Ada satu pertanyaan sederhana, namun tidak semua pasangan menikah dapat menjawabnya. Pertanyaan itu adalah, “mengapa ingin memiliki anak?” Bagi pasangan yang bertahun-tahun menikah namun belum juga dikaruniai anak, pertanyaan itu akan dijawab dengan lancar. Mereka sudah melewati ribuan hari tanpa tangis bayi, tiada canda tawa dengan anak-anak. Mereka menemukan banyak sekali alasan sehingga ingin sekali memiliki anak. Untuk pasangan yang sangat mudah dititipi anak oleh-Nya, pertanyaan mengapa ingin memiliki anak, bisa jadi terbersit pun tidak. Anak seolah hadir begitu saja. Baru saja menikah, beberapa bulan kemudian istri hamil. Setahun kemudian pasangan suami istri telah menjadi orang tua. Beberapa tahun kemudian, anak kedua, ketiga dan seterusnya lahir. Jawaban-jawaban berikut ini mungkin menjadi jawaban sekian orang tua saat mendapat pertanyaan tersebut: Saya ingin menciptakan kembali masa kecil yang indah Ngg…Semacam investasi untuk hari nanti Sebab saya percaya, kita akan m...
Buku kumpulan Cerpen Ketika Mas Gagah Pergi berhasil dicetak 10.000 eksemplar oleh Pustaka Annida pada tahun 1997. Tahun 2000, Syaamil Cipta Media menerbitkannya lagi dan berhasil cetak ulang beberapa kali. Keberhasilan cetak ulang memunculkan ide untuk mengalihrupakan cerpen Ketika Mas Gagah Pergi menjadi film. Untuk itu perlu adaptasi dari naskah cerpen menjadi skenario film. Novelet Ketika Mas Gagah Pergi di bawah ini merupakan pengembangan dari cerpen Ketika Mas Gagah Pergi untuk versi film. Ada penambahan cerita untuk memperpanjang alur kisah Mas Gagah dan Gita. Silakan dibaca novelet Ketika Mas Gagah Pergi bagian 1 ini. Semoga banyak hikmah dan manfaat yang bisa kita petik dari kisah sederhana ini. KETIKA MAS GAGAH PERGI BAGIAN I Mas Gagah berubah! Ya, sudah beberapa bulan belakangan ini Mas, sekaligus saudara kandungku satu-satunya itu benar-benar berubah. Mas Gagah Perwira Pratama, masih kuliah tingkat akhir di Teknik Sipil UI. Ia seora...