Menulis, Buku, Kehidupan

Rabu, 24 April 2019

Kesalahan Belanja Barang Diskon dan Promosi yang Bikin Kesal Galau


diskon ramadan
Siapa yang tidak suka belanja barang diskon?

Bukan hanya emak-emak, bapak-bapak atau siapa saja tentu suka belanja barang diskon dan promosi, tanpa pandang kelas sosial ekonomimya. Entah di toko online maupun offline. Apalagi jika barang tersebut sudah lama diidamkan. Begitu melihat promosi atau diskon, langsung beli!  

Namun saya pernah beberapa kali mengalami kesalahan tafsir harga diskon dan promosi. Ketika membayar di kasir atau melihat nota, kok harga barangnya beda? Harga normal! Perhitungan harga di luar perkiraan. Salahnya apa?

Berdasarkan pengalaman saya, ada beberapa kesalahan yang sering kita lakukan saat belanja barang diskon dan promosi. Berikut pemaparannya.  

1. Tidak membaca syarat dan ketentuan yang berlaku

Promosi diskon biasanya disertai dengan syarat dan ketentuan. Pada barang-barang di toko offline, syarat dan ketentuan tersemat di bagian bawah poster. Ukurannya hurufnya kecil namun cukup terbaca. Terkadang saya dan juga sebagian besar orang melewatkan hal ini.

Di toko online, syarat dan ketentuan bisa tersemat pada poster digital atau diletakkan pada halaman khusus jika syarat dan ketentuan cukup panjang.Kadang-kadang saya nggak perhatian juga. 

Baiknya baca syarat dan ketentuan tersebut. Bisa jadi diskon 50% tetapi untuk pembelian kedua. Diskon 70% namun harus disertai pembelian minimal. Diskon 80% hanya berlaku melalui pembelian di aplikasi ponsel, bukan pembelian langsung. Kita perlu menelaah dulu syarat dan ketentuan promosi diskon sehingga tidak kecewa saat barang sudah dibayar. 

2. Fokus pada angka diskon yang ditonjolkan

Poster diskon biasanya menonjolkan angka diskonnya saja, dibuat dengan huruf berukuran besar dan warna mencolok. Hal itu ditujukan untuk menarik perhatian kita. Keterangan lengkap atau syarat dan ketentuan diskon ada di bawah angka yang ditonjolkan itu.

Misalnya saja Diskon 80% untuk pembelian dengan kartu kredit x. Pembayaran secara tunai atau dengan kartu debit dan kredit di luar syarat maka harga tetap normal. Bisa menjebak kita menghampiri barang namun batal beli, kan?

Karena beberapa kali sempat terjebak diskon beginian, saya berusaha nggak fokus di angka diskon saja. Syarat dan ketentuan dicermati juga. Untuk memastikan lagi, saya juga sering bertanya kepada pramuniaga atau admin toko online shoping.

3. Abai dengan masa berlaku promosi

Masa promosi diskon terbatas. Biasanya sekitar seminggu atau pada akhir pekan saja. Sayangnya, tanda promosi di sebagian toko terkadang masih tersemat pada label harga barang. Padahal masa berlaku diskon sudah selesai. Hal ini pernah terjadi beberapa kali pada saya. Sekarang saya memastikan dulu masa berlaku diskon sebelum membeli. Supaya nggak terpaksa membeli karena terlanjur berada di kasir toko.

4. Salah ambil barang promosi

Promosi barang beli 1 gratis 1 atau sejenisnya yang memiliki banyak varian harus dicermati. Misalnya promosi teh kemasan botol yang memiliki varian rasa melati, lemon, dan apel. Apakah promosi berlaku untuk semua varian rasa atau satu rasa saja? Apakah teh gratisnya untuk varian yang sama atau boleh berbeda. Ada kasir yang mengingatkan tentang ketentuan promosi tersebut, namun ada pula yang tidak. Telitilah sebelum membeli.  

5. Keliru menghitung diskon

Diskon barang biasanya ditunjukkan dengan persentase harga. Namun diskon ganda bisa menjebak. Misalnya diskon 50% + 20%. Dulu saya sempat menyangka diskon ganda itu sama dengan diskon 70%. Padahal perhitungannya seperti ini. Misalkan harga barang Rp 100.000. Diskon pertama 50% berarti harga barang menjadi Rp 50.000 Kemudian dari harga diskon Rp50.000 itu diskon lagi 20% sehingga harga barang menjadi Rp 40.000. Sejatinya diskon 50% + 20% itu sama dengan diskon 60%.    

Usai berbelanja, saya sering meneliti lagi nota yang diberikan kasir. Apakah harga diskon dan promosi sesuai harapan? Apabila belanja online di market place,  ada tinjauan harga dan jumlah terlebih dahulu sebelum pembayaran. Kudu begitu biar nggak menyesal dan galau di kemudian hari, jangan langsung bayar.

Diskon dan promosi memang menguntungkan selama kita cermat dan teliti. Strategi marketing itu beragam. Pembeli harus smart, bukan sekadar membeli karena latah ikut-ikutan tren, apalagi membeli karena emosi semata. Setuju, kakak? 

Sumber gambar progressive.bg, Shopee.co.id, aji-math.blogspot.com
Comments
5 Comments

5 komentar:

  1. hahahha,,, bener banget itu mbk. saya salah satu orang yang suka banget kalo ada diskon. kadang pernah juga buat kesalahan, karena mau cepat aja cus eksekusi diskonnya. Padahal masih ada syarat dan ketentuan berlaku yang belum di baca. haa

    BalasHapus
  2. Hati-hati kena jebakan Betmen ya mending tanya dulu ke pramuniaganya sebelum bawa ke kasir biar ngga zonk dan kecewa..

    BalasHapus
  3. Jujur saja, kadang syarat dan ketentuan diskon itu ga masuk akal. Mulai dari kita harus beli barang dg minimal harga cukup tinggi atau harga diskonnya hanya berlaku utk barang tertentu saja.

    BalasHapus
  4. Setelah membaca artikel ini apa aku akan lebih teliti saat belanja. Soalnya suka ga peduli dengan diskon2an serta ga peduli juga sama nota belanjaan. Kalo sudah dapet kembalian dan nota, langsung masuk ke saku celana.

    BalasHapus
  5. Iya. Kadang-kadang kita sering terpengaruh sama kata-kata diskon ini. Apalagi emak-emak.

    BalasHapus