Menulis, Buku, Kehidupan

Jumat, 03 Maret 2017

Agar Tidak Syirik dan Menjadi Jimat, Kuburkan Tali Pusar Seperti Ini

Para ulama dan juga praktisi kesehatan menganjurkan orang tua menguburkan tali pusar anaknya yang baru lahir. Tujuannya tidak lain demi kebersihan dan kesehatan lingkungan. Ritual tertentu yang mengiringi penguburan tali pusar sama sekali tidak dianjurkan.

Beberapa ritual penguburan tali pusar yang menjadi kebiasaan sebagian masyarakat Indonesia adalah memberikan penerangan lampu selama 40 hari, tali pusar dikubur bersama benda-benda tertentu misalnya bunga, jarum, pensil dan banyak lagi. Alasannya agar bayi tumbuh dengan kemampuan tertentu. Ustadz Ammi Nur Baits, Dewan Pembina KonsultasiSyariah mengingatkan dalam laman yang diasuhnya itu, bahwa keyakinan-keyakinan yang tidak ada dalam syariat tersebut termasuk syirik kecil.

Menurut Ustadz Ammi, terdapat kaidah dalam ilmu akidah yang menyatakan bahwa menjadikan sesuatu sebagai sebab, dan pada hakikatnya itu bukan sebab, adalah sebuah syirik kecil. “Sebab” itu terdapat  dua macam: Sebab Syar’I dan kauni.

Sebab syar’i, yaitu ketetapan bahwa sesuatu merupakan sebab, yang didasari oleh Al Quran dan sunnah, telah dibuktikan penelitian ilmiah maupun tidak. Contohnya adalah ruqyah atau pengobatan dengan pembacaan ayat-ayal Al Qur’an. Ruqyah dapat dipakai untuk menyembuhkan orang sakit atau orang yang kerasukan jin. Hal ini disebutkan dalam sejumlah dalil. Apabila seseorang yakin ruqyah adalah sebab seseorang sembuh adalah keyakinan yang diperbolehkan, meskipun ruqyah secara ilmiah sulit dibuktikan.

“Sebab” yang kedua adalah kauni atau sunnatullah. Yaitu sesuatu yang menjadi sebab karena terbukti secara ilmiah dan memiliki hubungan sebab-akibat. Misalnya kemampuan paracetamol yang menjadi sebab turunnya demam seseorang.
Semua sebab yang telah ditentukan oleh Allah, baik secara syar’i maupun kauni, dan tidak ada sebab lain dari kedua hal ini bisa termasuk syirik kecil. Karena tidak ada dalilnya atau tidak terbukti secara ilmiah.

Menyalakan lampu di kuburan tali pusar tidak ada dalilnya juga tidak bisa memberikan penjelasan ilmiah terhadap jalan terang yang kelak didapatkan anak dalam kehidupannya di masa datang. Benda-benda yang dikubur bersama tapi pusar pun tidak mungkin membuat anak  memiliki kemampuan tertentu. Perbuatan-perbuatan semacam itu, syirik kecil semata.

Menyalakan lampu, salah satu ritual penguburan tali pusar yang masih kita temukan.
Ustadz Ammi menyarankan tali pusar dikuburkan dengan cara yang biasa saja. Tanah digali dengan kedalaman yang tidak bisa dikais hewan-hewan, tali pusar dimasukkan, kemudian ditimbun dengan tanah. Begitu sederhana cara penguburan tali pusar itu. Segera kuburkan tali pusar bayi, sehingga lingkungan bersih dan tali pusar tidak dijadikan jimat. 

BACA JUGA


Fakta Seks Malam Jum'at yang sering Dianggap Sunnah Rasulullah

Asyiknya Perilaku Bebas dalam Berpacaran Ini

Foto-foto Pasangan Ini Bisa Membuat Kita Merenung
Comments
2 Comments

2 komentar:

  1. Kalau di kampungku pake dikasih bumbu2 dapur segala kalau babynya perempuan.. Ngubur ari2 maupun tali pusar. Sekarang sedikit2 udah tau ilmunya, semoga bisa terhindar dari syirik kecil dan hal2 yg jauh manfaatnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tiap daerah kayaknya punya kebiasaan tersendiri ya soal kubur-mengubur tali pusar ini...

      Hapus