Menulis, Buku, Kehidupan

Senin, 29 Juni 2015

Adegan Luar Biasa Hasil Rekayasa

Sering terpukau dengan latar tempat dalam satu film tertentu? Sebutlah film Jurrasic World yang merupakan seri keempat dari Jurassic Park. Saya juga kagum dan ingin tahu bagaimana proses kreatif pembuatan film tersebut? Computer Generated Image (CGI) adalah salah satu jawabannya.

Aaron Eckhart sebagai Two-Face dalam The Dark Knight


Saya masih sering menduga, tata riaslah yang berperan dalam mengubah penampilan para artis dan aktor dalam satu film. Ternyata tata rias, selain membutuhkan penata rias yang handal, biaya merias juga besar dan pengerjaannya cukup lama. CGI merupakan pilihan yang lebih murah daripada merias langsung seperti yang kita lihat dalam film Avatar ini.   

Tokoh Neytiri dalam Avatar

Salah satu kesuksesan film Fast & Furious 7 dalam menghidupkan kembali sosok Paul Walker adalah CGI yang dikombinasikan dengan sistem kamera ganda. Universal Studio menggunakan 4 aktor yang wajahnya mirip dengan Paul Walker, salah satunya Cody Walker, sang adik mendiang Paul. Sebelum Paul Walker meninggal dunia, Universal Studio telah memetakan tubuhnya untuk kebutuhan CGI. Hasilnya, kita mendapatkan Paul Walker seolah hidup kembali dalam film itu.


Film-film sukses lainnya juga menggunakan CGI untuk latar film seperti yang bisa kita lihat gambar before-after CGI berikut ini.


Adegan belai singa; singa boneka dalam Life of Pi

Pi terapung bersama singa











Kepiawaian aktor dan aktris secara dramatis saat memerankan lakon tertentu juga sangat dibutuhkan. Mereka harus berimajinasi sedang berada dalam situasi tertentu. Tentunya situasi yang sangat menguras emosi, sehingga saat diolah dengan CGI, adegan yang dihasilkan terlihat alami, seperti beberapa adegan berikut ini.




Setelah tahu mengenai teknologi CGI di beberapa film tersebut, jujur saja saya merasa tertipu. Saat menonton saya sering membayangkan betapa besarnya sumber daya yang digunakan untuk menghadirkan latar film tertentu, utamanya film kolosal semacam film-film perang. Ternyata semua itu hasil CGI belaka.


Film Indonesia pun sebenarnya telah menggunakan teknologi CGI. Sebut saja film Garuda Superhero (2014). Teknologi CGI pada film yang disutradarai X-Jo tersebut menggunakan CGI buatan seniman-seniman teknologi Yogyakarta. Hasilnya, lumayan dan belum bisa dibandingkan dengan film superhero luar negeri.



Kita doa’akan saja semoga film Indonesia semakin marak dengan CGI berkualitas tinggi. Selain itu, saya pribadi mulai berusaha untuk tidak kagum berlebihan dengan adegan sebuah film, sebab semua itu hanyalah rekayasa komputer belaka.
.

Sumber foto:
CGI Paul Walkaer dari www.innamag.com
Neytiri dari www.hhtvonline.com
foto before-after CGI dari facebook

,
Comments
1 Comments

1 komentar: