Menulis, Buku, Kehidupan

Selasa, 20 Oktober 2015

Skenario Kabaret Meta-Morpo-SMI

Berikut ini skenario kabaret Meta-Morpo-SMI yang akan dipentaskan pada milad ke-3 PT. Sygma Media Inovasi. Beberapa bagian perlu pengembangan lagi agar pementasan lebih menarik.


Babak 1 Kabaret Meta-Morpo-SMI

Di sebuah taman kota, lima kupu-kupu terbang riang
[LAGU Kupu-kupu yang Lucu]
Kupu-kupu yang lucu
Ke mana engkau terbang
Hilir mudik mencar
Bunga-bunga yang mekar
Berayun-ayun/ Pada tangkai yang lemah
Tidakkah dirimu/ Merasa lelah…

Kupu-kupu 1 : Wah, ada tomat busuk! Aku suka sari tomat busuk (hinggap di atas tomat busuk dan menjilat air tomat busuk)
Kupu-kupu 2 : Hehehe, Pak Ayam, kasih aku hadiah, nih. Mumpung masih hangat (menhgirup dalam-dalam aroma kotoran ayam yang masih baru dengan ekspresi bahagia)
Kupu-kupu 3 : Ah, kalian ini, enakan juga ini (berjalan pelan, ke bekas kemasan sari buah)
Kupu-kupu 4 : Untung pipanya masih bocor, aku lebih suka air di tanah ini… (terbang maju-mundur di atas permukaan tanah basah)
Kupu-kupu 5 : Hah… sepertinya aku harus ke tempat sampah lagi. Tidak ada sisa-sisa daging kesukaanku (terbang menjauh)  

Beberapa hari kemudian, kelima kupu-kupu itu bertelur. Sebagian telurnya menetas di satu taman rumah kosong. (lima ulat keluar dari telur secara bersamaan)
[LAGU Bangun Pemuda Pemudi]
Bangun pemudi pemuda Indonesia
Tangan bajumu singsingkan untuk negara
Masa yang akan datang kewajibanmu lah
Menjadi tanggunganmu terhadap nusa
Menjadi tanggunganmu terhadap nusa

[LAGU Bangun Tidur – Mbah Surip]

Bangun tidur tidur lagi
Bangun lagi tidur lagi
Bangun tidur lagi
Ha ha ha ha

Babak 2 Kabaret Meta-Morpo-SMI

Ulat-ulat kelaparan. Mereka berebutan menuju dedaunan
[LAGU tempo cepat yang mengiringi perebutan dedaunan]

Master Kum, penghuni lama melihat aksi ulat-ulat itu
(Master Kum terlihat galak dan bersiap-siap marah)

Master Kum :  [Lagu Ayo Makan Bersama – Pak Kasur]
Sebelum kita makan dik cuci tanganmu dulu
Menjaga kebersihan dik untuk kesehatanmu
Banyak-banyak makan jangan ada sisa
makan jangan bersuara

Banyak-banyak makan jangan ada sisa
ayo makan bersama

Master Kum :  Ayo-ayo… yang banyak makannya. Jangan berebutan

Setelah makan, Master Kum memberi nasihat. Terutama nasihat pertahanan diri terhadap sekelompok burung pipit, Laskar Kejepit.

Master Kum :  Jadi begitu, mulai hari ini dan seterusnya, kalian harus semangat berlatih selain makan, ya.

Keesokan hari dan selanjutnya, hanya Master Kum saja yang terlihat giat berlatih seperti biasa. Para ulat tidak begitu bersemangat latihan.

[Lagu Patriot Olahraga]
Kami….. ( 4x )
Kami…… ( 3x )
Kami patriot
Kami patriot
Kami ini patriot olah raga
Mengabdi berkarya untuk nusa bangsa
Dalam meraih cita-cita

Inco             : Kalian ini menyedihkan sekali, lihat aku dong! (mengangkat ranting kecil layaknya barbel berat)
Lezi             : (menguap) Aku juga mau latihan di dalam …. (tertidur)
Layer           : Aku sudah latihan banyak. Dan aku merasa nggak harus ngomong pada kalian semua kalau aku sudah joging sepanjang malam, latihan angkat beban, dan melatih tandukku supaya muncul.
Bosi             : Sudah diam! Aku masih lapar, cepat ambilkan daun-daun lebih banyak
Ubay           : Siap (tergesa mengumpulkan daun)
Master Kum : (geleng-geleng kepala)

Babak 3 Kabaret Meta-Morpo-SMI

Suasana mendadak gelap. Sekelompok Burung Pipit datang. (Musik latar yang mencekam)

Bosi             : Oh, jadi ini yang namanya Laskar Kejepit. Haha hahahaha… (terbatuk-batuk)

Bosi             : [Lagu Jagoan - Sherina]
Dia pikir…
Dia Yang paling hebat
Merasa paling pintarDan paling kuat
Dia memang pintar.. (Pintar ngibul..hahaha)
Dia memang kuat (kuat makannya alias rakus..hahahaha)

Ketua Pipit   : [Lagu Malam Terakhir - Roma Irama]
intro
Malam ini malam terakhir bagi kita
Untuk mencurahkan rasa rindu di dada
Esok aku akan pergi lama kembali
Kuharapkan agar engkau sabar menanti

Master Kum : (Maju dengan ekspresi menantang)
Master Kum : [Lagu River – JKT48]
Majulah ke depan! (Got it!)
Janganlah berhenti! (Got it!)
Tujuan tempat matahari terbit
Ayo langkah di jalan harapan

Suasana semakin memanas. Sang Master berusaha melawan, namun ia sendirian. Para ulat tak bisa membantu. Sang Master memerintahkan para ulat masuk ke lubang persembunyian. Sang Master gugur.

[Lagu Gugur Bunga _Ismail Marzuki]
Telah gugur pahlawanku,
Tunai sudah janji bakti
Gugur satu tumbuh seribu,
tanah air jaya sakti…


Babak 4 Kabaret Meta-Morpo-SMI

Serangan burung pipit yang membuat Sang Master gugur membawa perubahan sedikit pada para ulat. Mereka mulai rajin latihan pertahanan diri.

Layer           : Lihat saja, nanti. Kalau mereka semua datang. Akan kuhancurkan (menghancurkan daun dengan tangan, lalu melahapnya dengan rakus)
Ubay  : Aku sudah punya lubang penyelamatan diri. Di sana juga aku akan berubah jadi kepompong
Inco   : Ngggggg…. (seperti sedang mengejan, berusaha menguarkan tanduk dari kepala)
Lezi    : Guling-guling maut (gulang-gulung gulang guling lalu tertidur)
Bosi   : Hahahaha. Jangan khawatir, inilah Master Kum, saudara Sang Master. Bersama dia, kita aman (datang sambil mendorong bahu Master Kum dengan salah satu tangan kirinya)  
  
Kedatangan Master Kum membuat sebagian ulat merasa aman dan melupakan latihan pertahanan diri, kecuali kedua ulat ini
Inco   : Ngggggg…. (seperti sedang mengejan, berusaha menguarkan tanduk dari kepala)
Lezi    : Guling-guling maut (gulang-guling gulang guling lalu tertidur)

Akhirnya kawanan burung Pipit datang lagi.

Layer : Hahaha (terlihat sangat berani) Majulah kalian semua

(Burung pipit maju bersamaan)

(Layer lari ke belakang Master Li. Namun Master Li ternyata bersiap lari juga). Kawanan Pipit lebih sigap, Master Li, dan Layer dipatuk dan tamatlah riwayat mereka.

Bosi   : Ayo hadapilah (mendorong Ubay)
Ubay dan Bosi dipatuk juga.
Inco   : (ketakutan) ayo kita hadapi bersama (mengejan)
Lezi    : i….iya (berguling-guling) Badannya terkena noda di tanah sehingga terlihat seperti bulatan mata
Inco   : Ngggg… bukan tanduk yang keluar, namun semacam gas yang tersebar cepat

Burung-burung pipit kaget dengan tubuh Lezi yang seperti mata hewan berbahaya dan bau yang menusuk. Mereka pergi.

Inco dan Lezi lega. Merekamengambil tempat ke sudut ternyaman. Lalu mulai berubah menjadi kepompong.

Inco berubah menjadi kupu-kupu, Lezi berubah menjadi ngengat.
Lezi    : [LAGU: Kupu-kupu – Mely Goeslow]
Kupu-kupu jangan pergi
Terbang dan tetaplah di sini
Bunga-bunga menantimu
Rindu warna indah dunia

Inco   : [LAGU: Kepompong - Sind3ntosca]
Dulu kita sahabat/ dengan begitu hangat/ mengalahkan sinar mentari
Dulu kita sahabat/ berteman bagai ulat/ berharap jadi kupu-kupu
Persahabatan bagai kepompong/ mengubah ulat menjadi kupu-kupu/ Persahabatan bagai kepompong/ hal yang tak mudah berubah jadi indah

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar