Menulis, Buku, Kehidupan

Jumat, 11 September 2015

Novel Anak Holidaylicious Konnichiwa,Jepang! karya Laksita Judith.


Novel Anak Holidaylicious Konnichiwa,Jepang! karya Laksita Judith agak berbeda dengan tema novel traveling pada umumnya. Sebagian orang sangat suka melakukan perjalanan ke luar negeri. Namun Aimi sang tokoh pergi ke luar negeri untuk mengobati luka di hatinya. Luka hatinya karena apa, ya?

Kecewa dengan Ibu

Tokoh utama novel anak Holidaylicious Konnichiwa,Jepang! Bernama Aimi. Ia kecewa karena mengalami kecelakaan saat menuju tempat audisi penyanyi idola. Setelah dua minggu memulihkan diri di rumah sakit, Aimi mendapat kabar bahwa Erica, sahabatnya lolos audisi. Aimi sedih sekali. Ia menyalahkan ibunya yang menyetir mobil. Aimi terluka cukup parah sehingga batal mengikuti audisi, sementara ibu hanya luka ringan saja. Aimi menjadi benci kepada ibunya sendiri.

Nenek dan kakek Aimi yang berasal dari Jepang datang berkunjung. Nenek dan kakek menganjurkan Aimi untuk memulihkan diri di Jepang. Aimi setuju. Aimi terbang ke Jepang bersama orang tua ibunya itu. Aimi pernah tinggal di Jepang sampai usia 5 tahun, sebelum menetap di Indonesia karena pepindahan tugas kerja sang ayah. Aimi sudah tidak begitu ingat lagi dengan pengalaman tinggal di Jepang.

Di Jepang, kakek dan nenek Aimi mengelola restoran. Di restoran itulah Aimi bertemu dengan Yuka, seorang anak perempuan yang sebayanya. Awal pertemuan Aimi dan Yuka kurang menyenangkan,  karena Yuka memarahi Aimi. Yuka yang sedang bekerja di restoran itu tidak suka diperhatikan Aimi. Setelah Yuka diperkenalkan secara langsung oleh kakek-neneknya, Aimi tetap tidak menyukai Yuka. Terlebih Yuka menganggap Aimi anak manja.

Yuka tetap mematuhi permintaan nenek untuk menemani Aimi melihat-lihat tempat menarik di Jepang. Aimi juga berkenalan dengan Ayame dan Asami sepulang dari Big Bang Children’s Museum Osaka tanpa ditemani Yuka. Berbagai pengalaman bepergian Aimi bersama Yuka membuat keduanya mengenal lebih jauh. Akhirnya Aimi mengetahui latar belakang keluarga Yuka sehingga Yuka rela membantu pengelolaan restoran nenek dan kakek Aimi.

Alasan Bodoh

Awalnya saya tidak menyukai sikap tokoh Aimi yang membenci ibunya hanya karena gagal mengikuti audisi. Terlihat sepele, namun tidak bagi anak yang terobsesi ingin jadi artis kali, ya? Namun saya sisihkan dulu ketidaksukaan itu dan terus membaca novel Holidaylicious Konnichiwa, Jepang. Saya berharap, Judith memberikan alasan kuat sikap tokoh Aimi tersebut di akhir cerita. Pada akhirnya, sikap benci Aimi itu memang berhubungan dengan bagian akhir cerita, terutama latar belakang keluarga tokoh Yuka.

Judith cukup cerdik dengan menempatkan Aimi sebagai keturunan Jepang-Indonesia untuk mengatasi kendala penggunaan bahasa. Judith hanya menggunakan satu dua kata bahasa Jepang saja di awal percakapan. Bahasa seolah bukan menjadi masalah, karena pembaca bisa mengangap Aimi berkomunikasi dengan kakek-nenek dan teman-teman barunya menggunakan bahasa Jepang.

Pengalaman menulis beberapa buku tampaknya juga telah melatih Judith untuk menempatkan kunjungan Aimi ke beberapa tempat menarik di Jepang dalam rangka untuk menghibur hati Aimi yang kecewa. Bukan sengaja jalan-jalan untuk sekadar melihat-lihat atau berfoto selfie. Namun saat menuturkan keberadaan Aimi di tempat wisata, Judith menuliskannya seperti artikel. Misalnya pada halaman 34 dan 35 ini.  
Ruang galeri permainan terdapat di lantai satu. Isinya tentang dunia roket dan antariksa. Mereka jadi bisa belajar tentang kinerja roket. Informasi di situ disajikan dalam bahasa yang ringan sehingga sangat mudah dicerna.   

Ada baiknya, lain waktu Judith mengambarkan saja apa yang dilihat oleh Aimi di Big Bang Children’s Meseum Osaka itu. Bagaimana cara Aimi mendapatkan dan menyimak informasi di lantai satu itu diceritakan melalui gerak langkah Aimi sendiri, bukan dirangkum oleh narator dalam hal ini Judith sebagai penulis. Biarlah pembaca menarik kesimpulan sendiri tentang apa yang terdapat di sana.

Big Bang Museum (earthavenmuseum.com)

Kemasan melihat-lihat tempat wisata yang cukup baik adalah saat Aimi dan Yuka mengunjungi Osaka Castle Park. Judith berusaha menggambarkan apa yang ditemukan Aimi di Osaka Castle Park. Aimi juga mencoba baju perang dan bergaya ala prajurit samurai. Pada halaman tersebut, keunikan tempat wisata dipadukan dengan aksi tokoh, bukan sekadar melihat-lihat saja.   

Ending yang Merangkum

Di akhir cerita, Judith berusaha menjelaskan kenapa kakek dan nenek Aimi bisa mempekerjakan Yuka. Hal ini ada kaitannya dengan masa lalu Yuka sekaligus memberikan pencerahan atas kekecewaan Aimi pada ibunya. Sepertinya Judith memang merancang ending dan opening cerita secara berkesinambungan, sehingga akhir kisah Holidaylicious Konnichiwa, Jepang! Masuk akal juga.

Novel Anak Holidaylicious Konnichiwa, Jepang! Yang hanya mengambil latar tempat Osaka memberi peluang kepada penulis lainnya untuk menuliskan kisah di negara Jepang juga. Namun perlu penelitian dan rujukan jika penulis belum pernah ke Jepang sehingga tidak menjadi novel latar Jepang tapi rasa Jakarta atau kota lain di Indonesia. Terlebih seri Novel Anak Holidaylicious ini akan terus berlanjut jika jumlah pembaca seri Holidaylicious terus meningkat. 

Osaka Castle Park (japan-guide.com)
Comments
2 Comments

2 komentar: