Menulis, Buku, Kehidupan

Rabu, 08 April 2015

OMG! Kecil-kecil Pintar Membaca

Wow, anak usia 1-2 tahun sudah bisa membaca. Hebat! Begitu pikiran sebagian orang. Apakah anak usia dini yang sudah bisa membaca itu jenius? Berikut ini beberapa fakta yang saya rangkai dari pembelajaran di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia  

1.    Kecil-kecil Bisa Baca Tanda Jenius

Belum tentu. Bayi usia 1-2 tahun yang sudah bisa membaca sebenarnya mengingat pola atau bentuk kata. Ia belum mengenal huruf. Jika ia diminta membaca kata yang tidak dikenalnya, bisa saja sang bayi tidak bisa membacanya.
Anak jenius dambaan sebagian besar orang tua? 

2.    Melatih Kognitif Bayi Itu Penting

Kurang tepat!. Jika mengacu kepada teori perkembangan kognitif yang dicetuskan Jean Piaget, usia 0-2 tahun itu merupakan masa berkembangan sensorik-motorik. Secara sederhana, sensorik motorik itu kemampuan gerak dan panca indra. Belum tepat melatih kognitif anak. Jika orang tua memaksakan, anak-anak bisa enggan mengembangkan kemampuan menalarnya di kemudian hari.

Melatih emampuan motorik bayi dengan mainan

3.    Berbahaya Jika Anak Terlambat Bisa Membaca

Tidak juga. Anak usia 7 tahun baru bisa membaca itu normal. Pada saat itu, kemampuan menalarnya sudah siap untuk belajar membaca. Orang dewasa yang katanya buta huruf pun sebenarnya mempunyai kemampuan membaca yang unik. Mereka mengenal huruf dan angka dengan cara yang berbeda. Terutama mengenal nominal uang.
Anak usia 7 tahun mulai bisa membaca itu normal

4.    Kursus Baca Kunci Cepat Membaca

Tidak betul. Kuncinya adalah stimulasi. Lembaga kursus membaca untuk anak usia dini memiliki metode agar anak cepat membaca. Jika orang tua menguasai metode itu dan menstimulasi anaknya sendiri, hasil yang diperoleh kurang lebih sama dengan hasil kursus membaca.

Stimulasi pengenalan huruf melalui permainan yang mengasyikkan

5.    Tes Baca Masuk SD Menandakan Sekolahnya Unggul.

Kurang tepat. Sekolah unggulan seharusnya menjadikan anak yang belum unggul menjadi unggul. Bukan menerima anak-anak yang sudah terlatih dan terstimulasi dengan baik sehingga mereka pada dasarnya sudah unggul. Anak masih akan berkembang selama usia sekolah. Tidak ada jaminan sekolah yang menerapkan tes baca akan membuat anak sukses belasan tahun kemudian.

Learning Must Be Fun!

Semoga penjelasan di atas cukup membantu. Ayah dan Bunda sebenarnya boleh saja mengajarkan anak mengenal huruf dan membaca, namun sampaikan dengan bermain, bukan memaksa apalagi sampai membuat anak stres. 



Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar