Menulis, Buku, Kehidupan

Sabtu, 19 Desember 2015

Memahami Plot dengan Film Pendek A Shadow of Blue

Panayangan film merupakan salah satu cara penyampaian materi menulis kreatif untuk dewasa maupun anak-anak. Film memberikan gambaran utuh unsur intriksik dalam cerita fiksi. Namun perlu dipilih film yang tepat agar mencapai tujuan pelatihan menulis kreatif.


Kisah A Shadow of Blue

Seorang gadis kecil duduk di bangku taman sendirian. Taman itu teduh. Sinar matahari menyusup di sela-sela dahan dan dedaunan. Seekor kupu-kupu terbang mendekati gadis itu. Si gadis kecil tidak dapat menyentuh kupu-kupu, kepakan sayapnya begitu lincah.

Keinginan menyentuh kupu-kupu akhirnya terpuaskan ketika si gadis kecil membuat origami kupu-kupu, dari kertas origami berwarna biru. Angin berhembus kencang menerbangkan kupu-kupu biru, tersangkut di dahan pohon. Gadis kecil menggapai, tetapi tangannya tak sampai. Sinar matahari menyorot tubuhnya. Bayangan si gadis kecil keluar dari tubuhnya, mengejar si kupu-kupu biru.

Itulah cuplikan kisah film pendek "A Shadow of Blue". Film pendek tersebut merupakan film animasi gabungan antara CGI (Computer Graphic Image) dan aksi nyata berupa bayangan besutan Carlos Lascano. "A Shadow of Blue" dirilis pada 29 Juni 2012 di Festival du Film Merveilleux, Prancis.


Tujuan Penayangan A Shadow of Blue

Saya menayangkan film pendek "A Shadow of Blue" ini di kelas-kelas School Visit Menulis Cerpen yang saya tangani. Saya ditunjuk sebagai salah satu mentor School Visit Menulis di Bandung oleh Mbak Intan Savitri. Mbak Intan adalah white director tulisen.com yang menggagas School Visit Menulis bersama Faber Castell. Sampai hari ini, sudah ada 8 SMP dan SMA di Bandung yang saya datangi dan menonton "A Shadow of Blue".

Peserta SVM di SMKN 9 Bandung sedang menyimak A Shadow of Blue pada September 2015 lalu

Saya berharap penayangan film pendek "A Shadow of Blue" dapat memberikan pemahaman kepada peserta tentang plot cerita. Plot adalah rangkaian peristiwa yang membentuk sebuah cerita dengan kesan tertentu Plot terdiri dari pengantar, penampilan masalah, klimaks, antiklimak, dan resolusi. Melalui "A Shadow of Blue" saya mengajak peserta menentukan plot film pendek itu.

Setelah film usai tayang, saya bertanya kepada peserta:
          Apa pengantar kisah "A Shadow of Blue" ?
          Masalah apa yang ditampilkan dalam "A Shadow of Blue" ?
          Klimas "A Shadow of Blue" di mana?
          Antiklimaks "A Shadow of Blue" seperti apa?
          Resolusi "A Shadow of Blue" bagaimana?

Saya menyodorkan mic kepada peserta yang saya pilih secara acak untuk menjawabnya.

Jawaban dari peserta yang kurang tepat tidak saya timpali dengan kata SALAH, namun saya koreksi dengan pendahuluan kata ya atau bagus dan sejenisnya, baru kemudian mengoreksi. “Bagus, lebih tepatnya pengantar kisah "A Shadow of Blue" adalah gadis yang duduk di taman, kemudian bayangan keluar dan bergerak lincah.

Unsur Lain dalam "A Shadow of Blue"

Selain plot, "A Shadow of Blue" juga bisa digunakan untuk menjelaskan unsur intrinsik: latar atau setting, tokoh, dan penokohan. Menjelaskan unsur-unsur intriksik itu dengan contoh film ini dapat membuat peserta pelatihan menulis kreatif lebih paham; definisi dilekatkan dengan contoh nyata.

Ciri-ciri cerpen juga terkandung dalam film pendek itu:
1.    Fokus pada satu kejadian
2.    Mempunyai satu plot
3.    Setting yang tunggal
4.    Jumlah tokoh yang terbatas

Momen yang paling saya sukai saat penayangan film ini adalah ekspresi wajah siswa-siswi saat mengetahui akhir cerita "A Shadow of Blue" Penyebab bayangan si gadis keluar dari tubuhnya jadi terasa sangat masuk akan dan sangat mengena. Surprise itu juga yang saya rasakan, sehingga memutuskan film "A Shadow of Blue" untuk menjadi bagian materi School Visit Menulis Cerpen yang saya tangani.   



Comments
2 Comments

2 komentar:

  1. Jadi pengen nih lihat filmnya..
    Kalau bagus, bisa juga nih dijadikan tayangan pas ngisi pelatihan kepenulisan saya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tinggal klik aja video youtube di atas, Bang Syaiha

      Hapus