Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

Mengingat Kembali Jawaban Pertanyaan Mengapa Ingin Memiliki Anak

Ada satu pertanyaan sederhana, namun tidak semua pasangan menikah dapat menjawabnya. Pertanyaan itu adalah, “mengapa ingin memiliki anak?” Bagi pasangan yang bertahun-tahun menikah namun belum juga dikaruniai anak, pertanyaan itu akan dijawab dengan lancar. Mereka sudah melewati ribuan hari tanpa tangis bayi, tiada canda tawa dengan anak-anak. Mereka menemukan banyak sekali alasan sehingga ingin sekali memiliki anak. Untuk pasangan yang sangat mudah dititipi anak oleh-Nya, pertanyaan mengapa ingin memiliki anak, bisa jadi terbersit pun tidak. Anak seolah hadir begitu saja. Baru saja menikah, beberapa bulan kemudian istri hamil. Setahun kemudian pasangan suami istri telah menjadi orang tua. Beberapa tahun kemudian, anak kedua, ketiga dan seterusnya lahir. Jawaban-jawaban berikut ini mungkin menjadi jawaban sekian orang tua saat mendapat pertanyaan tersebut: Saya ingin menciptakan kembali masa kecil yang indah Ngg…Semacam investasi untuk hari nanti Sebab saya percaya, kita akan m

Kisah Seram dengan Nama Tokoh Serupa Produk Wewangian Pria

Kisah misteri dengan tokoh cewek itu biasa. Namun tokoh cewek dengan nama unik, sepertinya masih jarang. Apalagi jika namanya mengingatkan kita pada produk perawatan khusus pria. AX. Itulah nama tokoh novel Misteri Rumah No 66 karya Sherina Salsabila.   

Rumah Misterius Nomor 66

AX mempunya nama panjang dari Alezalea Xaverexa. Ia dan keluarganya pindah dari Rocky City ke Kota Numberluck karena mengikuti ayahnya yang ditugaskan ke sana. Pada hari pertama di sekolah baru, AX memperkenalkan diri, juga menyebutkan alamat rumahnya. Teman-teman barunya terkejut, karena rumah AX di Six Street No 60, berdekatan dengan dengan rumah No 66 yang sangat misterius. Berbagai gosip mengerikan harus didengar AX pada jam istirahat dari teman-teman yang baru dikenalnya. Bukannya takut, AX malah penasaran. Ia ingin menyelidiki, apa yang sebenarnya bersembunyi di rumah nomor 66 itu. 

Bersama teman-teman sekelasnya, AX mulai melakukan penyelidikan. Apalagi rumah no 66 itu terlihat cukup jelas dari balkon rumahnya. Suatu malam AX meneropong rumah nomor 66 itu. Ia melihat sosok aneh di dalam rumah. Tak disangka, AX juga memergoki ayahnya pergi ke rumah no 66 di tengah malam melalui jalan rahasia di halaman rumahnya. AX mengikuti ayahnya. Sedikit demi sedikit, AX dan teman-temannya berhasil menguak misteri yang tersembunyi di rumah nomor 66 itu. Keberhasilan itu membuat AX dan teman-temannya bertekad untuk memecahkan misteri-misteri lainnya. 


Nama Unik dan Nomor 66

Novel karya Sherina ini menggunakan latar tempat antah berantah. Tidak ada penyebutan tanda pengenal satu negara pun kecuali nama kota cukup unik, Rocky City ke kota Numberluck . Dari nama kota, kita bisa menduga bahwa kota itu berada di suatu tempat di luar negeri, bukan di Indonesia. Hal itu juga tercermin dari nama-nama tokoh: Miss Glad, Eugine, Jonas, Hannah, Daryl, Mr Dannis. Beberapa nama agak sulit untuk dilafalkan lidah kita, orang Indonesia. Namun kesulitan itu mungkin disengaja Sherina agar menjadi daya tarik bagi novel ini. 

Nomor 66 pun dipilih mungkin karena beberapa kejadian misterius yang pernah terjadi berkaitan dengan angka itu. Gempa Yogyakarta tanggal 20 Agustus 2010 berselang 66 hari dengan peristiwa letusan gunung merapi yang mulai mendatangkan korban. Nama Marijan, jika diurutkan M = 13, A = 1, R = 18, I = 9, J = 10, A = 1, N = 14 dan dihitung jumlahnya juga menghasilkan nilai 66. Meskipun nama asli Mbak Marijan sebenarnya Maridjan. Ada huruf D sebelum J. Mungkin tulisan di internet tentang angka 66 itu menginspirasi Sherina untuk menjadikannya sebagai nomor rumah yang misterius. 


Kisah Misteri yang Ringan

Secara umum, Sherina berhasil menuliskan kisah fiksi yang mengalir tanpa harus membuat pembaca pusing memikirkan kalimat-kalimatnya. Novel ini, bagai kerupuk yang mudah dikunyah. Sekali duduk selama 2-3 jam saja, novel setebal 116 halaman ini sudah bisa kita tamatkan. Kisah seram yang dihadirkan penulis kelahiran Padang, 29 Oktober itu juga cukup menghibur tanpa harus membuat kita ketakutan setengah mati. Sebab kisahnya bukan soal hantu atau mahluk gaib, hanya misteri di dalam rumah kosong. 

Penulis cilik lain yang ingin menulis kisah seram tentang rumah bisa mengambil latar tempat yang berbeda dengan Sherina. Indonesia memiliki banyak rumah adat. Rancang bangun dan makna rancangan yang tersimpan dalam rumah-rumah adat Indonesia sangat menarik untuk dijadikan kisah. Misalnya saja Tongkonan, rumah adat suku Toraja di Sulawesi Selatan. Atap rumah melengkung seperti perahu. Bagian depan rumah berhiaskan tanduk kerbau. Selain menjadi tempat tidur dan dapur, rumah itu juga tempat untuk menyimpan mayat. Unik, menarik, dan terasa seram kan? Jika belum pernah kesana, meneliti tulisan tentang Toraja di internet merupakan salah satu alternatif cara penulisannya. Silakan mencoba. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika Tali Pusar Dibakar, Inilah yang Terjadi pada Jin yang Bersemayam di Dalamnya

Berbagai reaksi dapat terjadi atas aksi pembakaran tali pusar yang direkomendasikan Muhammad Taufik. Sebagaimana yang saya beritakan sebelumnya,  praktisi Seni Menerapi Anak Berkebutuhan Khusus dengan Al Qur'an di Fatih Learning & Consultancy itu merekomendasikan tali pusar yang sudah lama disimpan agar dibakar. Tanpa sadar, tali pusar telah menjadi jimat dan tempat tinggal tinggal jin. Mengapa Tali Pusar yang Sudah Lama Dibakar? Proses pembakaran merupakan cara cepat untuk menghancurkan tali pusar yang sudah terlanjur disimpan. Jika tali pusar anak langsung ditanam begitu ia lahir, bertahun-tahun kemudian pusar  sudah tidak ada lagi atau hancur. Jika tali pusar sempat disimpan lalu hilang, taubat merupakan jalan untuk melepaskan pengaruh tali pusar yang tanpa sadar menjadi jimat itu. Taufik menyarankan agar dibacakan ayat kursi sebelum dibakar. “Sebenarnya nggak harus ayat kursi yang dibaca. Bisa ayat lainnya atau cukup bismillah lalu tiup. Tujuannya agar jin yang

Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Kemendikbud 2016

LOMBA PENYUSUNAN CERITA RAKYAT Direktorat Pembinaan Anak Usia Dini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan 4 lomba untuk konten (isi) laman Anggun Pendidikan Anak Usia Dini yaitu http://www.anggunpaud.kemdikbud.go.id atau  http://www.paud.kemdikbud.go.id . Salah satu lomba tersebut adalah Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Tema Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Kali ini Lomba Konten Anggun PAUD adalah “Penumbuhan Budi Pekerti Pada Anak Usia Dini” Ketentuan Lomba Penyusunan Cerita Rakyat Cerita rakyat fokus pada pengembangan Nilai Agama dan Moral dan Bahasa. Sasaran pengguna cerita rakyat adalah Guru PAUD, Pengelola PAUD. Cerita rakyat dapat berbentuk; (1)   Fable (cerita binatang) (2)   Legenda (asal-usul terjadinya suatu tempat) (3)   Sage (unsur sebuah sejarah) (4)   Epos (kepahlawanan) (5)   Cerita jenaka. Cerita disampaikan dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Panjang naskah berada pada kisaran 400 – 600 kata

Hoarding Disorder, Penimbunan Buku dalam Novel Buku Ini Tidak Dijual

Buku Ini Tidak Dijual. Mungkin kalimat itulah yang diucapkan oleh seorang pecinta buku. Ia mengoleksi buku-bukunya bertahun-tahun. Apa jadinya jika perilaku mengoleksi itu berubah menjadi penimbunan ( hoarding )? Apa yang terjadi jika buku-buku itu dijual tanpa sepengetahuan sang penimbun buku?  Dua Pria Pengumpul Buku Brian Clenshaw seorang pria Inggris, mantan salesman . Di usianya yang sudah lewat setengah abad, ia senang mengumpulkan buku, koran, majalah, cakram DVD, koin, dan prangko. Benda-benda itu berdesakan, sampai menggunung di ruang apartemen tempat tinggalnya. Benda-benda yang dikumpulkan Brian itu berbahan kertas yang mudah terbakar sehingga membahayakan lingkungan apartemennya. Akibatnya, Brian diusir dan digugat secara hukum oleh pemilik apartemen.  Brian Clenshaw di antara timbunan buku, koran, dan majalahnya Mirip dengan Brian, Padi juga memiliki banyak koleksi buku. Ia rajin membeli buku dan menyimpannya, bahkan buku-buku pelajaran sekolah juga