Menulis, Buku, Kehidupan

Minggu, 27 November 2016

Rumah Makan Legoh, Cita Rasa Manado di Jantung Kota Bandung

Makan apa di Bandung? Tempat makan apa yang patut dicoba saat ke Bandung? Pertanyaan itu sepertinya kerap dilontarkan seseorang saat berwisata ke Kota Bandung. Jika seorang pecinta kuliner menanyakan hal itu kepada saya, Rumah Makan Legoh, salah satu rekomendasi dari saya

Menu Manado Plus Plus di Rumah Makan Legoh

Saya pun mengunjungi Rumah Makan Legoh atas rekomendasi Teh Ratri, pemilik dan pengelola nyicip.com. Dari nama blog-nya, kita pasti mudah  menebak apa isi blog-nya, kan? All about food and beverage! Jadilah saya ke sana, dengan sedikit kesasar. Salah satu penyebabnya, Rumah Makan Legoh di Jl Sultan Agung No 9, Bandung ini belum mempunyai plang nama.

Sehari sebelumnya, saya sudah diberitahu, Rumah Makan Legoh tepat di depan SMA Santo Aloysius Bandung. Tetapi saat berkendara dengan sepeda motor, saya lupa dengan patokan sekolah itu. Terlebih, berbagai rumah makan berjajar  di sepanjang jalan yang menghubungkan Jl Trunojoyo dan Jl Ir. H. Djuanda itu. 

Setelah bertanya kepada beberapa orang satpam, sata tiba di Rumah Makan Legoh. Saya disambut para karyawan berseragam jeans denim. Saya mencari Teh Ratri dan beberapa orang teman, kemudian mendapat lembaran menu bolak-balik dengan latar hitam, foto, nama dan harga makanan. Saya jadi bingung, harus memilih menu apa. Menunya beragam, bukan cuma masakan Manado doang!  

Suasana Rumah Makan Legoh yang santai layaknya rumah sendiri
Untunglah, ada Teh Ratri siang itu. Dia menjelaskan berbagai menu yang ada di Rumah Makan Legoh itu. Menu di sana memang beragam. Sebab orang Bandung atau wisatawan Bandung belum kenal dengan masakan Manado. Jadi perlu dikenalkan secara pelan-pelan. Menu-menu populer Indonesia lainnya hadir bersama menu khas Manado. 

Nasi Goreh Hitam Legoh Khas Manado

Pilihan saya jatuh kepada Nasi Goreng Hitam, Sapi Cuka dan Brokoli Krispi. Pesanan saya langsung dimasak oleh koki-koki Rumah Makan Legoh. Yup, di Legoh pesanan kita cooking by order, baru dimasak setelah dipesan. Jadi saat terhidang, makanan masih segar dan hangat.
       
Sebagian orang bilang, kalau kita memilih menu nasi goreng di rumah makan yang menunya bervariasi, itu tandanya kita sedang kebingungan mau makan apa. Namun saya bukan bingung. Saya memilih nasi goreng hitam karena menu ini, kata Teh Ratri, khas Manado. Warna hitamnya itu dari tinta cumi. Pertanyaannya, bakal amis nggak ya, aromanya?

Nasi goreng hitam sudah terhidang di depan saya. Wah, porsinya besar! Pas untuk pengunjung yang ingin makan dengan prinsip 4 sehat 5 kenyang. Warnanya memang kurang menarik karena dampak penggunaan tinta cumi. Namun saat saya mencicipinya, rasa nasi goreng hitam Legoh ini unik. Rasanya cumi banget! Aroma dan rasa amis tertutupi daun kemangi, daun sereh, dan daun jeruk yang membaur dengan nasi dan potongan daging cumi.

Nasi goreng hitam khas Legoh.
Warna hitam dari tinta cumi memang kurang menarik, namun dapat menjinakkan tumor!

Jika masakan dengan tinta cumi seenak nasi goreng ini, siapapun pasti suka. Apalagi beberapa hasil penelitian, salah satunya penelitian oleh Hiroki University Jepang, menyatakan tinta cumi dan sotong dapat mengaktifkan sel darah putih guna melawan tumor. Tinta cumi juga diduga mengandung vitamin-vitamin, terutama vitamin A. Cita rasa cumi juga menjadi lebih kuat karena penggunaan tintanya di dalam masakan. Maka dari itu, pecinta nasi goreng harus mencicipi nasi goreng hitam ini.   

Sapi Cuka, Brokoli Renyah dan Sambal-Sambal Khas Legoh

Menu nasi goreng hitam, saya nikmati bersama dua menu lainnya, sapi cuka dan brokoli goreng yang renyah. “Sapi cuka dibuat dari potongan daging sapi yang direndam dengan cuka dan berbagai bumbu lainnya semalaman, kemudian digoreng,” jelas Om Leon, pemilik Rumah Makan Legoh sekaligus koki di sana. Brokoli Crispy terbuat dari potongan brokoli yang dibalur tepung roti, lalu digoreng sebentar. Brokoli Crispy disajikan bersama saus mayones. Dua menu ini cukup pas menemani santap siang saya di Rumah Makan Legoh.


Sapi cuka, hidangan khas Manado lainnya

Brokoli Crispy, alternatif sajian bagi orang yang kurang suka makan sayur

Satu hal lain yang menarik dari Rumah Makan Legoh adalah penyajian aneka masakan bersama aneka sambal. Setidaknya ada 6 macam sambal di Rumah Makan Legoh yaitu: sambal terasi, sambal rica, sambal cabe ijo, sambal roa, sambal matah, dan sambal rawit. Setiap sambal ada pasangannya sendiri yang ditemukan Om Leon secara trial and error.  

Sambal roa, sambal khas Manado yang terbuat dari campuran ikan roa panggang

Sambal yang menarik perhatian saya adalah Sambal Roa. Rasa sambalnya tidak berasa cabai dan bawang seperti sambal pada umumnya, ada rasa gurih dan asin. Saat saya tanyakan kepada Om Leon, barulah saya tahu, sambal khas Manado ini terbuat dari campuran daging ikan roa panggang, tomat, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, gula dan garam. Semua bumbu dihaluskan, ditumis dan dicampur dengan suwiran ikan roa. Untuk membuat sambal roa ini, ikan roa didatangkan langsung dari Manado, sebab habitat ikan roa hanya di perairan Sulawesi, Maluku, dan sekitarnya.       

Nah, semakin penasaran kan dengan cita rasa masakan Manado di tengah kota Bandung? Silakan saja mampir ke Rumah Makan Legoh. Apalagi sekarang Rumah Makan Legoh buka mulai jam 07.00 WIB pagi dengan menu sarapan bubur manado! Jarang-jarang kan ada sajian sarapan yang kaya serat seperti bubur Manado. Langsung meluncur saja ke Jl Sultan Agung No 9, dan ingat, Rumah Makan Legoh tepat di depan SMA Santo Aloysius Bandung, ya

Rumah Makan Legoh

Alamat
Jl. Sultan Agung no. 9 Bandung 40115
Telp. 022 – 4268108
WhatsApp : +62 882 1220 5733
BBM : 55D6FA2A
email : rmlegoh@gmail.com
facebook: RMLegoh
twitter: @rmlegoh

Buka Tiap Hari Pukul 07.00 – 21.00 WIB
Menerima Pesan Antar & Catering
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar