Menulis, Buku, Kehidupan

Minggu, 23 Oktober 2016

7 Fakta HokBen, Waspadalah


Hoka-hoka Bento atau kini dikenal sebagai HokBen merupakan restoran yang menyajikan menu makanan Jepang, terutama Bento. Kita mudah menemukan HokBen di pusat-pusat perbelanjaan dan jalan-jalan utama kota besar.

Saya dan keluarga pun sering santap bersama di HokBen. Menunya bervariasi, cocok dengan lidah orang Indonesia, dan harga cukup terjangkau. Namun dibalik itu, ada beberapa fakta yang baru saya ketahui tentang HokBen. Ini beberapa fakta HokBen itu.

1. HokBen Bukan Restoran Asal Jepang

Sebagian orang menganggap HokBen adalah restoran waralaba asal Jepang. Saya juga awalnya begitu. Nyatanya, HokBen adalah produk asli Indonesia. HokBen berada di bawah naungan PT. Eka Bogainti. Pendiri HokBen sering berwisata ke Jepang dan menyukai Bento, semacam paket nasi dan lauk yang sering dijadilan bekal. Di tanah air,  sang pendiri mengadaptasi menu Jepang agar sesuai dengan lidah orang Indonesia. 


HokBen pertama di Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada 1985

Restoran pertama HokBen berdiri di Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada 18 April 1985. Sasarannya adalah karyawan-karyawan yang berkantor di sekitar Kebon Kacang. Berbagai penyesuaian bumbu yang dilakukan membuat menu HokBen diminati. Kini ratusan restoran HokBen bisa kita temukan di kota-kota besar Indonesia.

 2. Hal Halal HokBen

Keluarga kami sangat peduli dengan kehalalan satu restoran. Meskipun kita hidup di tengah mayoritas muslim, belum semua restoran memiliki sertifikasi halal. Terutama restoran yang menyajikan menu makanan asing. Pemakaian beberapa bahan makanan tidak halal sudah biasa terkandung dalam menu-menu makanan asing untuk menambah citarasa masakannya. Apakah HokBen menggunakan bahan makanan yang tidak halal juga untuk menghadirkan cita rasa istimewa?




Ternyata HokBen sudah mendapat sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) sejak 2008. Sertifikat halal itu selalu diperbarui setiap dua tahun sekali. Caranya, MUI akan mendatangi beberapa restoran HokBen secara acak di lokasi dan waktu yang tak terduga. Hasilnya, HokBen mendapat kategori sangat baik (excellent) untuk kehalalannya.     

3. Jarak HokBen Lebih Pendek dari Sumpit

Mau makan enak perlu usaha? Tentu. Jika tidak memasak sendiri, kita harus datang ke restoran yang menyajikan makanan enak. Namun untuk datang ke restoran yang memiliki menu enak seperti HokBen, kemacetan adalah satu dari sekian risiko yang harus dihadapi. Membayangkannya saja, sudah hilang selera makan.

Syukurlah saat ini HokBen telah memiliki layanan pesan antar sejak 2007. Kita cukup menghubungi  nomor 1-500-505, menyebutkan menu HokBen yang kita inginkan dan membayar saat pesanan sampai. 


Bagi kita yang menggunakan gawai pintar dengan sistem operasi Android, bisa mengunduh aplikasi HokBen Apps juga. HokBen Apps bukan hanya memuat nama, harga dan gambar menu-menu HokBen. Berbagai promosi menarik HokBen juga bisa kita temukan di sana. Keberadaan HokBen Apps ini membuat jarak kita dan HokBen hanya sepanjak sumpit saja.    


Tampilan Hokben Apps

4. Intervensi Orang Jepang

Meskipun HokBen bukan berasal dari Jepang, ternyata ada intervensi orang Jepang juga dalam penyusunan menu di HokBen. HokBen memiliki juru masak asal Jepang untuk mengadaptasi menu-menu khas Jepang agar sesuai dengan lidah orang Indonesia. Misalnya menu terbaru HokBen bernama Omiyage.

Omiyage berarti oleh-oleh. Namun omiyage khusus mengacu kepada oleh-oleh yang dapat dimakan bersama-sama dari tempat yang baru dikunjungi si pembawa oleh-oleh. Selain mementingkan isi, omiyage juga harus dikemas cantik dan unik. Maka dari itulah, di Jepang, kita dapat menemukan omiyage yang sudah dikemas cantik di bandar udara.   



Tradisi omiyage ini mirip dengan tradisi orang Indonesia yang sering membawa oleh-oleh makanan untuk keluarga atau sahabat. Maka dari itulah HokBen mengadaptasi omiyage ke dalam menunya berupa menu paket untuk dinikmati 4-6 orang. Membawa omiyage, selain dapat menyenangkan hati orang yang kita datangi, komunikasi yang hangat juga dapat tercipta di sela-sela santap bersama.

5. Citra Lama HokBen dan Kini

Sejak tahun 2013, HokBen melakukan pembaharuan citra dengan logonya. Logo berupa gambar dua sosok seluruh badan yang terkesan kanak-kanak lelaki dan perempuan, ditampilkan kepalanya saja. Tampilan gambar kepala saja pada logonya juga memberikan kesan dewasa pada dua sosok HokBen.


Selain itu, nama Hoka Hoka Bento disingkat menjadi HokBen saja. Saya dan juga sebagian pengunjung HokBen lebih suka menyebut HokBen daripada Hoka Hoka Bento yang terdiri dari 6 suku kata. HokBen lebih singkat dan praktis diucapkan. Mungkin hal inilah yang mendasari PT. Eka Bogainti untuk sekalian saja meremajakan nama Hoka Hoka Bento menjadi HokBen saja.

6. HokBen Cafe

Ada kalanya kita datang ke restoran itu bukan sekadar untuk makan. Janji bertemu, meeting dengan klien, reuni, sakadar berkumpul dengan sahabat atau keluarga, membutuhkan tempat yang nyaman dan tenang. HokBen menyadari hal ini, sehingga pada 2012, muncullah Hocafe.

Berbeda dengan restoran HokBen pada umumnya, Hocafe cenderung menyediakan tempat untuk nongkrong daripada makan-makan. Sayangnya, lokasi Hokafe masih sangat terbatas di beberapa tempat saja. Di Bandung, belum ada.   

7. HokBen Menyasar Anak-anak

Belum banyak restoran yang menyajikan menu khusus untuk anak-anak. Menu khusus yang saya maksud ini adalah menu dengan porsi dan kemasan yang menarik bagi anak-anak. Ketiadaan menu khusus anak ini terkadang menyulitkan saya yang memiliki anak balita. Akhirnya saya sering meminta  setengah porsi dewasa saja untuk anak saya.

Untunglah di HokBen ada menu Kidzu Bento. Porsi dan kemasannya cocok untuk anak-anak prasekolah seperti anak saya. Selain itu, Kidzu Bento seringkali digabung dengan mainan tertentu. Misalnya jam digital berbentuk hewan.


Selain itu, di HokBen kita juga bisa memesan tempat untuk pesta anak. Paket pilihan untuk pesta ini beragam. Kita bisa memilih sesuai anggaran dan kebutuhan. Semua hal mulai dari pengisi acara, menu, dan hiburan dapat disediakan oleh HokBen.


Boleh Tidak Percaya dengan Fakta HokBen


Itulah beberapa fakta HokBen yang saya dapatkan dari Irma Wulansari, Communication Divison MarComm Group Hokben. Tidak percaya dengan fakta-fakta itu? Silakan datang ke HokBen terdekat untuk memeriksa kebenarannya, sehingga hilang keraguan untuk menikmati menu-menu Hokben. 



Comments
6 Comments

6 komentar:

  1. Bikin makin suka ama Hokben neh, hehehe

    BalasHapus
  2. Wah suka sama HokBen, karena halal dan menunya banyak variasi
    Eeeh aku baru tau produk lokal loh

    BalasHapus
  3. Ternyat HokBen berasal dari indonesia . tetapi ditempat saya belum ada restoran Hokben. nice post

    BalasHapus
  4. Langganan aku mas koko, biasa nomaden house kalau lagi pindah2 dan gak sempat masak, makan deh ke hokben sekeluarga. Sampai semua hadiah dari hokben untuk anak2 punya semua :)

    BalasHapus
  5. Kalau ke hokben aku tuh paling suka sama saladnya.. Eh benerkan ya itu salad, sayuran yang dicampur saus tiramisu itu loh :D

    BalasHapus
  6. Jadi laper!
    cus,ke Hokben yuk :)

    BalasHapus