Menulis, Buku, Kehidupan

Kamis, 09 April 2015

Asma Nadia Menjawab Isu Syiah di Film Ada Surga di Rumahmu

Media sosial kembali diramaikan dengan isu syiah. Kali ini isu aliran syiah dikaitkan dengan film Ada Surga di Rumahmu. Peredaran isu syiah itu hadir di media sosial broadcast aplikasi percakapan seperti Whatsapp dan BBM, dan Line. Film yang mengangkat kisah hidup Ustad Ahmad Al Habsyi itu dikaitkan dengan syiah karena Mizan Production yang membuatnya. Asma Nadia berusaha menjawab perdebatan isu syiah itu. 


Jejak Syiah di Film

Asma Nadia menyayangkan penyebaran isu syiah oleh orang-orang yang belum menonton dan menemukan bukti pesan syiah dalam film Ada Surga di Rumahmu. Penulis yang bukunya kerap difilmkan itu menyayangkan aksi sebagian orang yang  menyebarkan isu tanpa cek dan ricek terlebih dahulu. Asma sendiri telah menonton dan belum menemukan pesan Syiah di film itu.

Soal dana pembuatan film, Asma Nadia menyebut Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai penyandang dana. Pada beberapa adegan film Ada Surga di Rumahmu terdapat penyematan pesan oleh PGN saat tokoh Ramadhan menumpang bajaj berbahan bakar gas di Jakarta dan tokoh Nayla yang mengenakan seragam PGN. PGN mengampanyekan pemakaian bahan bakar gas yang lebih ramah lingkungan di film itu selama beberapa menit.


ASdR versi novel
Asma juga mengenal dan pernah bekerja sama dengan Aditya Gumay, sutradara film Ada Surga di Rumahmu. "Sebelumnya Aditya Gumay menggarap Emak Ingin Naik Haji dan Rumah Tanpa Jendela," jelas Asma di akun @asmanadia. 

Khusus film Ada Surga di Rumahmu, tema yang diangkat soal keluarga. "Film yang diproduksi Mizan ini sentral bakti pada orang tua, khususnya ibu." Istri dari Isa Alamsyah ini berharap kita tidak mudah termakan rumor tanpa bukti. Apalagi membantu menyebarkannya sehingga menjadi fitnah. 


Mizan Penerbit Syiah     

Perusahaan Mizan Grup yang kerap dituding syiah pun mendapat ulasan dari Asma Nadia. Menurut Asma, selama menerbitkan buku di Mizan, ia belum menemukan penyelipan pesan syiah dalam buku-bukunya. "Soal Mizan yang kabarnya syiah, banyak buku saya diterbitkan Mizan dulu, nggak satu pun diacak-acak atau diselipi promo syiah," tulisnya. 

Haidar Bagir, pendiri penerbit Mizan telah Asma anggap sebagai gurunya dalam hal penerbitan buku. Asma mengajak semua orang untuk bisa menerima kebaikan, terlepas dari siapa penyampainya. Di akhir kultwitnya, Asma mengajak kita untuk mendukung proyek kebaikan, bukan sebaliknya, menjadi penghancur. 

Berikut tweet lengkap Asma Nadia yang dirangkum oleh Chirpstory

Chirpstory



Baca Juga

Ridwan Kamil Seka Air Mata dengan Jilbab Istri Saat Nonton Ada Surga di Rumahmu

, ,
Comments
9 Comments

9 komentar:

  1. Ayo liat video clip & lirik Ost surga yang tak dirindukan. ini linknya. like n comment ya. thank u

    https://www.youtube.com/watch?v=dMe1Hq65MdY

    BalasHapus
  2. Tinggal bagaimana setiap orang menilainya, tentu saja bergantung apa yang diyakini dan dipahaminya. Bagi saya, ini film bagus ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup kami islam meyakini SYIAH itu sesat, filmnya gw gak peduli

      Hapus
  3. syah memang wajib di waspadai termasuk tokoh tokohnya yang jago menyembunyikan ideologinya...

    BalasHapus
  4. aduhh ngakunya kok susah amat klo dia itu SYIAH kam cmn butuh klarifikasi, selesai...gak akan d penggal kok. ini d indonesia bukan d Arab,.. mmg dasar klo SYIAH udah bertaqiyah, pistol d kepala pun gak bakalan ngaku wkwkk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siapa yang susah ngaku syiah Bob Stalker?

      Hapus
  5. Saya sekedar saran, ba logikanya dipakai, kalau memang mba cinta islam yg murni. Tentu mba berfikir 10000x untuk membaca buku2 terbitan syiah, menonton, mengunjungi domain2 syiah.keliahatannya mba orang berpendidikan, tentu lebih tahu dari orang2 awam betapa kita harus tidak mengasosiasikan diri dengan segala hal yang berkaitan dengan syiah. Dengan catatan mba murni islam. Pertanyakan aqidah mba setelah melihat realitas yg ada. Derita kaum muslimin. Beritanya dimana2. Jgn menjual menjual aqidah demi populeritas yang murah. Atau mba rela anak mba yg masih menyusui di mut'ah dengan imam syiah yg umurnya 70an tahun.

    BalasHapus
  6. Katanya, jika melakukan sesuatu atas nama Tuhan, maka akan mendapatkan upah bidadari-bidadari cantik untuk menjadi teman hidup di surga nanti. Jika kita melakukan segala yang dipertintahkan oleh para tua-tua atau ahli agama, kita akan medapatkan tempat terbaik di surga. Apa iya? Iya kalo kita diminta untuk mengerjakan hal yang baik. Tapi kalau hanya kebencian dan dendam yang diberitakan? Surga yang mana yang akan kita tuju? https://www.itsme.id/surga-itu-bernama-rumah/

    BalasHapus