Menulis, Buku, Kehidupan

Rabu, 15 Juli 2015

7 Daya Tarik Comic 8: Casino Kings, Sekuel sampai LGTB

Pada lebaran 2015, bioskop-bioskop di Indonesia menayangkan beberapa film lokal yang memiliki daya tarik tersendiri. Salah satunya Comic 8: Casino Kings Apa saja daya tarik film ini? Berikut ulasannya berdasarkan hasil nonton bareng Blogger Bandung, Sabtu (11/7) lalu.

1.Sekuel Comic 8
Kisah film Comic 8: Casino Kings merupakan kelanjutan dari Comic 8. Beberapa bulan setelah merampok bank, Arie Kriting, Babe Cabita, Bintang Timur, Ernest Prakasa, Fico Fachriza, Kemal Palevi, Mongol Stress, dan Ge Pamungkas mendapatkan misi dari Bos Indro guna menyelidiki keberadaan The King, raja judi kelas kakap. Arie Kriting dan kawan-kawannya sebelum menjalankan misi itu sempat ditangkap pihak kepolisian dan diperiksa oleh NCB Interpol Asia Pasific (Prisia Nasution), namun mereka dibebaskan karena tidak cukup bukti keterlibatan mereka atas perampokan Bank Ini.
Untuk menunaikan misi tersebut, Arie Kriting dan tim bergabung dengan 8 pelawak tunggal atau komika dalam sebuah stand up comedy tour. Mereka beraksi di kota-kota besar Indonesia sampai akhirnya mendapat undangan khusus tampil di pulau pribadi milik The King. Namun penampilan mereka  ternyata bukan di atas panggung, melainkan di arena survival game melawan 5 pembunuh bayaran bernama The Hunters.
The Hunters (George Rudy, Lidya Kandau, Willy Dozan, Soleh Solihun dan Sacha Stevenson) 
2. Didukung 50 aktor dan aktris ternama
Falcon Pictures, mengumumkan bahwa film Comic 8: Casino Kings didukung oleh 50 aktor dan aktris pilihan, baik pendatang baru maupun pemain film senior seperti Barry Prima, George Rudy, Lydia Kandou, Willy Dozan, dan Ray Sahetapi yang pernah berjaya di masa mudanya. Penggabungan pemain junior dan senior ini seolah ingin memperkenalkan bintang-bintang lawas pada anak muda, sekaligus menarik minat penonton paruh baya untuk menyaksikan bintang laga kesayangan mereka.
Salah satu acting yang menonjol dalam film ini menurut saya adalah Prisia Nasution yang menjadi interpol. Prisia tampil beda dengan rambut gimbal warna-warni dan terlihat perkasa. Ia memeriksa komika tersangka perampok Bank Ini dengan menggunakan dialek Singlish (Singapore-English) yang cukup meyakinkan. Bahasa tubuh dan mimiknya meyakinkan. Prisia berhasil keluar dari karakter perempuan lembut yang kerap diperankannya.
Prisia Nasution sebagai agen interpol

3. Dibuka dengan suasana tegang
Comic 8: Casino Kings masih mengusung konsep film laga-komedi. Suasana tegang sudah dimulai pada adegan pertama film. Enam belas komika keluar dari tong, peti kemas, atau jeratan jala di tengah hutan berawa. Di sekeliling mereka, buaya-buaya besar terlihat kelaparan. Setiap komika berusaha menyelamatkan diri dengan caranya masing-masing. Beberapa orang bahkan menggunakan cara konyol, misalnya Babe Cabita yang menghalau buaya dengan menari ular.
Aksi melawan buaya yang bersimbah darah itu juga menyuguhkan adegan tamatnya riwayat beberapa komika di mulut buaya. Penonton mungkin akan bingung atau bertanya-tanya, apa maksud adegan kejar-kejaran dan melawan buaya di awal Comic 8: Casino Kings ini? Terlebih tampak buaya raksasa yang juga mengejar para comic setelah buaya-buaya yang lebih kecil berhasil ditangani.  
Komika dikejar buaya raksasa
4. Efek visual CGI
Comic 8: Casino Kings menggunakan cukup banyak efek visual dengan teknologi CGI (Computer Generated Imagery). Misalnya saja adegan dikejar dan melawan buaya, ledakan mobil, perkelahian dengan senjata biola dan lainnya. Tampilan CGI dalam adegan film cukup rapi meskipun belum bisa disandingkan dengan CGI pada film-film superhero Hollywood. Erik Kawilarang dipercaya Falcon Pictures untuk menangani CGI. Sebelumnya Erik pernah terlibat dalam pembuatan CGI untuk film Hollywood seperti Hulk (2003),Superman Returns (2006), Life of Pi (2012) dan Night at the Museum: Secret of the Tomb (2014). 

5. Alur cerita maju-mundur
Kebingungan penonton terhadap aksi para komika dengan buaya akan terjawab setelah alur film mundur. Ya, Comic 8: Casino Kings menggunakan alur maju-mundur.  Penonton akan diajak mengingat kembali peristiwa perampokan Bank Ini dan bagaimana usaha pihak kepolisian menangkap dan memeriksa para komika yang diduga sebagai perampok Bank Ini.
Alur maju-mundur Film Comic 8: Casino Kings Part I seperti film sebelumnya juga dibagi ke dalam empat babak, yaitui The Grudge, The Mission, The Missing Link, serta The Kings of Casino. dr. Pandji Pragiwaksono akan hadir pada bagian The Grudge, bersama Nikita Mirzani dan Agung Hercules. Ketiganya dibebaskan oleh tiga pengawal The King yaitu Isa (Donny Alamsyah), Bella (Hannah Al Rashid) dan The Ghost (Yayan Ruhian). Saat alur mulai menyatu penonton akan diajak melihat istana The King yang ternyata diduduki oleh seorang perempuan (Sophia Latjuba).

6.Joke khas anak muda plus bumbu buka-bukaan
Banyolan khas para komika dapat kita temukan di sepanjang film ini. Baik berupa dialog, maupun cuplikan dari aksi panggung setiap komika. Mereka  berusaha konsisten dengan karakternya masing-masing untuk menyulut tawa, minimal senyum di bibir kita. 
Satu adegan yang penuh dengan joke nakal seputar alat kelamin pria akan kita temukan dalam film ini. Saat 16 komika akan dibawa ke pulau The King, mereka harus melepas semua pakaian di hadapan  satu pengawal The King, Bella. Tiap komika diperlihatkan tampil sendirian melepas pakaian. Sosok mereka terlihat setengah badan. Mulai dari berpakaian lengkap, melepas pakaian atas, kemudian seolah menanggalkan celana. Sebagian komika tanpa sungkan melempar aneka banyolan saat Bella melihat ‘barang berharga’ mereka, mulai dari banyolan klasik burung terbang, pistol, sampai baling-baling bambu! Kocak? Sebagian orang di sekitar saya tertawa keras saat menyaksikan adegan-adegan itu.      

7. Isu LGTB
Pada Comic 8: Casino Kings, Mongol Stres masih tampil dengan sosok kemayu. Saat berada di tengah hutan, survival area, Mongol mengenakan celana pendek dan jaring-jaring dari paha sampai pergelangan kaki. Gaya bicaranya lemah lembut dengan bahasa tubuh gemulai.
Di pulau The King juga terdapat peraturan untuk menyukai sesama jenis. Hal itu diungkapkan oleh dua pengawal The King: Isa (Donny Alamsyah) dan Bella (Hannah Al Rashid). Keduanya saling jatuh cinta namun tidak bisa menyatu karena aturan tersebut.
Adegan yang cukup mencolok adalah pengakuan salah satu komika, Isman HS pada saat pesawat masuk ke dalam awan gelap.  Isman mengaku pada komika lainnya bahwa ia sebenarnya gay karena menganggap pesawat akan jatuh beberapa saat lagi. Setelah pengakuan itu, pesawat keluar dari awan gelap. Setelah itu, adegan konyol Isman meraba-raba paha Ge Pamungkas, dan komika lainnya terlihat beberapa kali. 


Kecewa di akhir
Itulah beberapa daya tarik Comic 8: Casino Kings yang dapat membuat anak muda perkotaan rela antri tiket untuk menonton film ini. Satu hal yang yang mungkin akan disesalkan penonton Comic 8: Casino Kings adalah berhentinya cerita pada bagian klimaks. Adegan-adegan seru di Part II sempat ditampilkan dan menawarkan aksi laga yang lebih seru dan kocak. Misalnya aksi aktor-aktor laga senior seperti Barry Prima, Willy Dozan, dan George Rudy, juga Yayan Ruhiyan. Part II di akhir film dikabarkan tayang pada Februari 2016.    
Comments
12 Comments

12 komentar:

  1. Keren, reviewnya lengkap. Nah, sesi King Bella lagi meriksa itu saya risih. Banyolan nakal cowok meski ga ada yang vulgar.
    By the way judulnya kang Casino Kings, ya. Jamak dong, bukan satu. Berarti ada 1 lagi King yang misterius, ya. Cmiiw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama, Teh Efi. Saya juga rada risi di adegan itu. Gimana gitu ^_^. Okay trimakasih atas masukan untuk judul filmnya

      Hapus
  2. Makasih mas koko, reviewnya lengkap. .
    *mundur pelan2.. g jd nonton deh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau sudah ada di TV, pasti Zie pengen nonton juga :-P

      Hapus
  3. Aku yg pertama nonton dan risih banget. Tapi baca ini kok jadi penasaran ya. Tks, Mas Koko. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Paling nggak, mbak sudah punya bekal kalau anak-anak pengen nonton ^_^

      Hapus
  4. ulasannya keren, euy!

    *LGBT keles :D

    BalasHapus
  5. Dr reviewnya yg lengkap saya bsa memutuskan ga nonton hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. TUnggu tayang ti tipi aja. Hihihihi...

      Hapus
  6. Review-nya keren tetapi saya tetap memutuskan akan menonton setelah terbit di alam youtube. Hikz *resiko tinggal di negeri antah berantah*

    BalasHapus
    Balasan
    1. atau di alam torrent juga bisa :D

      Hapus
    2. 6 bulan lagi kayaknya mulai beredai di Youtube atau Torrent

      Hapus