Menulis, Buku, Kehidupan

Kamis, 02 Maret 2017

Ketika Tali Pusar Dibakar, Inilah yang Terjadi pada Jin yang Bersemayam di Dalamnya

Berbagai reaksi dapat terjadi atas aksi pembakaran tali pusar yang direkomendasikan Muhammad Taufik. Sebagaimana yang saya beritakan sebelumnya,  praktisi Seni Menerapi Anak Berkebutuhan Khusus dengan Al Qur'an di Fatih Learning & Consultancy itu merekomendasikan tali pusar yang sudah lama disimpan agar dibakar. Tanpa sadar, tali pusar telah menjadi jimat dan tempat tinggal tinggal jin.

Mengapa Tali Pusar yang Sudah Lama Dibakar?

Proses pembakaran merupakan cara cepat untuk menghancurkan tali pusar yang sudah terlanjur disimpan. Jika tali pusar anak langsung ditanam begitu ia lahir, bertahun-tahun kemudian pusar  sudah tidak ada lagi atau hancur. Jika tali pusar sempat disimpan lalu hilang, taubat merupakan jalan untuk melepaskan pengaruh tali pusar yang tanpa sadar menjadi jimat itu.

Taufik menyarankan agar dibacakan ayat kursi sebelum dibakar. “Sebenarnya nggak harus ayat kursi yang dibaca. Bisa ayat lainnya atau cukup bismillah lalu tiup. Tujuannya agar jin yang menjadikan tali pusar sebagai benteng atau perisainya kabur, sehingga perilaku anak yang disebabkan oleh jin tidak terjadi lagi,” tulisnya pada catatan Facebook.

Berbagai Reaksi Setelah Dibakar

Taufik menuturkan laporan beberapa orang yang membakar tali pusar.

"Tadi waktu baca ayat kursi sebelum bakar tali pusar tiba-tiba saya menangis sesegukan. Ketika dibakar ada sesuatu yang keluar dari hidung," lapor seseorang yang namanya tidak disebutkan Taufik.

"Baru saja orang tua saya membakar tali pusar saya. Dan badan pun terasa lebih ringan, emosi terasa lebih terkontrol. Mungkin hanya sugesti, tapi istighfar, dzikir shalawat, tetap saya baca dalam hati. Adik-adik saya setelah dibakar tali pusarnya, merasakan panas di perut mereka, lalu saya minta istighfar dan alhamdulillah mereka merasa lebih enak katanya..." tutur satu orang lainnya.

Reaksi tiap orang berbeda. “Ada pun Anda yang telah melakukan hal yang sama namun tak merasakan apapun, maka bersyukurlah. Karena saya pun tak mengharapkan reaksi itu muncul. Yang penting daripada itu, Anda meninggalkan sesuatu yang tak ada faedahnya sedikitpun,” kata ayah tiga anak tersebut.

Taufik mengingatkan lagi bahwa menyimpan tali pusar tidak ada syariatnya, tali pusar yang disimpan bukan menjadi obat malah berpotensi menjadi jimat. “Jangan jadikan tali pusar itu sebagai kenang-kenangan tapi jadikanlah anakmu qurrata a'yun, karena anak-anak kita adalah kenang-kenangan yang sesungguhnya,” pesan Taufik. 
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar