Menulis, Buku, Kehidupan

Senin, 20 April 2020

Merasa Tertipu dan Kecewa Belanja di Shopee, Saya Melakukan Beberapa Langkah Ini

Akhir tahun lalu, saya memerlukan wajan penggorengan. Nama kerennya fry pan. Wajan lama yang berlapis teflon sudah tak layak pakai. Lapisan teflonnya mulai mengelupas.

Satu situs perabotan rumah tangga, memuat rekomendasi wajan terbaik. Ada  wajan yang menarik perhatian saya. Warnanya pink. Anak dan istri saya pasti suka.

Saya mencari wajan pink itu di Shopee. Alasannya karena aplikasi Shopee mudah digunakan serta ongkos kirim gratisnya tanpa kuota harian. Semisal ongkos kirim terbatas untuk 500 pembeli pertama. Cukup ambil voucher ongkos kirim yang tersedia serta memenuhi minimal belanja. Bahkan seringkali minimal belanja Rp 0.
Saya membeli si wajan pink. Keesokan harinya si wajan pink sudah saya terima. Takjub juga dengan kecepatan pengiriman dari Jakarta ke Bandung. Saya langsung melakukan konfirmasi barang diterima. Di situlah kesalahan saya.

Si wajan pink cantik ternyata tidak mulus lagi. Satu sisinya penyok. Duh... Empat tahun belanja di Shopee, baru kali ini kecewa dengan barang kirimannya. Saya coba mengajukan keluhan pada penjual dan customer service. Sia-sia belaka.

Saya merasa tertipu. Pengalaman yang mengecewakan itu menjadikan saya hati-hati berbelanja di Shopee. Saya harus melakukan langkah-langkah ini sebelum dan sesuadh membeli barang di Shopee.

1. Mengutamakan toko berlabel Star Seller dan Shopee Mall

Star seller merupukan penjual terpilih yang sudah memenuhi kriteria tertentu dari Shopee. Toko-toko terpilih itu mendapat undangan khusus. Setelah mendapatkan logo bintang dari Shopee, mereka harus mempertahankan kinerjanya. Apabila kinerja buruk, label Star Seller akan dicopot.

Shopee Mall merupakan toko resmi dari brand atau merek tertentu. Merek lokal atau global, toko ritel yang ternama, pusat pembelanjaan dan lainnya. Barang Shopee Mall bisa beragam jenis namun masih satu grup. Berbagai promosi di toko offline, bisa kita temukan juga di Shopee Mall. Misalnya paket promosi barang tertentu berhadiah mug cantik.
Toko yang menjual wajan pink itu sebenarnya sudah berada pada level Star Seller. Kenapa bisa jual barang cacat begitu? Memang tidak ada jaminan 100% barang Star Seller dan Shopee Mall selalu bagus. Maka dari itu langkah-langkah selanjutnya di bawah juga harus kita lakukan untuk mendapatkan jaminan barang bagus.           

2. Memeriksa ulasan dari pembeli terdahulu

Saat barang diterima pembeli, Shopee selalu meminta pembeli memberikan rating  satu sampai lima bintang. Selain itu pembeli dapat berkomentar bebas pula, minimal 50 karakter. Puas atau tidaknya pembeli terhadap barang bisa disampaikan. Pembeli dapat mencantumkan nama akun  Shopee-nya atau anonim. 

Membaca ulasan pembeli terdahulu merupakan cara yang efektif jika penjual bukan Star Seller atau Shopee Mall. Pembeli bisa saja puas meskipun toko masih baru atau belum terpilih. Kita juga dapat memeriksa apakah barang dari Star Seller dan Shopee Mall juga berhasil memuaskan pembeli. Apabila tiada ulasan atau hanya ada rating bintang, kita bisa tetap membeli tapi gambling.
Pada kasus si wajan pink, saya memang tidak memeriksa ulasan dari pembeli terdahulu. Padahal keluhan wajan penyok dan kemasan pengiriman cuma bubble warp cukup banyak. Berarti saya memang kurang cermat memilih barang. Padahal tokonya sudah Star Seller lho. Apabila tidak ada perbaikan layanan, bakal dicopot leber star seller-nya itu.    

3. Melakukan chat, lihat kapan terakhir online

Aplikasi ponsel dan web Shopee menyediakan fitur obrolan atau chat dengan penjual. Saya biasa ngobrol terlebih dahulu dengan penjual. Sekadar menanyakan ketersediaan barang misalnya. Dari obrolan tersebut saya bisa tahu seberapa tanggap si penjual. Kapan dia terakhir online.
Saya pernah langsung membeli buku Enyd Bliton di Shopee hanya karena harganya murah. Buku bekas, sih. Cuma Rp10.000. Lokasi penjualan dekat kantor saya. Setelah membayar, baru saya mengingatkannya lewat chat. Baru ketahuan si penjual terakhir online dua hari yang lalu.

Saya menunggu kiriman buku berhari-hari. Sampai batas waktu pengiriman, satu minggu terlewati. Si penjual tak kunjung terlihat online, apalagi merespon chat saya. Ya, sudah. Pesanan saya batalkan saja.    

Penjual terpercaya yang menyediakan barang bagus pastinya online setiap hari di Shopee. Mereka juga biasanya menyetel jawaban chat otomatis saat offline. Begitu mereka online, chat kita langsung ditanggapi.

4. Mencermati ada tidaknya layanan garansi

Sebagian penjual menyediakan layanan garansi barang. Ada tidaknya garansi barang itu biasanya tercantum pada deskripsi  barang. Apabila kita kecewa dengan barang yang dijual, barang bisa kita kirim balik. Pembayaran kita pun  dikembalikan.

Toko penjual wajan pink memang menyatakan tidak memberikan garansi terhadap barangnya pada deskripsi barang. Jadi dia berlepas tangan atas kondisi wajan yang saya dapatkan. Pintar dia. Lagi-lagi pada kasus ini saya memang salah karang kurang cermat membaca deskripsi barangnya.  

5. Membaca seksama deskripsi barang

Tidak semua toko memberikan deskripsi barang yang dijualnya. Apalagi jika barang yang dijual mudah kita temukan di pasaran. Hanya sebagian toko saja yang memberikan deskripsi barang secara detil agar terhindar dari keluhan pembeli.

Ada  juga toko yang memberikan penegasan pada deskripsi barang. BACA DESKRIPSI. MEMBELI BERARTI SETUJU. NO COMPLAIN! Apabila kita kecewa setelah menerima barang, baru kemudian baca deskripsi barang, rasanya kok tertipu ya. Itulah yang saya rasakan.
Maka dari itu sekarang saya membiasakan diri untuk baca deskripsi barang. Sebenarnya banyak manfaat dengan membaca deskripsi barang. Misalnya, kita bisa tahu dimensi barang sehingga bisa membayangkannya. Tapi ya itu, tidak semua toko rajin menerangkan kondisi barangnya secara detil.

6. Memastikan barang yang diterima sesuai harapan sebelum konfirmasi

Langkah ini dilakukan pembeli setelah menerima barang. Biasanya aplikasi Shopee memberi pemberitahuan barang sudah sampai. Pemberitahuan itu melalui aplikasi dan e-mail. Waktu tiba dan siapa penerimanya tertera.

Wajan pink dikirim ke kantor. Penerimanya satpam kantor. Tanpa memeriksa kondisi wajan, saya langsung melakukan konfirmasi penerimaan barang di aplikasi. Baru kemudian membuka kemasan dan memeriksa wajan. Inilah kesalahan saya berikutnya.

Melakukan konfirmasi penerimaan barang artinya saya sudah menerima barang. Uang pembelian akan diteruskan Shopee pada penjual. Apabila belum melakukan konfirmasi  uang masih ditahan. Cuma kita nggak bisa lama-lama melakukan penundaan konfirmasi juga. Konfirmasi barang diterima akan terjadi secara otomatis setelah jangka waktu tertentu.

7. Meminta pertanggungjawaban penjual

Saya juga meminta pertanggung jawaban penjual melalui chat. Saya berusaha menyampaikan keluhan dengan sopan dan baik-baik. Tidak ada maksud untuk melemparkan wajan itu ke muka penjual, walau pengen. Dibalas baik-baik juga, sih. Tapi cukup mengecewakan.

Saya dan penjual sempat berbalas chat hingga hingga 4 kali. Pada akhirnya saya menyudahi karena si penjual tetap merasa tidak bersalah. Ya sudahlah. Kasih ulasan jujur saja dan bintang rendah agar si toko memperbaiki layanannya di kemudian hari.

8. Meminta bantuan customer service

Langkah terakhir yang saya lakukan adalah mengubungi customer service. Saya tanya apakah saya bisa melakukan pengembalian barang. Ternyata kalau sudah melakukan konfirmasi barang diterima, saya nggak bisa lagi mengembalikan barang. Duh...
Akhirnya si wajan pink saya bawa pulang. Berkumpul dengan wajan dan peralan dapur lainnya. Biar pun rada penyok, hal itu tidak memengaruhi fungsi si wajan. Saat memasak tanpa minyak, daya anti lengketnya memang bekerja. Cukuplah meskipun sempat kecewa.

Jadi hati-hati  

Pengalaman membeli si wajan pink menjadikan saya lebih hati-hati belanja di Shopee. Delapan langkah di atas menjadi semacam protokol pribadi bagi saya. Tidak mudah pilih, beli, dan konfirmasi lagi.

Berbagai ulasan di toko lain yang menjual wajan pink dengan kisaran harga sama mengeluhkan hal serupa. Saya berkesimpulan wajan pink itu barang reject. Cacat produksi. Apalagi tidak ada toko berlabel Shopee Mall yang menjualnya.
Semoga pengalaman belanja di Shopee yang kurang menyenangkan ini tidak dialami pelanggan Shopee lainnya. Menjual di Shopee cenderung mudah. Penjual bisa menawarkan barang apa saja. Tinggal pembeli yang harus cerdas memilih dan memilah. Agar tidak merasa tertipu dan kecewa setelah barang diterima. Setuju? 
Comments
7 Comments

7 komentar:

  1. Aku pernah.. Beli barang rusak. Kirm foto dan video bukti rusak.. Alhamdulillah balik uang.. Emang lbh aman yg star seller Mas Koko

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, bbrp kali saya juga ada kekurangan barang, dikembalikan uangnya

      Hapus
  2. Ya semoga ngak tertipu di lapak online. Kadang ada juga yg ngajak transaksi di luar lapak.

    BalasHapus
  3. Terima kasih info detailnya. Saya bukan anak shopee banget nih hehe. jadi terbantu untuk fitur-fitur interface nya. Alhamdulillah wajannya masih bisa berfungsi.

    BalasHapus
  4. Kecewa banget nih kalau kejadian begini apalagi tokonya ngga mau jujur dan menyalahkan pengiriman..sayang banget kredibilitas tokonya diabaikan..

    BalasHapus
  5. Saya kalau belanja di Shopee memang harus ngecek barangnya dulu saat diterima baru konfirmasi, kalau-kalau ada yang rusak dan kita sudah terlanjur konfirmasi, gak bisa diretur. Yah, walaupun kerusakan mungkin bukan dari penjual, bisa jadi pas pengiriman, tapi sebagai pembeli tentu kita punya hak untuk komplain. Btw, tipsnya sangat bermanfaat untuk diaplikasikan, Mas

    BalasHapus
  6. Hmm, mengecewakan sekali ya. Kemalangan ini mesti membuahkan kehati2an. Langkah2 di atas memang perlu dilakukan utk mencegahnya terulang di kemudian hari.

    BalasHapus