Menulis, Buku, Kehidupan

Selasa, 07 April 2015

Mencuri Gemerlap Korea; 9 Ide Menulis Novel Korea

Novel dengan latar budaya Korea Selatan masih diminati sebagian pembaca fiksi di Indonesia. Tandanya bisa kita lihat dari pajangan novel Korea di toko-toko buku. Beberapa penerbit pun mencari naskah dengan tema negeri gingseng itu. Berminat menulis novel dengan latar budaya Korea juga? Berikut beberapa tips yang saya himpun dari berbagai sumber.

1.    Catatan di Blog

Catatan perjalanan atau kisah hidup orang-orang yang pernah tinggal di Korea atau melakukan perjalanan di Korea dapat menjadi sumber ide menulis novel Korea. Sayangnya, saya belum menemukan catatan blogger yang khusus bercerita tentang pengalaman hidupnya di Korea. Beberapa situs menampilkan juga informasi yang campur baur dengan berita hiburan Korea. Koreanindo.net misalnya.
Keterbatasan blog khusus kehidupan sehari-hari di Korea ini bisa kita atasi dengan menggunakan mesin pencari Google. Gunakan kata dalam tanda kutip seperti “hidup di Korea”, “tinggal di Korea”, “seminggu di Korea” untuk mendapatkan informasi spesifik. Google akan mengarahkan kita pada blog yang memuat tulisan tentang kehidupan orang Indonesia saat berada di Korea.

2.    Buku Nonfiksi Korea

Beberapa buku nonfiksi bisa menjadi sumber ide menulis novel Korea. Saya menyarankan buku nonfiksi, terutama yang ditulis oleh orang-orang yang pernah menetap lama di Korea atau melakukan perjalanan langsung ke Korea. Pastikan bahwa si penulis memiliki pengalaman langsung menjejakkan kakinya di Korea. Biasanya penerbit menuliskan hal itu pada sampul atau sinopsis buku. Salah sau buku yang saya rekomendasikan adalah Once Upon a Time in Korea yang ditulis oleh Elvira F. Tanjung, seorang mahasiswi asal Indonesia yang menempuh pendidikan pasca sarjana di Kyung Hee University.

Catatan Harian di Korea Selatan

3.    Buku Cerita Korea

Di toko buku Indonesia, cukup mudah menemukan novel-novel terjemahan asal Korea. Cobalah membaca beberapa, mungkin kita bisa mendapat ide dari novel-novel itu. Saya sendiri baru sempat membaca novel grafis yaitu novel yang dikemas seperti komik. Novel grafis itu berjudul Kitchen yang saat ini sudah terbit sebayak 3 seri. Novel grafis karya JO Joo-Hee itu semacam kumpulan cerita di balik makanan Korea. Membaca novel grafis itu cukup memberi pengetahuan kepada saya tentang beberapa makanan Korea.

Novel grafis Kitchen oleh JO Joo-Hee

4.    Film Keluarga Korea

Film cerita Korea belum tentu menggambarkan kehidupan orang-orang Korea yang sebenarnya. Film mendramatisasi kehidupan yang sebenarnya untuk menghibur kita. Namun berbagai detil yang ditampilkan dalam film bisa kita ambil untuk menjadi ide cerita. Pilihlah film-film drama dengan tema keluarga seperti The Way Home, The Wedding Dress, A Long Visit yang menceritakan kehidupan satu keluarga di Korea. Pola pengasuhan keluarga  dalam film bisa kita jadikan sebagai latar belakang keluarga tokoh novel yang akan kita tulis.

Salah satu adegan dalam film "Long Visit"

5.    Mencicipi Masakan Korea.

Cobalah cicipi masakan Korea untuk mendapatkan pengalaman rasa di lidah dan aroma di penciuman kita. Datanglah ke beberapa restoran-restoran kelas premium atau rumah makan Korea level kaki lima agar pengalaman rasa yang kita peroleh bervariasi. Beberapa restoran atau rumah makan telah memodifikasi masakan Korea agar cocok di lidah orang Indonesia. Maka dari itu, jika kita ingin menikmati rasa masakan Korea yang sesungguhnya, cobalah pastikan restoran itu menggunakan bumbu asli dari Korea atau cobalah memasak sendiri dengan menggunakan bumbu-bumbu asli impor dari Korea.


Kimchi, acar sawi putih khas Korea

6.    Mencoba Resep Makanan Korea

Memasak resep makanan Korea sendiri akan memberikan pengalaman rasa sekaligus pengalaman memasak untuk diceritakan kembali. Pembaca akan lebih percaya bahwa kita memang tahu soal makanan Korea jika tertulis detil-detil cara memasak makanan, kan? Ajaklah beberapa teman dekat atau orang khusus untuk memasak makanan korea. Bukan tidak mungkin, pengalaman memasak itu menjadi ide utama penulisan novel Korea.

7.    Wawancara Dunia Maya

Jika informasi yang terkumpul terasa belum cukup, cobalah jalin komunikasi dengan beberapa orang Indonesia yang pernah atau sedang tinggal di Korea. Saya menemukan beberapa akun twitter yang menyebutkan bahwa si pemilik akun pernah kuliah di Korea yaitu @WahyudiHanaffy  @Tizarzhao. Maman S. Mahayana, kritikus sastra dan pengajar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia juga pernah beberapa tahun mengajar bahasa Indonesia di Korea Selatan. Temukan akun mereka di media sosial dan cobalah mewawancarai mereka hal-hal tentang Korea.
 

8.    Bertemu Orang Korea di Indonesia

Mahasiswa asal Korea cukup mudah ditemukan di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Depok. Sebagian mereka mempelajari budaya dan bahasa Indonesia. Mahasiswa asal Korea umumnya tinggal di apartemen, salah satu tempat tinggal favorit mereka adalah Margonda Residence di Jalan Margonda Raya. Pada jam-jam kuliah mereka sering terlihat berjalan kaki dari Margonda Recidence menuju kampus UI. Beberapa diantaranya sering makan siang atau makan malam di warteg-warteg seputar Fakultas Hukum UI. Di waktu senggang mereka terkadang berjalan-jalan di beberapa Mal Depok. Sebagian dari mahasiswa Korea itu, cukup mahir berbahasa Indonesia yang formal. Bertemu dan berbicara langsung dengan mereka mungkin akan memberikan ide bagus untuk menulis novel Korea.

9.    Menghadiri Festival Budaya Korea

Beberapa kampus di Indonesia sering mengadakan festival budaya Korea. Salah satunya Universitas Indonesia. Mahasiswa-mahasiswi jurusan Bahasa dan Kebudayaan Korea Universitas Indonesia mengadakan acara tahunan yang bertajuk Korean Culture Day (KCD). Pada acara tersebut beberapa budaya tradisonal dan budaya pop Korea akan ditampilkan. Tahun ini KCD dilaksanakan pada 18 April 2015. Acara festival Korea memungkinkan kita bertemu dengan orang Korea atau orang-orang Indonesia yang cukup mempunyai wawasan tentang budaya Korea. Mereka bisa menjadi rujukan dan sumber ide menulis novel Korea. 




Itulah beberapa sumber ide yang bisa kita olah untuk menulis novel tentang Korea. Ide sebenarnya berserakan di mana-mana. Pungut atau curilah dari pengalaman orang lain, kemudian olah secara kreatif sehingga  menjadi karya baru. Karya bisa memberi banyak manfaat pada orang lain.  Selamat mencari ide.

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar