu akan dijawab dengan lancar. Mereka sudah melewati ribuan hari tanpa tangis bayi, tiada canda tawa dengan anak-anak. Mereka menemukan banyak sekali alasan sehingga ingin sekali memiliki anak. Untuk pasangan yang sangat mudah dititipi anak oleh-Nya, pertanyaan mengapa ingin memiliki anak, bisa jadi terbersit pun tidak. Anak seolah hadir begitu saja. Baru saja menikah, beberapa bulan kemudian istri hamil. Setahun kemudian pasangan suami istri telah menjadi orang tua. Beberapa tahun kemudian, anak kedua, ketiga dan seterusnya lahir. Jawaban-jawaban berikut ini mungkin menjadi jawaban sekian orang tua saat mendapat pertanyaan tersebut: Saya ingin menciptakan kembali masa kecil yang indah Ngg…Semacam investasi untuk hari nanti Sebab saya percaya, kita akan m

Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Kemendikbud 2016

LOMBA PENYUSUNAN CERITA RAKYAT Direktorat Pembinaan Anak Usia Dini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan 4 lomba untuk konten (isi) laman Anggun Pendidikan Anak Usia Dini yaitu http://www.anggunpaud.kemdikbud.go.id atau  http://www.paud.kemdikbud.go.id . Salah satu lomba tersebut adalah Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Tema Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Kali ini Lomba Konten Anggun PAUD adalah “Penumbuhan Budi Pekerti Pada Anak Usia Dini” Ketentuan Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Cerita rakyat fokus pada pengembangan Nilai Agama dan Moral dan Bahasa. Sasaran pengguna cerita rakyat adalah Guru PAUD, Pengelola PAUD. Cerita rakyat dapat berbentuk; (1)   Fable (cerita binatang) (2)   Legenda (asal-usul terjadinya suatu tempat) (3)   Sage (unsur sebuah sejarah) (4)   Epos (kepahlawanan) (5)   Cerita jenaka. Cerita disampaikan dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Panjang naskah berada pada kisaran 400 – 600 kata

Contoh Surat Keterangan Siswa dengan NISN

Lomba menulis untuk siswa SD, SMP atau SMA seringkali mensyaratkan surat keterangan dari kepala sekolah, lengkap dengan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN). Surat ini untuk menguatkan status siswa di satu sekolah sekaligus sebagai upaya menyadarkan pihak sekolah bahwa ada siswanya yang ingin mengikuti suatu lomba.  Surat Keterangan Siswa Siswa cukup menyampaikan permintaan surat keterangan siswa kepada guru, wali kelas, atau wakil kepala sekolah urusan kesiswaan. Surat keterangan siswa dibuat oleh bagian administrasi sekolah, ditandatangani kepala sekolah dan dibubuhi cap. Berikut ini merupakan contoh surat keterangan siswa yang belum ditandatangani kepala sekolah dan dibubuhi cap.    Contoh surat keterangan siswa yang belum dibubuhi cap sekolah dan tanda tangan kepala sekolah Nomor Induk Siswa Nasional Nomor Induk Siswa Nasional merupakan nomor identitas unik yang diberikan secara acak kepada setiap siswa di Indonesia oleh Pusat Data Statistik Pendidikan (PDSP),