Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

Mengingat Kembali Jawaban Pertanyaan Mengapa Ingin Memiliki Anak

Ada satu pertanyaan sederhana, namun tidak semua pasangan menikah dapat menjawabnya. Pertanyaan itu adalah, “mengapa ingin memiliki anak?” Bagi pasangan yang bertahun-tahun menikah namun belum juga dikaruniai anak, pertanyaan itu akan dijawab dengan lancar. Mereka sudah melewati ribuan hari tanpa tangis bayi, tiada canda tawa dengan anak-anak. Mereka menemukan banyak sekali alasan sehingga ingin sekali memiliki anak. Untuk pasangan yang sangat mudah dititipi anak oleh-Nya, pertanyaan mengapa ingin memiliki anak, bisa jadi terbersit pun tidak. Anak seolah hadir begitu saja. Baru saja menikah, beberapa bulan kemudian istri hamil. Setahun kemudian pasangan suami istri telah menjadi orang tua. Beberapa tahun kemudian, anak kedua, ketiga dan seterusnya lahir. Jawaban-jawaban berikut ini mungkin menjadi jawaban sekian orang tua saat mendapat pertanyaan tersebut: Saya ingin menciptakan kembali masa kecil yang indah Ngg…Semacam investasi untuk hari nanti Sebab saya percaya, kita akan m

Mencuri Gemerlap Korea; 9 Ide Menulis Novel Korea

Novel dengan latar budaya Korea Selatan masih diminati sebagian pembaca fiksi di Indonesia. Tandanya bisa kita lihat dari pajangan novel Korea di toko-toko buku. Beberapa penerbit pun mencari naskah dengan tema negeri gingseng itu. Berminat menulis novel dengan latar budaya Korea juga? Berikut beberapa tips yang saya himpun dari berbagai sumber.

1.    Catatan di Blog

Catatan perjalanan atau kisah hidup orang-orang yang pernah tinggal di Korea atau melakukan perjalanan di Korea dapat menjadi sumber ide menulis novel Korea. Sayangnya, saya belum menemukan catatan blogger yang khusus bercerita tentang pengalaman hidupnya di Korea. Beberapa situs menampilkan juga informasi yang campur baur dengan berita hiburan Korea. Koreanindo.net misalnya.
Keterbatasan blog khusus kehidupan sehari-hari di Korea ini bisa kita atasi dengan menggunakan mesin pencari Google. Gunakan kata dalam tanda kutip seperti “hidup di Korea”, “tinggal di Korea”, “seminggu di Korea” untuk mendapatkan informasi spesifik. Google akan mengarahkan kita pada blog yang memuat tulisan tentang kehidupan orang Indonesia saat berada di Korea.

2.    Buku Nonfiksi Korea

Beberapa buku nonfiksi bisa menjadi sumber ide menulis novel Korea. Saya menyarankan buku nonfiksi, terutama yang ditulis oleh orang-orang yang pernah menetap lama di Korea atau melakukan perjalanan langsung ke Korea. Pastikan bahwa si penulis memiliki pengalaman langsung menjejakkan kakinya di Korea. Biasanya penerbit menuliskan hal itu pada sampul atau sinopsis buku. Salah sau buku yang saya rekomendasikan adalah Once Upon a Time in Korea yang ditulis oleh Elvira F. Tanjung, seorang mahasiswi asal Indonesia yang menempuh pendidikan pasca sarjana di Kyung Hee University.

Catatan Harian di Korea Selatan

3.    Buku Cerita Korea

Di toko buku Indonesia, cukup mudah menemukan novel-novel terjemahan asal Korea. Cobalah membaca beberapa, mungkin kita bisa mendapat ide dari novel-novel itu. Saya sendiri baru sempat membaca novel grafis yaitu novel yang dikemas seperti komik. Novel grafis itu berjudul Kitchen yang saat ini sudah terbit sebayak 3 seri. Novel grafis karya JO Joo-Hee itu semacam kumpulan cerita di balik makanan Korea. Membaca novel grafis itu cukup memberi pengetahuan kepada saya tentang beberapa makanan Korea.

Novel grafis Kitchen oleh JO Joo-Hee

4.    Film Keluarga Korea

Film cerita Korea belum tentu menggambarkan kehidupan orang-orang Korea yang sebenarnya. Film mendramatisasi kehidupan yang sebenarnya untuk menghibur kita. Namun berbagai detil yang ditampilkan dalam film bisa kita ambil untuk menjadi ide cerita. Pilihlah film-film drama dengan tema keluarga seperti The Way Home, The Wedding Dress, A Long Visit yang menceritakan kehidupan satu keluarga di Korea. Pola pengasuhan keluarga  dalam film bisa kita jadikan sebagai latar belakang keluarga tokoh novel yang akan kita tulis.

Salah satu adegan dalam film "Long Visit"

5.    Mencicipi Masakan Korea.

Cobalah cicipi masakan Korea untuk mendapatkan pengalaman rasa di lidah dan aroma di penciuman kita. Datanglah ke beberapa restoran-restoran kelas premium atau rumah makan Korea level kaki lima agar pengalaman rasa yang kita peroleh bervariasi. Beberapa restoran atau rumah makan telah memodifikasi masakan Korea agar cocok di lidah orang Indonesia. Maka dari itu, jika kita ingin menikmati rasa masakan Korea yang sesungguhnya, cobalah pastikan restoran itu menggunakan bumbu asli dari Korea atau cobalah memasak sendiri dengan menggunakan bumbu-bumbu asli impor dari Korea.


Kimchi, acar sawi putih khas Korea

6.    Mencoba Resep Makanan Korea

Memasak resep makanan Korea sendiri akan memberikan pengalaman rasa sekaligus pengalaman memasak untuk diceritakan kembali. Pembaca akan lebih percaya bahwa kita memang tahu soal makanan Korea jika tertulis detil-detil cara memasak makanan, kan? Ajaklah beberapa teman dekat atau orang khusus untuk memasak makanan korea. Bukan tidak mungkin, pengalaman memasak itu menjadi ide utama penulisan novel Korea.

7.    Wawancara Dunia Maya

Jika informasi yang terkumpul terasa belum cukup, cobalah jalin komunikasi dengan beberapa orang Indonesia yang pernah atau sedang tinggal di Korea. Saya menemukan beberapa akun twitter yang menyebutkan bahwa si pemilik akun pernah kuliah di Korea yaitu @WahyudiHanaffy  @Tizarzhao. Maman S. Mahayana, kritikus sastra dan pengajar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia juga pernah beberapa tahun mengajar bahasa Indonesia di Korea Selatan. Temukan akun mereka di media sosial dan cobalah mewawancarai mereka hal-hal tentang Korea.
 

8.    Bertemu Orang Korea di Indonesia

Mahasiswa asal Korea cukup mudah ditemukan di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Depok. Sebagian mereka mempelajari budaya dan bahasa Indonesia. Mahasiswa asal Korea umumnya tinggal di apartemen, salah satu tempat tinggal favorit mereka adalah Margonda Residence di Jalan Margonda Raya. Pada jam-jam kuliah mereka sering terlihat berjalan kaki dari Margonda Recidence menuju kampus UI. Beberapa diantaranya sering makan siang atau makan malam di warteg-warteg seputar Fakultas Hukum UI. Di waktu senggang mereka terkadang berjalan-jalan di beberapa Mal Depok. Sebagian dari mahasiswa Korea itu, cukup mahir berbahasa Indonesia yang formal. Bertemu dan berbicara langsung dengan mereka mungkin akan memberikan ide bagus untuk menulis novel Korea.

9.    Menghadiri Festival Budaya Korea

Beberapa kampus di Indonesia sering mengadakan festival budaya Korea. Salah satunya Universitas Indonesia. Mahasiswa-mahasiswi jurusan Bahasa dan Kebudayaan Korea Universitas Indonesia mengadakan acara tahunan yang bertajuk Korean Culture Day (KCD). Pada acara tersebut beberapa budaya tradisonal dan budaya pop Korea akan ditampilkan. Tahun ini KCD dilaksanakan pada 18 April 2015. Acara festival Korea memungkinkan kita bertemu dengan orang Korea atau orang-orang Indonesia yang cukup mempunyai wawasan tentang budaya Korea. Mereka bisa menjadi rujukan dan sumber ide menulis novel Korea. 




Itulah beberapa sumber ide yang bisa kita olah untuk menulis novel tentang Korea. Ide sebenarnya berserakan di mana-mana. Pungut atau curilah dari pengalaman orang lain, kemudian olah secara kreatif sehingga  menjadi karya baru. Karya bisa memberi banyak manfaat pada orang lain.  Selamat mencari ide.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Kemendikbud 2016

LOMBA PENYUSUNAN CERITA RAKYAT Direktorat Pembinaan Anak Usia Dini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan 4 lomba untuk konten (isi) laman Anggun Pendidikan Anak Usia Dini yaitu http://www.anggunpaud.kemdikbud.go.id atau  http://www.paud.kemdikbud.go.id . Salah satu lomba tersebut adalah Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Tema Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Kali ini Lomba Konten Anggun PAUD adalah “Penumbuhan Budi Pekerti Pada Anak Usia Dini” Ketentuan Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Cerita rakyat fokus pada pengembangan Nilai Agama dan Moral dan Bahasa. Sasaran pengguna cerita rakyat adalah Guru PAUD, Pengelola PAUD. Cerita rakyat dapat berbentuk; (1)   Fable (cerita binatang) (2)   Legenda (asal-usul terjadinya suatu tempat) (3)   Sage (unsur sebuah sejarah) (4)   Epos (kepahlawanan) (5)   Cerita jenaka. Cerita disampaikan dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Panjang naskah berada pada kisaran 400 – 600 kata

Mengingat Kembali Jawaban Pertanyaan Mengapa Ingin Memiliki Anak

Ada satu pertanyaan sederhana, namun tidak semua pasangan menikah dapat menjawabnya. Pertanyaan itu adalah, “mengapa ingin memiliki anak?” Bagi pasangan yang bertahun-tahun menikah namun belum juga dikaruniai anak, pertanyaan itu akan dijawab dengan lancar. Mereka sudah melewati ribuan hari tanpa tangis bayi, tiada canda tawa dengan anak-anak. Mereka menemukan banyak sekali alasan sehingga ingin sekali memiliki anak. Untuk pasangan yang sangat mudah dititipi anak oleh-Nya, pertanyaan mengapa ingin memiliki anak, bisa jadi terbersit pun tidak. Anak seolah hadir begitu saja. Baru saja menikah, beberapa bulan kemudian istri hamil. Setahun kemudian pasangan suami istri telah menjadi orang tua. Beberapa tahun kemudian, anak kedua, ketiga dan seterusnya lahir. Jawaban-jawaban berikut ini mungkin menjadi jawaban sekian orang tua saat mendapat pertanyaan tersebut: Saya ingin menciptakan kembali masa kecil yang indah Ngg…Semacam investasi untuk hari nanti Sebab saya percaya, kita akan m

Contoh Surat Keterangan Siswa dengan NISN

Lomba menulis untuk siswa SD, SMP atau SMA seringkali mensyaratkan surat keterangan dari kepala sekolah, lengkap dengan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN). Surat ini untuk menguatkan status siswa di satu sekolah sekaligus sebagai upaya menyadarkan pihak sekolah bahwa ada siswanya yang ingin mengikuti suatu lomba.  Surat Keterangan Siswa Siswa cukup menyampaikan permintaan surat keterangan siswa kepada guru, wali kelas, atau wakil kepala sekolah urusan kesiswaan. Surat keterangan siswa dibuat oleh bagian administrasi sekolah, ditandatangani kepala sekolah dan dibubuhi cap. Berikut ini merupakan contoh surat keterangan siswa yang belum ditandatangani kepala sekolah dan dibubuhi cap.    Contoh surat keterangan siswa yang belum dibubuhi cap sekolah dan tanda tangan kepala sekolah Nomor Induk Siswa Nasional Nomor Induk Siswa Nasional merupakan nomor identitas unik yang diberikan secara acak kepada setiap siswa di Indonesia oleh Pusat Data Statistik Pendidikan (PDSP),