Menulis, Buku, Kehidupan

Kamis, 07 Mei 2015

Kontroversi Poster Film Surga yang Tak Dirindukan

Poster film Surga yang Tak Dirindukan menyulut kontroversi. MD Pictures selaku rumah produksi film yang diangkat dari novel karya Asma Nadia tersebut mengunggah poster film itu pada laman mdpictures.co awal Mei 2015. Segera saja poster tersebut menyebar di media sosial dan menjadi perdebatan.

Masalah Poster film Surga yang Tak Dirindukan

Letak kontroversi poster film Surga yang Tak Dirindukan adalah posisi tubuh Fedi Nuril dan Laudya Chintya Bella yang berpelukan menghadap ke arah kanan. Fedi Nuril memejamkan mata dengan posisi tangan yang tidak terlihat, sedang di depannya Laudya Chintya Bella dengan mata berbinar menatap ke depan. Tangan Laudya Chintya Bella juga tidak terlihat karena terpotong batas gambar. Di belakang keduanya, ada Raline Shah dengan ekpresi murung, tampak berpikir keras.
 
Poster Film Surga yang Tak Dirindukan
Fedi Nuril berperan sebagai Pras dan Laudya Chintya Bella menjadi Arini, sepasang suami istri dalam film Surga yang Tak Dirindukan. Raline Shah membawakan tokoh Mei Rose yang menjadi istri kedua Pras. Film itu mengangkat tema poligami. Poster film seolah ingin menceritakan garis besar cerita film; pernikahan yang terlihat bahagia antara Pras dan Arini, namun kemudian mendapat cobaan dengan hadirnya Mei Rose. Di film Surga yang Tak Dirindukan, tokoh Pras dan Arini juga telah memiliki anak bernama Nadia yang berusia 5 tahun.

Netizen mempermasalah poster itu, karena di luar film Surga yang Tak Dirindukan, baik Fedi Nuril maupun Laudya Chintya Bella masih berstatus lajang. Khusus Laudya Chintya Bella, berita tentang keputusannya menutup aurat dengan berjilbab cukup menarik perhatian selepas membintangi film Assalamualaikum Beijing yang juga diangkat dari novel karya Asma Nadia.

Berbagai komentar bermunculan di akun Facebook AsmaNadia.Penulis yang terverifikasi. Salah satunya dari Dini Trisnawati     

Innalillahi.. Mbak Asma, saya sangat kagum&suka karya2 mbak.. Saya jg seneng bgt saat Bella mulai belajar mengenakan kerudung. Namun knp sesuatu yg diniatkan utk dakwah hrs dikemas spt itu? mungkin maksudnya totalitas. spy pesan ceritanya sampai. tp kan ga hrs berpose spt itu? sekalipun d cerita dikisahkan sdh suami istri, tp masyarakat tau kl mereka bkn mahrom. Astaghfirulloh.. mau jd apa bangsa ini, kl film yg karanya religi, bahkan mencontohkan hal spt ini? kenapa kuta semakin permisif? Maafkan saya, mbak Asma. tp sy sgt sedih&kecewa melihatnya.
Komentar yang dikirimkan tertanggal May 4 at 11.45PM itu mendapat like sebanyak 173 sampai tengah hari, 7 Mei 2015 waktu Indonesia barat.
Komentar di akun Dini Trisnawati
Akun Asma Nadia menjawab komentar itu tertanggal  May 5 at 12:38am itu, dan mendapat like sebanyak 25 sampai tengah hari, 7 Mei 2015 waktu Indonesia barat.

Mbak, saya tanya Bella langsung tabayun. Sblm foto ini release. Dan menurut Bella Fedi hanya berdiri terkesan dekat, tapi tdk menyentuh atau memeluk. Hasil edit foto mungkin yang mengesankan demikian. Tapi di film mereka suami istri. Dan ASLINYA FOTONYA TIDAK NEMPEL KEDUANYA. Terkesan adl hal lain tp secara pertanggungjawaban ke Allah bagi Bella dan Fedi aman. Persoalannya kita memakai kacamata rekayasa atau kacamata bakda tabayun spt yang asma sampaikan. Jzklh.

Netizen lain pun mengirim komentar dengan kalimat yang berbeda. Misalnya komentar Indah Habibi:


Lha mereka kan pasutri bohong bohongan....gak boleh semesra itu donk fotonya...walau cuma editan...mending cari bintang yg pasutri betulan biar tdk berdosa. 

Komentar itu pun segera disahuti netizen lain, baik mendukung maupun balik mempertanyakan seperti akun Namaku Fithri Inda 


Cari bintang yang pasutri plus pelaku poligami seperti alur filmnya??  hmmm...kira2 siapa ya???
Komentar netizen

 Jawaban Asma Nadia.
Akun Asma Nadia pun berusaha menjelaskan kepada netizen mengenai proses pembuatan poster tersebut.
Sebelum rekan menghakimi, sudahkah tabayun ke Bella dan Fedi? Saya sudah. Hari pertama syuting saya tanyakan langsung sebab gambar ini sebelumnya dlm bentuk foto sudah beredar. Dari penjelasan Bella sama sekali tidak ada persentuhan kulit. Fedi tdk dlm posisi memeluk Bella. Hanya berdiri tdk jauh yang dgn angle foto kesannya menempel. Hasil olahan membuat kesan dekat ini makin dekat. Saya kira kita ga bisa menghakimi Bella dari hasil olahan photoshop. Sebab Allah pun tdk akan melihatnya demikian. Please dijaga prasangka baik. Yang di poster ini bukan Bella dan Fedi tapi Arini dan Pras, keduanya suami istri. Tetapi dlm pengambilan foto insya allah tdk menyimpang kaidah islam. Tdk ada yang dipeluk. Tdk ada yang bersentuhan. Image berbeda dengan realitas. Apalagi zaman sekarang di mana selfie aja sudah direkayasa.

Mohon prasangka baiknya. Jangan sampai kita berdosa karena ghibah dan fitnah terhadap sesuatu yang sebenarnya tdk salah di hadapan Allah.
Penjelasan oleh akun Asma Nadia

Namun penjelasan itu sepertinya tidak membuat semua netizen puas. Berbagai komentar kontra tetap menyahuti kiriman poster film itu. Seperti komentar dari akun Cholid Aldin.
Sama seperti poster Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk juga dibuat tidak sopan, sekarang potser ini juga dibuat serupa.. Keduanya film itu sama2 diangkat dr novel yang didalamnya bernuansa religi! Lagi2 MD Pictures! Mba Asma jg tdk usah terlalu 'ngotot' membela poster ini, krn kenyataannya memang poster ini tidak layak, hatta hanya olahan photosop! Saya khawatir besok atau lusa juga banyak foto olahan photosop 'aneh' yang akan diperjuangkan 'mati2an' oleh orang2 diluar sana dgn alasan HANYA OLAHAN PHOTOSOP. Afwan 

Bahkan akun Dian Utami meminta foto asli yang digunakan dalam poster. 
mau liat donk foto aslinya yg sebelum sotosop, saya liat di poster itu tangan bella memegang lengan fedi nuril.. sulit rasanya berprasangka klu mereka tidak nempel/pelukan.. tidak ada persentuhan kulit masih mungkin krn fedi pk kemeja lengan panjang.. tp dua2nya jelas bukan mahram..
Berbagai komentar kontra
Komentar dari berbagai sudut pandang pribadi mungkin akan menyebabkan perdebatan mengenai pose dalam poster film Surga yang Tak Dirindukan terus berlangsung. Terlebih kiriman poster di akun Asma Nadia itu sudah dibagikan lebih dari 700 kali. Apakah poster film Surga yang Tak Dirindukan akan diganti atau tetap menggunakan seperti yang tersebar saat ini? Kita tunggu saja saat peredaran resminya pada lebaran nanti.

Serupa Novel Surga yang Tak Dirindukan

Novel Surga yang Tidak Dirindukan
Film Surga yang Tak Dirindukan diangkat dari novel yang sama karya Asma Nadia. Novel tersebut diterbitkan oleh Asma Nadia Publishing House pada Juni 2014. Sebelumnya, novel Surga yang Tak Dirindukan diterbitkan oleh Gramedia dengan judul Istana Kedua pada 2007. Asma Nadia melakukan revisi dan menerbitkan kembali dengan judul yang berbeda. Sebelum hadir dalam format buku, kisah tentang poligami itu pernah pula dimuat sebagai cerita bersambung di majalah Ummi sepanjang tahun 2006.

Kisah film dan novel tidak jauh berbeda. Terlebih Asma Nadia terlihat ikut terlibat dalam proses syuting film Surga yang Tak Dirindukan. Ibu dua anak itu sering mengunggah foto adegan film Surga yang Tak Dirindukan di akun-akun media sosialnya.

Berikut sinopsis film Surga yang Tak Dirindukan. Film ini dipulikasikan oleh MD Pictures di laman mdpictures.co

Arini senantiasa merasa pernikahannya dengan Pras adalah pernikahan yang ideal, yang diimpikan setiap orang. Pada kenyataannya, mereka memang hidup bahagia dengan satu anak perempuan, Nadia (5).  Mereka saling mencintai dalam rumah yang mereka miliki sendiri. Sekali pun Arini tidak lagi mengejar karirnya sebagai ilustrator komik anak, tapi dia bahagia mengabdikan dirinya sebagai istri dan ibu yang baik untuk keluarganya. Dikala sahabat-sahabatnya diributkan dengan masalah perselingkuhan suami dan poligami, Arini tetap tenang, karena dia percaya Pras, laki-laki yang setia, yang tidak akan pernah menduakannya. 

Prasetya memang sosok laki-laki seperti yang dibayangkan Arini. Dia setia dan tidak pernah mempertimbangkan poligami sebagai pilihan kehidupan perkawinannya. Namun takdir berkata beda saat Pras menolong seorang perempuan bernama Meirose, yang mengalami kecelakaan mobil di hadapannya. 

Meirose ternyata sengaja menabrakan diri karena frustasi. Dia baru saja ditipu oleh laki-laki yang berjanji hendak menikahi dirinya. Padahal diperutnya ada janin berusia 7 bulan. Meirose berhasil diselamatkan, namun mengalami koma, sementara anak laki-lakinya Akbar, lahir dengan selamat. Pras tidak tega meninggalkan bayi dan ibu yang ternyata hidup sebatang kara tersebut. Meirose perlahan membaik, diluar dugaan, Meirose melakukan percobaan bunuh diri lagi, Meirose naik keatas gedung rumah sakit bersiap loncat. Meirose merasa didunia ini tidak ada laki – laki baik . Beruntung Meirose diselamatkan Pras. Pras jatuh kasihan pada Meirose. Meirose meminta Pras untuk menikahinya.

Tidak disangka, setelah pernikahan yang tidak biasa ini, Meirose sangat berbahagia dengan pernikahannya dengan Pras. Meirose merasa terharu dan bahagia bisa bertemu dan dinikahi oleh laki-laki sebaik Pras.

Dengan demikian resmi sudah Pras melakukan poligami. Pras semakin hari semakin merasa bersalah pada Arini, sementara disisi lain, Meirose sangat mencintai Pras. Saat Pras berusaha menceritakan poligaminya pada Arini, ayah Arini meninggal. Suasana semakin berat bagi Pras saat mendengar pengakuan ibu Arini kalau ayahnya juga poligami. Demi kebahagiaan Arini, ibu merahasiakan poligami ayahnya dan ikhlas menerima takdirnya.

Namun akhirnya kenyataan poligami Pras ini tercium juga oleh Arini. Bahtera perkawinannya yang ideal, runtuh seketika. Arini terpuruk dalam mimpinya yang paling buruk. Bagaimana pernikahan Pras dan Arini? Apakah Pras akan terus mempertahankan Meirose? Apakah Meirose akan terus menjadi madu bagi Arini? 

Comments
11 Comments

11 komentar:

  1. Ayo liat video clip & lirik Ost surga yang tak dirindukan. ini linknya. like n comment ya. thank u

    https://www.youtube.com/watch?v=dMe1Hq65MdY

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. Insya Allah kabarnya saat lebaran tanyang, Zie :)

      Hapus
  3. semakin kontroversi justru novel dan filmnya semakin laris manis tanjung kimpul :D

    BalasHapus
  4. sepertinya kontroversi ini yang membuat film ini naik daun,eh bukan cuman film tapi bakalan merambah ke novelnya yang bakalan booming juga :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Teh. Kita lihat saja jumlah penontonnya pada lebaran nanti

      Hapus
  5. Bacanya kemarin, komennya hari ini. Ahahaha. Ikut penasaran nonton filmnya. Nunggu kalau di youtube udah beredar sih. Hiks ^_^

    BalasHapus
  6. Kalo ngga kontroversi kurang menggigit T__T

    BalasHapus
  7. Hari ini mau nonton, cari resensi eh dapet info ini. Kalo liat gambarnya emang kesannya nempel banget sih, hehe... apa sih yang gak abu2. Apalagi yang urusannya dengan duit, yang abu2 bisa "diputihkan"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga setelah nonton nggak kecewa ^_^

      Hapus