Menulis, Buku, Kehidupan

Kamis, 17 September 2015

Liburan, Senyum Sapa dan Salam untuk Mengatasi Kemacetan


Bapak dan Ibu Polisi Lalu lintas, setiap berangkat kerja, aku sering melihatmu di perempatan jalan itu: mengatur lalu lintas agar lancar. Entah mengapa harus ada sosokmu dulu, kemacetan di jalan yang kulalui sedikit terurai. Pastilah engkau berlomba dengan terbitnya sang mentari untuk menunaikan tugasmu itu.

Di hari libur, kau pindah ke pusat keramaian dan rekreasi. Kerjamu seolah tanpa henti. Aku ingin kau bisa rehat sejenak. Liburan sambil menebar manfaat, misalnya bergabung dengan kegiatan komunitas 1000 Guru.

Komunitas1000 Guru merupakan kumpulan relawan dengan 2 kegiatan, teaching & traveling. Latar belakang profesi dan pekerjaan mereka beragam. Mereka mengunjungi pelosok Indonesia untuk mengajar bukan Matematika atau IPA, namun menceritakan keseharian mereka, dan bermain bersama anak-anak pelosok negeri itu. Jika engkau bergabung, engkau bisa menjelaskan suka-dukamu di jalan raya. Anak-anak itu kelak merantau ke kota. Menetap, menggunakan kendaraan bermotor yang turut membuat macet. Kau bisa memberi pemahaman, mencegah urbanisasi sejak dini melalui kisahmu. 

Kegiatan Komunitas 1000 Guru

Selain mengajar, kau juga dapat berwisata. Bepergian dapat menambah wawasan ideologi, budaya, kebiasaan, serta mengubah cara pandangmu terhadap diri, lingkungan, juga bangsa kita sehingga engkau dapat lebih cerdas dan kreatif. Hal ini sudah diteliti oleh Frédéric C1. Godart dan para koleganya.

Sekembali dari liburan, pikiranmu lebih tenang dan santai. Saatnya melakukan 3S: Senyum, Sapa, dan Salam kepada pengguna jalan raya. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa perilaku 3S memberikan kepuasan kepada konsumen. Salah satunya penelitian Febrianto dan Widiana2. Mudah-mudahan 3S yang engkau lakukan dapat memberikan dampak positif kepada pengguna jalan raya. Mereka lebih tertib sehingga kemacetan berkurang. Semoga teaching, traveling, budaya 3S, turut memberi solusi kemacetan, sementara pemerintah dan pihak lainnya juga berusaha mencari dan menerapkan solusi masalah kemacetan.

Polisi tetap tenang dalam mengatasi masalah

Rujukan
1. Frédéric C dkk (2014), Fashion with a Foreign Flair: Professional Experiences Abroad Facilitate the Creative Innovations of Organizations. Diakses pada 17 September 2015 di http://amj.aom.org/content/58/1/195.abstract

2. Febrianto, Muhammad Riza., Widiana, Herlina Siwi., (2012) Efek Pelayanan Senyum, Salam, Sapa Petugas Kasir terhadap Kepuasan Konsumen Supermarket, Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan. Diakses pada 17 September 2015 di  
http://download.portalgaruda.org/article.php?article=299738&val=1286&title=EFEK%20PELAYANAN%20SENYUM,%20SALAM,%20SAPA%20PETUGAS%20KASIR%20TERHADAP%20KEPUASAN%20KONSUMEN%20SUPERMARKET


Sumber foto
2. seribuguru.org
3. kabar24.bisnis.com
Comments
9 Comments

9 komentar:

  1. Sepertinya polisi mengajar Sudan diterapkan deh Mas koko. Pernh lihat di YouTube. Btw, ide 3Snya mantap juga. Moga menang ya Mas ☺

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, usulnya sudah kadaluwarsa nih. Semoga bisa mengingatkan bapak dan ibu polisi lagi

      Hapus
  2. Polisi liburan sambil ngajar..lain waktu tukeran...anak2 bantuin ngatur lalu lintas. Fun and emphatic...setuju om Koko :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya bakal tambah macet kalau anak TK atur lalu lintas, ya. Tapi boleh dicoba tuh Mbak Ifa ^_^

      Hapus
  3. polisi merangkap jadi guru, wah mantap nih semoga ilmu disiplinnya bisa diterapkan ke pelajar-pelajar muda lainnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, polisi yang berkampanye ke sekolah rasanya sudah, khususnya ke TK atau PAUD. Nah, kalau ke sekolah daerah terpencil yang belum saya dengar

      Hapus
  4. Balasan
    1. Kalau ditilang sama dia (karena emang pengendara yang salah) insya Allah rela :-P

      Hapus
  5. Kalo sama Polwan diatas Ditilang pun saya pasrah :D

    BalasHapus