Menulis, Buku, Kehidupan

Rabu, 29 Maret 2017

Menilik Sejarah di Museum House of Sampoerna

Berencana untuk liburan dengan suasana yang berbeda? Datanglah ke Surabaya. Ibu kota Provinsi Jawa Timur ini tidak hanya dipenuhi gedung pencakar langit dan puluhan pusat perbelanjaan saja, tetapi juga nilai historis yang sangat kental memenuhi atmosfer setiap sudut kota.
Tentu saja, selayaknya kota yang menyimpan begitu banyak sejarah bangsa, Surabaya (nyatanya) memiliki cukup banyak museum. Sayangnya, selama ini museum belum banyak dijadikan sebagai tujuan wisata. Padahal dengan berwisata ke museum, selain tarif tiket yang cenderung jauh lebih murah dibandingkan secangkir kopi di sebuah kafe, wawasan tentu akan kian bertambah.

Museum House Of Sampoerna, Bangunan Sejak Zaman Kolonial

Museum House of Sampoerna - Indonesia-tourism.com
Salah satu museum di Surabaya yang cukup terkenal adalah Museum House of Sampoerna (HOS) atau lebih sering disingkat Museum Sampoerna. Museum ini adalah sebuah museum keluarga Sampoerna yang termahsyur. Anda tentu tidak asing lagi dengan nama ini, bukan? Benar. Museum ini adalah milik keluarga pengusaha rokok terbesar Indonesia, PT. HM Sampoerna, yang didirikan oleh Lim Seeng Tee.
Lokasi Museum House of Sampoerna berada di kawasan Surabaya Lama tidak jauh dari salah satu ikon Kota Pahlawan yang terkenal, Jembatan Merah. Bangunan ini masih sangat terawat, terlihat sangat bersih, dan seolah-olah seperti gedung baru. Namun, museum ini bukanlah museum baru yang hanya dibangun dan didesain menyerupai gedung yang mengusung konsep klasik. Kenyataannya, House of Sampoerna memang sudah ada sejak dulu dan kini dijadikan sebagai bangunan bersejarah yang dilestarikan.
Bangunan apik dan artistik ini dibangun pada sekitar tahun 1862. Kala itu, gedung bergaya kolonial Belanda ini adalah sebuah bangunan panti asuhan anak laki-laki yang dikelola oleh pemerintah Belanda. Di tahun 1912, panti asuhan tersebut direlokasi di Jalan Embong Malang. Baru pada sekitar tahun 1932, Lim Seeng Tee membeli komplek panti asuhan ini dan menjadikannya sebagai tempat utama untuk produksi rokok Sampoerna yang kita kenal saat ini.

Sarat Informasi Produksi dan Budaya di Masa Lampau

Museum House of Sampoerna - Ayoplesiran.com
Museum House of Sampoerna didirikan di atas seluas sekitar 1,5 hektare. Gedung penyimpan bukti sejarah fisik masa lalu ini terletak di sisi tengah, dengan empat pilar menunjang di bagian depan bangunansedikit menyerupai arsitektur Yunani. Dindingnya terbuat dari bebatuan yang semakin memperkuat gaya klasik.
Memasuki museum, penciuman Anda akan dimanjakan dengan aroma cengkeh yang khas dan segar.  Bangunan museum sendiri terdiri atas dua lantai yang masing-masingnya tidak terlalu besar. Kendati demikian, Anda bisa sedikit mereka-reka ilustrasi masa lalu melalui berbagai barang peninggalan termasuk lukisan-lukisan yang dipasang. Lukisan-lukisan yang dipajang memperlihatkan proses pembuatan rokok hingga gambar seorang lelaki pribumi yang merokok. Gambar terakhir ini menunjukkan bahwa sejak dahulu, masyarakat pribumi sangat akrab dengan rokoktak peduli dari golongan apa pun.
Di sisi kiri ruang utama terdapat koleksi bungkus korek api sejak zaman dahulu di bawah gantungan potret diri jajaran direksi Sampoerna. Sementara di sisi kanan, Anda bisa menjumpai kebaya istri Lim Seeng Tee, Royce, yang diwariskan kepada putrinya ketika akan menjalani proses bersalin. Di ruang kedua, koleksi peninggalan marching band Sampoerna yang sudah mencapai skala internasional dipajang. Ada pula miniatur warung rokok yang menggambarkan kondisi warung rokok pertama yang dibuat Lim Seeng Tee.

Akses dan Jadwal Berkunjung

Museum House of Sampoerna - Surabayadaily.com
Anda yang berada di luar Surabaya dapat mengunjungi kota ini melalui pesawat atau kereta api. Tentu saja, dibandingkan bandar udara, jarak stasiun Gubeng ke House Of Sampoerna lebih dekat. Anda hanya perlu berkendara sekitar 20 menit atau berjalan kaki sekitar 35 menit dari tempat pemberhentian kereta api paling hibuk di Surabaya ini.
Jika Anda harus mengeluarkan uang untuk mendapatkan selembar tiket kereta api menuju Surabaya, Anda tidak perlu lagi mengeluarkan uang untuk tiket masuk ke House Of Sampoerna. Anda bisa mengunjungi tempat ini sejak pukul 09.00-22.00 WIB. Nah, bagi Anda yang ingin berkunjung ke Surabaya via kereta api bisa lihat jadwal kereta online di Traveloka. Cukup dengan membuka aplikasi atau situs Traveloka, Anda juga sudah bisa melakukan reservasi tiket kereta api.
Surabaya boleh menjadi kota metropolitan, tetapi kota ini menyimpan banyak sejarah penting soal nusantara. Berbagai museumtermasuk House of Sampoernaadalah bukti nyata yang masih dilestarikan hingga kini. Dan pelestarian ini tentu juga sangat bergantung pada masyarakat untuk ikut terlibat, setidaknya dengan merasa ikut memilikinya.
Comments
2 Comments

2 komentar:

  1. Saya dan suami paling suka jalan2 ke museum. Sejauh ini baru di Jakarta aja sih. Hehe.
    Pengalaman juga booking hotel pake traveloka, harganya lumayan miring. Kalau tiket kereta bisa lebih murah juga gak ya?

    BalasHapus
  2. Salah satu destinasi yang penting buat dikunjungi

    BalasHapus