Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

Mengingat Kembali Jawaban Pertanyaan Mengapa Ingin Memiliki Anak

Ada satu pertanyaan sederhana, namun tidak semua pasangan menikah dapat menjawabnya. Pertanyaan itu adalah, “mengapa ingin memiliki anak?” Bagi pasangan yang bertahun-tahun menikah namun belum juga dikaruniai anak, pertanyaan itu akan dijawab dengan lancar. Mereka sudah melewati ribuan hari tanpa tangis bayi, tiada canda tawa dengan anak-anak. Mereka menemukan banyak sekali alasan sehingga ingin sekali memiliki anak. Untuk pasangan yang sangat mudah dititipi anak oleh-Nya, pertanyaan mengapa ingin memiliki anak, bisa jadi terbersit pun tidak. Anak seolah hadir begitu saja. Baru saja menikah, beberapa bulan kemudian istri hamil. Setahun kemudian pasangan suami istri telah menjadi orang tua. Beberapa tahun kemudian, anak kedua, ketiga dan seterusnya lahir. Jawaban-jawaban berikut ini mungkin menjadi jawaban sekian orang tua saat mendapat pertanyaan tersebut: Saya ingin menciptakan kembali masa kecil yang indah Ngg…Semacam investasi untuk hari nanti Sebab saya percaya, kita akan m

PSA 3; Mencari Naskah Bertema Korea dalam 47 Hari Saja

Publisher Searching for Authors (PSA) merupakan kegiatan pencarian naskah bermutu oleh Penerbit Grasindo sejak 2013. Tahun 2015 ini, Grasindo mengadakan PSA untuk yang ketiga kalinya. Tema yang diusung sesuai tren saat ini: Korea dalam Kata dan Rasa.

Dua PSA Sebelumnya 

PSA 1 diadakan pada akhir Desember 2012 tanpa tema khusus. Saat itu Grasindo menetapkan 3 kategori besar naskah yaitu fiksi, nonfiksi (traveling, motivasi, how to, hobi, dan umum) serta pendidikan. Grasindo berhasil menjaring 635 naskah. Namun sebagian besar naskah yang masuk berupa
fiksi (73%),
nonfiksi 12% dan
pendidikan 7%.

Grasindo memilih 31 naskah yang terdiri dari 23 naskah fiksi, 4 naskah nonfiksi dan 4 naskah pendidikan. Tiga naskah pilihan utama mendapatkan hadiah tablet Samsung Galaxy, selain royalti seperti penerbitan buku pada umumnya.  





Oktober 2013, Grasindo kembali mengadakan PSA yang kedua. Untuk kali kedua itu, Grasindo mengusung tema Naskah Rasa Indonesia. Ada 6 kategori yang berbeda pada PSA 2. Kategori tersebut meliputi
Fiksi (genre Petualangan, Romance, Fantasi, Thriller: untuk remaja dan dewasa muda),
Nonfiksi Ringan
(Motivasi Gaul, Humor/Parodi Gaul: untuk remaja),
Fotografi
: (Teknik Kreatf, Teknik inovatif),
Perjalanan
(City Romance, Memoar, Travel Diary),
Pendidikan
(Trik Cepat dan Cerdas Mengerjakan Soal, Buku Soal dan Pembahasan untuk SD,SMP, SMA, Panduan Masui PTN) 
dan kategori khusus yaitu Book Innovation.

PSA 2 gagal menjaring naskah-naskah di luar kategori fiksi. Ratusan naskah yang masuk, 90% merupakan naskah fiksi. Grasindo menetapkan 15 naskah fiksi sebagai naskah pilihan dan tidak satu pun naskah kategori lainnya. Lima tablet Samsung yang seharusnya diberikan kepada 5 naskah pilihan, akhirnya hanya diberikan kepada dua penulis naskah fiksi saja karena tidak ada naskah pilihan untuk kategori nonfiksi.


PSA 3 yang Singkat

Pengalaman Grasindo mengadakan 2 kali kegiatan PSA tanpa keberhasilan menjaring naskah nonfiksi sepertinya berdampak pada PSA 3. Kegiatan PSA 3 yang mulai dipublikasikan pada 1 April 2015, hanya menghendaki naskah fiksi untuk dibukukan. Naskah nonfiksi berupa artikel atau feature harus dimuat media massa cetak (surat kabar, tabloid, majalah) mulai 1 April sampai  17 Mei 2015. Topik artikel harus mengenai Korea, namun tidak sesempit naskah fiksi yang bertema Kata dan Rasa. Topik artikel dapat berupa makanan, perjalanan, budaya, teknologi, kesehatan, kecantikan, dan hubungan kerja sama  Indonesia-Korea.


PSA 3 diadakan selama 47 hari. Penerimaan naskah dimulai pada 1 April 2015 dan ditutup 17 Mei 2015. PSA sebelumnya diadakan dengan rentang waktu yang lebih lama. PSA 1 berlangsung selama 101 hari, mulai 21 Desember 2012 sampai 31 Maret 2013. Sedangkan PSA 2 memberi kesempatan menulis selama 57 hari, sejak 16 Oktober 2013 sampai 11 Desember 2013. Penulis yang ingin mengikuti PSA 3 harus benar-benar disiplin menulis setiap hari jika naskah yang akan dikirimkannya merupakan naskah baru.

Satu hal yang menarik lagi, di PSA 3 Grasindo terdapat kategori fiksi anak dan fiksi remaja selain fiksi dewasa. Kategori tersebut mengacu pada usia penulis. Kategori anak menyasar penulis berusia SD dan sederajat, ketegori remaja untuk penulis usia SMP dan SMA. Penulis yang tengah berkuliah atau berusia di atas mahasiswa ke dalam kategori dewasa. Meskipun naskah fiksi yang masuk di PSA 1 dan PSA 2 mendominasi, namun untuk PSA 3 belum tentu dapat menjaring naskah fiksi sebanyak PSA sebelumnya karena pembatasan tema yaitu Korea dalam Kata dan Rasa. Batasan waktu ini menjadi tantangan bagi penulis, sanggupkah membuat naskah tentang cita rasa Korea dalam waktu 47 hari saja? Tunggu saja pengumuman naskah terpilih PSA 3 pada 30 Mei 2015.  


Komentar

  1. Halo,

    Kami dari JOPH.

    Mau ngasih info nih dari Jendela O Publishing House. Ada lomba nulis novel. Buat yang hobi nulis novel atau yang punya naskah-naskah yang ingin diterbitkan bisa coba dicek lomba yang satu ini.

    Syarat dan ketentuan cek di website ini:
    http://www.jophouse.com/2015/07/lomba...

    Naskah ditunggu hingga tanggal 1 Oktober 2015. Masih ada banyak waktu untuk mempersiapkan naskah kalian. :)

    Terima kasih.
    JO Team

    BalasHapus
  2. Maaf, sepertinya kemarin ada kesalahan copas link. Link yang benar ini.

    http://www.jophouse.com/2015/07/lomba-menulis-joph-2015-waybackhome_1.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ok, nanti saya tulis ulang sedikt dan muat di blog ini

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Kemendikbud 2016

LOMBA PENYUSUNAN CERITA RAKYAT Direktorat Pembinaan Anak Usia Dini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan 4 lomba untuk konten (isi) laman Anggun Pendidikan Anak Usia Dini yaitu http://www.anggunpaud.kemdikbud.go.id atau  http://www.paud.kemdikbud.go.id . Salah satu lomba tersebut adalah Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Tema Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Kali ini Lomba Konten Anggun PAUD adalah “Penumbuhan Budi Pekerti Pada Anak Usia Dini” Ketentuan Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Cerita rakyat fokus pada pengembangan Nilai Agama dan Moral dan Bahasa. Sasaran pengguna cerita rakyat adalah Guru PAUD, Pengelola PAUD. Cerita rakyat dapat berbentuk; (1)   Fable (cerita binatang) (2)   Legenda (asal-usul terjadinya suatu tempat) (3)   Sage (unsur sebuah sejarah) (4)   Epos (kepahlawanan) (5)   Cerita jenaka. Cerita disampaikan dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Panjang naskah berada pada kisaran 400 – 600 kata

Mengingat Kembali Jawaban Pertanyaan Mengapa Ingin Memiliki Anak

Ada satu pertanyaan sederhana, namun tidak semua pasangan menikah dapat menjawabnya. Pertanyaan itu adalah, “mengapa ingin memiliki anak?” Bagi pasangan yang bertahun-tahun menikah namun belum juga dikaruniai anak, pertanyaan itu akan dijawab dengan lancar. Mereka sudah melewati ribuan hari tanpa tangis bayi, tiada canda tawa dengan anak-anak. Mereka menemukan banyak sekali alasan sehingga ingin sekali memiliki anak. Untuk pasangan yang sangat mudah dititipi anak oleh-Nya, pertanyaan mengapa ingin memiliki anak, bisa jadi terbersit pun tidak. Anak seolah hadir begitu saja. Baru saja menikah, beberapa bulan kemudian istri hamil. Setahun kemudian pasangan suami istri telah menjadi orang tua. Beberapa tahun kemudian, anak kedua, ketiga dan seterusnya lahir. Jawaban-jawaban berikut ini mungkin menjadi jawaban sekian orang tua saat mendapat pertanyaan tersebut: Saya ingin menciptakan kembali masa kecil yang indah Ngg…Semacam investasi untuk hari nanti Sebab saya percaya, kita akan m

Contoh Surat Keterangan Siswa dengan NISN

Lomba menulis untuk siswa SD, SMP atau SMA seringkali mensyaratkan surat keterangan dari kepala sekolah, lengkap dengan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN). Surat ini untuk menguatkan status siswa di satu sekolah sekaligus sebagai upaya menyadarkan pihak sekolah bahwa ada siswanya yang ingin mengikuti suatu lomba.  Surat Keterangan Siswa Siswa cukup menyampaikan permintaan surat keterangan siswa kepada guru, wali kelas, atau wakil kepala sekolah urusan kesiswaan. Surat keterangan siswa dibuat oleh bagian administrasi sekolah, ditandatangani kepala sekolah dan dibubuhi cap. Berikut ini merupakan contoh surat keterangan siswa yang belum ditandatangani kepala sekolah dan dibubuhi cap.    Contoh surat keterangan siswa yang belum dibubuhi cap sekolah dan tanda tangan kepala sekolah Nomor Induk Siswa Nasional Nomor Induk Siswa Nasional merupakan nomor identitas unik yang diberikan secara acak kepada setiap siswa di Indonesia oleh Pusat Data Statistik Pendidikan (PDSP),