Menulis, Buku, Kehidupan

Jumat, 03 November 2017

Bolen Pisang versus Molen Pisang, Mana yang Lebih Tepat untuk Oleh-oleh?

Jika wisatawan mengunjungi Bandung, pisang bolen atau bolen pisang seringkali ditawarkan oleh toko oleh-oleh. Bolen pisang dikemas dalam kotak. Satu kotak berisi 10 potong bolen pisang Sebagian dari kita mungkin bertanya, apa bedanya pisang bolen dengan pisang molen?

Persamaan pisang bolen dan pisang molen dari bahan dasarnya. Keduanya terbuat dari pisang dan tepung terigu. Pisang yang digunakan biasanya pisang tanduk. Rasanya pun sama, cenderung manis.

Perbedaan terletak pada proses pembuatannya. Adonan pisang molen dipipihkan dengan mesin. Adonan pipih membalut pisang, lalu digoreng. Rasanya renyah dan gurih jika disantap selagi hangat. Namun lama kelamaan kerenyahan pisang molen hilang. Kulit molen cenderung mengeras.
Pisang bolen terbuat dari bahan yang sama namun tidak digoreng. Adonan kulit pisang bolen terdiri dari dua bagian yang berbeda, dan disusun sedemikian rupa sehingga kulitnya menjadi berlapis-lapis rengang, tidak rapat seperti pisang molen. Pisang yang sudah berselimut adonan tepung dipanggang menggunakan oven. Hasilnya berupa puff pastry isi pisang yang lembut.

Pisang bolen masih terasa lembut sampai 1 minggu setelah pembuatan, sedangkan pisang molen 2-3 hari saja sudah kurang layak makan. Jadi untuk daya tahan dan kelayakan makan, pisang bolen lebih unggul.

Pisang bolen tersedia dalam berbagai varian isi. Isian pisang dipadukan dengan cokelat, kacang hijau, keju, juga durian. Harganya mulai dari Rp 46.000. Harga di toko khusus bolen pisang berbeda dengan harga di toko oleh-oleh atau mobil dagang pinggir jalan. Harga di toko khusus bolen cenderung lebih murah.  
Kiri: Bolen Cokelat Kanan: Bolen Original
Pisang bolen tepat dijadikan oleh-oleh. Selain rasanya enak dan tahan lama, kemasannya juga eksklusif, nggak malu-maluin jika diberikan pada kerabat keluarga dan teman.

Comments
1 Comments

1 komentar:

  1. Suka banget sama bolen pisang tapi baru tahu namanya pas baca postingan Mas Koko ini :D

    BalasHapus