Menulis, Buku, Kehidupan

Minggu, 16 Agustus 2015

ASYIK-nya Siete Café, yang Salah Satu Pemiliknya: Tuhan


Bagi sebagian orang, nongkrong, berkumpul bersama teman-teman adalah kebutuhan. Di Bandung, tempat untuk memenuhi kebutuhan itu bertebaran. Salah satunya adalah Siete Café yang berlokasi di Simpang Dago. Berikut ini catatan saya mengenai ASYIK-nya Siete Café setelah mencicipi berbagai hidangan dan nongkrong di sana.

Anak Muda dan Mahasiswa Sasarannya
Lokasi Siete Café di dekat kampus Unpad, ITB, Unikom, dan beberapa kampus lainnya.  Jadi, sangat wajar jika Siete Café menyasar mahasiswa, seperti yang diungkapkan salah satu karyawannya pada saya. Saya mengunjungi Siete Café pada Jum’at malam. Sebagian besar pengunjung, dari penampilannya saya taksir  mahasiswa. Mereka duduk sendirian, berdua, atau pun berkelompok.

Berbagai pilihan tipe meja indoor, outdoor, bahkan private room menjadikan mereka leluasa melakukan aktivitas di Siete Café selain makan-minum. Saya melihat beberapa mahasiswa sendirian, mungkin tengah menyelesaikan tugas kuliah. Sekelompok anak muda di private room juga sayup-sayup sepertinya tengah merayakan ulang tahun seseorang.


Seorang mahasiswa tengah mengerjakan tugas di Siete Cafe

Bangunan Siete Café yang merupakan rumah tempo dulu menjadikan pengunjung seperti pulang ke rumah. Pihak manajemen Siete Café memang hanya diperkenankan menyewa dan menggunakan sebagai cafe tanpa mengubah bangunan kecuali jendela dan pintu oleh pemilik rumah. Bangunan Siete Café termasuk cagar budaya. Sebelumnya menjadi café, Ridwan Kamil dan rekan arsiteknya, pernah berkantor di sana. 

Semua menu disegarkan per 3-6 Bulan
Beberapa café atau rumah makan memiliki menu yang itu-itu saja dari tahun ke tahun. Berbeda dengan Siete Café yang selalu menyegarkan menunya setiap 3-6 bulan sekali. Hal ini dilakukan untuk memberikan pengalaman kuliner yang berbeda pada para pengunjung setia Siete Café.

Menu Siete Cafe

Penyegaran menu dapat berupa modifikasi makanan dan minuman lama atau menu yang benar-benar baru. Sekitar 60%-70% menu Siete Café merupakan santapan ala Barat, sehingga perlu modifikasi dan pemutakhiran agar sesuai dengan lidah orang Indonesia. Untuk menikmati menu-menu tersebut kita harus menyediakan dana Rp25.000-Rp70.000 untuk makanan dan Rp25.000-35.000 untuk minuman. 

Yang jadi andalan
Saat ini ada beberapa menu andalan di Siete Café. Menurut kepala koki, menu ini dirancang untuk menarik pengunjung kembali datang ke Siete Café. Beberapa menu andalan tersebut diantaranya adalah Bake Potato, Kari India, Nasi Campur Bali, New Beef Cordon Bleu, Bruschetta yang terdiri dari 3 variasi (Bruschetta Smoked Salmon, Bruschetta Onion Caramel, Bruschetta Tuna). Di jajaran minumannya ada Ice Nutella Blast, Royal Strawberry Chesscake, dan Lovychee.


Tiga varian Bruschetta
Baked Potato
Chicken Cordon Bleu
Ice Nuttella Blast dan Lovychee

Ice Green Tea dan Royal Strawberry Chesscake

Pada buku menu, kita akan menemukan tanda bintang pada menu-menu baru dan tanda topi koki untuk menu yang direkomendasikan. Jika kita bingung memilih pasangan makanan dan minuman, waiter dan waitress siap membantu sehingga menu makanan utama yang asin atau kaya rempah bisa dipadukan dengan minuman manis dan lainnya.

Internetan Lancar Jaya
Selama di Siete Café saya juga mencoba koneksi internet melalui smartphone. Hasilnya, koneksi lancar jaya! Tidak heran jika di sini terlihat beberapa orang yang menyendiri berteman laptop. Salah satu alasannya mungkin karena koneksi internet yang bagus tersebut. Koneksi internet juga menjadi alasan bagia siapa saja yang perlu berlama-lama terkoneksi dengan internet sampil menyantap minuman dan makanan lezat di Siete Café ini.

Kisah Dibalik SIETE
Nama Siete berasal dari bahasa Spanyol yang artinya tujuh (7), sesuai dengan nomor bangunan saat awal berdiri. Pada mulanya, Siete berlokasi di Jalan Tubagus Ismail Nomor 7, Bandung pada 9 Mei 20012. Saat Siete Café pindah lokasi, nama itu tetap dipertahankan dengan mengacu kepada 6 pemilik + 1 penguasa tertinggi yaitu: Tuhan.

Welcome to Siete Cafe

Selain menyajikan makanan dan minuman dan tempat nongkrong yang asyik, Setiap malam minggu juga tampil live music dari jam 19.00-21.00 WIB. Beberapa pemusik ternama juga pernah tampil di Siete Cafe seperti Tulus, Manusia Srigala, She, Marcel, Cakra Khan, Show case, dan Hulahop. Beberapa kegiatan amal juga pernah digelas Siete Café, misalnya Folktober untuk bencana banjir pada 2013.

Informasi
Siete Café
Alamat: Jl Sumur Bandung No 20, Jawa Barat 40113 (simpang Dago, depan Mc Donald)
RSV: (022) 2500453
Jam buka 11.00-21.30 WIB dan malam minggu tutup jam 01.30 WIB
Harga makanan dan minuman Rp25.000-Rp70.000


Comments
8 Comments

8 komentar:

  1. Balasan
    1. Sesekali rapat di sana aja, Mas Ali ^_^

      Hapus
  2. Tempatnya enak banget, sayang pas kesana pas ngga ada live music, bisa makin betah bisa makin banyak aja pesenannya hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nanti kalau ada konser aja Noniq ke sana lagi ^_^

      Hapus
  3. Ah enak banget tempatnya yaaa, sesekali nyoba ah kesana

    BalasHapus