Menulis, Buku, Kehidupan

Jumat, 01 Mei 2015

Persahabatan dalam Sepotong Cupcake

Berbagai Cupcake sepintas terlihat sama. Toping atau puncak cupcake yang membuatnya tidak serupa satu sama lain. Aneka bahan isi, warna, dan rasa menjadikan tiap cupcake unik. Seperti itulah persahabatan. Terlihat sama, namun ternyata beda. Begitu juga dengan persahabatan dalam novel Cupcake Festival. 



Kisah Cupcake Festival

OcaTak Sengaja Menabrak Tante Rissa (2)
Berawal dari kecelakaan kecil. Oca tanpa sengaja menabrak Tante Rissa saat bermain dengan teman-temannya. Kotak berisi cupcake yang dibawa Tante Rissa jatuh. Puluhan Cupcake berserakan sia-sia. Oca merasa bersalah. Ia mengajukan diri untuk membantu Tante Rissa membuat cupcake lagi. Oca tidak menyangka, Tante Rissa adalah pemilik toko Cupcake Friend. Toko itu berada di dekat sekolahnya dan baru saja dibuka.
Oca mengajak sahabat-sahabatnya juga untuk membantu Tante Rissa, yaitu Dinna, Raka, dan Evan. Mereka masih duduk di kelas VI SD Bulan Bintang. Selama dua bulan, usai sekolah, mereka akan membantu Tante Rissa mengelola toko cupcakenya. Kebetulan saat itu toko hanya dikelola oleh Tante Rissa, anaknya Liana, siswi kelas VIII SMP Bulan Bintang dan seorang asisten bernama Mbak Lilis. Oca dan Raka bertugas sebagai waiters, Dinna pelayan di meja pilih, dan Evan sebagai penjaga kebersihan.
Selama membantu Tante Rissa di tokonya itulah, empat sahabat itu mengalami berbagai peristiwa seru. Mulai dari kurang ramahnya Liana, perkenalan Oca dengan Resty, sahabat Liana yang kelak akan membawa masalah pada Oca dan kawan-kawan, pertengkaran Oca dengan Raka dan keikutsertaan toko Cupcake Friend dalam Festival Cupcake Indonesia. Namun akhirnya toko Cupcake Friend harus tutup. Penutupan toko itu juga akan membawa pengaruh besar pada kehidupan Oca di masa depan.

Festival Cupcake Lezat (3)

Bukan Tentang Cupcake Festival

Novel karya Isna Meiriska yang terbit pada Agustus 2014 ini memang tidak fokus menceritakan sebuah Cupcake Festival. Tema ceritanya persahabatan dengan latar toko cupcake. Cupcake Festival hanya diceritakan dalam satu bab saja dalam novel setebal 98 halaman itu. Penyelenggaraan Cupcake Festival pun dituturkan secara unik oleh Isna. Isna yang memiliki akun twitter @namelessis, menceritakan bahwa Cupcake Festival dinilai oleh para pengunjung yang datang mencicipi cupcake dari setiap toko peserta festival. Toko yang paling banyak dipilih pengunjung akan menjadi pemenang. Pemenang Cupcake Festival akan dikirim ke Italia untuk lomba tingkat internasional.
Keterlibatan Oca dan tiga sahabatnya di toko Cupcake Friend juga sangat menarik. Isna tidak menuliskan bahwa Oca dan kawan-kawan bekerja di toko itu. Mereka hanya membantu Tante Rissa saja. Hal ini cukup bisa diterima pembaca, terutama pembaca anak-anak. Sebab jika Oca dan sahabat-sahabatnya dituliskan bekerja di toko, Tante Rissa telah melanggar undang-undang tenaga kerja yang melarang satu usaha mempekerjakan anak-anak di bawah umur, apalagi masih SD seperti Oca, Dinna, Raka, dan Evan.
Kombinasi persahabatan anak perempuan dan laki-laki antara Oca-Dinna-Raka-Evan juga masih jarang dipakai penulis cilik. Umumnya penulis cilik menceritakan persahabatan sesama anak perempuan saja, terlebih jika penulis ciliknya memang perempuan. Kombinasi persahabatan amak perempuan dan laki-laki ini tepat untuk latar toko cupcake, sebab pada bidang pekerjaan apa pun, ada pekerjaan yang lebih tepat dilakukan oleh laki-laki, dan ada pula pekerjaan yang lebih tepat jika diselesaikan oleh perempuan.

Saran untuk Cupcake Festival Lainnya    

          Penulis cilik lain masih bisa memakai tema Cupcake Festival dalam novelnya. Isna belum menceritakan secara detil cara membuat cupcake secara lengkap, ragam cupcake, bahkan sejarah dan perkembangannya. Bagian itulah yang bisa dikembangkan oleh penulis cilik yang ingin menggarap tema Cupcake Festival. Bila perlu, beberapa resep cupcake bisa diceritakan secara lengkap, sehingga pembaca tertarik atau bisa membuat cupcake setelah membaca novel tentang Cupcake Festival.

Berbagai variasi cupcake (4)
          Selain itu, Cupcake Festival yang benar-benar kuat nuansa kompetisinya bisa dihadirkan. Misalnya Cupcake Festival dengan peserta dari berbagai negara, atau Cupcake Festival yang ditampilkan seperti lomba-lomba masak di televisi. Cupcake merupakan makanan dari luar negeri. Jadi tidak ada salahnya menceritakan asal-usul cupcake sekaligus menggunakan negara asal cupcake sebagai latar cerita.

Festival cupcake di Mal Paragon, Semarang pada Oktober 2012 (5)

          Penulis cilik juga perlu memperhatikan ketebalan naskah yang ditulisnya. Pada novel Cupcake Festival karya Isna Meiriska terdapat bonus cerpen berjudul Misterious Letter and Twins. Cerpen setebal 12 halaman itu mungkin ditambahkan karena naskah cupcake festival kurang tebal. Usahakan tebal isi novel sekitar 55-60 halaman dengan spasi 2. Tebal tersebut sedang untuk buku anak karena tidak terlalu tebal dan juga tidak tipis. Selamat menulis!


Sumber gambar
1,2,3 Buku PCPK Cupcake Festival
4. foodstreet.com.my
5. http://cupcakesdotavenue.blogspot.com/
      
        
     


Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar