Menulis, Buku, Kehidupan

Sabtu, 13 Juni 2015

Inspirasi Menulis dari Para Juara LMCA 2012


Apa keunggulan naskah para juara lomba menulis? 

Itulah pertanyaan yang sering muncul di benak kita kala membaca pengumuman lomba menulis. Terlebih jika kita mengikuti lomba itu dan belum terpilih sebagai pemenang. Padahal kita merasa sudah menulis sebaik mungkin. Tulisan yang kita kirim untuk lomba mendapat pujian dari orang sekitar kita lagi.

Lomba Menulis Cerita Anak merupakan salah lomba bergengsi yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Kenapa bergengsi? Jumlah peserta ribuan dan berasal dari seluruh Indonesia. Berhasil menjadi finalis saja sudah merupakan kemenangan tersendiri, apalagi jika berhasil menjadi juara utama.

Pada tahun 2012, ada 3 cerpen yang menjadi pemenang utama.
Juara 1: cerpen Pelangi untuk Jingga oleh Sherina Salsabila
Juara 2: cerpen Cerita Bringbun dan Chikuita oleh Nafisa Nurul Izza
Juara 3: cerpen Maafkan Aku, …Kek karya Ahmad Ali Ashshidiqi


Apa saja keistimewaan 3 cerpen tersebut?



Berikut ini ulasan keitimewaan 3 cerpen pemenang Lomba Menulis Cerita Anak 2012 berdasarkan hasil pembacaan saya di buku kumpulan cerpen 13 karya terpilih dan pengantar dewan juri yang diwakili oleh Joni Ariadinata   

1. Berdasarkan Pengalaman Pribadi

Semua cerpen karya pemenang utama merupakan pengalaman pribadi yang pernah terjadi pada para penulis. Hal itu diungkapkan Sherina dan Nafisa pada profilnya di akhir cerpen. 

Tokoh Jingga dalam cerpen Sherina benar-benar ada, namun namanya diganti. Kisah sebatang pohon dan burung Kutilang juga merupakan hasil pengamatan Nafisa pada lingkungan di sekitar rumahnya. Ahmad Ali Ashshidiqi yang meraih juara 3 tidak menuturkan secara jelas bahwa ceritanya benar-benar terjadi. Namun tokoh dalam ceritanya maupun Ahmad sendiri sama-sama tinggal di Sorong, Provinsi Papua Barat.


Pengalaman bersama sahabat dapat menjadi inspirasi tulisan

Inspirasi dari Para Juara

Cobalah tulis pengalaman pribadi sesuai tema lomba. 

Ceritakan apa adanya jika perlu, atau ganti nama dan keterangan tokoh seperlunya. Tulislah seolah-olah kamu sedang menceritakan pengalamanmu sendiri kepada seorang sahabat melalui tulisan.      

2. Cerita yang Menyentuh Hati

Semua cerpen pemenang utama menyentuh hati dalam arti menimbulkan keharuan tersendiri pada pembaca, terutama cerpen karya Sherina. Bayangkan saja, ada anak berkebutuhan khusus, namun banyak anak dan orangtua enggan bergaul dengannya. Kalau kamu menjadi anak berkebuyuhan khusus itu, pasti kamu akan sedih, kan? 

Untunglah, tokoh aku dalam cerpen Pelangi untuk Jingga mempunyai orangtua yang pengasih, tidak membeda-bedakan anak biasa dan anak berkebutuhan khusus. Orang tua seperti itu masih sedikit. Anak yang mau berteman dengan anak berkebutuhan khusus juga tidak banyak. Sherina mampu menuliskan hal yang tidak biasa itu ke dalam cerpen dengan apik.

Cerpen Cerita Bringbun dan Chikuita dan Maafkan Aku, … Kek juga bertutur tentang kepedulian terhadap sekitar. Nafisa peduli pada lingkungan, Ahmad peduli pada sang kakek. Dua cerpen itu dan juga cerpen Sherina secara tidak langsung mengingatkan pembaca pada hal penting yang mungkin sudah mulai kita lupakan. Wajar saja jika ketiga cerpen itu terpilih sebagai pemenang.


Menyentuh hati pembaca dengan hikmah

Inspirasi dari Para Juara: 

Ajak pembaca mengingat hal penting dalam hidup ini

Tidak harus dituturkan seperti ceramah. Cukup tuliskan apa yang pernah menyentuh hatimu lalu tuliskan kembali, sehingga tulisan kita mempunyai banyak hikmah.

3. Berwawasan dan Berilmu Pengetahuan.

Semua pemenang utama Lomba Menulis Cerita Anak 2012 senang membaca. Hasil bacaan itu menjadi pengetahuan dan wawasan bagi seseorang untuk menulis. Ia bisa menulis dengan bekal pengetahuan, bukan sekadar dikarang saja. 

Cerpen merupakan jenis tulisan fiksi yang tidak harus dialami oleh penulis. Namun cerita fiksi harus tetap berdasarkan kenyataan hidup sehari-hari sehingga pembaca mudah memahaminya.

Nafisa yang menceritakan sakitnya sebatang pohon karena sering dipaku. Pada cerpennya, Nafisa menuturkan bahwa, paku yang tertancap di batang bisa merusak jaringan batang pohon yang pada akhirnya mengganggu proses fotosintesis. Fotosintesis terganggu, pohon kurang makan. Cepat atau lambat pohon akan mati. 

Logika cerita yang diungkapkan Nafisa cukup ilmiah dan bisa diterima oleh akal pembaca. Kemungkinan besar logika cerita itu diperoleh Nafisa berdasarkan pengamatan dan pengalaman membacanya.

Membaca akan meluaskan imajinasi & pengetahuanmu
Inspirasi dari Para Juara

Sering-seringlah membaca

Jika kamu belum suka membaca buku pengetahuan, baca saja komik, buku cerita bergambar atau buku dan bacaan apa saja yang kamu sukai. Bagaimana jika hobi membaca status atau kiriman di media sosial seperti facebook dan twitter? Boleh saja, tapi membaca buku harus diutamakan, karena muatan informasinya lebih lengkap dan kaya, serta bebas iklan.

Itulah sedikit keistimewaan karya para juara Lomba Menulis Cerita Anak 2012. Beberapa inspirasi menulis bisa kita petik dari karya mereka. Selamat menulis, semoga kualitas karyamu melebihi karya para pemenang-pemenang itu.


Informasi Lomba Menulis Cerita Anak 2015 di sini   
Cerpen Pelangi untuk Jingga (klik di sini)   Juara 1 LMCA 2012
Cerpen Cerita Bringbun dan Chikuita (klik di sini) Juara 2 LMCA 2012 
Cerpen Maafkan Aku, …Kek (klik di sini) Juara 3 LMCA 2012


sumber gambar: http://tryenerc.com, digitaltrends.com, wallconvert.com, themindunleashed.org
Comments
2 Comments

2 komentar:

  1. Manteb pisan Mas pengamatannya.

    BalasHapus
  2. Terima kasih atas suguhan analisis yang bagus Mas Koko

    BalasHapus