Menulis, Buku, Kehidupan

Minggu, 13 November 2016

Kebiasaan yang Membuat Pria Cepat Tua dan Buruk Rupa

Di usia 20-an, saya dan mungkin banyak pria cukup berbangga diri dengan tampilan kulit wajah. Pada usia ini, kulit kita pada umumnya mencapai kesempurnaan karena produksi minyak yang normal dan permukaan kulit tampak halus. Tidak heran jika model pria maupun wanita yang banyak dipakai produk fesyen dan kosmetika usianya 20-an.

Pada usia 30-an, saya mendapati kulit saya mulai kusam. Berdasarkan  beberapa buku yang saya baca, penyebab kulit mulai kusam pada usia 30-an dan 40-an karena kulit kurang efisien dalam mengelupaskan kulit mati. Garis-garis halus dan sedikit keriput terutama di sekitar mata pun mulai menjalar setelah pria berusia 30 tahun. Memasuki usia 50 tahun, garis keriput itu semakin nyata, dampak dari menurunnya jumlah kolagen, protein yang menyusun tubuh manusia. Saya, kita sadar atau tidak menyaksikan penuaan secara lambat tetapi pasti melalui cermin setiap hari. 

Kebiasaan yang Membuat Pria Cepat Tua

Harapan kita di masa tua: sehat, bahagia, dan bertakwa. Dengan gaya hidup saat ini, mungkinkah hal itu menjadi nyata? 

Menjadi tua itu pasti, namun kita ingin menua secara sehat dan normal, kan? Tua yang tetap kuat dan tidak sakit-sakitan karena penyakit degeneratif akibat gaya hidup buruk di masa muda. Masa tua yang kita harapakan tentunya tetap produktif melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat.

Sayangnya, saya mendapati beberapa fakta kebiasaan pria yang menyebabkan kita cepat tua dan buruk rupa ups… ^_^ Jasmani kita yang kurang sehat akan terlihat juga dari penampilan luar. Berikut beberapa kebiasaan pria yang harus segera ditinggalkan. Saya pun sedang mengupayakan untuk tidak melakukan sebagiannya.

1. Pria Malas Merawat Kulit

Kulit pria mengandung elastin dan kolagen lebih banyak daripada kulit wanita. Hal ini sebagai akibat adanya hormon androgen yaitu testosteron pada tubuh pria. Hal inilah yang menjadikan kulit pria 25% lebih tebal  daripada kulit wanita. Kulit pria juga menghasilkan sebum lebih banyak sehingga kulit pria lebih berminyak. Minyak ini merupakan pelindung alami kulit dan membuat kulit pria tidak cepat keriput. Namun minyak juga membuat wajah mengilap dan kusam.

Fakta kulit pria itu seharusnya membuat pria rajin merawat kulit. Namun berdasarkan paparan Belinda Gunadi, Product Manager Skin Care Garnier Indonesia, pria Indonesia malas merawat wajah. Hal itu disampaikan Belinda pada konferensi pers Garnier Men Indonesia di Senayan City, Jakarta, akhir Januari 2015 lalu. Maka, tidak heran jika saat reuni 20-an tahun setelah lulus SMA, perhatikanlah para hadirian yang usianya rata-rata setara. Mulai nyata perbedaan kulit pria yang terawat dan tidak terawat. 

2. Pria Sembarangan Mencukur Kumis dan Jenggot

Kumis dan jenggot pria, pada umumnya mulai tumbuh pada usia 13 tahun dan akan terus tumbuh sampai usia 85 tahun. Jika seorang pria meluangkan waktu lima menit untuk mencukur kumis dan jenggot setiap hari, maka ia telah menghabiskan lebih dari 6 bulan dari usianya untuk mencukur kumis dan jenggot saja. Jadi biarkan kumis dan jenggot tumbuh panjang atau klimis saja?
Penelitian di University of Southern Queensland, membuktikan bahwa rambut-rambut di wajah pria dewasa selain memberikan kesan jantan juga mengurangi paparan sinar UV (ultraviolet) ketia pria berada terkena sinar matahari secara langsung. Rambut-rambut di wajah ini juga menjaga kelembapan pada kulit wajah. Inilah yang menyebabkan pria-pria yang tinggal di iklim panas, padang pasir misalnya cenderung memiliki jambang, kumis, dan jenggot yang lebat.
Namun jambang, kumis, dan jenggot perlu dirapikan juga dan rustin dibersihkan agar tidak menjadi sarang bakteri. Kumis yang kotor menyebabkan timbulnya folliculitis atau radang akar rambut sehingga muncul bengkak-bengkak dan bisul pada kulit. Nah, jika salah mencukur rambut di wajah ini, kulit pun dapat menjadi iritasi. Apalagi jika alat cukur yang digunakan jelek dan tidak bersih. Iritasi dan berbagai masalah yang timbul saat bercukur, jika tidak diatasi dapat membuat rupa seorang pria kurang sedap dipandang. 

3. Pria Cenderung Terpapar Sinar Matahari Tanpa Pelindung Kulit

Perhatikan sekitar kita. Berapa banyak pria yang rajin menggunakan pelindung kulit saat bekerja atau beraktivitas di bawah terik matahari. Padahal paparan sinar matahari, bukan hanya membuat kulit terbakar. Dampak jangka panjangnya adalah melanoma atau kanker kulit. Paparan sinar matahari yang berlebihan juga dapat menyebabkan dehidrasi pada kuliu. 

Untuk menghindarinya, tabir surya yang juga mengandung pelembap dapat membantu memperlambat pembentukan keriput dan penuaan dini pada kulit. Namun, sekali lagi, berapa banyak pria yang sadar dengan bahaya paparan sinar matahari ini?


4. Pria cenderung berkeringat lebih dan berbau lebih tajam.

Pada usia puber, pria mulai berkeringat lebih banyak. Manusia mengeluarkan dua jenis keringat, yaitu eccrine yang bertujuan untuk menurunkan suhu tubuh, dan apocrine, keringat yang terbentuk di wilayah tubuh khusus, seperti di ketiak, selangkang, telapak tangan, dan telapak kaki. Jenis apocrine inilah yang digemari oleh bakteri, dan kerap menyebabkan timbulnya bau tak sedap yang menyengat. Pada pria, tingginya hormon testosteron memicu produksi apocrine yang lebih banyak daripada wanita.  Untuk itu, perlu kiranya seorang pria menggosok tubuh dengan lulur minimal dua kali seminggu.

Pria juga senang minum kopi, cokelat dan cola yang mengandung kafein. Konsumsi minuman berkafein dalam jumlah banyak akan merangsang kelenjar endokrin untuk menghasilkan lebih banyak testosteron.  Pada pria, tingginya hormon testosteron memicu produksi apocrine yang lebih banyak daripada wanita. Mengurangi konsumsi kopi, cola, dan cokelat bisa menurunkan produksi apocrine 

5. Pria cenderung enggan diet  dan malas mengikuti pola makan sehat

Jika berada di rumah makan, restoran atau warteg, perhatikan berapa banyak pria yang memesan menu sayuran. Sepengamatan saya masih jarang pria yang hobi makan sayur atau rutin mengonsumsi buah-buahan segar. Padahal asupan sayuran dan buah-buahan segar, baik untuk mempertahankan gizi dan memberi asupan vitamin A dan vitamin E yang bermanfaat bagi kulit.

6. Pria merokok atau menjadi perokok pasif

Pria lebih banyak merokok juga menjadi perokok pasif. Merokok dapat mengurangi jumlah oksigen ke kulit dan mempercepat pemecahan kolagen yang menyebabkan kulit menjadi lebih cepat tua, bahkan sebelum usia semestinya.

Penelitian yang dimuat jurnal British Medical Association perokok memiliki wajah 5 kali lebih tua dari umur sebenarnya. Kerutan di wajah merupakan penanda kerentanan terhadap dampak asap rokok. Rokok memiliki filter, tetapi itu tidak cukup untuk menghilangkan kandungan tar yang membuat asap rokok berbahaya.

Selain itu bahan-bahan kimia yang ditambahkan ke dalam tembakau untuk meningkatkan rasa, selain berbahaya terhadap tubuh dan menyebabkan berbagai penyakit degeneratif, juga dapat memperbanyak kerutan-kerutan di wajah penghisapnya.

7. Sebagian besar pria hobi begadang

Pria lebih suka atau memiliki hobi begadang? Itu fakta orang-orang di sekitar saya. Begadang yang saya maksud di sini bukan karena sibuk melakukan pekerjaan tertentu, namun begadang hanya untuk ngobrol sambil ngopi dan merokok. Padahal selain dapat menurunkan konsentrasi pada siang hari, penelitian di Stockholm, menemukan bahwa orang yang kurang tidur malam terlihat jauh lebih tua dari usia sesungguhnya. 

Penelitian dilakukan dengan mempelajari tampilan wajah partisipan yang tidak tidur selama 31 jam. Peneliti meminta 40 orang menentukan umur seluruh partisipan dalam foto tersebut. Usia mereka yang terjaga hingga 31 jam, ditaksir lebih tua dibandingkan usia sebenarnya. Penyebabnya adalah wajah partisipan yang terlihat bengkak, merah, berkantong mata, dan lesu. Kulit mereka yang kurang tidur itu juga cenderung gelap dan keriput. Penampilan kusam dan lebih tua juga menghadirkan citra seseorang yang lemah sehingga rentan menjadi korban tindakan kriminal.

Pria Berubahlah!
Sudah saatnya pria mengubah kebiasaan hidupnya. Terutama jika kita masih berusia 20-30 tahun. Tidak mudah memang. Kita dapat melakukannya sedikit demi sedikit secara bertahap. Perubahan drastis kebiasaan dan gaya hidup akan menimbulkan stres tersendiri. Jadi lebih baik berubah perlahan tetapi pasti  

Bagaimana caranya?

Saat ini, mudah saja mendapatkan berbagai informasi. Termasuk informasi untuk menjalani gaya hidup sehat. Berbagai web tentang kesehatan dan anti aging bertebaran di internet. Saking banyaknya, kita seringkali bingung, infomasi mana yang benar-benar dapat dipercaya. Informasi dari rujukan terpercaya atau ahli kesehatan tentu harus kita utamakan. Ajang International Seminar and Workshop in Aesthetic Medicine (SWAM) adalah sumber rujukan tepat untuk mengukuhkan kebiasaan dan gaya hidup sehat itu.

International Seminar and Workshop in Aesthetic Medicine (SWAM) 2016


International SWAM Antiaging Exhibition 2016 akan digelar pada tanggal 2-4 Desember 2016 di ICE BSD, Tangerang. Di ajang ini, ahli kesehatan di bidang Aesthetic Medicine dari dalam maupun luar negeri berkumpul. Acara yang rutin diadakan setiap tahun ini menjadi ajang Aesthetic Medicine terbesar ke-3 di dunia sekaligus menjadi barometer dunia kecantikan yang berbasis medis.

Apa saja acaranya?

Seminar dan Pelatihan Aecthetic Medicine

Para pembicara seminar

Seminar SWAM akan menghadirkan materi-materi ilmiah terkini tentang Aesthetic Medicine dibarengi dengan sesi anatomy dissection (bedah anatomi) dalam satu panggung secara berdampingan. Jadi kita dapat melihat praktik dari hasil riset para pakar Aesthetic Medicine dunia. Bukan sekadar bahasan seputar teori saja.

Para pakar dari manacanegara yang akan menjadi pembicara SWAM selain 12 pakar 
Aesthetic Medicine dari Indonesia adalah:  
1. dr.Ahmed Al-Qahtani (Leader in Anti-Aging & Skin Care) dari Amerika Serikat
2. dr.Matthieu Beustes Stefanelli, MD, MBA (Plastic Surgery Expert) dari Prancis
3. Prof.dr.Michael Klentze (Chief Scientific Medical Officer–Thanyapura Integrative Health Center) dari Jerman
4. dr.Jeong Hoon Suhk (Board certified plastic surgeon) dari Korea Selatan
5. dr.Kyungkook Hong (Chief of Dermatology, 2nd Div. of Marine Corps) dari KOrea Selatan
6. dr.Kim Kinam (Ahli bedah) dari Korea Selatan
7. dr.Lukasz Preibisz Dermatologist from Department of Dermatology, Medical University of Warsawa) dari Polandia
8. dr.Paola Rosalba Russo (ahli bedah) dari Italia
9. dr.Satvinder S. Callay (Anti-aging consultant & aesthetic doctor) dari Malaysia
10. dr.Van Huynh-Park (Ahli Kosmetika) dari Australia
11. dr.Kim Siea Lee (Consultant Plastic and Aesthetic Surgeon) dari Malaysia
12. dr.Xanya Sofra Weiss, Ph.D (International Director of Research and Training) dari Amerika Serikat
13. Prof.dr.Nicola Zerbinati (Dermatologist) dari Italia
14. Prof.dr.Shin Young-ik (Clinical consultant in Minoxyl of Hyundai Pharmaceutical company) dari Korea Selatan.

Seminar dan pelatihan workshop ini menyasar 2000 dokter umum maupun dokter spesialis bidang estetika dan anti aging. Seminar dan pelatihan berstandar internasional dan bersertifikat IDI. Dokter yang mengikuti SWAM selain menambah ilmu dan wawasannya, juga bisa menambah jejaring pertemanan dengan dokter yang menekuni bidang yang sama di luar maupun di dalam negeri. 




Selain itu terdapat i-Class Anatomy Face Course dari Faculté de Médecine Paris pada tanggal 5-6 Desember 2016 yang menghadirkan materi Anatomy Face Dissection & Technique Zone by Zone. Pelatihan ini akan mendapatkan Université Paris Descartes certificate plus IDI acreditation (SKP). Sayangnya pelatihan ini sangat terbatas pesertanya. Biaya pendaftaran untuk partisipan Non ISWAM Rp10.000.000, Partisipan ISWAM Rp 8.000.000 dan pendaftaran di tempat (jika masih ada tempat) pada 5 Desember 2016 dikenakan biaya Rp12.000.000.


Aecthetic Beauty Expo


Menariknya lagi SWAM juga menyajikan Aesthetic Beauty Expo yang menjadi ajang promosi produk dan jasa Aesthetic Medicine baik klinik maupun produk-produk unggulan anti aging. Produk dan jasa yang dipamerkan berasal dari kelas premium yang jarang ditemukan di sembarang toko atau supermarket. 

Puluhan pesohor Indonesia akan turut serta dalam acara Aesthetic Beauty Expo ini. Mereka tengah menggeluti bisnis produk dan jasa Aesthetic Beauty atau sekadar menjadi brand ambassador produk dan jasa itu. Para pesohor yang saya maksud itu adalah :
1. Farah Quinn
2. Sarwendah Ruben Onsu
3. Moza Pramita
4. Sonia Wibisono
5. Ussy Pratama
6. Nafa Urbach
7. Five Ve
8. Shandy Aulia
9. Fecilia Wang
10. Jane Shalimar
11. Sasha Alexa
12. Romy Rafael
13. Bunga Zainal
14. Anya Dwinov
15. dr. Boyke
16. Agustin Ramli
17. Melani Ricardo
18. Bertrand Antolin
19. Liza Natalia
20. Safina Ferdy Hasan
21. Ferdi Hasan

Perhatikan! Ada Romy Rafael,  Bertrand Antolin, Ferdi Hasan yang bisa kita katakan good loking di luar dr. Boyke yang terkenal sebagai seksolog. Jadi pameran di ajang SWAM ini bukan hanya untuk kaum hawa, namun menyasar kaum Adam juga. Pria-pria yang menggeluti dunia hiburan, mau tidak mau harus menjaga penampilan agar terlihat bagus di depan kamera.

Berbagai Kompetisi dan Acara Pendukung SWAM
dr Teguh Tanuwidjaja selaku Ketua Pelaksana SWAM yang saya temui secara daring mengatakan bahwa SWAM sudah agenda internasional. Bahkan beberapa negara di dunia tertarik membawa acara SWAM untuk berlangsung di negera mereka. SWAM terselenggara untuk memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus memilih layanan Aesthetic Medicine yang tepat sesuai kebutuhan.

Untuk mencapai tujuan edukasi masyarakat luas itulah, SWAM juga diperkaya dengan acara-acara hiburan kompetisi. Setidaknya ada 4 kompetisi yang sekaligus menjadi hiburan bagi para peserta SWAM dan pengunjung Aesthetic Beauty Expo 




 
Tertarik mengikuti acara ini? Silakan langsung chat dengan layanan pelanggan di www.swamexpo.com  atau menghubungi media sosial berikut

Bagi dokter
Twitter : @swamexpo
Instagram : @swamexpo
Facebook Fan Page : SWAM Expo

Bagi Masyarakat umum
Twitter : @abexpoid
Instagram : @abexpoid

Facebook Fan Page : SWAM Aesthetic Beauty Expo


Bacaan

Beale, Lucy., & Jensen, Angela. (2004). The Complete Idiot’s Guide to Better Skin. New York: Alpha Books   

Poeradisastra, Ratih. (2004). Perawatan Wajah dan Tubuh Pria. Jakarta: Gramedia   


Wesley, Zia. (2012). Zia's M.A.P. to Men's Skin Care.  Shrewsbury: ePublishing Works.   


Yuliani, Pipit., (2013). Skripsi: Hubungan Citra Diri (Self Image) dengan Perilaku Perawatan Wajah yang Dilakukan di Klinik Skin Care Kota Bandung. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia..

Ilustrasi tulisan berasal dari Menshealth.com & swamexpo.com
Comments
8 Comments

8 komentar:

  1. Wah takut sekali kalau itu terjadi ya. Lebih baik datang acara ini deh agar selalu tampan hehehe

    BalasHapus
  2. ayooo yang cowok biar tetap ganteng dan kiut kayak oppa korea, ikutan acara ini

    BalasHapus
  3. suamiku perlu baca ini kayaknya Ko

    BalasHapus
  4. 7 kebiasaan pria banget, tuh.
    Tengok yg di sebelahku (dengan wajah sebal). Moga dia mau menemani ke sana...

    BalasHapus
  5. Wuiiiih kok ini gue banget kwkwkwkw. Haduh kudu berubah nih, klo gak next judul artikelnya bisa jadi "kebiasaan yang membuat wanita cepat tua dan buruk rupa" kwkwkwk

    BalasHapus
  6. Pria pun harus tetap melakukan perawatan, ya. Jangan hanya perempuan yang peduli ini :)

    BalasHapus
  7. Woow acara yg banyak diperbincangkan para blogger hits nih. Penasaran jadinya

    BalasHapus
  8. hampir semua kebiasaan diatas saya lakuin, well.... musti dikurangi satu2 nihhh. hihihi

    BalasHapus