Menulis, Buku, Kehidupan

Selasa, 15 Agustus 2017

3 Alasan Utama Pria Pamer Otot Bagus, yang Terakhir Menghasilkan Uang


Di media sosial, kita sering menemukan pria-pria yang aktif melatih otot-otot tubuhnya pamer diri. Mereka mengunggah swafoto (selfie) dan membagikannya kepada keluarga, teman, juga orang-orang yang tidak begitu dikenalnya.

Apa alasan pria memamerkan tubuh berotot bagus itu? Berikut ini 3 alasan utama berdasarkan analisis akun Instagram @BobbyIda dan wawancaranya di beberapa media.

1. Menunjukkan Hasil Kerja Keras Latihan

Tubuh berotot bagus, sedap dipandang bukan hasil sulap. Ada kerja keras dan latihan berat yang dilakukan seseorang. Menurut penuturan Bobby Ida kepada Liputan6.com (18/7/2016), ia mengawali proses pembentukan tubuh berotot dengan berlatih muay thai, sampai akhirnya fokus berlatih fitnes.
Latihan keras dilakukan Bobby Sumber Instagram.com/BobbyIda
Tubuh berotot berotot Bobby didapat karena berlatih fitnes 5 kali seminggu, sekitar 2-3 jam per latihan. Ia juga menjaga asupan makanan. "Makanan itu 80% dalam fitnes," ujarnya. Istirahat pun harus cukup.

Atas segala kerja keras itu, Bobby dan pria-pria yang sudah menjalani hidup bugar dan sehat merasa wajar memamerkan hasilnya. Mereka berusaha tidak iri saat orang lain makan lezat tanpa batasan. Setelah tubuh mereka terbentuk six pack, giliran mereka menikmati tatapan iri dari orang lain.  

2. Bentuk Penghargaan Pada Diri Sendiri

Bobby Ida saat kecil memiliki tubuh kurus.Teman-teman memanggilnya Si Kurus. "Dulu sebelum aku mulai dengan fitnes badanku sangat kurus sehingga di sekolah waktu aku kecil, orang memanggil aku skinny," tutur Bobby kepada Liputan6.com.
Perubahan tubuh Bobby bertahap Sumber Instagram.com/BobbyIda
Sekitar 7 tahun lalu, ia menjadikan Arnold Schwarznegger sebagai role model untuk mencapai impian tubuh berotot seperti sekarang. Berbagai kegagalan pernah dihadapinya. Kini, pria dengan bobot 95-94 kg dan tinggi 180 cm itu berhasil meraih mimpinya.

Unggah foto tubuh berotot di media sosial merupakan bentuk penghargaan pada diri sendiri sebagai hasil proses yang panjang. “The way youre body looks depends mostly on yout food. You can train all day long if you aint eating right youre not going to get the best result,” tulis Bobby Ida di akun Instgram @bobbyida pada foto yang memamerkan tubuhnya dengan latar dapur (5/8/2017).

3. Upaya Branding

Bobby saat ini berprofesi sebagai personal trainer di beberapa pusat kebugaran di Jerman. Darah Bali yang mengalir di tubuhnya selain Jerman, membuatnya mampu berbahasa Indonesia. Bobby membuat beragam video tentang kebugaran dan kesehatan di akun Youtube 2Nine Fit Indonesia.

Profesi itu ditunjang dengan pendidikan Bobby di jurusan Education for Fitness and Health pada satu perguruan tinggi di Jerman. Fisik berotot bagus serta latar belakang ilmu fitness dan kesehatan membuat branding Bobby Ida sebagai personal trainer sangat kuat. Maka dari itu, ia perlu menujukkan tubuh berototnya sebagai upaya branding.

Bobby juga seorang model Sumber Instagram.com/BobbyIda
Jika kita teliti, pria-pria yang memamerkan tubuh berotor breprofesi sebagai personal trainer, endorser produk olahraga dan kesehatan, dan sejenisnya. Tubuh berorot adalah modal untuk beriklan, sehingga orang lain terpikat dan menggunakan produk atau jasa yang diiklankannya. Rupiah pun mengalir ke kantong si otot bagus dan tim manajemennya. 
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar