Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

Mengingat Kembali Jawaban Pertanyaan Mengapa Ingin Memiliki Anak

Ada satu pertanyaan sederhana, namun tidak semua pasangan menikah dapat menjawabnya. Pertanyaan itu adalah, “mengapa ingin memiliki anak?” Bagi pasangan yang bertahun-tahun menikah namun belum juga dikaruniai anak, pertanyaan itu akan dijawab dengan lancar. Mereka sudah melewati ribuan hari tanpa tangis bayi, tiada canda tawa dengan anak-anak. Mereka menemukan banyak sekali alasan sehingga ingin sekali memiliki anak. Untuk pasangan yang sangat mudah dititipi anak oleh-Nya, pertanyaan mengapa ingin memiliki anak, bisa jadi terbersit pun tidak. Anak seolah hadir begitu saja. Baru saja menikah, beberapa bulan kemudian istri hamil. Setahun kemudian pasangan suami istri telah menjadi orang tua. Beberapa tahun kemudian, anak kedua, ketiga dan seterusnya lahir. Jawaban-jawaban berikut ini mungkin menjadi jawaban sekian orang tua saat mendapat pertanyaan tersebut: Saya ingin menciptakan kembali masa kecil yang indah Ngg…Semacam investasi untuk hari nanti Sebab saya percaya, kita akan m

Kumpulan Kenangan dalam Masakan Korea Selatan

Ada kenangan yang tersimpan dalam setiap masakan. Kenangan indah, membuat kita menyukai masakan itu. Kenangan duka membuat kita enggan bahkan fobia hanya dengan melihat makanan itu. Suka dan duka dalam setiap masakan itu tergambar dalam novel grafis Kitchen karya JO Joo-Hee ini.

Kenangan dalam Makanan

Ada kisah sedih dibalik keputusan seorang gadis dalam menekuni profesi  pattisiere, pembuat makanan manis, seperti cake. Saat si gadis masih kecil, ia tinggal bersama neneknya. Sang ibu sibuk bekerja, Ayah entah di mana. Mereka hanya bertemu di akhir pekan saja. Suatu hari sang ibu membuatkannya roti. Si gadis senang sekali. Kehangatan dan kelembutan roti, serta wanginya sama dengan wujud kasih sayang ibu yang dirindukannya. Namun roti tersebut menjadi makanan terakhir dari ibu.  Setelahnya, sang ibu meninggalkannya, pergi entah ke mana. 

Kisah sang gadis merupakan salah satu kisah dalam novel grafis Kitchen seri pertama. JO Joo-Hee sang penulis sekaligus ilustrator memberi judul Kehangatan Tubuh untuk kisah 8 halaman itu. Kisah Kehangatan Tubuh ditempatkan pada halaman 77 dan menjadi kisah ke-8 dari total 16 kisah yang tersaji dalam novel grafis penuh warna. Semua kisah berlatar Korea Selatan dan mengambil tema seputar makanan; kisah-kisah di balik penyajian atau prosesi menikmati makanan.

Selain kisah si gadis pattisiere, ada juga kisah 4 sahabat yang berbeda sifat namun makanan berhasil menyatukan mereka (hal 8); kisah sepasang kekasih yang mengakhiri hubungan mereka dengan makan bersama (hal 56); kisah ketidakberdayaan menantu memasak rajungan di depan mertuanya (hal 67) serta berbagai kisah suka, duka, dan mengharu biru dan merah jambu di balik makanan dan dunia masak-memasak.


Kemasan Isi

Setiap kisah bertutur dengan sudut pandang penceritaan orang pertama. Tokoh yang bercerita berganti-ganti. Mulai dari siswa SMA, mahasiswa, lelaki dan perempuan lajang, seorang istri maupun suami. Kisah-kisah itu digambar dalam 3-5 panel di setiap halamannya. Uniknya, pada sebagian besar kisah, JO Joo-Hee tidak mencantumkan nama-nama tokohnya. Kisah mengalir begitu saja dengan sudut pandang aku dan panggilan kamu, istriku, suamiku atau sapaan kekerabatan lainnya.

Kisah-kisah Kitchen ditutup dengan satu halaman epilog kisah singkat. Epilog tersebut merupakan pengalaman JO Joo-Hee terkait kisah yang ditulis dan digambarnya. Ilustrasi epilog lebih sederhana dan termuat dalam panel-panel yang lebih kecil, maksimal 12 panel. Dari kisah epilog kita dapat mengetahui latar belakang atau asal muasal kisah yang divisualisasikan JO Joo-Hee.

Jika membaca sepintas buku ini, sebagian besar pembaca akan menyamakan Kitchen dengan komik. Namun perlu diingat, komik cenderung menyasar anak-anak dan remaja. Kitchen memuat lika-liku kehidupan pasangan kekasih, suami-istri, keluarga dan peliknya dunia orang dewasa. Sasaran pembaca dan tema dewasa inilah yang mungkin melatarbelakangi penyematan label novel grafis di bagian belakang buku.


Budaya Kuliner Korea

Beberapa masakan dituturkan dengan nama umum seperti tiram bakar, sup kepiting, asinan cabai. Nama masakan ala Jepang pun sempat tercantum dalam beberapa kisah, misalnya shusi dan shabu-shabu. Namun beberapa masakan Korea yang masih asing di telinga pembaca juga tersaji. Donkkase, dwaenjang jjigae, yukgaejang, adalah tiga diantara masakan yang masih asing itu. Bagusnya, kisah yang tersimpan dibalik masakan itu dituturkan juga cara pembuatannya, sehingga pembaca bisa membayangkan rupa bentuk masakan.

Para penikmat K-Pop atau budaya pop Korea bisa menikmati aneka kisah dalam novel grafis ini dengan mudah. Untuk pembaca yang belum akrab dengan K-Pop, mungkin perlu sesekali mencari informasi referensi budaya Korea melalui internet. Meskipun berlatar budaya Korea, kisah-kisah dalam novel grafis Kitchen dapat terjadi pada semua orang di berbagai budaya. Nikmati saja dan pastikan perut kenyang sebelum membacanya.    

Judul                   : Kitchen; Tempat Semua Kisah Lezat Dimulai #1
Penulis                : JO Joo-Hee
Penerbit              : Nourabooks
Cetakan              : Februari, 2015
Tebal                  : 158 hlm
ISBN                  : 978-602-1306-05-5

  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Kemendikbud 2016

LOMBA PENYUSUNAN CERITA RAKYAT Direktorat Pembinaan Anak Usia Dini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan 4 lomba untuk konten (isi) laman Anggun Pendidikan Anak Usia Dini yaitu http://www.anggunpaud.kemdikbud.go.id atau  http://www.paud.kemdikbud.go.id . Salah satu lomba tersebut adalah Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Tema Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Kali ini Lomba Konten Anggun PAUD adalah “Penumbuhan Budi Pekerti Pada Anak Usia Dini” Ketentuan Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Cerita rakyat fokus pada pengembangan Nilai Agama dan Moral dan Bahasa. Sasaran pengguna cerita rakyat adalah Guru PAUD, Pengelola PAUD. Cerita rakyat dapat berbentuk; (1)   Fable (cerita binatang) (2)   Legenda (asal-usul terjadinya suatu tempat) (3)   Sage (unsur sebuah sejarah) (4)   Epos (kepahlawanan) (5)   Cerita jenaka. Cerita disampaikan dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Panjang naskah berada pada kisaran 400 – 600 kata

Mengingat Kembali Jawaban Pertanyaan Mengapa Ingin Memiliki Anak

Ada satu pertanyaan sederhana, namun tidak semua pasangan menikah dapat menjawabnya. Pertanyaan itu adalah, “mengapa ingin memiliki anak?” Bagi pasangan yang bertahun-tahun menikah namun belum juga dikaruniai anak, pertanyaan itu akan dijawab dengan lancar. Mereka sudah melewati ribuan hari tanpa tangis bayi, tiada canda tawa dengan anak-anak. Mereka menemukan banyak sekali alasan sehingga ingin sekali memiliki anak. Untuk pasangan yang sangat mudah dititipi anak oleh-Nya, pertanyaan mengapa ingin memiliki anak, bisa jadi terbersit pun tidak. Anak seolah hadir begitu saja. Baru saja menikah, beberapa bulan kemudian istri hamil. Setahun kemudian pasangan suami istri telah menjadi orang tua. Beberapa tahun kemudian, anak kedua, ketiga dan seterusnya lahir. Jawaban-jawaban berikut ini mungkin menjadi jawaban sekian orang tua saat mendapat pertanyaan tersebut: Saya ingin menciptakan kembali masa kecil yang indah Ngg…Semacam investasi untuk hari nanti Sebab saya percaya, kita akan m

Contoh Surat Keterangan Siswa dengan NISN

Lomba menulis untuk siswa SD, SMP atau SMA seringkali mensyaratkan surat keterangan dari kepala sekolah, lengkap dengan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN). Surat ini untuk menguatkan status siswa di satu sekolah sekaligus sebagai upaya menyadarkan pihak sekolah bahwa ada siswanya yang ingin mengikuti suatu lomba.  Surat Keterangan Siswa Siswa cukup menyampaikan permintaan surat keterangan siswa kepada guru, wali kelas, atau wakil kepala sekolah urusan kesiswaan. Surat keterangan siswa dibuat oleh bagian administrasi sekolah, ditandatangani kepala sekolah dan dibubuhi cap. Berikut ini merupakan contoh surat keterangan siswa yang belum ditandatangani kepala sekolah dan dibubuhi cap.    Contoh surat keterangan siswa yang belum dibubuhi cap sekolah dan tanda tangan kepala sekolah Nomor Induk Siswa Nasional Nomor Induk Siswa Nasional merupakan nomor identitas unik yang diberikan secara acak kepada setiap siswa di Indonesia oleh Pusat Data Statistik Pendidikan (PDSP),