Menulis, Buku, Kehidupan

Rabu, 30 Maret 2016

Akibat Mengajak Anak Nonton Film Batman vs Superman di Bioskop

Akibat Mengajak Anak Nonton Film Batman vs Superman di Bioskop


Ben Affleck, sang pemeran Batman di film Batman v Superman: Dawn The Justice, tidak ingin Samuel menonton aksinya dalam film laga itu. Samuel adalah anak ketiganya yang masih berusia 4 tahun  "Four years old is a little young to see this whole movie," komentar Affleck yang pernah dilansir foxnews.com.

Berikut ini beberapa hal yang mungkin menjadi pertimbangan Ben Affleck tidak mengharapkan putranya menonton film Batman v Superman: Dawn The Justice.


1. Melanggar Rating dari Lembaga Sensor Film 

Classification and Rating Administration (CARA), satu divisi di Motion Picture Association of America yang mengatur pemeringkatan penonton film, menetapkan film Batman v Superman dengan peringkat PG-13 Artinya sebagian isi film Batman v Superman mungkin tidak patut ditonton oleh anak-anak berusia di bawah 13 tahun. Rating PG-13 ini merupakan peringatan bahwa satu film mengandung kekerasan, ketelanjangan, kegiatan orang dewasa dan lainnya. Namun isi film kategori PG-13 ini belum selevel kategori "R" atau Restricted yang menandakan isi film untuk penonton berusia 17 tahun ke atas.  

Di Indonesia, Jaringan Cinema 21, CGV Blitz, dan CinemaXX memberi peringkat R13+ untuk film Batman v Superman. Namun di awal penayangan film Lembaga Sensor Film (LSF) Indonesia memberi batasan usia minimal 17 tahun untuk menyaksikan film Batman v Superman. Pada film ini memang tidak ada adegan hubungan suami-istri yang vulgar kecuali adegan Lois Lane (Amy Adams) mandi di bath tube dan Clark Kent (Henry Cavill) masuk ke kamar mandi sambil membawa sekantung bunga. Mereka berbicara sebentar lalu zoom in kaca mata Clark Kent jatuh di lantai kamar mandi. Hanya saja, pada adegan lain, Superman dan Lois Lane melakukan ciuman pro long, ciuman cukup lama dari bibir ke bibir dengan emosi yang dalam.  

2. Anak Banyak Tanya, Mengganggu Penonton Lainnya

Film Batman v Superman dibuka dengan kisah kematian orang tua Bruce Wayne (Ben Afflect) saat ia masih kecil. Pengalaman kelam Bruce itu disampaikan melalui dua plot secara bergantian. 

Bruce kecil berjalan bersama ayah ibu, Bruce kecil di pemakaman orang tuanya. Bruce sekeluarga ditodong berandalan, Bruce menangis di depan makam. Penodong mengacungkan pistol ke wajah ayah Bruce, Bruce berlari ke arah hutan karena luapan kesedihan ditinggal ayah dan ibunya. Begitu seterusnya sampai Bruce kecil terjatuh ke dalam gua dan diangkat dari kegelapan menuju cahaya oleh jutaan kepak kelelawar. Selanjutnya cerita beralih ke Superman, drama percintaan Lois Lane dan Clark Kent dan tokoh-tokoh lainnya.

Alur kisah yang maju-mundur dan beralih dari satu tokoh ke tokoh lainnya, belum mampu dipahami oleh anak-anak 10 tahun ke bawah. Mereka pun mungkin belum bisa membaca subtittle. Anak-anak yang mempunyai kemampuan listening bahasa Inggris yang baik, mungkin saja bisa sedikit memahami dialog para tokoh film Batman v Superman tetapi masih kurang bisa memahami cerita film Batman v Superman secara menyeluruh. 

Anak yang penuh rasa ingin tahu, bisa jadi terus bertanya: mengapa begini dan 
kenapa begitu. Pertanyaan-pertanyaan itu selain memecah konsentrasi menonton orang tua, juga mengganggu kenyamanan penonton lainnya. Orang tua yang kurang pengertian mungkin marah dan menyuruh anak diam. Anak sebal, orang tua jengkel. Hilang sudah kenyamanan menyaksikan satu film layar lebar.   

 3. Anak Bosan, Bermain-main dan Sibuk Sendiri 

Ketidakmampuan menikmati jalan cerita film Batman v Superman dapat membuat anak-anak aktif menyibukkan diri dengan kegiatan lain. Khususnya anak-anak berusia 8 tahun ke bawah. Terlebih film ini berdurasi 2 jam 31 menit di luar iklan bioskop pada wal film. Untuk mengatasi kebosanannya, anak-anak mungkin bermain smartphone, atau membuat permainan sendiri dengan apa saja yang tersedia saat itu atau bermain dengan saudara dan anak lain di samping mereka. Sebagian anak mungkin saja turun dari kursi, berjalan ke undakan samping jajaran kursi bahkan beranjak ke depan mendekati layar.  

Anak-anak usia TK dan di bawahnya bahkan bisa merengek, minta keluar studio, atau minta pulang. Menangis dan merengek merupakan teknik yang mereka pelajari secara alami untuk membuat orang dewasa atau orang tua memenuhi permintaan mereka. Orang tua umumnya menuruti permintaan mereka daripada mengganggu keasyikan penonton bioskop satu studio. 

4. Anak Menikmati Aksi Laga dan Menirunya

Adu jotos antara Batman dan Superman tidak seperti duel Superman dan Zod di film Man of Steel yang menghancurkan bangunan di sekitarnya. Pertarungan Batman dan Superman layaknya manusia biasa sebab Batman menggunakan gas kryptonite untuk melemahkan Superman. Kedua pahlawan super itu baku hantam dengan pukulan dan tendangan alami saja. Anak-anak mungkin menikmatinya, bahkan meniru karena pertarungan Batman dan Superman mudah diikuti. 


Di luar duel Batman dan Superman, baku hantam Batman dan lawan-lawannya tetap dipertontonkan. Pukulan-pukulan mengenai anggota badan secara langsung baik dengan tangan, kaki saja maupun menggunakan senjata tumpul dan tajam. Adegan perkelahian yang merusak lingkungan sampai radius ratusan meter tetap ada, terutama di bagian akhir cerita. Film Batman v Superman menyediakan aneka ragam perkelahian untuk simpanan memori dan alam bawah sadar penontonnya, termasuk penonton anak-anak.  

5. Anak Sulit Membedakan Kebenaran dan Kejahatan

Batman dan Superman dalam film Batman v Superman adalah sosok pahlawan super yang dicintai sekaligus dibenci oleh warga kotanya masing-masing. Superman dituding membawa bencana di samping misi penyelamatannya. Batman juga dikenal sebagai sosok yang cukup ‘kejam’ dalam meringkus penjahat dan lawannya. Anak-anak yang dididik dengan ketegasan salah-benar, mungkin akan kesulitan membedakan siapa yang baik dan jahat dalam film Batman v Superman. Film adaptasi dari Komik DC ini mempertontonkan dilema hitam-putih para pahlawan super.    

Pertanyaan, “Kok, si Batman jadi jahat ke Superman, sih?” dan “Kok, Superman berantem sama Batman?” mungkin meluncur dari mulut si anak? Kalimat apa yang akan digunakan orang tua untuk menjelaskan hal itu? 

Orang dewasa pun mungkin perlu diskusi lebih lanjut dengan sesama penonton lainnya untuk memahami cerita film Batman v Superman: Dawn The Justice. Terlebih jika si penonton bukan orang yang suka membaca komik DC atau mengikuti film Batman dan Superman dalam berbagai versi. Film Batman v Superman: Dawn The Justice merupakan awal dari seri The Justice League, kelompok superhero komik DC yang mirip The Avanger dalam komik Marvel. Maka dari itu, banyak teka-teki ditinggalkan dalam film Batman v Superman. Misalnya perkenalan sosok  The Flash (Ezra Miller), Aquaman (Jason Momoa) dan Cyborg (Ray Fisher) selain Wonder Woman (Gal Gadot).


Bijak Memberikan Pemahaman Kepada Anak 

Maraknya promosi film Batman v Superman: Dawn The Justice dapat memicu keinginan anak usia 13 tahun ke bawah untuk menonton film ini. Keputusan berada di tangan orang tua, mengizinkan atau melarangnya. Jika orang tua mengizinkan, apa yang harus dilakukan pada saat menonton dan setelah menonton film? Apabila melarang, kemungkinan anak menonton di internet, saluran televisi, atau melalui DVD tetap ada. 

Anak-anak yang sangat mengidolakan Batman atau Superman bisa jadi merindukan sosok ayah yang bisa menjadi pelindung mereka. Kebutuhan kasih sayang dari ayah, mungkin belum terpenuhi sehingga mereka berusaha mendapatkannya dari sosok imajiner yaitu Batman atau Superman. Kebutuhan itu juga ditangkap para pemasar dengan menyandingkan brand produknya dengan sosok Batman dan Superman sehingga muncullah die hard fans of Batman and Superman. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi orang tua, terutama untuk kembali menjadi sosok pemenuh cinta kasih dan pahlawan bagi anak-anaknya.  

Sumber informasi: foxnews.com, imdb.com
Sumber gambar: comicbookresources.com, imdb.com, Fans Page Batman v Superman: Dawn of Justice


Comments
8 Comments

8 komentar:

  1. ada negatif dan positifnya nonton film batman vs superman

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maka dari itu kita harus bijak saat mengajak anak-anak nonton

      Hapus
  2. Setuju dengan beberapa alasan di atas. Salah satunya sudah terbukti saat kami menonton film itu dari awal hingga akhir, ada saja anak yang bertanya ke orangtuanya tentang jalan cerita. Pfiuuuh ....

    BalasHapus
  3. terimakasih pak sudah diingatkan :)

    BalasHapus
  4. untung belum punya anak :)
    nanti kalau sudah berkeluarga dan punya anak saya harus bijak nih

    BalasHapus
  5. Ini aku belum nonton euy. Penasaran banyak meme berseliweran ttg film ini.
    Kadang2 ada yg suka bawa anak pas nonton film yg sebetulnya kurang cocok utk usia mereka.

    BalasHapus
  6. Iya, kalo anak banyak bertanya saat menonton film disamping tak nyaman buat kita juga mengganggu penonton lainnya.
    Kita harus memberikan pengertian setiap nonton film, seperti yang dibilang diatas anak tak bisa membedakan mana yang kejadian sebenarnya dan hanya pura-pura.
    salam

    BalasHapus
  7. Untungnya saya nonton sendiri, belum punya anak sih hehehehe... Ntar kalau udah punya anak musti selektif dalam memilih film yang mau di tonton :)

    BalasHapus