Menulis, Buku, Kehidupan

Senin, 14 September 2015

Velbel; Vegetable and Belle


Makanan yang sehat, lezat, dan penampilan menarik mungkin bukan kriteria menu makan siang sebagian besar karyawan dan profesional di kota-kota besar. Padahal makanan sehat akan menunjang aktivitas kita esok dan beberapa tahun lagi. Velbel menawarkan hal itu, khususnya kepada warga Bandung.


Layanan Makanan Sehat Velbel


Saya mengikuti event semacam test food yang digelar Velbel dengan tajuk Velbel Dinner. Lokasinya di  Freenovation Sidehouse yang beralamat di Jln Bagusrangin 21, tidak jauh dari kantor Telkom Bandung. Saya sempat mengira, Velbel itu semacam restoran atau cafĂ©, ternyata…

Velbel adalah start up lokal, usaha yang bergerak secara on-line di dunia maya. Penggagasnya Mella Susantika. Lulusan At-Sunrice GlobalChef Academy di Singapura itu, ingin mengedukasi masyarakat indonesia untuk makan secara tepat sesuai dengan kebutuhan tetapi tetap yummy di lidah dan tidak menyiksa perut. Menurut Mella yang pernah menjadi Chef di Shangri-La Hotels and Resorts, “banyak banget yang bikin kind of diet yang menurut saya tidak sesuai dengan kebutuhan kita. Jadi kalau kita masih bisa makan enak dan sehat, why not?


Chef Mella

Melalui Velbel, gadis berdarah Sunda-Singapura itu menawarkan menu makan siang yang diantar langsung ke alamat pelanggan. Velbel memberikan jaminan 100% untuk kehalalan, kualitas, kesegaran, dan kebersihan menu-menunya. Setiap hari tim Velbel meracik bahan-bahan segar dengan cara memasak yang sehat seperti panggang, kukus, juga tanpa dimasak sama sekali (raw food). 


Contoh Menu Makanan Sehat Itu


Smoked Salmon with Sour Cream Dill and Flat Bread

Pada Velbel Dinner saya mencicipi beberapa menu Velbel. Velbel Dinner dimulai dengan appetizer hidangan pembuka yaitu Smoked Salmon with Sour Cream Dill and Flat Bread atau Roti Salmon Asap dengan Krim Asam.  

Saat melihat hidangan pembuka ini, saya pikir akan melahap semacam sushi. “Bakalan nggak bisa tertelan, nih!” Saya punya pengalaman buruk saat makan sushi dari daging ikan mentah di satu hotel Jakarta. Sushi itu membuat perut saya mual. Maka dari itu, saya khawatir Salmon Asap sebesar biskuit itu akan kembali membangkitkan rasa mual.


Smoked Salmon with Sour Cream Dill and Flat Bread 

Saya mengambil garpu dan pisau. Saya sisihkan batang daun yang belakangan ini saya ketahui bernama fennel atau adas. Pisau bergerigi membelah tumpukan salmon asap dan roti gandum. Gigi dan lidah saya bekerja sama mengunyah pelan, menahan napas. Salmon asap lumat bersama roti gandum. Sour Cream Dill menyebar di permukaan lidah. Rasa krim asam namun tidak begitu menusuk. Enak! Sisa Smoked Salmon with Sour Cream Dill and Flat Bread saya masukkan ke mulut sambil tersenyum.  

Untuk Smoked Salmon with Sour Cream Dill and Flat Bread yang kedua saya baru melahapnya bersama batang fennel. Sensasi pedas menjalar di lidah, seolah mulut ini baru mengulum kembang api. Aduh, kenapa fennel-nya tidak dimakan dari tadi, ya? Saya agak menyesal jadinya. Beberapa menit kemudian, tiga Smoked Salmon with Sour Cream Dill and Flat Bread telah mendiami perut saya. Alhamdulillah…


Aromatic Beef Tenderloin with Carrot Puree

Piring-piring kosong diangkat. Chef Mella akan menyajikan main course yaitu Aromatic Beef Tenderloin with Carrot Puree. Gadis berkulit sawo matang itu membawa segenggam daging, talenan, dan dua pisau. Jari-jemarinya yang lentik memotong daging Aromatic Beef Tenderloin setebal keripik tempe, lalu meletakkannya di atas Carrot Puree yang tersaji di piring. Taburan daun peterseli (Parsley) mempercantiknya. Sampel Aromatic Beef Tenderloin with Carrot Puree siap dicicipi.


Aromatic Tenderloin Beef utuh

Beberapa menit kemudian, sepiring Aromatic Beef Tenderloin with Carrot Puree hadir di hadapan setiap orang. Saya agak ragu menyantap potongan daging itu karena warna bagian dalam masih kemerah-merahan. Ternyata daging dimasak dalam oven dengan thyme level kematangan medium. Saya potong daging, menusuknnya dengan garpu dan mengoleskan Carrot Puree dan taburan daun peterseli. Daging yang kenyal namun lembut berpadu dengan serat-serat wortel dalam butter. Daun peterseli memberikan sensasi rasa yang cukup menyengat. Andaikan daging baru keluar dari oven pasti rasanya daging tenderloin itu akan sangat nikmat. 

Beef Tenderloin with Carrot Puree

Sebelum tahu nama main course ini, saya sempat menduga, terbuat dari apakah saus berwarna kuning telur itu. Seperti wortel, tetapi kenapa warnanya kuning cerah? Ternyata parutan lemon dan wortel dicampur dengan butter. Pantas saja, warna orange dari wortel tidak begitu mendominasi. Saya lebih suka saus yang seperti ini daripada saus yang dikentalkan dengan tepung maizena.

Perlahan tetapi pasti, saya habiskan daging dan sausnya. Saya teringat steak tenderloin dan steak lainnya yang tersaji dengan ukuran daging setelapak tangan anak-anak. Nah, Aromatic Beef Tenderloin ini meskipun tidak berukuran besar, namun porsinya cukup mengenyangkan dan sehat!

Classic Mojito dan Raw Strawberry Cheese Cake

Selain air dalam kemasan botol, saya disuguhi Classic Mojito. Minuman ini terdiri dari soda, gula cair, jeruk lemon, dan daun mint. Minuman yang konon berasal dari Kuba tersebut, resep aslinya menggunakan white rhum. Jika menggunakan jadi minuman beralkohol dong. Jadi, Classic Mojito tanpa rhum ini adalah solusinya.

Classic Mojito

Rasa manis, asam, segar, dan soda yang sedikit mengigit bersatu di kerongkongan. Pas sekali menikmati minuman ini setelah makan daging tenderloin. Saya seruput sedikit demi sedikit agar lebih terasa nikmatnya di lidah. Kemudian datanglah Raw Strawberry Cheese Cake sebagai dessert atau makanan pencuci mulut.


Raw Strawberry Cheese Cake

Sebuah stroberi berbalut cokelat beku, ditumpuk di atas saus keju dan roti gandum berbentuk bulat. Saya membelah stroberi agar terlihat warna merahnya. Manis-asam-asin keju berpadu. Lidah saya kembali menikmati aneka paduan rasa dalam beberapa kunyahan. Segar dan porsinya pas bagi pelaku diet. Raw Strawberry Cheese Cake menjadi akhir santapan kami di Velbel Dinner. Pengalaman kuliner ini cukup berkesan di lidah dan hati saya.  

Velbel, Vegetable and Belle


Sebelum pulang, saya sempat bertanya kepada Bella, staf marketing Velbel mengenai makna nama Velbel. Velbel merupakan singkatan dari Vegetable (Bahasa Inggris artinya sayur) dan Belle (Bahasa Prancis artinya cantik). 


Velbel Dinner

Salah satu pola diet yang sering disarankan para ahli adalah membatasi asupan karbohidrat dan banyak makan sayur dan buah. Velbel berusaha mengatasi keengganan orang makan sayur dengan menu-menunya. Bella yang tidak suka bayam, akhirnya suka bayam setelah bayam diolah sedemikian rupa oleh Chef Mella.

Saat ini Velbel melayani pesan-antar makan siang untuk warga Bandung dengan menggunakan jasa Gojek. Setelah makan siang, Velbel akan menggarap menu sarapan dan dinner. Kita harus menyediakan dana Rp30.000-Rp50.000 untuk menikmati menu Velbel. Jika masih ragu, kita juga dapat berkonsultasi dengan ahli nutrisi & diet Velbel. Silakan kontak mereka di: 

VELBEL PROJECT
Telp 0812-3666-3436 

Comments
12 Comments

12 komentar:

  1. Waaah, patut dicoba nih. Sudah sehat, enak, eemmm, apalagi klo pake diskon besar hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga dipertimbangkan Bella, staf marketing Velbel ^_^

      Hapus
  2. di Bandung sekarang serba ada ya, ini lagi makanan sehat.. kerrren. gak kayak di sini, hehe.. :D

    BalasHapus
  3. Makanannya bikin ngiler. Udah enak, sehat pula... hmmmm. ira.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngiler juga sama Bento bikinan Mbak Ira, nih ^_^

      Hapus
  4. Makanannya bikin kepengen, dilihatnya seger gitu, di Bandung mah emang sagala aya nya...kali aja Bang Koko mau buat di Bekasi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, bisa jadi peluang bisnis buat Eka, lho

      Hapus
  5. Salut dengan komitmen menyajikan healthy foodnya. Semoga lain waktu bisa mencicipi menu Velbel lainnya :D

    BalasHapus
  6. Balasan
    1. Terima kasih atas kunjungannya, Mas Hengky

      Hapus