Menulis, Buku, Kehidupan

Kamis, 25 Agustus 2016

Cerpen-cerpen Pemenang Sanyembara Cerpen Femina 2015

Pemenang Sanyembara Cerpen Femina 2015 menawarkan cerita-cerita dengan latar yang cukup kuat, alur cerita dramatis dan deskriptif. Saya harus sepakat dengan pilihan dewan juri Sanyembara Cerpen Femina 2015 yang dipimpin oleh Leila S. Chudlori. Berikut kupasan singkat ketiga cerpen pemenang Sanyembara Cerpen Femina 2015 itu.

Tiga Cerpen Pemenang Sanyembara Cerpen Femina 2016

Cerpen Pemenang I Sanyembara Cerpen Femina 2015

 
Celana Kargo. Itulah judul cerpen karya Indri Hapsari (38) yang mampu menarik perhatian dewan juri. Kisahnya tentang Nayna, gadis Bangladesh yang bekerja sebagai buruh garmen di Rana Plaza. Ia jatuh cinta kepada rekan kerja, sesama buruh pabrik yang terlihat celana kargo dan kakinya saja saat bekerja. Hubungan emosional mereka sebagai buruh yang tiada pernah bertatap muka, digambarkan cukup detil dan menggugah. Itulah satu dari sekian keunggulan cerpen Celana Kargo.

Indri Hapsari adalah dosen pada Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Industri, Universitas Surabaya. Ia mengasuh mata kuliah Tata Letak Pabrik. Tragedi Rana Plaza di Dhaka pada 2014 pernah menjadi studi kasus untuk mata kuliah tersebut.  Menurut penuturan Indri Hapsari kepada panitia, ia juga melakukan riset kehidupan wanita di Bangladesh untuk memperkuat ceritanya.

Cerpen Celana Kargo dapat dibaca di sini 

Cerpen Pemenang II Sanyembara Cerpen Femina 2015


Membaca cerpen Rumah dari Masa Kecil karya Desi Noviyanti membuat saya trenyuh. Betapa satu kebohongan dapat berpengaruh sedemikian hebat terhadap jalan hidup seorang anak. Desi Noviyanti berhasil membuat saya tercenung setelah membaca cerpen karyanya. Mungkin hal itu dialami juga oleh para juri sehingga menjatuhkan pilihan kepada Rumah dari Masa Kecil sebagai Cerpen Pemenang II Sanyembara Cerpen Femina 2015.

Desi juga berhasil menautkan arsitektur rumah joglo dan budaya keluarga Jawa ke dalam cerita. Hal itu juga menjadi poin lebihnya. Rumah nenek menjadi semacam tempat berlindung yang nyaman kala kehangatan dari orang tua tidak bisa diperoleh. Hanya saja, alur cerpen ini cukup cepat bergerak dari masa kecil tokoh ke masa dewasanya. Mungkin supaya fokus cerita pada luka batin tokoh saja, sehingga penulis senagaja membatasi dan melakukan lompatan waktu di alurnya.   

Baca cerpen Rumah dari Masa Kecil selengkapnya di sini 


Cerpen Pemenang III Sanyembara Cerpen Femina 2015


Kisah yang berlatar upacara adat masyarakat Toraja hadir dari imajinasi Sulfiza Ariska dalam cerpen Rambu Solo’ Namun poin keunggulan cerpen Rambu Solo’ bukan hanya pada latar budaya, tetapi juga konflik cerita yang universal tentang hubungan ibu dan anak, khususnya ibu tiri dan anak perempuannya. Hal inilah yang istimewa, karena persepsi ibu tiri jahat dibantah oleh Sulfiza melalui cerpennya. Ia juga memberikan penutup yang mengejutkan. Wajarlah jika Rambu Solo’ menjadi Cerpen Pemenang III Sanyembara Cerpen Femina 2015.

Menurut panitia, Sulfiza mempelajari budaya Toraja sekitar 2 tahun untuk menghadirkan kisah Rambu Solo’ Hasilnya, kisah cinta berlatar upacara kematian yang cukup mengharukan. Sepertinya siapa saja yang ingin menempati peringkat juara di Sanyembara cerpen Femina, harus memiliki modal pengetahuan latar budaya.

Cerpen Rambu Solo' selengkapnya di sini 

Cerpen-cerpen bernuansa budaya lokal maupun mancanegara yang kental selalu muncul sebagai pemenang. Silakan baca dan pelajari. Mudah-mudahan ulasan singkat ini membantu kamu yang ingin mengikuti Sanyembara Cerpen Femina tahun ini

Sanyembara Cerpen & Cerber Femina 2015

Sanyembara Cerpen dan Cerber Femina 2016

Comments
12 Comments

12 komentar:

  1. kalo link ke cerber juara 1-3 femina 2015 ada nggak? mungkin bisa ditautkan? thanks :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, kalau sudah dimuat atau ada versi digitalnya, akan saya tautkan

      Hapus
  2. Keren Kak bisa buat pembelajaran

    BalasHapus
  3. wahhh bagus juga ya kalo cerpennya dipublish untuk umum...

    belum sempet baca sih, tapi penasaran banget dengan cerpen juara 1 yg inspired by true story...

    BalasHapus
  4. makasi infonya kang koko nata :)

    BalasHapus
  5. itu emang nulisnya Sanyembara ya benar ya bukan sayembara :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harusnya Sayembara bukan Sanyembara. Tapi posting ini khusus untuk mereka yang googling dengan kata Sanyembara :-P

      Hapus
  6. Menarik ulasannya... lagi bikin beberapa cerpen utk lomba ini. Semoga berhasil menyelesaikannya dan punya nyali mengirimkannya

    BalasHapus
  7. terima kasih link cerpennya,
    pengen baca juga yang cerbernya tapi belum ada ya?
    untuk referensi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Juara 1 dan Juara 2 sudah ada. Nanti saya coba ulas juga

      Hapus