Menulis, Buku, Kehidupan

Rabu, 29 Juli 2015

9 Fakta Tentang Pacar Sewaan

Butuh pacar?
Fenomena pacar sewaan marak diberitakan oleh media daring (online). Sebuah acara bincang-bincang di satu televisi swasta pun sempat menghadirkan 4 narasumber yaitu Sabrina dan Rendy (penyedia jasa pacar sewaan), Ria Winata (presenter, DJ, yang beberapa kali ditawari menjadi pacar sewaan, dan Moammar Emka (penulis, pengamat gaya hidup).

Ada apa dengan pacar sewaan? Untuk apa menyewa seseorang untuk dijadikan pacar? Siapa saja pelaku sewa pacar? Berikut ini beberapa fakta yang saya dapatkan dari penuturan empat orang tersebut.

1. Awalnya Menolong Teman.
Sabrina memberikan jasa sewa pacar kurang dari tahun, sedangkan  Rendy telah menjadi pacar sewaan selama 1 tahun 1 bulan. Awal mula Sabrina memberikan jasa pacar sewaan karena ada pria yang menaksir dirinya tetapi ia tidak suka. Si pria meminta Sabrina tetap menemani dan pura-pura menjadi pacarnya dengan janji sejumlah uang. Sedangkan Rendy memberikan jasa pacar sewaan karena menolong teman saja. Ia pergi mendampingi sang teman ke acara pesta, kemudian diberi uang. Orang-orang yang pernah ‘ditolong’ Sabrina dan Rendy itu merekomendasikan  Rendy pada orang lain sehingga terjadilah pemasaran dari mulut ke mulut. 

2. Sendiri atau Melalui Agensi
Sabrina dan Rendy bekerja sendiri, tanpa perantara atau agensi, sehingga seluruh dana yang didapat masuk ke saku mereka. Moammar Emka menuturkan bahwa pacar sewaan juga memiliki agensi atau perantara. Sang agen mencarikan klien dan menetapkan aturan bagi hasil atas jasanya mencarikan pelanggan. Penyedia jasa sewa pacar yang bekerja sendiri mungkin saja menetapkan tarif lebih murah daripada sewa pacar melalui agensi. Namun agensi menerapkan semacam garansi jika pelanggan tidak puas dengan pelayanan pacar sewaan. 

3. Dipasarkan Melalui Internet
Situs internet tertentu dan media sosial adalah wadah pemasaran pacar sewaan dan jasa sewa pacar. Jika kita mengetikkan kata khusus dengan tanda kutip seperti “pacar sewaan” atau “sewa pacar”, mesin pencari akan mengarahkan kepada ratusan ribu informasi mengenai jasa ini. Di Indonesia, bisnis ini masih bergerak di bawah tanah, sehingga internet menjadi pilihan jalur pemasarannya. Berbeda dengan luar negeri seperti Singapura dan Jepang. Jasa ini sudah diiklankan secara terbuka di media massa cetak atau elektronik di dua negara itu.


Salah satu penawaran sewa pacar

  
4. Disewa untuk Berbagai Tujuan
Tujuan penyewaan pacar beragam. Sabrina pernah disewa untuk menemani siswa SMA datang ke prom night, ulang tahun, menemani liburan seorang duda dan anaknya, bahkan menemani seorang gay yang dituntut segera menikah oleh keluarganya. Rendy menuturkan bahwa ia sering mendampingi gadis-gadis yang juga diharapkan segera menikah, bahkan menemani tante-tante arisan. Secara umum pacar sewaan bertujuan untuk menunjukkan status sudah punya pacar sehingga menghentikan desakan keluarga untuk segera menikah atau mencari calon pendamping hidup. Status jomblo yang tak laku juga berusaha ditutupi dengan jasa sewa pacar ini.

Ria Winata pernah dihubungi melalui menejernya untuk mengaku sebagai pacar seorang pengusaha. Status pacar itu akan dipublikasikan pada akun media sosial si pengusaha, bahkan diberitakan hendak menikah siri dengannya. Ria juga pernah ditawari untuk sekadar menemani makan malam saja saat bekerja di beberapa kota. Namun semua tawaran itu Ria tolak karena tidak ingin satu tawaran berbuntut kejadian-kejadian yang merugikan dirinya di kemudian hari. 

5. Tarif Ratusan Ribu sampai Ratusan Juta.
Sabrina menerima tarif harian misalnya untuk dinner sekitar 2-3 jam Rp.700.000. Untuk acara seharian, tarifnya Rp1.500.000,- Ia bahkan pernah mendapatkan Rp20.000.000 karena pelanggannya senang; Sabrina menemani pelanggan pada acara keluarga besarnya dan dinilai sukses. Rendy memasang tarif Rp2.500.000,- untuk bertemu orang tua klien. Ria Winata pernah ditawari Rp100.000.000,- jika mau menjadi pacar palsu yang dipublikasikan di media sosial sampai diisukan menikah siri. Untuk sekadar makan malam saja, Ria pernah ditawari Rp5.000.000,-. Semua tawaran itu ditolak Ria Winata. 

6. Merancang Skenario Pertemuan
Pacar sewaan yang akan diperkenalkan kepada keluarga, kerabat, atau orang dekat lainnya perlu memiliki biodata atau profil yang mengagumkan. Maka dari itu, data diri pacar sewaan disusun sedemikian rupa sebelum hari penyewaan oleh pelanggan, termasuk jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang mungkin diajukan keluarga. Rendy mencontohkan jawaban yang ia berikan jika ia diperkenalkan sebagai pacar seorang pelanggan. Bekerja di Bank, gaji 5 juta sebulan dan jawaban menyenangkan lainnya ia berikan kepada orang tua pelanggan. 

7. Tanpa Cium, Peluk, maupun Layanan di Kamar. 
Para penyedia jasa pacar sewaan atau sewa pacar mengaku bahwa mereka memiliki kesepakatan tidak ada ciuman, pelukan, dan perilaku intim lainnya saat mereka melaksanakan pekerjaa. Pegang tangan merupakan kesepakatan yang paling sering dilakukan untuk menunjukkan bahwa pacar sewaan dan pelanggannya tengah serius menjalin hubungan asmara. Kesepakatan itu dilakukan sebelum penyedia jasa dan pelanggan memerankan drama pacaran yang sudah dikondisikan. Kemampuan acting pacar sewaan dapat terasah melalui pekerjaannya itu. 

8. Sudah Ada Sejak Lama Namun Tak Bernama
Jasa pacar sewaan atau sewa pacar menurut Moammar Emka sudah ada sejak lama, namun belum terpola dan terpublikasikan secara luas seperti saat ini. Ramainya pembicaraan pacar sewaan atau sewa pacar di beberapa kota belakangan ini, karena jasa pacar sewaan atau sewa pacar mulai dimanajemeni secara profesional. Media massa pun mulai melakukan investigasi dan pemberitaan di media cetak dan elektronik. Jasa yang sekadar menemani seseorang kemudian mendapat sejumlah uang mungkin usianya setua bisnis prostitusi itu sendiri. 

9. Batas dengan Prostitusi Tipis. 
Moammar Emka juga menyebutkan bahwa jasa pacar sewaan atau sewa pacar sebenarnya tipis dengan bisnis prostitusi. Tidak ada jaminan jika 2 orang yan sudah berdekatan, tetap menjalani skenario pacaran sesuai kesepakatan. Sabrina maupun Rendy mengaku bahwa mereka belum sampai melewati batas, namun Emka mencontohkan jasa pijat yang bisa plus-plus juga; jika dua orang sudah berada di kamar, kita tidak tahu apa yang terjadi pada mereka.  

Itulah 9 fakta jasa pacar sewaan atau sewa pacar yang saya coba rangkum dari tayangan bincang-bincang dan berbagai sumber pemberitaan. Tergoda untuk menjalankan bisnis ini? Sebaiknya dengarkan lagu Wali dulu yang berjudul Tomat. :-P

Sumber foto: www.wantchinatimes.com 
Comments
12 Comments

12 komentar:

  1. Pertamax dunk xixxixi

    Gambarnya serem, Mas Koko.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Okay, cari gambar alternatif ^_^

      Hapus
  2. Kok jadi kayak bisnis prostitusi ya? Ah meragukan kalau sampai bayar 5 jt, 20 jt cuma pegangan tangan. Mending jomblo deh dari pada ngeluarin duit segambreng cuma dipatok waktu beberapa jam. Ya mending duitnya buat nyalon dandan. Kalau cakep dikit pan laku. ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Key. Lebih baik persiapkan diri untuk pasangan resmimu nanti sajah :-P

      Hapus
  3. Waaaaah...ternyata bisnis ini sudah merambah Indonesia.
    syereeeem

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagaimana dengan Hong Kong, Ri? Marak jugakah bisnis seperti ini?

      Hapus
  4. Ya ampuuuunn.... ada yang beginian. Kasian banget para pelakunya. Betul kata Moamar Emka, pekerjaan sewa pacar itu beda tipis sama tindakan prostitusi. KZL

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau mau cari kambing hitam atas fenomena ini, bingung juga. Yuk salang jaga dan selalu peduli dengan sekitar kita

      Hapus
  5. wow..ternyata itu beneran ya??*kuper.
    kemarin sempat baca, di group sebelah jasa penyewaan pacar buat acara wisuda dll. kirain cuma orang iseng..ternyata..oh ternyata...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasanya, wisuda bersama orang tua saja sudah cukup, ya. Ternyata ada sebagian orang yang juga butuh pacar saat wisuda

      Hapus
  6. wuiiii rupanya ada toh yang beginiann. hihi unik yaaa

    BalasHapus