Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

Mengingat Kembali Jawaban Pertanyaan Mengapa Ingin Memiliki Anak

Ada satu pertanyaan sederhana, namun tidak semua pasangan menikah dapat menjawabnya. Pertanyaan itu adalah, “mengapa ingin memiliki anak?” Bagi pasangan yang bertahun-tahun menikah namun belum juga dikaruniai anak, pertanyaan itu akan dijawab dengan lancar. Mereka sudah melewati ribuan hari tanpa tangis bayi, tiada canda tawa dengan anak-anak. Mereka menemukan banyak sekali alasan sehingga ingin sekali memiliki anak. Untuk pasangan yang sangat mudah dititipi anak oleh-Nya, pertanyaan mengapa ingin memiliki anak, bisa jadi terbersit pun tidak. Anak seolah hadir begitu saja. Baru saja menikah, beberapa bulan kemudian istri hamil. Setahun kemudian pasangan suami istri telah menjadi orang tua. Beberapa tahun kemudian, anak kedua, ketiga dan seterusnya lahir. Jawaban-jawaban berikut ini mungkin menjadi jawaban sekian orang tua saat mendapat pertanyaan tersebut: Saya ingin menciptakan kembali masa kecil yang indah Ngg…Semacam investasi untuk hari nanti Sebab saya percaya, kita akan m

Ketika Tali Pusar Dibakar, Inilah yang Terjadi pada Jin yang Bersemayam di Dalamnya

Berbagai reaksi dapat terjadi atas aksi pembakaran tali pusar yang direkomendasikan Muhammad Taufik. Sebagaimana yang saya beritakan sebelumnya,  praktisi Seni Menerapi Anak Berkebutuhan Khusus dengan Al Qur'an di Fatih Learning & Consultancy itu merekomendasikan tali pusar yang sudah lama disimpan agar dibakar. Tanpa sadar, tali pusar telah menjadi jimat dan tempat tinggal tinggal jin.

Mengapa Tali Pusar yang Sudah Lama Dibakar?

Proses pembakaran merupakan cara cepat untuk menghancurkan tali pusar yang sudah terlanjur disimpan. Jika tali pusar anak langsung ditanam begitu ia lahir, bertahun-tahun kemudian pusar  sudah tidak ada lagi atau hancur. Jika tali pusar sempat disimpan lalu hilang, taubat merupakan jalan untuk melepaskan pengaruh tali pusar yang tanpa sadar menjadi jimat itu.

Taufik menyarankan agar dibacakan ayat kursi sebelum dibakar. “Sebenarnya nggak harus ayat kursi yang dibaca. Bisa ayat lainnya atau cukup bismillah lalu tiup. Tujuannya agar jin yang menjadikan tali pusar sebagai benteng atau perisainya kabur, sehingga perilaku anak yang disebabkan oleh jin tidak terjadi lagi,” tulisnya pada catatan Facebook.

Berbagai Reaksi Setelah Dibakar

Taufik menuturkan laporan beberapa orang yang membakar tali pusar.

"Tadi waktu baca ayat kursi sebelum bakar tali pusar tiba-tiba saya menangis sesegukan. Ketika dibakar ada sesuatu yang keluar dari hidung," lapor seseorang yang namanya tidak disebutkan Taufik.

"Baru saja orang tua saya membakar tali pusar saya. Dan badan pun terasa lebih ringan, emosi terasa lebih terkontrol. Mungkin hanya sugesti, tapi istighfar, dzikir shalawat, tetap saya baca dalam hati. Adik-adik saya setelah dibakar tali pusarnya, merasakan panas di perut mereka, lalu saya minta istighfar dan alhamdulillah mereka merasa lebih enak katanya..." tutur satu orang lainnya.

Reaksi tiap orang berbeda. “Ada pun Anda yang telah melakukan hal yang sama namun tak merasakan apapun, maka bersyukurlah. Karena saya pun tak mengharapkan reaksi itu muncul. Yang penting daripada itu, Anda meninggalkan sesuatu yang tak ada faedahnya sedikitpun,” kata ayah tiga anak tersebut.

Taufik mengingatkan lagi bahwa menyimpan tali pusar tidak ada syariatnya, tali pusar yang disimpan bukan menjadi obat malah berpotensi menjadi jimat. “Jangan jadikan tali pusar itu sebagai kenang-kenangan tapi jadikanlah anakmu qurrata a'yun, karena anak-anak kita adalah kenang-kenangan yang sesungguhnya,” pesan Taufik. 

Komentar

  1. saya punya pertanyaan seputar jin nih, sepupu saya sejak kecil diganggu sama "raja jin kafir" sampe sekarang belom ada orang yg bisa ngobatin. kira-kira selain bakar tali pusar ada lagi gak ?
    Solusi dari para tabib memang sepupu aku itu harus dinikahin sama jin biar bisa sembuh. -_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. kembali kepada diri sendiri dan niat yang kuat.kalau kita punya niat kita bisa melakukan dengan meruqyah mandiri maupun dengan bantuan orang lain

      Hapus
  2. serem juga bacanya, kalo sudah dibakar tapi masih tetep ada gimana ya ??

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh Surat Keterangan Siswa dengan NISN

Lomba menulis untuk siswa SD, SMP atau SMA seringkali mensyaratkan surat keterangan dari kepala sekolah, lengkap dengan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN). Surat ini untuk menguatkan status siswa di satu sekolah sekaligus sebagai upaya menyadarkan pihak sekolah bahwa ada siswanya yang ingin mengikuti suatu lomba.  Surat Keterangan Siswa Siswa cukup menyampaikan permintaan surat keterangan siswa kepada guru, wali kelas, atau wakil kepala sekolah urusan kesiswaan. Surat keterangan siswa dibuat oleh bagian administrasi sekolah, ditandatangani kepala sekolah dan dibubuhi cap. Berikut ini merupakan contoh surat keterangan siswa yang belum ditandatangani kepala sekolah dan dibubuhi cap.    Contoh surat keterangan siswa yang belum dibubuhi cap sekolah dan tanda tangan kepala sekolah Nomor Induk Siswa Nasional Nomor Induk Siswa Nasional merupakan nomor identitas unik yang diberikan secara acak kepada setiap siswa di Indonesia oleh Pusat Data Statistik Pendidikan (PDSP),

Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Kemendikbud 2016

LOMBA PENYUSUNAN CERITA RAKYAT Direktorat Pembinaan Anak Usia Dini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan 4 lomba untuk konten (isi) laman Anggun Pendidikan Anak Usia Dini yaitu http://www.anggunpaud.kemdikbud.go.id atau  http://www.paud.kemdikbud.go.id . Salah satu lomba tersebut adalah Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Tema Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Kali ini Lomba Konten Anggun PAUD adalah “Penumbuhan Budi Pekerti Pada Anak Usia Dini” Ketentuan Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Cerita rakyat fokus pada pengembangan Nilai Agama dan Moral dan Bahasa. Sasaran pengguna cerita rakyat adalah Guru PAUD, Pengelola PAUD. Cerita rakyat dapat berbentuk; (1)   Fable (cerita binatang) (2)   Legenda (asal-usul terjadinya suatu tempat) (3)   Sage (unsur sebuah sejarah) (4)   Epos (kepahlawanan) (5)   Cerita jenaka. Cerita disampaikan dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Panjang naskah berada pada kisaran 400 – 600 kata