Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

Mengingat Kembali Jawaban Pertanyaan Mengapa Ingin Memiliki Anak

Ada satu pertanyaan sederhana, namun tidak semua pasangan menikah dapat menjawabnya. Pertanyaan itu adalah, “mengapa ingin memiliki anak?” Bagi pasangan yang bertahun-tahun menikah namun belum juga dikaruniai anak, pertanyaan itu akan dijawab dengan lancar. Mereka sudah melewati ribuan hari tanpa tangis bayi, tiada canda tawa dengan anak-anak. Mereka menemukan banyak sekali alasan sehingga ingin sekali memiliki anak. Untuk pasangan yang sangat mudah dititipi anak oleh-Nya, pertanyaan mengapa ingin memiliki anak, bisa jadi terbersit pun tidak. Anak seolah hadir begitu saja. Baru saja menikah, beberapa bulan kemudian istri hamil. Setahun kemudian pasangan suami istri telah menjadi orang tua. Beberapa tahun kemudian, anak kedua, ketiga dan seterusnya lahir. Jawaban-jawaban berikut ini mungkin menjadi jawaban sekian orang tua saat mendapat pertanyaan tersebut: Saya ingin menciptakan kembali masa kecil yang indah Ngg…Semacam investasi untuk hari nanti Sebab saya percaya, kita akan m

Akibat Mengajak Anak Nonton Film Batman vs Superman di Bioskop

Akibat Mengajak Anak Nonton Film Batman vs Superman di Bioskop


Ben Affleck, sang pemeran Batman di film Batman v Superman: Dawn The Justice, tidak ingin Samuel menonton aksinya dalam film laga itu. Samuel adalah anak ketiganya yang masih berusia 4 tahun  "Four years old is a little young to see this whole movie," komentar Affleck yang pernah dilansir foxnews.com.

Berikut ini beberapa hal yang mungkin menjadi pertimbangan Ben Affleck tidak mengharapkan putranya menonton film Batman v Superman: Dawn The Justice.


1. Melanggar Rating dari Lembaga Sensor Film 

Classification and Rating Administration (CARA), satu divisi di Motion Picture Association of America yang mengatur pemeringkatan penonton film, menetapkan film Batman v Superman dengan peringkat PG-13 Artinya sebagian isi film Batman v Superman mungkin tidak patut ditonton oleh anak-anak berusia di bawah 13 tahun. Rating PG-13 ini merupakan peringatan bahwa satu film mengandung kekerasan, ketelanjangan, kegiatan orang dewasa dan lainnya. Namun isi film kategori PG-13 ini belum selevel kategori "R" atau Restricted yang menandakan isi film untuk penonton berusia 17 tahun ke atas.  

Di Indonesia, Jaringan Cinema 21, CGV Blitz, dan CinemaXX memberi peringkat R13+ untuk film Batman v Superman. Namun di awal penayangan film Lembaga Sensor Film (LSF) Indonesia memberi batasan usia minimal 17 tahun untuk menyaksikan film Batman v Superman. Pada film ini memang tidak ada adegan hubungan suami-istri yang vulgar kecuali adegan Lois Lane (Amy Adams) mandi di bath tube dan Clark Kent (Henry Cavill) masuk ke kamar mandi sambil membawa sekantung bunga. Mereka berbicara sebentar lalu zoom in kaca mata Clark Kent jatuh di lantai kamar mandi. Hanya saja, pada adegan lain, Superman dan Lois Lane melakukan ciuman pro long, ciuman cukup lama dari bibir ke bibir dengan emosi yang dalam.  

2. Anak Banyak Tanya, Mengganggu Penonton Lainnya

Film Batman v Superman dibuka dengan kisah kematian orang tua Bruce Wayne (Ben Afflect) saat ia masih kecil. Pengalaman kelam Bruce itu disampaikan melalui dua plot secara bergantian. 

Bruce kecil berjalan bersama ayah ibu, Bruce kecil di pemakaman orang tuanya. Bruce sekeluarga ditodong berandalan, Bruce menangis di depan makam. Penodong mengacungkan pistol ke wajah ayah Bruce, Bruce berlari ke arah hutan karena luapan kesedihan ditinggal ayah dan ibunya. Begitu seterusnya sampai Bruce kecil terjatuh ke dalam gua dan diangkat dari kegelapan menuju cahaya oleh jutaan kepak kelelawar. Selanjutnya cerita beralih ke Superman, drama percintaan Lois Lane dan Clark Kent dan tokoh-tokoh lainnya.

Alur kisah yang maju-mundur dan beralih dari satu tokoh ke tokoh lainnya, belum mampu dipahami oleh anak-anak 10 tahun ke bawah. Mereka pun mungkin belum bisa membaca subtittle. Anak-anak yang mempunyai kemampuan listening bahasa Inggris yang baik, mungkin saja bisa sedikit memahami dialog para tokoh film Batman v Superman tetapi masih kurang bisa memahami cerita film Batman v Superman secara menyeluruh. 

Anak yang penuh rasa ingin tahu, bisa jadi terus bertanya: mengapa begini dan 
kenapa begitu. Pertanyaan-pertanyaan itu selain memecah konsentrasi menonton orang tua, juga mengganggu kenyamanan penonton lainnya. Orang tua yang kurang pengertian mungkin marah dan menyuruh anak diam. Anak sebal, orang tua jengkel. Hilang sudah kenyamanan menyaksikan satu film layar lebar.   

 3. Anak Bosan, Bermain-main dan Sibuk Sendiri 

Ketidakmampuan menikmati jalan cerita film Batman v Superman dapat membuat anak-anak aktif menyibukkan diri dengan kegiatan lain. Khususnya anak-anak berusia 8 tahun ke bawah. Terlebih film ini berdurasi 2 jam 31 menit di luar iklan bioskop pada wal film. Untuk mengatasi kebosanannya, anak-anak mungkin bermain smartphone, atau membuat permainan sendiri dengan apa saja yang tersedia saat itu atau bermain dengan saudara dan anak lain di samping mereka. Sebagian anak mungkin saja turun dari kursi, berjalan ke undakan samping jajaran kursi bahkan beranjak ke depan mendekati layar.  

Anak-anak usia TK dan di bawahnya bahkan bisa merengek, minta keluar studio, atau minta pulang. Menangis dan merengek merupakan teknik yang mereka pelajari secara alami untuk membuat orang dewasa atau orang tua memenuhi permintaan mereka. Orang tua umumnya menuruti permintaan mereka daripada mengganggu keasyikan penonton bioskop satu studio. 

4. Anak Menikmati Aksi Laga dan Menirunya

Adu jotos antara Batman dan Superman tidak seperti duel Superman dan Zod di film Man of Steel yang menghancurkan bangunan di sekitarnya. Pertarungan Batman dan Superman layaknya manusia biasa sebab Batman menggunakan gas kryptonite untuk melemahkan Superman. Kedua pahlawan super itu baku hantam dengan pukulan dan tendangan alami saja. Anak-anak mungkin menikmatinya, bahkan meniru karena pertarungan Batman dan Superman mudah diikuti. 


Di luar duel Batman dan Superman, baku hantam Batman dan lawan-lawannya tetap dipertontonkan. Pukulan-pukulan mengenai anggota badan secara langsung baik dengan tangan, kaki saja maupun menggunakan senjata tumpul dan tajam. Adegan perkelahian yang merusak lingkungan sampai radius ratusan meter tetap ada, terutama di bagian akhir cerita. Film Batman v Superman menyediakan aneka ragam perkelahian untuk simpanan memori dan alam bawah sadar penontonnya, termasuk penonton anak-anak.  

5. Anak Sulit Membedakan Kebenaran dan Kejahatan

Batman dan Superman dalam film Batman v Superman adalah sosok pahlawan super yang dicintai sekaligus dibenci oleh warga kotanya masing-masing. Superman dituding membawa bencana di samping misi penyelamatannya. Batman juga dikenal sebagai sosok yang cukup ‘kejam’ dalam meringkus penjahat dan lawannya. Anak-anak yang dididik dengan ketegasan salah-benar, mungkin akan kesulitan membedakan siapa yang baik dan jahat dalam film Batman v Superman. Film adaptasi dari Komik DC ini mempertontonkan dilema hitam-putih para pahlawan super.    

Pertanyaan, “Kok, si Batman jadi jahat ke Superman, sih?” dan “Kok, Superman berantem sama Batman?” mungkin meluncur dari mulut si anak? Kalimat apa yang akan digunakan orang tua untuk menjelaskan hal itu? 

Orang dewasa pun mungkin perlu diskusi lebih lanjut dengan sesama penonton lainnya untuk memahami cerita film Batman v Superman: Dawn The Justice. Terlebih jika si penonton bukan orang yang suka membaca komik DC atau mengikuti film Batman dan Superman dalam berbagai versi. Film Batman v Superman: Dawn The Justice merupakan awal dari seri The Justice League, kelompok superhero komik DC yang mirip The Avanger dalam komik Marvel. Maka dari itu, banyak teka-teki ditinggalkan dalam film Batman v Superman. Misalnya perkenalan sosok  The Flash (Ezra Miller), Aquaman (Jason Momoa) dan Cyborg (Ray Fisher) selain Wonder Woman (Gal Gadot).


Bijak Memberikan Pemahaman Kepada Anak 

Maraknya promosi film Batman v Superman: Dawn The Justice dapat memicu keinginan anak usia 13 tahun ke bawah untuk menonton film ini. Keputusan berada di tangan orang tua, mengizinkan atau melarangnya. Jika orang tua mengizinkan, apa yang harus dilakukan pada saat menonton dan setelah menonton film? Apabila melarang, kemungkinan anak menonton di internet, saluran televisi, atau melalui DVD tetap ada. 

Anak-anak yang sangat mengidolakan Batman atau Superman bisa jadi merindukan sosok ayah yang bisa menjadi pelindung mereka. Kebutuhan kasih sayang dari ayah, mungkin belum terpenuhi sehingga mereka berusaha mendapatkannya dari sosok imajiner yaitu Batman atau Superman. Kebutuhan itu juga ditangkap para pemasar dengan menyandingkan brand produknya dengan sosok Batman dan Superman sehingga muncullah die hard fans of Batman and Superman. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi orang tua, terutama untuk kembali menjadi sosok pemenuh cinta kasih dan pahlawan bagi anak-anaknya.  

Sumber informasi: foxnews.com, imdb.com
Sumber gambar: comicbookresources.com, imdb.com, Fans Page Batman v Superman: Dawn of Justice


Komentar

  1. Setuju dengan beberapa alasan di atas. Salah satunya sudah terbukti saat kami menonton film itu dari awal hingga akhir, ada saja anak yang bertanya ke orangtuanya tentang jalan cerita. Pfiuuuh ....

    BalasHapus
  2. Ini aku belum nonton euy. Penasaran banyak meme berseliweran ttg film ini.
    Kadang2 ada yg suka bawa anak pas nonton film yg sebetulnya kurang cocok utk usia mereka.

    BalasHapus
  3. Iya, kalo anak banyak bertanya saat menonton film disamping tak nyaman buat kita juga mengganggu penonton lainnya.
    Kita harus memberikan pengertian setiap nonton film, seperti yang dibilang diatas anak tak bisa membedakan mana yang kejadian sebenarnya dan hanya pura-pura.
    salam

    BalasHapus
  4. Untungnya saya nonton sendiri, belum punya anak sih hehehehe... Ntar kalau udah punya anak musti selektif dalam memilih film yang mau di tonton :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Kemendikbud 2016

LOMBA PENYUSUNAN CERITA RAKYAT Direktorat Pembinaan Anak Usia Dini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan 4 lomba untuk konten (isi) laman Anggun Pendidikan Anak Usia Dini yaitu http://www.anggunpaud.kemdikbud.go.id atau  http://www.paud.kemdikbud.go.id . Salah satu lomba tersebut adalah Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Tema Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Kali ini Lomba Konten Anggun PAUD adalah “Penumbuhan Budi Pekerti Pada Anak Usia Dini” Ketentuan Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Cerita rakyat fokus pada pengembangan Nilai Agama dan Moral dan Bahasa. Sasaran pengguna cerita rakyat adalah Guru PAUD, Pengelola PAUD. Cerita rakyat dapat berbentuk; (1)   Fable (cerita binatang) (2)   Legenda (asal-usul terjadinya suatu tempat) (3)   Sage (unsur sebuah sejarah) (4)   Epos (kepahlawanan) (5)   Cerita jenaka. Cerita disampaikan dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Panjang naskah berada pada kisaran 400 – 600 kata

Mengingat Kembali Jawaban Pertanyaan Mengapa Ingin Memiliki Anak

Ada satu pertanyaan sederhana, namun tidak semua pasangan menikah dapat menjawabnya. Pertanyaan itu adalah, “mengapa ingin memiliki anak?” Bagi pasangan yang bertahun-tahun menikah namun belum juga dikaruniai anak, pertanyaan itu akan dijawab dengan lancar. Mereka sudah melewati ribuan hari tanpa tangis bayi, tiada canda tawa dengan anak-anak. Mereka menemukan banyak sekali alasan sehingga ingin sekali memiliki anak. Untuk pasangan yang sangat mudah dititipi anak oleh-Nya, pertanyaan mengapa ingin memiliki anak, bisa jadi terbersit pun tidak. Anak seolah hadir begitu saja. Baru saja menikah, beberapa bulan kemudian istri hamil. Setahun kemudian pasangan suami istri telah menjadi orang tua. Beberapa tahun kemudian, anak kedua, ketiga dan seterusnya lahir. Jawaban-jawaban berikut ini mungkin menjadi jawaban sekian orang tua saat mendapat pertanyaan tersebut: Saya ingin menciptakan kembali masa kecil yang indah Ngg…Semacam investasi untuk hari nanti Sebab saya percaya, kita akan m

Contoh Surat Keterangan Siswa dengan NISN

Lomba menulis untuk siswa SD, SMP atau SMA seringkali mensyaratkan surat keterangan dari kepala sekolah, lengkap dengan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN). Surat ini untuk menguatkan status siswa di satu sekolah sekaligus sebagai upaya menyadarkan pihak sekolah bahwa ada siswanya yang ingin mengikuti suatu lomba.  Surat Keterangan Siswa Siswa cukup menyampaikan permintaan surat keterangan siswa kepada guru, wali kelas, atau wakil kepala sekolah urusan kesiswaan. Surat keterangan siswa dibuat oleh bagian administrasi sekolah, ditandatangani kepala sekolah dan dibubuhi cap. Berikut ini merupakan contoh surat keterangan siswa yang belum ditandatangani kepala sekolah dan dibubuhi cap.    Contoh surat keterangan siswa yang belum dibubuhi cap sekolah dan tanda tangan kepala sekolah Nomor Induk Siswa Nasional Nomor Induk Siswa Nasional merupakan nomor identitas unik yang diberikan secara acak kepada setiap siswa di Indonesia oleh Pusat Data Statistik Pendidikan (PDSP),