Menulis, Buku, Kehidupan

Minggu, 16 Agustus 2015

Inikah Restoran Favorit Ridwan Kamil?


Pecinta kuliner pastilah memiliki tempat makan atau restoran favorit karena berbagai alasan. Salah satu alasannya mungkin kenangan indah di restoran itu. Nah, satu restoran di Jalan Ciumbuleuit Bandung siap menghadirkan kenangan indah dalam rasa dan suanana. Terlebih Ridwan Kamil akan sering mampir ke sana.

Interior Putih dan Kunang-kunang Raksasa

Restoran Cawan Kitchen cukup mudah ditemukan jika kita sering menyusuri Jalan Cimbeleuit. Lokasinya sebelum kampus Universitas Parahyangan, di sebelah kiri, jika kita berkendara dari arah Jalan Cihamplas, tepat di depan Hotel Haris.
Bangunannya tidak mencolok, serupa rumah biasa yang di-cat putih. Terdapat beberapa set bangku-bangku putih dan meja di halamannya yang merangkap tempat parkir sepeda motor. Tulisan CAWAN tersemat di tepi atap sedangkan kata KITCHEN dengan ukuran kecil mengiringi di bawahnya.

Begitu masuk, kita akan mendapati pantry di sisi kanan. Kursi-kursi logam bercat putih dengan meja bundar tersusun rapi. Empat orang dapat melingkari meja sambil menikmati santapan Cawan Kitchen. Interior didominasi warna putih dengan tebaran bola lampu kuning yang menggantung. Di malam hari, bola-bola lampu itu serupa kunang-kunang raksasa yang membeku dan mengambang di udara.
  
Metamorfosis Shaffron
Di pantry minuman saya melihat papan menu bertuliskan kata Shaffron. Saya bertanya kepada salah satu teman. Apakah ada hubungan antara Cawan Kitchen dan Shaffron Martabak? Sebab, saat mencari alamat Cawan Kitchen, saya diarahkan mesin pencari ke Shaffron Martabak. Ternyata, Cawan Kitchen merupakan pengembangan dari Shaffron Martabak.

Pantry di bagian depan menyiapkan aneka minuman dan martabak
Shaffron Martabak telah dikenal sejak akhir 2013 dengan variasi martabak manis dan martabak asinnya. Beberapa variasi martabak manisnya menggunakan selai dan cokelat merek terkenal seperti Toblerone, Delfi, dan Cadbury. Martabak asinnya konon sangat lezat karena cocolannya bukan kuah kecap, melainkan saus keju!


Martabak Toblerone
Pengembangan Shaffron Martabak ini membuat pengunjung dapat memilih menu selain martabak. Tahu sendirilah, orang Indonesia beranggapan belum makan jika belum menyantap nasi atau makanan berat lainnya. Ulasan Shaffron Martabak di media-media online yang memberikan testimoni positif membuat saya ikut memilih menu martabak sebagai pilihan pertama untuk bersantap di Cawan Kitchen.  
 
Menu Indonesia Tetap Juara
Berbagai menu tersedia di Cawan Kitchen. Baik menu Eropa, wertern, Jepang, Tiongkok, juga masakan Indonesia. Untunglah saya datang bersama rombongan teman-teman, sehingga bisa saling mencicipi menu yang kami pesan masing-masing. Kami diberikan buku menu yang berisi daftar makanan dan minuman andalan. Namun jika pengunjung ingin menikmati masakan yang spesifik, seperti ala western atau Tiongkok saja, para chef Cawan Kitchen siap memberikan aneka menu lain yang tidak tercantum di buku menu. 

Dua varian martabak kami pilih serentak: Chicken Martabak & Toblerone Martabak. Rasa kedua martabak itu memang seperti yang sering saya baca di berbagai blog dan media massa. Martabak manisnya kenyal namun lembut. Cokelat Toblerone meleleh rata, benar-benar juara. Giliran martabak asinnya saya cicipi. Di mulut, tekstur daging ayam masih terasa. Rupanya daging ayam dipotong agak besar, bukan dicincang, sehingga kita yakin bahwa martabak asin berisi daging bukan sedikit daging dan aneka bahan campuran. Saus kejunya juga membuat martabak asin ini benar-benar beda dengan martabak asin kebanyakan.  

Martabak Asin dengan Saus Keju
Setelah itu, saya dan teman-teman saling cicip makanan yang dipesan. Kami memulainya dari menu-menu western dan Eropa seperti Boneless Crispy Chicken with Gravy Sauce, Hot Dog Gravy Sauce, Mushroom Swiss Beef, dan Poutine. Keempat menu western itu serupa tapi tak sama. Persamaannya yang sangat terlihat pada sausnya. Saya paling menyukai Mushroom Swiss Beef karena isian dagingnya berukuran jumbo. Namun ada seorang teman yang berkomentar bahwa isian daging sebaiknya tipis sehingga mudah digigit sekaligus bersama roti.

Boneless Crispy Chicken with Gravy Sauce
Mushroom Swiss Beef
Hot Dog Gravy Sauce
Poutine
Pada pilihan menu Indonesia, saya sempat menikmati Nasi Goreng Bali, Ayam Bakar Madu, Mie Godhog, dan Tahu Lada Garam. Nah, menu-menu Indonesia ini lebih terasa nendang di lidah karena bumbu dan rempahnya, terutama Nasi Goreng Bali yang mirip dengan nasi goreng sea food. Pedas dari lada dan rasa daging cumi mendominasi indra pengecap saya. Udang berukuran sedang bersembunyi di timbunan nasi. Saya merekomendasikan Nasi Goreng Bali ini kepada para pecinta kuliner Indonesia. 


Nasi Goreng Bali

Dari semua menu yang saya cicipi, saya harus sepakat dengan orang-orang yang pernah mengunjungi Cawan Kitchen, bahwa Nasi Goreng Bali layak menjadi juara, mengungguli menu lainnya. Rasa dan aromanya berbeda dengan nasi goreng yang sering saya santap.


Ayam Bakar Madu

Favorit Ridwan Kamil?
Menjelang pulang, saya dan teman-teman dikejutkan dengan sosok orang nomor satu di Kota Bandung: Ridwan Kami. Walikota Bandung yang akrab disapa Kang Emil itu datang bersama beserta keluarganya, kemudian duduk di meja yang sejak sore sudah disiapkan untuk barbeque. Teman di samping saya berujar bahwa Cawan Kitchen ini milik sahabat Kang Emil. Apakah itu berarti Cawan Kitchen akan menjadi restoran favorit Kang Emil? 


Bersama Ridwan KAmil di Cawan Kitchen
Kami pun akhirnya meminta Kang Emil foto bersama sabagai kenang-kenangan. Hari itu, saya mendapatkan pengalaman rasa yang cukup berkesan, terlebih berjumpa dan berfoto dengan Kang Emil untuk pertama kalinya. Kenangan-kenangan itu sepertinya akan menjadikan Cawan Kitchen sebagai salah satu restoran favorit saya kini dan nanti. 



Informasi
Cawan Kitchen
Alamat Jln.Ciumbuleuit no. 85 Bandung
RSVP : +6282122221596
Jam buka 16.00-22.00 WIB
Harga makanan mulai dari Rp10.000 dan minuman Rp6.000 
Comments
11 Comments

11 komentar:

  1. Review yang sangat menarik dan lengkap. Goodjob.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum bisa fokus, ni. Sagalana dibahas ^_^

      Hapus
  2. Jadi pengen... thanks mas... (y)

    http://irfanazizi.blogspot.com/2015/08/alur-pembangunan-karakter.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. Irfan meninggalkan jejak termodus ^_^

      Hapus
  3. hmmm... infonya lengkap, menggoyang lidah dan menarik kang

    BalasHapus
  4. ga ngangka bisa photo bareng kang Emil di Cawan, rupanya Cawan tempat makan orang kasohor toh :D

    BalasHapus
  5. wajib di kunjungi klw main ke bandung nih gan.nice post gan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas dukungannya ^_^

      Hapus
  6. Wah pengen mampir, makasih infonya Mas Koko

    BalasHapus