Menulis, Buku, Kehidupan

Kamis, 02 Juli 2015

Kenali dan Hindari 7 Jenis Korupsi

Kita sering mendengar kata korupsi, namun apakah kita memiliki pemahaman yang sama mengenai tindak pidana korupsi (tipikor) itu sendiri?

Saya beranggapan korupsi itu perbuatan yang merugikan negara untuk memperkaya diri sendiri. Definisi yang masih sangat umum. Nah, akhir Juni lalu, saya menghadiri seminar parenting yang diadakan oleh 123education4kids dan Indonesia Corruption Watch (ICW). Di sana, saya mendapat penjelasan dari praktisi ICW, Sely Martini. Menurut ibu 3 anak tersebut, korupsi dapat digolongkan menjadi 7 jenis.

1. Penyalahgunaan jabatan/kekuasaan yang merugikan keuangan negara 
Seseorang yang menggunakan jabatan atau kekuasaannya untuk memperkaya diri sendiri, orang lain atau perusahaan tertentu berarti telah melakukan korupsi. Orang yang melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan kepentingan umum sehingga merugikan negara bisa juga dikatakan telah melakukan korupsi. 

2. Suap-menyuap 
Suap-menyuap ini sering kita dengar sebagai upaya untuk meloloskan harapan, keinginan, atau kebutuhan si penyuap dengan memberikan uang. Misalnya pengusaha yang sengaja menyuap pejabat untuk mendapatkan izin tertentu. Tanpa menyuap, izin usahanya mungkin tidak dapat berjalan atau malah terlarang. 

3. Penggelapan dalam jabatan 
Jabatan atau kewenangan tertentu di dalam pemerintahan jenjang mana pun memungkinkan seseorang membantu orang lain mengambil uang atau surat berharga milik negara sehingga menguntungkan dirinya sendiri atau orang lain. Penggelembungan dana program pemerintah misalnya. Anggaran dana yang seharusnya cukup 50 juta, diubah menjadi 100 juta agar sebagin dana itu bisa dikorupsi.  

4. Pemerasan 
Pegawai negeri yang memiliki kekuasaan dan kewenangan memaksa orang lain melakukan sesuatu yang menguntungkan dirinya merupakan tindakan korupsi. Begitulah kira-kira pengertian pemerasan yang terkait korupsi ini. Nah, menaikkan tarif di luar ketentuan itu juga contoh pemerasan lho. Misalnya untuk pengurusan surat-surat tertentu seorang pegawai negeri menetapkan tarif yang mahal. Padahal surat-surat itu bisa diperoleh secara gratis atau cukup membayar biaya administrasi secukupnya saja.   

5. Perbuatan curang 
Contoh dari perbuatan curang ini adalah pemborong proyek fasilitas negara yang sengaja menukar bahan proyek bangunan agar ia meraih keuntungan. Untung tersebut dibagi dengan pejabat tertentu. Kecurangan itu selain merugikan negara, dapat juga menurunkan kualitas bangunan. Lihat saja fasilitas umum di sekitar kita yang kualitasnya buruk. Salah satu hal yang membuatnya tidak awet bisa jadi karena perbuatan curang pembuatnya.   
.
6. Benturan kepentingan dalam pengadaan 
Istilah dalam bahasa Inggrisnya adalah conflict of interest. Seorang pejabat negara mengalami benturan kepentingan antara amanah jabatan yang diembannya dan peluang untuk menguntungkan dirinya sendiri, keluarga, atau pun kenalannya. Misalnya proyek pengadaan seragam PNS yang ditangani oleh perusahaan konveksi milik pejabat tertentu tanpa proses penawaran dan seleksi yang ketat, langsung tunjuk saja perusahaan si pejabat. 

7. Gratifikasi 
Gratifikasi berasal dari bahasa Inggris gratification yang berarti kepuasan, kegembiraan. Terkait korupsi, gratifikasi dapat dikatakan sebagai pemberian hadiah serta fasilitas dari seseorang berupa uang, barang, diskon, komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket pesawat, cek perjalanan, liburan gratis, atau biaya pengobatan karena jabatan seseorang di pemerintahan. Pemberian parcel kepada pejabat pun dapat merupakan bentuk korupsi. Maka dari itulah ada anjuran untuk tidak memberikan parcel kepada pejabat negara. 

Sely Martini dari ICW menjelaskan jenis-jenis korupsi
Tujuh tindak pindata korupsi di atas merupakan definisi yang korupsi dijelaskan melalui 13 pasal Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. Berdasarkan pasal-pasal tersebut, korupsi dirumuskan ke dalam 30 bentuk atau jenis tindak pidana korupsi. Tujuh macam tipikor itu bisa dikatakan versi rangkumannya saja. 

Setelah mengenal tujuh macam jenis korupsi di atas, mulailah bulatkan tekad untuk menghindarinya, juga mengingatkan sanak saudara yang kita ketahui melakukan korupsi. Jika setiap keluarga berusaha untuk menghindari korupsi, mudah-mudahan tercipta masyarakat bebas korupsi untuk menuju negara anti korupsi. Setuju, kan?

Comments
3 Comments

3 komentar:

  1. Pemahaman tentang korupsi memang harus sangat mendalam, sampai detil2nya. Terkadang, pejabat sendiri tidak tahu bahwa apa yang dilakukan masuk kategori korupsi...

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  3. Beugh, betapa banyak ya perilaku korupsi di sekitar kita >.< Semoga generasi yang akan datang lebih baik dan nggak ikut-ikutan korupsi. Iya, tanggung jawab kita sekarang sebagai ortu. :)

    BalasHapus